pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Insight: Bisnis Kian Menggurita, Laba Amazon Terbang 350%!

Sobat Cuan mungkin sudah mengenal Amazon sebagai platform jual-beli daring semata. Namun, perusahaan besutan triliuner Jeff Bezos ini diam-diam sudah mengepakkan sayap bisnisnya lintas sektor. Lantas, apakah upaya perseroan sukses berbuah manis? Yuk, simak ulasan lengkapnya di artikel berikut!

Profil Amazon

Amazon adalah perusahaan ritel daring terkemuka di dunia, bahkan mencatat nilai transaksi US$482 miliar dan pendapatan sebesar US$368 miliar di 2020. Tetapi, Amazon tak mau berpuas diri dengan capaian tersebut. Alhasil, perusahaan pun telah melebarkan sayapnya ke bisnis penyimpanan dan basis data awan melalui Amazon Web Services (AWS).

Dilihat dari segmen usahanya, segmen penjualan ritel menyumbang 83% total penjualan Amazon. Sementara itu, jasa penyimpanan dan basis data awan menyumbang 12% ke pundi-pundi penerimaan perseroan, sementara sisanya disumbang dari bisnis periklanan dan co-branding kartu kredit.

Memang, sebagian besar pendapatan Amazon berasal dari Amerika Utara. Kendati begitu, sebanyak 27% pendapatan ritel dan pendapatan non AWS berasal dari pasar internasional, utamanya dari Jerman, Inggris Raya, dan Jepang.

Baca juga: Pluang Insight: Visa Mempertebal Kocek Seiring Kartunya Marak 'Digesek'

Tren Pendapatan Amazon

Amazon membukukan pendapatan US$137,4 miliar, tumbuh 24% dibanding kuartal sebelumnya atau 9% jika dibanding setahun sebelumnya.

Secara kasat mata, pendapatan Amazon terbilang cukup kuat ya, Sobat Cuan. Namun, jika kamu memperhatikan tren historisnya, maka kamu bisa melihat bahwa perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan tahunan dengan nilai digit tunggal untuk pertama kalinya sejak 2017!

Selain itu, pertumbuhan pendapatan di kuartal lalu pun sejatinya lebih rendah dari keinginan Amazon. Meski demikian, Amazon menegaskan bahwa pertumbuhan pendapatannya tetap akan tumbuh gemilang di tahun ini, utamanya penerimaan yang berasal dari segmen bisnis periklanan.

Sekadar informasi, divisi periklanan perseroan bertumbuh 32% secara tahunan pada triwulan lalu. Prestasi tersebut bikin Amazon menyandang status sebagai perusahaan penyedia jasa iklan terbesar ketiga di Amerika Serikat (AS) setelah Google dan Facebook.

Tren Laba Bersih Amazon

Amazon memang membukukan pertumbuhan pendapatan yang sedikit di bawah harapan. Namun, kalau untuk urusan mendulang laba, Amazon keluar sebagai juaranya!

Pada kuartal IV lalu, perseroan meraup laba bersih US$14,3 miliar alias tumbuh 353% dibanding kuartal sebelumnya atau 98% dibanding periode yang sama tahun lalu. Lebih mencengangkannya lagi, prestasi tersebut 162% lebih tinggi dibanding ramalan analis.

Kinclongnya profitabilitas Amazon berasal dari kepemilikan saham sebesar 22,4% di perusahaan kendaraan listrik Rivian. Dari aksi korporasi tersebut, Amazon diketahui mengantongi pendapatan investasi US$12 miliar.

Tetapi, Pluang berpandangan bahwa laba bersih Amazon sebenarnya akan terlihat b aja tanpa kehadiran pendapatan investasi dari Rivian. Maklum, Amazon sejatinya mengalami tekanan biaya yang parah sepanjang tahun lalu.

Pertama, beban gaji perseroan membengkan demi mempertahankan para pekerjanya. Bahkan, Amazon memberikan insentif bonus kepada pegawainya sebesar US$3.000 di beberapa pasar.

Kedua, CEO Amazon Andy Jassy juga mengatakan bahwa tekanan inflasi, liburan, hingga penyebaran COVID-19 varian Omicron pun menyandung profitabilitas perusahaan.

Baca juga: Pluang Insight: Ditekan Biaya Marketing, Mastercard Masih Punya Taring!

Valuasi dan Rekomendasi

Nah, ketika perseroan dilanda tekanan beban dan mencetak pendapatan yang tumbuh single digit, apakah prospek saham Amazon masih menarik di sisa tahun ini?

Dari segi proyeksi pendapatan, Amazon menargetkan bahwa penerimaannya pada kuartal I 2022 berada di angka US$112 miliar hingga US$117 miliar alias di bawah ekspektasi analis US$120 miliar. Perusahaan terpaksa berpandangan pesimistis ihwal pertumbuhan pendapatannya lantaran penyebaran COVID-19 Omicron masih merajalela di mana-mana.

Kemudian, saham Amazon pun sejatinya terbilang mahal. Jika dilihat berdasarkan rasio harga saham per pendapatan (Price-to-Earning atau P/E), maka valuasi saham perseroan berada di tingkat premium yakni 36,6x 23F.

Melihat data-data di atas, mungkin kamu memilih untuk menjauhi saham Amazon. Tapi, jangan terkecoh dulu, Sobat Cuan. Sebab, Pluang justru berpandangan bahwa saham Amazon memiliki prospek yang menarik ke depan!

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Amazon berhasil menjaga pertumbuhan laba bersihnya berkat investasinya di kendaraan listrik melalui Rivian. Berkaca pada hal tersebut, perusahaan pun mungkin berpandangan bahwa diversifikasi adalah kunci demi mendorong profitabilitas mumpuni di tahun ini.

Oleh karenanya, tak heran jika perseroan pun memutar otak untuk mengoptimalisasi pendapatan dari lini usaha selain segmen ritel daring.

Salah satu contohnya, Amazon akan mengerek tarif paket layanan streaming Amazon Prime dari US$119 per tahun menjadi US$139 per tahun. Amazon Prime sendiri digadang akan menjadi rival sengit platform streaming beken Netflix, yang sebelumnya juga telah menaikkan biaya langganannya.

Nah, dengan upaya diversifikasi yang dilakukan perseroan, maka harga saham Amazon memang layak menyandang predikat harga premium. Tak heran jika kemudian para analis AS menyematkan rating BUY untuk saham Amazon dan menargetkan bahwa harga sahamnya di akhir tahun ini akan lompat 48% dibanding level saat ini.

Apakah kamu makin tertarik menggenggam saham Amazon, Sobat Cuan?

Dapatkan CFD Saham Amazon di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES