BiayaKeamanan
Pluang+
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham TPIA: Bidang Usaha, Pemilik, Buyback & Harga 1 Lot
shareIcon

Saham TPIA: Bidang Usaha, Pemilik, Buyback & Harga 1 Lot

24 Sep 2026, 1:31 PM
·
Waktu baca: 7 menit
shareIcon
Ilustrasi saham TPIA PT Chandra Asri Pacific Tbk - Saham TPIA: Bidang Usaha, Pemilik, Buyback & Harga 1 Lot
Diperbarui 23 Oktober 2026. Data harga per penutupan 22 Oktober 2026.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bergerak di bidang energi, kimia, dan infrastruktur, dengan basis produksi di Cilegon, Banten, serta tercatat di sektor Barang Baku Bursa Efek Indonesia (BEI). Per penutupan 22 Oktober 2026, 1 lot saham TPIA setara Rp134.000 (100 lembar × Rp1.340, sumber: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026). Untuk Saham Indonesia, Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.Pemegang saham pengendalinya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan 34,63%, yang bersama Prajogo Pangestu (5,03% langsung) memegang 39,66% (data per 31 Agustus 2026, dikutip Kabar Bursa, 13 September 2026). TPIA juga mengumumkan buyback saham hingga Rp1 triliun untuk 20 Oktober 2026–19 Januari 2027 (Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026).

Saham TPIA Bergerak di Bidang Apa?

Saham TPIA bergerak di tiga segmen usaha, yaitu energi, kimia, dan infrastruktur, dengan pendapatan semester I 2026 sebesar USD5,35 miliar (Bisnis.com, 29 Juli 2026).

  1. Energi: aset kilang Aster Chemicals and Energy di Singapura (diakuisisi April 2025) dan jaringan SPBU Esso (diambil alih Januari 2026); pelajari akuisisi dan merger (Bisnis.com, 29 Juli 2026).
  2. Kimia: pabrik naphtha cracker di Cilegon, Banten, penghasil olefin, poliolefin, stirena monomer, dan butadiena (IDNFinancials, 2026). Proyek CA-EDC tercatat 72% rampung dan ditargetkan beroperasi pada 2027 (RCTI+, 29 Juli 2026); ini rencana manajemen, bukan jaminan realisasi.
  3. Infrastruktur: listrik, pelabuhan, tangki penyimpanan, dan logistik melalui anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang tercatat di BEI sejak 9 Juli 2025 (Chandra Asri, 2025).
Pendapatan TPIA per segmen, semester I 2026 (USD juta)
SegmenPendapatan S1 2026 (USD juta)Perubahan tahunan (%)
Energi3.330+184,4
Kimia1.960+16,0
Infrastruktur64,6+13,9
Total pendapatan bersih5.350+83,6

Sumber: Bisnis.com, 29 Juli 2026. Angka dibulatkan sehingga total dapat berbeda tipis. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.

TPIA Saham Apa dan Sejak Kapan Tercatat di BEI?

TPIA adalah kode saham PT Chandra Asri Pacific Tbk, emiten petrokimia dan energi yang tercatat di BEI sejak 26 Mei 2008 dengan 86.511.545.092 saham terdaftar. Perusahaan berdiri pada 2 November 1984 sebagai PT Tri Polyta Indonesia (IDNFinancials, 2026) dan sempat bernama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (KSEI, diakses 24 September 2026). Jumlah saham bertambah lewat stock split rasio 1:5 (21 November 2017) dan 1:4 (23 Agustus 2022) (Chandra Asri, 2025).

Kapitalisasi pasar TPIA ±Rp115,93 triliun (86.511.545.092 saham × Rp1.340, 22 Oktober 2026), dengan sektor Barang Baku BEI (IDNFinancials, 2026).

Siapa Pemilik Saham TPIA?

Pemegang saham pengendali TPIA adalah PT Barito Pacific Tbk dengan 34,63% per 31 Agustus 2026, sementara Prajogo Pangestu memegang 5,03% secara langsung. (Kabar Bursa, 13 September 2026).

Struktur pemegang saham TPIA (per 31 Agustus 2026)
Pemegang sahamKepemilikan (%)Keterangan
PT Barito Pacific Tbk34,63Pengendali
SCG Chemicals Public Company Limited15,71Turun dari 30,57% setelah penjualan Juni 2026
PT Top Investment Indonesia15,00Entitas Thaioil
Prajogo Pangestu5,03Kepemilikan langsung
Saham treasuri0,0547.048.900 lembar
Publik dan lainnya29,58Di bawah 5% per pemegang; termasuk Marigold Resources 3,92% (30 Juni 2026)
Total100,0086.511.545.092 lembar

Sumber: Kabar Bursa, 13 September 2026 (data akhir Agustus 2026); Stockbit Snips, 9 Juli 2026. Baris publik dihitung sebagai selisih. Komposisi dapat berubah setiap bulan.

