
Saham TPIA bergerak di tiga segmen usaha, yaitu energi, kimia, dan infrastruktur, dengan pendapatan semester I 2026 sebesar USD5,35 miliar (Bisnis.com, 29 Juli 2026).
| Segmen | Pendapatan S1 2026 (USD juta) | Perubahan tahunan (%) |
|---|---|---|
| Energi | 3.330 | +184,4 |
| Kimia | 1.960 | +16,0 |
| Infrastruktur | 64,6 | +13,9 |
| Total pendapatan bersih | 5.350 | +83,6 |
Sumber: Bisnis.com, 29 Juli 2026. Angka dibulatkan sehingga total dapat berbeda tipis. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.
TPIA adalah kode saham PT Chandra Asri Pacific Tbk, emiten petrokimia dan energi yang tercatat di BEI sejak 26 Mei 2008 dengan 86.511.545.092 saham terdaftar. Perusahaan berdiri pada 2 November 1984 sebagai PT Tri Polyta Indonesia (IDNFinancials, 2026) dan sempat bernama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (KSEI, diakses 24 September 2026). Jumlah saham bertambah lewat stock split rasio 1:5 (21 November 2017) dan 1:4 (23 Agustus 2022) (Chandra Asri, 2025).
Kapitalisasi pasar TPIA ±Rp115,93 triliun (86.511.545.092 saham × Rp1.340, 22 Oktober 2026), dengan sektor Barang Baku BEI (IDNFinancials, 2026).
Pemegang saham pengendali TPIA adalah PT Barito Pacific Tbk dengan 34,63% per 31 Agustus 2026, sementara Prajogo Pangestu memegang 5,03% secara langsung. (Kabar Bursa, 13 September 2026).
| Pemegang saham | Kepemilikan (%) | Keterangan |
|---|---|---|
| PT Barito Pacific Tbk | 34,63 | Pengendali |
| SCG Chemicals Public Company Limited | 15,71 | Turun dari 30,57% setelah penjualan Juni 2026 |
| PT Top Investment Indonesia | 15,00 | Entitas Thaioil |
| Prajogo Pangestu | 5,03 | Kepemilikan langsung |
| Saham treasuri | 0,05 | 47.048.900 lembar |
| Publik dan lainnya | 29,58 | Di bawah 5% per pemegang; termasuk Marigold Resources 3,92% (30 Juni 2026) |
| Total | 100,00 | 86.511.545.092 lembar |
Sumber: Kabar Bursa, 13 September 2026 (data akhir Agustus 2026); Stockbit Snips, 9 Juli 2026. Baris publik dihitung sebagai selisih. Komposisi dapat berubah setiap bulan.
Pada semester I 2026, TPIA mencatat pendapatan bersih USD5,35 miliar (sekitar Rp95,7 triliun), naik 83,6% secara tahunan, sementara laba bersih turun 77,2% menjadi USD371,2 juta (Bisnis.com, 29 Juli 2026; kurs Rp18.073 per USD menurut RCTI+, 29 Juli 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.
Untuk tahun buku 2025, TPIA membagikan dividen tunai USD30 juta atau Rp6,07 per saham (Rp607 per lot), dibayarkan 17 Juni 2026 setelah disetujui RUPS Tahunan 13 Mei 2026 (IDX Channel, 19 Mei 2026).
Cum date pasar reguler jatuh pada 25 Mei 2026 dan ex date 26 Mei 2026; cum date adalah hari terakhir membeli saham agar berhak atas dividen. Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–31 Desember 2025.
Harga 1 lot saham TPIA adalah Rp134.000 berdasarkan penutupan Rp1.340 per lembar pada 22 Oktober 2026, ditambah biaya beli 0,15% di Pluang (PT Pluang Maju Sekuritas) sehingga totalnya sekitar Rp134.201 (Yahoo Finance, 22 Oktober 2026). Satu lot setara 100 lembar, satuan perdagangan reguler BEI.
| Komponen | Nilai (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|
| Harga per lembar | 1.340 | Penutupan 22 Oktober 2026 |
| Jumlah lembar per lot | 100 lembar | Satuan perdagangan reguler BEI |
| Nilai 1 lot | 134.000 | 100 lembar × Rp1.340 |
| Biaya beli di Pluang (0,15%) | 201 | Levy BEI/KSEI 0,03%, KPEI 0,01%, trading fee Pluang 0,0961261%, dan PPN 11% atas levy serta trading fee |
| Estimasi total dana beli 1 lot | 134.201 | Rp134.000 + Rp201 |
| Biaya jual di Pluang (0,25%) | 335 | Komponen biaya beli ditambah PPh Final 0,1% atas nilai jual |
Tarif sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 23 Oktober 2026. Harga berubah setiap hari perdagangan; komisi broker berbeda antarsekuritas.
