
PT Petrosea Tbk (PTRO) bergerak di bidang jasa pertambangan, rekayasa dan konstruksi, serta jasa minyak dan gas lepas pantai, dan terdaftar di sektor Energi Bursa Efek Indonesia. Per penutupan perdagangan 23 September 2026, 1 lot saham PTRO setara Rp540.000 (100 lembar × Rp5.400, sumber: IDNFinancials, 23 September 2026). Pemegang saham pengendalinya adalah PT Kreasi Jasa Persada dengan 45,33%, anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dengan penerima manfaat akhir Prajogo Pangestu (Petrosea, laporan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026).
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Data mengenai PTRO disajikan untuk tujuan identifikasi dan edukasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu setelah mempertimbangkan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.
Saham PTRO bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan dari tambang hingga pelabuhan (pit-to-port), rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC), serta rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (EPCI) migas lepas pantai (Petrosea, 2026). Sebagai kontraktor, Petrosea dibayar pemilik tambang untuk mengupas lapisan tanah penutup (overburden), memproduksi, dan mengangkut batu bara.
Pada semester I 2026, pendapatan Petrosea terbagi ke empat lini utama:
1. Pertambangan: jasa kontraktor tambang, penyumbang 55,2% pendapatan semester I 2026.
2. Konstruksi dan rekayasa (EPC): pembangunan fasilitas industri dan infrastruktur tambang.
3. EPCI migas lepas pantai: segmen baru yang mulai tercatat pada 2026.
4. Jasa pendukung: logistik dan pangkalan pasokan, antara lain melalui anak usaha PT Kuala Pelabuhan Indonesia (Petrosea, 2026).
Tabel: Pendapatan PTRO per segmen, semester I 2026
Segmen | Pendapatan S1 2026 (USD juta) | Perubahan tahunan (%) |
Pertambangan | 300,44 | +82,40 |
Konstruksi dan rekayasa | 196,56 | +23,37 |
EPCI migas lepas pantai | 28,22 | Segmen baru |
Jasa | 17,82 | +14,65 |
Lainnya | 0,94 | −29,66 |
Total | 543,98 | +59,56 |
Sumber: Bisnis.com, 18 September 2026 (laporan keuangan semester I 2026). Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.
Pada 23 Juli 2026, Petrosea menandatangani kontrak jasa pertambangan senilai Rp9,3 triliun dengan dua anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI) untuk tambang di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sepanjang usia tambang (Bisnis.com, 24 Juli 2026). Kontrak ini tergolong transaksi afiliasi, dan nilai kontrak bukan jaminan realisasi pendapatan.
PTRO adalah kode saham PT Petrosea Tbk, emiten jasa pertambangan dan rekayasa yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 21 Mei 1990, dengan 10.086.050.000 saham beredar (IDNFinancials, 2026; Petrosea, per 31 Juli 2026). Perusahaan berdiri pada 1972 dan kini berkantor pusat di Wisma Barito Pacific, Jakarta Barat (Petrosea, 2026).
Jumlah saham PTRO naik sepuluh kali lipat karena stock split 1:10 yang efektif di pasar reguler pada 3 Januari 2025. Saham beredar berubah dari 1.008.605.000 menjadi 10.086.050.000 lembar, dan nilai nominal turun dari Rp50 menjadi Rp5 per lembar (Bisnis.com, 3 Januari 2025).
Tabel: Profil emiten PTRO
Profil emiten | Keterangan |
Nama legal | PT Petrosea Tbk |
Kode saham | PTRO |
Sektor BEI | Energi — jasa penunjang minyak, gas, dan batu bara |
Tahun berdiri | 1972 |
Tanggal pencatatan di BEI | 21 Mei 1990 |
Jumlah saham beredar (lembar, per 31 Juli 2026) | 10.086.050.000 |
Nilai nominal (Rp/lembar) | 5 |
Saham free float atau beredar di publik (per 31 Juli 2026) | 27,71% |
Kapitalisasi pasar (Rp, per 23 Sep 2026) | ±54,46 triliun |
Kantor pusat | Wisma Barito Pacific, Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 62–63, Jakarta Barat |
Sumber: Petrosea (profil perusahaan dan laporan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2026); IDNFinancials (sektor, tanggal pencatatan, kapitalisasi pasar, 23 September 2026).
Pemegang saham pengendali PTRO adalah PT Kreasi Jasa Persada dengan 4.571.811.700 saham atau 45,33% per 31 Juli 2026, yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan laporan registrasi Petrosea mencantumkan Prajogo Pangestu sebagai penerima manfaat akhir (Petrosea, per 31 Juli 2026). Pemegang saham di atas 5% lainnya adalah PT Caraka Reksa Optima dengan 24,45%.
