Trailing Stop
Trailing Stop adalah jenis perintah stop loss yang bergerak otomatis mengikuti kenaikan harga saham, mengunci keuntungan yang sudah diraih sambil tetap memberi ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Apa itu Trailing Stop dan bedanya dengan Stop Loss biasa?
Stop loss biasa ditetapkan di harga tertentu yang tidak berubah — misalnya jual jika turun ke Rp 900. Trailing stop bersifat dinamis: ia bergerak naik mengikuti kenaikan harga (dengan jarak tetap yang ditetapkan), namun tidak bergerak turun. Dengan demikian, trailing stop secara otomatis mengunci sebagian keuntungan saat harga naik, sekaligus menentukan batas kerugian maksimal yang bersedia ditanggung.
Simulasi cara kerja Trailing Stop
Setting: Trailing stop 10% dari harga tertinggi Beli saham @ Rp 1.000 Harga naik ke Rp 1.200 → Trailing stop bergerak ke Rp 1.080 (1.200 × 90%) Harga naik ke Rp 1.500 → Trailing stop bergerak ke Rp 1.350 (1.500 × 90%) Harga turun ke Rp 1.350 → Saham TERJUAL otomatis @ Rp 1.350 Keuntungan terkunci: Rp 350 per lembar (35% return) (tanpa trailing stop, investor mungkin hold sampai harga balik ke Rp 900) |
Kapan menggunakan Trailing Stop
Kondisi | Trailing Stop Efektif? |
Saham sudah naik signifikan, khawatir reversal | Sangat efektif — kunci profit |
Pasar sedang trending kuat (bull market) | Efektif — beri ruang naik sambil proteksi |
Pasar sideways / choppy | Kurang efektif — sering kena trigger prematur |
Saham sangat volatil / illiquid | Berisiko — bisa kena trigger dari spike sementara |
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Trailing Stop
Apakah trailing stop tersedia di platform trading Indonesia? Beberapa platform sekuritas Indonesia sudah mendukung trailing stop order. Cek fitur order management di aplikasi sekuritas yang digunakan. Jika tidak tersedia secara otomatis, investor bisa memantau secara manual dan menetapkan stop loss secara berkala.
Istilah Terkait: Stop Loss • Take Profit • Manajemen Risiko • Risk-Reward Ratio • Day Trading
Ditulis oleh
Davion ArsinioContent Writer at Pluang