Buyback saham adalah aksi korporasi ketika emiten membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar, lalu menyimpannya sebagai saham treasuri. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan program pembelian kembali saham dengan dana maksimal Rp1 triliun tanpa melalui RUPS (Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026).
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Periode | 20 Oktober 2026 – 19 Januari 2027 |
| Pendanaan | Maksimal Rp1.000.000.000.000 dari kas internal perusahaan |
| Pelaksana | PT Henan Putihrai Sekuritas melalui BEI |
| Rentang harga buyback | Rp1.250 hingga Rp3.000 per saham |
| Volume maksimal | 800.000.000 lembar (±0,92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) |
| Persetujuan RUPS | Tanpa melalui RUPS |
Sumber: Keterbukaan Informasi BEI – PT Chandra Asri Pacific Tbk, 19 Oktober 2026.
Penutupan Rp1.340 pada 22 Oktober 2026 berada di dalam rentang harga buyback, sedangkan penutupan Rp1.125 pada 19 Oktober 2026 berada di bawah batas bawahnya (Bisnis.com, 19 Oktober 2026). Sebagai ilustrasi, Rp1 triliun setara sekitar 746 juta saham pada Rp1.340 (±0,86%), sebelum biaya transaksi; ini bukan perkiraan realisasi.
Dari sisi sentimen, alokasi buyback hingga Rp1 triliun dapat dibaca positif karena menunjukkan komitmen manajemen menjaga stabilitas harga saham dan kepercayaan investor di pasar. Pandangan ini bukan prediksi arah harga.
Buyback juga punya batasan: volume 800 juta saham adalah batas maksimal, bukan target realisasi, dan anggaran Rp1 triliun sudah mencakup biaya transaksi serta komisi perantara (StockWatch, 19 Oktober 2026). Bandingkan dengan buyback vs dividen.
Secara historis, harga saham TPIA dipengaruhi oleh faktor berikut:
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: Mei–22 Oktober 2026. Pergerakan harga di masa lalu tidak menunjukkan arah harga ke depan.
Saham TPIA dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebelum bertransaksi, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak terkonsentrasi pada satu saham. Pelajari lebih lanjut.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
TPIA adalah kode saham PT Chandra Asri Pacific Tbk, emiten energi, kimia, dan infrastruktur di sektor Barang Baku BEI. Saham ini tercatat di BEI sejak 26 Mei 2008 dan memiliki 86.511.545.092 saham terdaftar menurut data KSEI yang diakses pada 24 September 2026.
Pengendali TPIA adalah PT Barito Pacific Tbk dengan kepemilikan 34,63% per 31 Agustus 2026. Bersama kepemilikan langsung Prajogo Pangestu sebesar 5,03%, porsinya mencapai 39,66% menurut data registrasi pemegang efek yang dikutip Kabar Bursa pada 13 September 2026, sedangkan sisanya dipegang pemegang saham lain.
Dengan harga penutupan Rp1.340 per lembar pada 22 Oktober 2026, 1 lot saham TPIA (100 lembar) setara Rp134.000, atau sekitar Rp134.201 setelah biaya beli 0,15% di Pluang, berdasarkan data Yahoo Finance tanggal 22 Oktober 2026 dan tarif biaya yang berlaku per 23 Oktober 2026.
TPIA menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun dari kas internal untuk membeli kembali hingga 800 juta saham pada rentang Rp1.250 hingga Rp3.000 per saham, periode 20 Oktober 2026 sampai 19 Januari 2027 (Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026), tanpa persetujuan RUPS.
Dividen TPIA tahun buku 2025 adalah Rp6,07 per saham atau Rp607 per lot, dari total USD30 juta, dengan cum date pasar reguler 25 Mei 2026 dan tanggal pembayaran 17 Juni 2026 menurut pemberitaan IDX Channel tanggal 19 Mei 2026, setelah disetujui RUPS Tahunan.
TPIA adalah emiten energi, kimia, dan infrastruktur yang dikendalikan kelompok Barito milik Prajogo Pangestu. Harga menutup Rp1.340 pada 22 Oktober 2026, dan perseroan mengumumkan buyback hingga Rp1 triliun. Buyback bukan jaminan pergerakan harga. Sebelum mengambil keputusan, pelajari keterbukaan informasi TPIA di situs BEI dan sesuaikan dengan profil risiko kamu.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.