
Investasi saat gajian adalah kebiasaan menyisihkan sebagian gaji ke instrumen investasi begitu gaji masuk. Data Pluang menunjukkan kebiasaan ini menguat: rasio setoran pada rentang gajian (tanggal 25 sampai akhir bulan) kini 17% lebih tinggi dibandingkan pada hari-hari lain (data internal Pluang, periode 1 Januari–8 Agustus 2026). Jumat, 25 September 2026 menandai awal rentang gajian bulan ini, atau yang sering disebut Payday Friday.
Kebiasaan ini tumbuh bersamaan dengan bertambahnya investor pasar modal. OJK mencatat 30,06 juta SID (Single Investor Identification, nomor identitas tunggal investor pasar modal) per Juli 2026, naik 47,63% sejak awal tahun (Bisnis.com, 4 Agustus 2026). Lalu, berapa sebaiknya kamu berinvestasi setiap bulan?
Payday Friday adalah hari Jumat yang jatuh di rentang gajian, yaitu tanggal 25 sampai akhir bulan menurut definisi data Pluang; pada September 2026, hari itu jatuh pada Jumat, 25 September. Rentang tanggal 25 sampai akhir bulan dipakai Pluang sebagai "rentang gajian" dalam pengolahan data setoran penggunanya.
Kebiasaan menyetor saat gajian di Pluang baru terbentuk pada 2025. Pada 2021–2024, rasio setoran pada rentang gajian justru lebih rendah hingga 17% dibanding hari-hari lain. Pada 2025, rasionya berbalik naik 8,3% di atas hari-hari lain, lalu menguat menjadi 17% lebih tinggi pada 2026.
Tabel: Rasio setoran pada rentang gajian dibanding hari-hari lain di Pluang
Tahun (periode 1 Januari–8 Agustus) | Selisih rasio setoran (%) | Keterangan |
2021–2024 | hingga −17 | Setoran di rentang gajian lebih rendah dari hari-hari lain |
2025 | +8,3 | Kebiasaan menyetor saat gajian mulai terbentuk |
2026 | +17 | Setoran di rentang gajian lebih tinggi dari hari-hari lain |
Sumber: data internal Pluang, agregat anonim pengguna aktif; periode diselaraskan 1 Januari–8 Agustus tiap tahun; rentang gajian = tanggal 25 sampai akhir bulan. Angka Pluang menggambarkan pengguna Pluang, bukan seluruh investor Indonesia.
Kenaikan ini terjadi saat pasar tertekan. IHSG tercatat turun 27,88% sejak awal tahun ke level 6.236 pada akhir Juli 2026 (detikFinance, 19 Agustus 2026), sementara rasio dana masuk dibanding dana keluar di Pluang tetap 1,34 kali (data internal Pluang, periode 1 Januari–8 Agustus 2026). Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, menyebut, "Kebiasaan menyetor yang terikat kuat pada tanggal gajian adalah wujud nyata dari menabung sistematis" (detikFinance, 19 Agustus 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–8 Agustus, tahun 2021–2026.
Tidak ada satu angka yang pas untuk semua orang, tetapi metode budgeting 50/30/20 menyisihkan 20% gaji untuk tabungan dan investasi, setelah 50% untuk kebutuhan dan 30% untuk keinginan. Porsi 20% ini sebaiknya didahulukan untuk dana darurat sebelum dialokasikan ke instrumen investasi. Cara membaginya dibahas di artikel metode 50/30/20 dan alokasi investasinya.
Langkah dana darurat ini masih sering terlewat. Survei Financial Fitness Index 2026 dari OCBC dan NielsenIQ mencatat baru 27% responden usia 25–35 tahun yang memiliki dana darurat (ANTARA, 18 September 2026).
Tabel: Ilustrasi porsi 20% dari gaji bulanan
Gaji bersih per bulan (Rp) | Porsi 20% untuk tabungan dan investasi (Rp/bulan) |
3.000.000 | 600.000 |
5.000.000 | 1.000.000 |
7.500.000 | 1.500.000 |
10.000.000 | 2.000.000 |
15.000.000 | 3.000.000 |
Ilustrasi pembagian gaji dengan metode 50/30/20, disusun 24 September 2026. Ini bukan proyeksi hasil investasi. Sesuaikan porsinya dengan kebutuhan, cicilan, dan profil risiko kamu.
Jika 20% terasa berat, kamu bisa mulai dari nominal yang lebih kecil lalu menaikkannya bertahap. Yang lebih penting adalah nominalnya tetap dan disisihkan di awal, bukan dari sisa gaji di akhir bulan.
