Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham TPIA: Bidang Usaha, Pemilik & Harga 1 Lot
shareIcon

Saham TPIA: Bidang Usaha, Pemilik & Harga 1 Lot

24 Sep 2026, 1:31 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
Saham TPIA: Bidang Usaha, Pemilik & Harga 1 Lot
Saham TPIA (PT Chandra Asri Pacific Tbk) bergerak di energi, kimia, dan infrastruktur. Cek pemilik, dividen, dan harga 1 lot per 23 Sep 2026.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bergerak di bidang energi, kimia, dan infrastruktur, dengan basis produksi di Cilegon, Banten, serta terdaftar di sektor Barang Baku Bursa Efek Indonesia. Per penutupan perdagangan 23 September 2026, 1 lot saham TPIA setara Rp187.000 (100 lembar × Rp1.870, sumber: IDNFinancials, 23 September 2026). Pemegang saham pengendalinya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan 34,63%, yang bersama Prajogo Pangestu dan Marigold Resources memegang 43,58% saham TPIA (laporan registrasi pemegang efek per 30 Juni 2026).

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Data mengenai TPIA disajikan untuk tujuan identifikasi dan edukasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu setelah mempertimbangkan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Saham TPIA Bergerak di Bidang Apa?

Saham TPIA bergerak di tiga segmen usaha, yaitu energi, kimia, dan infrastruktur, dengan pendapatan semester I 2026 sebesar USD5,35 miliar (Bisnis.com, 29 Juli 2026). Segmen kimia bertumpu pada pabrik naphtha cracker di Cilegon, Banten, yang memproduksi olefin, poliolefin, stirena monomer, dan butadiena (IDNFinancials, 2026).

Rincian ketiga segmen:

1.     Energi: aset kilang dan kimia Aster Chemicals and Energy di Singapura yang diakuisisi pada April 2025, serta jaringan SPBU Esso yang diambil alih pada Januari 2026 (Bisnis.com, 29 Juli 2026).

2.     Kimia: produksi petrokimia di Cilegon. Proyek pabrik CA-EDC tercatat 72% rampung dan ditargetkan beroperasi pada 2027 (RCTI+, 29 Juli 2026); target ini merupakan rencana manajemen, bukan jaminan realisasi.

3.     Infrastruktur: listrik, pelabuhan, tangki penyimpanan, dan logistik melalui anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang tercatat di BEI sejak 9 Juli 2025 (Chandra Asri, 2025).

Tabel: Pendapatan TPIA per segmen, semester I 2026

Segmen

Pendapatan S1 2026 (USD juta)

Perubahan tahunan (%)

Energi

3.330

+184,4

Kimia

1.960

+16,0

Infrastruktur

64,6

+13,9

Total pendapatan bersih

5.350

+83,6

Sumber: Bisnis.com, 29 Juli 2026. Angka segmen dibulatkan sehingga penjumlahannya dapat berbeda tipis dari total. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.

TPIA Saham Apa dan Sejak Kapan Tercatat di BEI?

TPIA adalah kode saham PT Chandra Asri Pacific Tbk, emiten petrokimia dan energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tanggal pencatatan 26 Mei 2008 dan 86.511.545.092 saham terdaftar (KSEI, diakses 24 September 2026). Perusahaan berdiri pada 2 November 1984 dengan nama PT Tri Polyta Indonesia (IDNFinancials, 2026) dan sebelumnya dikenal sebagai PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (KSEI).

Jumlah saham TPIA bertambah lewat stock split: rasio 1:5 pada 21 November 2017 dan rasio 1:4 pada 23 Agustus 2022 (Chandra Asri, 2025).

Tabel: Profil emiten TPIA

Profil emiten

Keterangan

Nama legal

PT Chandra Asri Pacific Tbk

Kode saham

TPIA

Sektor BEI

Barang Baku — industri kimia

Tanggal berdiri

2 November 1984 (sebagai PT Tri Polyta Indonesia)

Tanggal pencatatan (KSEI)

26 Mei 2008

Jumlah saham terdaftar (lembar)

86.511.545.092

Nilai nominal (Rp/lembar)

50

Kapitalisasi pasar (Rp, per 23 Sep 2026)

±161,78 triliun (86.511.545.092 × Rp1.870)

Sumber: KSEI (tanggal pencatatan, jumlah saham, nilai nominal, diakses 24 September 2026); IDNFinancials (sektor, tanggal berdiri, harga penutupan 23 September 2026).

Siapa Pemilik Saham TPIA?

Pemegang saham pengendali TPIA adalah PT Barito Pacific Tbk dengan 34,63% per 30 Juni 2026, sementara Prajogo Pangestu memegang 5,03% secara langsung dan Marigold Resources Pte Ltd 3,92%, sehingga porsi kelompok Barito mencapai 43,58% (laporan registrasi pemegang efek per 30 Juni 2026; IDX Channel, 2025). Barito Pacific dan Marigold Resources sama-sama dimiliki Prajogo Pangestu (IDX Channel, 2025).

