PER / PE Ratio (Price to Earnings Ratio)
PER atau Price to Earnings Ratio adalah rasio valuasi yang membandingkan harga saham dengan laba bersih per lembar saham (EPS) suatu perusahaan.
Apa itu PER dan Cara Menghitungnya?
PER menunjukkan berapa kali lipat laba bersih perusahaan yang bersedia dibayar investor untuk setiap lembar saham. PER tinggi bisa berarti saham dihargai mahal karena ekspektasi pertumbuhan yang tinggi, sementara PER rendah bisa mengindikasikan saham murah — atau mencerminkan masalah fundamental yang dikhawatirkan pasar.
Rumus PER
PER = Harga Saham ÷ Earnings Per Share (EPS) |
Interpretasi PER Berdasarkan Konteks
Level PER | Interpretasi | Contoh Konteks BEI |
< 8x | Sangat murah / value trap | Emiten siklikal di puncak siklus turun |
8–15x | Murah hingga wajar | Bank BUMN, emiten konsumer matang |
15–25x | Premium moderat | Emiten bertumbuh dengan track record solid |
25–50x | Growth premium | Sektor teknologi, digital banking (ARTO) |
> 50x | Sangat mahal / speculative | Early-stage growth atau bubble |
Forward PER vs Trailing PER
Trailing PER menggunakan EPS historis (12 bulan terakhir), sedangkan Forward PER menggunakan estimasi EPS 12 bulan ke depan. Analis sell-side di BEI umumnya menggunakan Forward PER dalam laporan riset mereka karena mencerminkan ekspektasi masa depan. Dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, Forward PER perlu dicermati asumsi konsensus laba yang mendasarinya.
PER Sektoral: Tidak Bisa Dibandingkan Lintas Industri
Sektor | Rata-rata PER Historis BEI | Keterangan |
Perbankan (BBCA, BBRI) | 10–20x | Moderat, bergantung kualitas aset |
Konsumer / FMCG | 20–35x | Premium karena earnings stabil |
Infrastruktur | 8–15x | Rendah, capex intensif |
Teknologi / Fintech | 30–80x | Tinggi, growth priced-in |
Tambang / Komoditas | 3–10x | Sangat siklikal, PER bisa misleading |
FAQ: Pertanyaan Umum tentang PER
Apakah PER rendah selalu berarti saham murah dan layak dibeli? Tidak selalu. PER rendah bisa menjadi "value trap" — saham terlihat murah tetapi laba perusahaan sedang dalam tren penurunan. Selalu cek tren EPS setidaknya 3–5 tahun ke belakang sebelum menyimpulkan saham murah berdasarkan PER saja.
Apa perbedaan PER dengan PBV? PER berbasis laba (earnings), cocok untuk perusahaan dengan profitabilitas stabil. PBV berbasis nilai buku aset, lebih relevan untuk sektor perbankan dan properti. Kombinasi keduanya memberikan gambaran valuasi yang lebih komprehensif.
Istilah Terkait: EPS • PBV • Forward PER • Valuasi Saham • Analisa Fundamental
Ditulis oleh
Marcella Kusuma