Modal minimum di Pluang berbeda per produk: aset kripto mulai Rp10.000 untuk pembelian dan Rp5.000 untuk penjualan, saham AS mulai USD1,5 untuk Limit Order, Stop Order, dan Stop Limit Order atau USD1,00 untuk Market Order, sedangkan saham Indonesia mulai 1 lot (100 lembar).
Tabel: Minimum transaksi dan biaya utama per produk di Pluang
Produk | Minimum beli | Minimum jual | Biaya transaksi utama |
Saham Indonesia | 1 lot (100 lembar) | 1 lot (100 lembar) | Beli 0,15%; jual 0,25% (termasuk PPh Final 0,1% atas nilai jual) |
Saham AS & ETF | USD1,5 (Limit, Stop, Stop Limit Order); USD1,00 (Market Order) | USD1,5 (Limit, Stop, Stop Limit Order); USD1,00 (Market Order) | 0,30% (pengguna reguler) + PPN 11%; biaya JFX & KBI 0,05% (maks. USD0,10 per transaksi) + PPN 11%; biaya regulator AS saat jual |
Aset kripto | Rp10.000 | Rp5.000 | Floating spread jual-beli per token dan pajak; biaya maker 0,10% atau taker 0,15% sesuai jenis order; biaya CFX 0,0111% |
Tarif sesuai halaman biaya Pluang untuk tiap produk, diakses 24 September 2026, dan dapat berubah. Minimum transaksi per 24 September 2026.
Sebagai ilustrasi, saham Indonesia seharga Rp1.000 per lembar membutuhkan Rp100.000 untuk 1 lot, ditambah biaya beli 0,15% atau Rp150. Komponen biaya saham Indonesia perlu dibaca terpisah: trading fee atau komisi broker berbeda-beda antarsekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas.
Artinya, dengan porsi Rp1.000.000 per bulan, kamu bisa membaginya ke beberapa produk sesuai profil risiko, bukan menaruh semuanya di satu aset. Prinsip ini disebut diversifikasi portofolio.
Investasi rutin saat gajian membantu disiplin karena dana disisihkan di awal, sebelum terpakai untuk pengeluaran lain, dan nominalnya tetap setiap bulan tanpa perlu menebak waktu masuk pasar. Pendekatan ini dikenal sebagai dollar cost averaging (DCA): membeli aset dengan nominal tetap secara berkala, sehingga jumlah unit yang dibeli lebih banyak saat harga turun dan lebih sedikit saat harga naik.
Di Pluang, investasi rutin bisa dijadwalkan lewat fitur Auto Invest untuk sejumlah aset, termasuk aset kripto, saham AS, dan ETF, dengan frekuensi yang bisa diatur, misalnya bulanan. Fitur ini tidak mencakup saham Indonesia (halaman fitur Pluang, diakses 24 September 2026), sehingga pembelian saham Indonesia saat gajian dilakukan secara manual.
DCA tidak menjamin keuntungan dan tidak melindungi dari kerugian jika harga aset turun dalam jangka panjang. Cara ini hanya membantu menjaga kebiasaan dan meratakan harga beli.
Risiko utamanya adalah nilai investasi bisa turun di bawah total dana yang kamu setor, karena investasi rutin tidak menghapus risiko pasar. Beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
• Risiko pasar. Harga aset bisa turun dalam waktu lama. IHSG, misalnya, turun 27,88% sejak awal 2026 hingga akhir Juli 2026 (detikFinance, 19 Agustus 2026).
• Dana darurat ikut terpakai. Dana yang dibutuhkan dalam waktu dekat sebaiknya tidak diinvestasikan, karena bisa terpaksa dijual saat harga sedang turun.
• Biaya pada nominal kecil. Beberapa biaya punya nominal minimum per transaksi, misalnya biaya SEC minimal USD0,01 untuk setiap penjualan saham AS, sehingga porsinya terasa lebih besar pada order bernominal kecil.
• Kurs. Saham AS diperdagangkan dalam dolar AS, sehingga nilainya dalam rupiah juga dipengaruhi pergerakan kurs.
• Volatilitas aset kripto. Harga aset kripto dapat bergerak tajam dalam hitungan jam, termasuk di luar jam kerja.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–31 Juli 2026.
Setiap produk punya manfaat, risiko, syarat, dan biaya yang berbeda, jadi nominal investasi bulanan sebaiknya dibagi dengan memahami karakter masing-masing produk. Berikut ringkasannya.