Tabel: Struktur pemegang saham PTRO
Pemegang saham (per 31 Juli 2026) | Jumlah saham (lembar) | Kepemilikan (%) |
PT Kreasi Jasa Persada | 4.571.811.700 | 45,33 |
PT Caraka Reksa Optima | 2.465.974.670 | 24,45 |
Masyarakat dan lainnya (termasuk direksi dan komisaris) | 3.048.263.630 | 30,22 |
Total | 10.086.050.000 | 100,00 |
Sumber: Petrosea, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Juli 2026. Komposisi pemegang saham dapat berubah setiap bulan.
Kepemilikan Prajogo Pangestu di Petrosea terbentuk lewat akuisisi bertahap. Pada Februari 2024, Kreasi Jasa Persada membeli 342.925.700 saham atau 34% PTRO (jumlah sebelum stock split) dari Caraka Reksa Optima senilai Rp940 miliar dan menjadi pengendali baru (Liputan6, 7 Februari 2024). Caraka Reksa Optima sendiri mengambil alih Petrosea dari PT Indika Energy Tbk pada 2022 (IDNFinancials, 2026).
Per 31 Oktober 2025, pemegang saham Caraka Reksa Optima antara lain Romo Nitiyudo Wachjo (Haji Robert) dengan 39,77% dan PT Sentosa Bersama Mitra milik Happy Hapsoro dengan 27% (CNBC Indonesia, 24 November 2025). Porsi Caraka Reksa Optima di PTRO turun dari 27,17% (IPOT News, 18 September 2025) menjadi 24,45% per 31 Juli 2026 setelah serangkaian penjualan saham.
Prajogo Pangestu juga dikenal sebagai pendiri PT Barito Pacific Tbk. Profil emiten tersebut dapat dibaca di halaman profil dan kinerja saham BRPT.
Pada semester I 2026, PTRO mencatat pendapatan USD543,98 juta atau sekitar Rp9,63 triliun, naik 59,56% secara tahunan, dan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD10,79 juta atau sekitar Rp190,96 miliar, naik 902,51% dari USD1,08 juta (Bisnis.com, 18 September 2026). Laba bersih total, termasuk porsi kepentingan nonpengendali, tercatat USD9,17 juta atau naik 613,1% (Warta Ekonomi, 18 September 2026).
Kenaikan laba perlu dibaca bersama komposisinya:
• Laba dari operasi yang dilanjutkan justru turun 62,5% menjadi USD1,55 juta, sedangkan laba dari operasi yang dihentikan mencapai USD7,62 juta, dibanding rugi USD2,84 juta setahun sebelumnya (Warta Ekonomi, 18 September 2026).
• Laba dari operasi yang dihentikan berkaitan dengan divestasi PT Kemilau Mulia Sakti, transaksi yang bersifat satu kali (Finansial Insight, 21 September 2026).
• Laba usaha turun menjadi USD4,27 juta dari USD7,85 juta, sementara pos keuntungan lain-lain berbalik dari rugi USD3,36 juta menjadi untung USD15,03 juta (Fortune Indonesia, 18 September 2026).
• Arus kas operasi positif USD27,08 juta, berbalik dari negatif USD57,65 juta pada semester I 2025 (Warta Ekonomi, 18 September 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.
Harga 1 lot saham PTRO adalah Rp540.000 berdasarkan harga penutupan Rp5.400 per lembar pada 23 September 2026, ditambah biaya beli 0,15% di Pluang (PT Pluang Maju Sekuritas) sehingga totalnya sekitar Rp540.810 (IDNFinancials, 23 September 2026). Minimum pembelian saham Indonesia adalah 1 lot (100 lembar). Harga terkini dapat dicek di halaman harga saham Petrosea Tbk (PTRO) hari ini.