Tabel: Struktur pemegang saham TPIA

Pemegang saham (per 30 Juni 2026)

Kepemilikan (%)

Keterangan

PT Barito Pacific Tbk

34,63

Pengendali; dikendalikan Prajogo Pangestu

SCG Chemicals Public Company Limited

15,71

Turun dari 30,57% setelah penjualan pada Juni 2026

PT Top Investment Indonesia

15,00

Entitas Thaioil (Thai Oil Public Company Limited)

Prajogo Pangestu

5,03

Kepemilikan langsung

Marigold Resources Pte Ltd

3,92

Dimiliki Prajogo Pangestu

Masyarakat dan lainnya

25,71

Porsi di luar pemegang saham strategis

Total

100,00

86.511.545.092 lembar

Sumber: laporan bulanan registrasi pemegang efek TPIA per 30 Juni 2026 (Stockbit Snips, 9 Juli 2026); Bareksa, 8 Juni 2026; Chandra Asri (jumlah saham). Komposisi pemegang saham dapat berubah setiap bulan.

Pada 4–5 Juni 2026, SCG Chemicals asal Thailand menjual sekitar 11,83 miliar saham TPIA di kisaran harga Rp962–Rp1.396 per lembar (IDX Channel, Juni 2026). Menurut perseroan, porsi saham publik (free float) naik menjadi sekitar 25,7% tanpa mengubah pengendalian perusahaan (Bareksa, 8 Juni 2026).

Daftar emiten lain yang dikendalikan Prajogo Pangestu tersedia di halaman saham Prajogo Pangestu dan rincian kepemilikannya, sedangkan profil induk usahanya tersedia di halaman profil dan kinerja saham BRPT.

Bagaimana Kinerja Keuangan TPIA pada Semester I 2026?

Pada semester I 2026, TPIA mencatat pendapatan bersih USD5,35 miliar atau sekitar Rp95,7 triliun, naik 83,6% secara tahunan, sementara laba bersih turun 77,2% menjadi USD371,2 juta (Bisnis.com, 29 Juli 2026; kurs Rp18.073 per USD menurut RCTI+, 29 Juli 2026). Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat USD283,24 juta, turun 77,53% dari USD1,26 miliar (Databoks Katadata, 21 September 2026).

Penjelasan selisih arah pendapatan dan laba:

•        Kenaikan pendapatan didorong oleh konsolidasi Aster Chemicals and Energy dan jaringan SPBU Esso (Bisnis.com, 29 Juli 2026).

•        Laba semester I 2025 memuat keuntungan tidak berulang dari akuisisi Aster, sehingga basis perbandingannya tinggi (Investortrust, 29 Juli 2026).

•        Beban bahan baku naik 54,16% menjadi USD4,46 miliar (Databoks Katadata, 21 September 2026).

•        EBITDA operasional turun 54,5% menjadi USD802,6 juta dari USD1,77 miliar (Bisnis.com, 29 Juli 2026).

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.

Berapa Dividen Saham TPIA dan Kapan Dibagikan?

Untuk tahun buku 2025, TPIA membagikan dividen tunai USD30 juta atau Rp6,07 per saham, setara Rp607 per lot, yang dibayarkan pada 17 Juni 2026 (IDX Channel, 19 Mei 2026). Dividen ini disetujui RUPS Tahunan 13 Mei 2026 (IDX Channel, 19 Mei 2026).

Tabel: Jadwal dividen TPIA tahun buku 2025

Keterangan

Nilai / tanggal

Total dividen tunai

USD30 juta

Dividen per saham (Rp)

6,07

Dividen per lot (Rp, 100 lembar)

607

Cum date pasar reguler

25 Mei 2026

Ex date pasar reguler

26 Mei 2026

Recording date

29 Mei 2026

Tanggal pembayaran

17 Juni 2026

Sumber: IDX Channel, 19 Mei 2026. Cum date adalah hari terakhir membeli saham agar berhak atas dividen; ex date adalah tanggal saat saham mulai diperdagangkan tanpa hak dividen. Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: tahun buku 2025 (1 Januari–31 Desember 2025).

Berapa Harga 1 Lot Saham TPIA?

Harga 1 lot saham TPIA adalah Rp187.000 berdasarkan harga penutupan Rp1.870 per lembar pada 23 September 2026, ditambah biaya beli 0,15% di Pluang (PT Pluang Maju Sekuritas) sehingga totalnya sekitar Rp187.281 (IDNFinancials, 23 September 2026). Minimum pembelian saham Indonesia adalah 1 lot (100 lembar). Harga terkini dapat dicek di halaman harga saham Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) hari ini.