• Manfaat: kepemilikan atas perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan potensi dividen dan capital gain.
• Risiko: harga saham bisa turun, likuiditas tiap saham berbeda, dan kinerja perusahaan dapat memburuk.
• Syarat: akun Pluang terverifikasi, rekening efek, dan RDN (Rekening Dana Nasabah, rekening khusus atas nama investor untuk transaksi saham); minimum pembelian 1 lot (100 lembar).
• Biaya: beli 0,15% dan jual 0,25%, termasuk PPh Final 0,1% atas nilai jual. Rincian di halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
• Manfaat: eksposur terhadap pergerakan harga saham dan ETF Amerika Serikat dengan nominal mulai USD1,00 per Market Order.
• Risiko: harga bisa turun, nilai dalam rupiah dipengaruhi kurs, dan jam perdagangan berbeda dengan waktu Indonesia.
• Syarat: akun Pluang terverifikasi; minimum USD1,5 untuk Limit Order, Stop Order, dan Stop Limit Order, atau USD1,00 untuk Market Order, baik beli maupun jual.
• Biaya: 0,30% untuk pengguna reguler ditambah PPN 11%, biaya JFX & KBI 0,05% (maks. USD0,10 per transaksi) ditambah PPN 11%, serta biaya regulator AS saat jual. Rincian di halaman biaya trading saham AS di Pluang.
Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Seluruh transaksi dicatat di Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). PT PG Berjangka juga merupakan Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
• Manfaat: diperdagangkan 24 jam setiap hari dengan nominal mulai Rp10.000.
• Risiko: volatilitas tinggi; nilai aset dapat turun signifikan dalam waktu singkat.
• Syarat: akun Pluang terverifikasi; minimum pembelian Rp10.000 dan minimum penjualan Rp5.000.
• Biaya: floating spread jual-beli yang berbeda per token dan pajak, biaya maker 0,10% atau taker 0,15% sesuai jenis order, serta biaya CFX 0,0111%. Rincian di halaman biaya trading kripto di Pluang.
Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).
Nominal investasi bulanan yang pas bisa kamu tentukan sendiri dengan urutan berikut, idealnya sebelum rentang gajian dimulai.
1. Hitung gaji bersih, lalu kurangi pengeluaran wajib dan cicilan.
2. Pastikan dana darurat tersedia sebelum menambah porsi investasi.
3. Tentukan nominal tetap, misalnya 20% gaji sesuai metode 50/30/20 atau nominal lebih kecil sebagai awal.
4. Pilih produk sesuai profil risiko dan minimum modalnya: 1 lot untuk saham Indonesia, USD1,00–USD1,5 untuk saham AS, atau Rp10.000 untuk aset kripto.
5. Jadwalkan setoran di rentang gajian, lalu evaluasi nominal dan porsinya setiap 3–6 bulan.
Setelah nominalnya ketemu, kamu bisa pelajari lebih lanjut produk Saham Indonesia, Saham AS, dan Aset Kripto di Pluang sebelum mulai investasi.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Data Pluang mendefinisikan rentang gajian sebagai tanggal 25 sampai akhir bulan. Pada periode 1 Januari–8 Agustus 2026, rasio setoran di rentang ini 17% lebih tinggi dibanding hari-hari lain.
Metode 50/30/20 menyisihkan 20% gaji untuk tabungan dan investasi. Pada gaji Rp5.000.000, porsinya Rp1.000.000 per bulan, yang sebaiknya didahulukan untuk dana darurat.
Minimum pembelian saham Indonesia di Pluang adalah 1 lot atau 100 lembar. Pada harga ilustrasi Rp1.000 per lembar, 1 lot membutuhkan Rp100.000 ditambah biaya beli 0,15%.
Aset kripto mulai Rp10.000 untuk pembelian dan Rp5.000 untuk penjualan. Saham AS mulai USD1,5 untuk Limit, Stop, dan Stop Limit Order, atau USD1,00 untuk Market Order.
Data Pluang menunjukkan setoran pada rentang gajian kini 17% lebih tinggi dibanding hari-hari lain, berbalik dari pola 2021–2024. Nominal investasi bulanan tidak harus besar: metode 50/30/20 bisa jadi patokan awal, dana darurat didahulukan, dan modal minimumnya mulai Rp10.000 untuk aset kripto, USD1,00 untuk saham AS, atau 1 lot untuk saham Indonesia. Jadi, kamu investasi berapa per bulan: di bawah Rp500 ribu, Rp500 ribu–Rp1 juta, atau di atas Rp1 juta?
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.