ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Kamus
Stock Split
shareIcon

Stock Split

0  dilihat·Waktu baca: 2 menit
shareIcon
Stock Split
Stock split adalah pemecahan nilai nominal saham oleh perusahaan sehingga jumlah lembar saham beredar bertambah dengan harga per lembar yang lebih murah secara proporsional.

Meskipun jumlah lembar saham yang Anda miliki bertambah, total nilai investasi Anda tetap sama tepat setelah pemecahan dilakukan. Analogi sederhananya adalah menukarkan satu lembar uang Rp100.000 dengan sepuluh lembar uang Rp10.000; nilai kekayaan Anda tidak berubah, hanya pecahannya yang menjadi lebih kecil.

Cara Menghitung Harga Saham Setelah Stock Split

Untuk mengetahui harga saham dan jumlah lembar yang akan Anda miliki setelah aksi korporasi ini, gunakan rumus berikut:

Harga Baru = Harga Saham Lama / Rasio Split

Jumlah Saham Baru = Jumlah Saham Lama x Rasio Split

Contoh Kasus:

Jika Anda memiliki 100 lembar saham PT. XYZ seharga Rp10.000/lembar, dan perusahaan melakukan stock split dengan rasio 1:5, maka:

  • Harga Baru: Rp10.000 / 5 = Rp2.000/lembar
  • Jumlah Saham: 100 x 5 = 500 lembar

Daftar Saham yang Pernah Stock Split di BEI

Banyak emiten besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan stock split untuk menjaga agar harga saham mereka tetap terjangkau oleh investor ritel. Beberapa contoh fenomenal meliputi:

  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Melakukan split 1:5 pada 2017.
  • BBCA (Bank Central Asia): Melakukan split 1:5 pada 2021.
  • BBNI (Bank Negara Indonesia): Melakukan split 1:2 pada 2023.

Apa Dampak Stock Split Bagi Investor Ritel?

Stock split umumnya dipandang sebagai sinyal positif karena beberapa alasan:

  1. Peningkatan Likuiditas: Harga yang lebih murah membuat volume perdagangan meningkat karena lebih banyak orang yang mampu membeli minimal 1 lot (100 lembar).
  2. Psikologi Pasar: Harga yang "terasa" murah seringkali memicu minat beli baru, yang secara historis dapat mendorong harga merangkak naik pasca-pemecahan.
  3. Inklusivitas: Memberikan kesempatan bagi investor dengan modal kecil untuk memiliki saham-saham Blue Chip berkualitas.

Perbedaan Stock Split vs Reverse Stock Split

Fitur

Stock Split

Reverse Stock Split

Aksi

Memecah saham (1 jadi banyak).

Menggabungkan saham (banyak jadi 1).

Harga Saham

Menjadi lebih murah.

Menjadi lebih mahal.

Tujuan Umum

Meningkatkan likuiditas.

Menghindari delisting atau harga terlalu rendah.

Sentimen

Biasanya Positif.

Seringkali Negatif.

Istilah Terkait

  • Aksi Korporasi: Tindakan perusahaan publik yang memengaruhi kepentingan pemegang saham.
  • Likuiditas: Seberapa mudah sebuah aset dapat dibeli atau dijual di pasar tanpa memengaruhi harga secara drastis.
  • Nilai Nominal: Nilai pari yang tertera pada lembar saham sesuai akta pendirian.
  • Reverse Stock Split: Kebalikan dari stock split, yaitu penggabungan lembar saham.
  • Saham Beredar: Total jumlah lembar saham perusahaan yang dipegang oleh publik dan investor institusi.
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1