Tabel: Harga, nilai 1 lot, dan biaya transaksi PTRO
Komponen | Nilai (Rp) | Keterangan |
Harga per lembar | 5.400 | Harga penutupan 23 September 2026 (IDNFinancials) |
Jumlah lembar per lot | 100 lembar | Satuan perdagangan di BEI |
Nilai 1 lot = minimum pembelian | 540.000 | 100 lembar × Rp5.400 |
Biaya beli di Pluang (0,15%) | 810 | Termasuk levy BEI/KSEI 0,03%, biaya KPEI 0,01%, trading fee Pluang 0,0961261%, dan PPN 11% atas levy serta trading fee |
Estimasi total dana beli 1 lot | 540.810 | Rp540.000 + Rp810 |
Biaya jual di Pluang (0,25%) | 1.350 | Komponen biaya beli ditambah PPh Final 0,1% atas nilai jual; ilustrasi pada harga Rp5.400 |
e-Meterai | 10.000 | Hanya untuk konfirmasi transaksi bernilai di atas Rp10.000.000; tidak berlaku untuk transaksi 1 lot PTRO pada harga ini |
Data harga per 23 September 2026. Tarif biaya sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 24 September 2026. Harga saham berubah setiap hari perdagangan, sehingga nilai 1 lot juga ikut berubah.
Komponen biaya perlu dibaca terpisah: trading fee atau komisi broker berbeda-beda antarsekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas. Rincian lengkapnya tersedia di halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang.
Secara historis, harga saham PTRO dipengaruhi oleh faktor berikut:
• Aktivitas sektor batu bara. Pertambangan menyumbang 55,2% pendapatan semester I 2026, dan kontrak dengan grup SINI dihitung berdasarkan Indonesian Coal Index (ICI) saat penandatanganan (Bisnis.com, 24 Juli 2026).
• Komposisi laba. Sebagian laba semester I 2026 berasal dari operasi yang dihentikan, sementara laba operasi yang dilanjutkan turun 62,5% (Warta Ekonomi, 18 September 2026).
• Perubahan pemegang saham. Penjualan bertahap oleh Caraka Reksa Optima menambah jumlah saham yang beredar di publik.
• Eksekusi kontrak dan segmen baru. Kontrak Rp9,3 triliun dan segmen EPCI migas lepas pantai baru berkontribusi jika proyek berjalan sesuai jadwal.
• Volatilitas dan likuiditas. Dalam 52 minggu terakhir, harga PTRO bergerak antara Rp3.170 dan Rp13.000 per lembar (Investing.com, diakses 24 September 2026). Sepanjang 2026 hingga 18 September, harga PTRO turun 52,46% ke Rp5.325 (Finansial Insight, 21 September 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 24 September 2025–23 September 2026. Pergerakan harga di masa lalu tidak menunjukkan arah harga ke depan.
Saham PTRO dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia, dengan minimum pembelian 1 lot (100 lembar). Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1. Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.
2. Pilih menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham "PTRO".
3. Klik "Beli", lalu masukkan harga dan jumlah lot yang diinginkan (minimum 1 lot atau 100 lembar).
4. Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah, rekening khusus atas nama investor untuk transaksi saham) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.
5. Periksa ringkasan order, konfirmasi, lalu cek statusnya di riwayat transaksi.
Sebelum bertransaksi, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak terkonsentrasi pada satu saham.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
PTRO adalah kode saham PT Petrosea Tbk, emiten jasa pertambangan dan rekayasa di sektor Energi yang tercatat di BEI sejak 21 Mei 1990, dengan 10,09 miliar saham beredar per 31 Juli 2026.
PTRO bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan, EPC, dan EPCI migas lepas pantai. Pertambangan menyumbang USD300,44 juta atau 55,2% pendapatan semester I 2026 (Bisnis.com, 18 September 2026).
Pengendali PTRO adalah PT Kreasi Jasa Persada dengan 45,33% per 31 Juli 2026, anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dengan penerima manfaat akhir Prajogo Pangestu (Petrosea).
Dengan harga penutupan Rp5.400 per lembar pada 23 September 2026, 1 lot saham PTRO (100 lembar) setara Rp540.000, atau sekitar Rp540.810 setelah biaya beli 0,15% di Pluang.
Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk PTRO pada semester I 2026 mencapai USD10,79 juta atau sekitar Rp190,96 miliar, naik 902,51% secara tahunan, dengan pendapatan USD543,98 juta (Bisnis.com).
PTRO adalah emiten jasa kontraktor pertambangan, rekayasa, dan konstruksi yang dikendalikan Prajogo Pangestu melalui CUAN dan PT Kreasi Jasa Persada. Pendapatan semester I 2026 naik 59,56%, tetapi sebagian kenaikan laba berasal dari transaksi divestasi satu kali, sementara harga saham PTRO berfluktuasi tajam dalam setahun terakhir. Sebelum mengambil keputusan, pelajari laporan keuangan PTRO yang dipublikasikan di situs BEI dan sesuaikan dengan profil risiko kamu.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.