Tabel: Harga, nilai 1 lot, dan biaya transaksi TPIA

Komponen

Nilai (Rp)

Keterangan

Harga per lembar

1.870

Harga penutupan 23 September 2026 (IDNFinancials)

Jumlah lembar per lot

100 lembar

Satuan perdagangan di BEI

Nilai 1 lot = minimum pembelian

187.000

100 lembar × Rp1.870

Biaya beli di Pluang (0,15%)

281

Rp280,50 dibulatkan; termasuk levy BEI/KSEI 0,03%, biaya KPEI 0,01%, trading fee Pluang 0,0961261%, dan PPN 11% atas levy serta trading fee

Estimasi total dana beli 1 lot

187.281

Rp187.000 + Rp281

Biaya jual di Pluang (0,25%)

468

Rp467,50 dibulatkan; komponen biaya beli ditambah PPh Final 0,1% atas nilai jual

e-Meterai

10.000

Hanya untuk konfirmasi transaksi bernilai di atas Rp10.000.000; tidak berlaku untuk transaksi 1 lot TPIA pada harga ini

Data harga per 23 September 2026. Tarif biaya sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 24 September 2026. Harga saham berubah setiap hari perdagangan, sehingga nilai 1 lot juga ikut berubah.

Komponen biaya perlu dibaca terpisah: trading fee atau komisi broker berbeda-beda antarsekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas. Rincian lengkapnya tersedia di halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang.

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Harga Saham TPIA?

Secara historis, harga saham TPIA dipengaruhi oleh faktor berikut:

•        Keanggotaan indeks global. TPIA dikeluarkan dari indeks MSCI pada Mei 2026 (Katadata, 2026). Pada 22 Mei 2026, sahamnya sempat turun 11,45% ke Rp2.010 di sesi pembukaan (Kabar Bursa, Mei 2026).

•        Perubahan pemegang saham. Penjualan saham oleh SCG Chemicals pada Juni 2026 terjadi di harga Rp962–Rp1.396 per lembar dan menambah jumlah saham yang beredar di publik (IDX Channel, Juni 2026).

•        Selisih harga produk dan bahan baku. Beban bahan baku naik 54,16% pada semester I 2026 sehingga menekan laba meskipun pendapatan naik (Databoks Katadata, 21 September 2026).

•        Volatilitas dan likuiditas. Dalam 52 minggu hingga 23 September 2026, harga TPIA bergerak antara Rp1.205 dan Rp8.500 per lembar (Investing.com, diakses 24 September 2026).

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 24 September 2025–23 September 2026. Pergerakan harga di masa lalu tidak menunjukkan arah harga ke depan.

Bagaimana Cara Beli Saham TPIA di Pluang?

Saham TPIA dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia, dengan minimum pembelian 1 lot (100 lembar). Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah Membeli Saham TPIA di Aplikasi Pluang

1.     Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.

2.     Pilih menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham "TPIA".

3.     Klik "Beli", lalu masukkan harga dan jumlah lot yang diinginkan (minimum 1 lot atau 100 lembar).

4.     Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah, rekening khusus atas nama investor untuk transaksi saham) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.

5.     Periksa ringkasan order, konfirmasi, lalu cek statusnya di riwayat transaksi.

Sebelum bertransaksi, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak terkonsentrasi pada satu saham.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

Pertanyaan Seputar Saham TPIA

TPIA saham apa?

TPIA adalah kode saham PT Chandra Asri Pacific Tbk, emiten petrokimia, energi, dan infrastruktur di sektor Barang Baku BEI, dengan 86,51 miliar saham terdaftar menurut KSEI.

Saham TPIA bergerak di bidang apa?

TPIA bergerak di bidang energi, kimia, dan infrastruktur. Segmen energi menyumbang USD3,33 miliar dari pendapatan semester I 2026 sebesar USD5,35 miliar (Bisnis.com, 29 Juli 2026).

Saham TPIA milik siapa?

Pengendali TPIA adalah PT Barito Pacific Tbk dengan 34,63% per 30 Juni 2026. Bersama kepemilikan langsung Prajogo Pangestu (5,03%) dan Marigold Resources (3,92%), porsinya mencapai 43,58%.

Berapa harga 1 lot saham TPIA?

Dengan harga penutupan Rp1.870 per lembar pada 23 September 2026, 1 lot saham TPIA (100 lembar) setara Rp187.000, atau sekitar Rp187.281 setelah biaya beli 0,15% di Pluang.

Berapa dividen TPIA per lot?

Dividen TPIA tahun buku 2025 adalah Rp6,07 per saham atau Rp607 per lot, dari total USD30 juta, dengan cum date 25 Mei 2026 dan pembayaran 17 Juni 2026 (IDX Channel).

Kesimpulan

TPIA adalah emiten energi, kimia, dan infrastruktur yang dikendalikan kelompok Barito milik Prajogo Pangestu. Akuisisi Aster dan SPBU Esso mendorong pendapatan semester I 2026 naik 83,6%, tetapi laba turun karena basis perbandingan yang tinggi dan kenaikan beban bahan baku. Sebelum mengambil keputusan, pelajari laporan keuangan TPIA di situs BEI dan sesuaikan dengan profil risiko kamu.

Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1