Bagaimana Kinerja Keuangan TPIA pada Semester I 2026?

Pada semester I 2026, TPIA mencatat pendapatan bersih USD5,35 miliar (sekitar Rp95,7 triliun), naik 83,6% secara tahunan, sementara laba bersih turun 77,2% menjadi USD371,2 juta (Bisnis.com, 29 Juli 2026; kurs Rp18.073 per USD menurut RCTI+, 29 Juli 2026).

  • Pendapatan naik karena konsolidasi Aster Chemicals and Energy dan jaringan SPBU Esso (Bisnis.com, 29 Juli 2026).
  • EBITDA operasional turun 54,5% menjadi USD802,6 juta dari USD1,77 miliar (Bisnis.com, 29 Juli 2026).

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.

Berapa Dividen Saham TPIA dan Kapan Dibagikan?

Untuk tahun buku 2025, TPIA membagikan dividen tunai USD30 juta atau Rp6,07 per saham (Rp607 per lot), dibayarkan 17 Juni 2026 setelah disetujui RUPS Tahunan 13 Mei 2026 (IDX Channel, 19 Mei 2026).

Cum date pasar reguler jatuh pada 25 Mei 2026 dan ex date 26 Mei 2026; cum date adalah hari terakhir membeli saham agar berhak atas dividen. Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–31 Desember 2025.

Berapa Harga 1 Lot Saham TPIA?

Harga 1 lot saham TPIA adalah Rp134.000 berdasarkan penutupan Rp1.340 per lembar pada 22 Oktober 2026, ditambah biaya beli 0,15% di Pluang (PT Pluang Maju Sekuritas) sehingga totalnya sekitar Rp134.201 (Yahoo Finance, 22 Oktober 2026). Satu lot setara 100 lembar, satuan perdagangan reguler BEI.

Harga, nilai 1 lot, dan biaya transaksi TPIA (data per 22 Oktober 2026)
KomponenNilai (Rp)Keterangan
Harga per lembar1.340Penutupan 22 Oktober 2026
Jumlah lembar per lot100 lembarSatuan perdagangan reguler BEI
Nilai 1 lot134.000100 lembar × Rp1.340
Biaya beli di Pluang (0,15%)201Levy BEI/KSEI 0,03%, KPEI 0,01%, trading fee Pluang 0,0961261%, dan PPN 11% atas levy serta trading fee
Estimasi total dana beli 1 lot134.201Rp134.000 + Rp201
Biaya jual di Pluang (0,25%)335Komponen biaya beli ditambah PPh Final 0,1% atas nilai jual

Tarif sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 23 Oktober 2026. Harga berubah setiap hari perdagangan; komisi broker berbeda antarsekuritas.

TPIA Buyback Saham Rp1 Triliun: Apa Isi Programnya?

Buyback saham adalah aksi korporasi ketika emiten membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar, lalu menyimpannya sebagai saham treasuri. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan program pembelian kembali saham dengan dana maksimal Rp1 triliun tanpa melalui RUPS (Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026).

Rincian buyback saham TPIA (data per 19 Oktober 2026)
KomponenKeterangan
Periode20 Oktober 2026 – 19 Januari 2027
PendanaanMaksimal Rp1.000.000.000.000 dari kas internal perusahaan
PelaksanaPT Henan Putihrai Sekuritas melalui BEI
Rentang harga buybackRp1.250 hingga Rp3.000 per saham
Volume maksimal800.000.000 lembar (±0,92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh)
Persetujuan RUPSTanpa melalui RUPS

Sumber: Keterbukaan Informasi BEI – PT Chandra Asri Pacific Tbk, 19 Oktober 2026.

Penutupan Rp1.340 pada 22 Oktober 2026 berada di dalam rentang harga buyback, sedangkan penutupan Rp1.125 pada 19 Oktober 2026 berada di bawah batas bawahnya (Bisnis.com, 19 Oktober 2026). Sebagai ilustrasi, Rp1 triliun setara sekitar 746 juta saham pada Rp1.340 (±0,86%), sebelum biaya transaksi; ini bukan perkiraan realisasi.

Dari sisi sentimen, alokasi buyback hingga Rp1 triliun dapat dibaca positif karena menunjukkan komitmen manajemen menjaga stabilitas harga saham dan kepercayaan investor di pasar. Pandangan ini bukan prediksi arah harga.

Buyback juga punya batasan: volume 800 juta saham adalah batas maksimal, bukan target realisasi, dan anggaran Rp1 triliun sudah mencakup biaya transaksi serta komisi perantara (StockWatch, 19 Oktober 2026). Bandingkan dengan buyback vs dividen.

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Harga Saham TPIA?

Secara historis, harga saham TPIA dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Keanggotaan indeks global. TPIA dikeluarkan dari indeks MSCI pada Mei 2026 (Katadata, 2026) dan sempat turun 11,45% ke Rp2.010 pada 22 Mei 2026 (Kabar Bursa, Mei 2026).
  • Perubahan pemegang saham. SCG Chemicals menjual sekitar 11,83 miliar saham TPIA pada 4–5 Juni 2026 (IDX Channel, Juni 2026).
  • Selisih harga produk dan bahan baku. Beban bahan baku naik 54,16% pada semester I 2026 sehingga menekan laba (Databoks Katadata, 21 September 2026).
  • Kebijakan bursa. BEI menurunkan batas auto rejection bawah (ARB) dari 15% menjadi 7% untuk 19 Oktober–31 Desember 2026 (Bareksa, 19 Oktober 2026); TPIA turun 6,64% ke Rp1.125 dan menyentuh ARB pada 19 Oktober 2026 (Bisnis.com, 19 Oktober 2026).
  • Volatilitas dan likuiditas. Dalam 23 September–22 Oktober 2026, harga TPIA bergerak antara Rp1.080 dan Rp1.875 per lembar, dan penutupan turun 28,3% dari Rp1.870 ke Rp1.340; volume 20 Oktober 2026 mencapai 436,8 juta lembar (Yahoo Finance, 22 Oktober 2026).

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: Mei–22 Oktober 2026. Pergerakan harga di masa lalu tidak menunjukkan arah harga ke depan.

Bagaimana Cara Beli Saham TPIA di Pluang?

Saham TPIA dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah Membeli Saham TPIA di Aplikasi Pluang

  1. Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.
  2. Pilih menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham "TPIA".
  3. Klik "Beli", lalu masukkan harga dan jumlah lot yang diinginkan (1 lot = 100 lembar).
  4. Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah, rekening khusus atas nama investor untuk transaksi saham) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.
  5. Periksa ringkasan order, konfirmasi, lalu cek statusnya di riwayat transaksi.

Sebelum bertransaksi, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak terkonsentrasi pada satu saham. Pelajari lebih lanjut.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

Pertanyaan Seputar Saham TPIA

TPIA saham apa?

TPIA adalah kode saham PT Chandra Asri Pacific Tbk, emiten energi, kimia, dan infrastruktur di sektor Barang Baku BEI. Saham ini tercatat di BEI sejak 26 Mei 2008 dan memiliki 86.511.545.092 saham terdaftar menurut data KSEI yang diakses pada 24 September 2026.

Saham TPIA milik siapa?

Pengendali TPIA adalah PT Barito Pacific Tbk dengan kepemilikan 34,63% per 31 Agustus 2026. Bersama kepemilikan langsung Prajogo Pangestu sebesar 5,03%, porsinya mencapai 39,66% menurut data registrasi pemegang efek yang dikutip Kabar Bursa pada 13 September 2026, sedangkan sisanya dipegang pemegang saham lain.

Berapa harga 1 lot saham TPIA?

Dengan harga penutupan Rp1.340 per lembar pada 22 Oktober 2026, 1 lot saham TPIA (100 lembar) setara Rp134.000, atau sekitar Rp134.201 setelah biaya beli 0,15% di Pluang, berdasarkan data Yahoo Finance tanggal 22 Oktober 2026 dan tarif biaya yang berlaku per 23 Oktober 2026.

Berapa dana dan harga buyback saham TPIA?

TPIA menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun dari kas internal untuk membeli kembali hingga 800 juta saham pada rentang Rp1.250 hingga Rp3.000 per saham, periode 20 Oktober 2026 sampai 19 Januari 2027 (Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026), tanpa persetujuan RUPS.

Berapa dividen TPIA per lot?

Dividen TPIA tahun buku 2025 adalah Rp6,07 per saham atau Rp607 per lot, dari total USD30 juta, dengan cum date pasar reguler 25 Mei 2026 dan tanggal pembayaran 17 Juni 2026 menurut pemberitaan IDX Channel tanggal 19 Mei 2026, setelah disetujui RUPS Tahunan.

Kesimpulan

TPIA adalah emiten energi, kimia, dan infrastruktur yang dikendalikan kelompok Barito milik Prajogo Pangestu. Harga menutup Rp1.340 pada 22 Oktober 2026, dan perseroan mengumumkan buyback hingga Rp1 triliun. Buyback bukan jaminan pergerakan harga. Sebelum mengambil keputusan, pelajari keterbukaan informasi TPIA di situs BEI dan sesuaikan dengan profil risiko kamu.

Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini