pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Insight: Iklan Digital Menjamur, Pundi Laba Alphabet Kian Makmur

Pandemi COVID-19 ternyata tidak mampu menghantam kinerja bisnis Alphabet, yakni induk usaha dari 'raja internet' Google. Pendapatan dan laba Alphabet justru bersinar seiring maraknya aktivitas online selama masa pandemi. Penasaran seperti apa hasil laporan keuangan Alphabet? Yuk, simak Pluang Insight berikut!

Profil Alphabet

Alphabet adalah induk usaha dan sekaligus memegang kepemilikan penuh atas Google, sebuah raksasa internet dengan lini bisnis yang menggurita. Google sendiri menyumbang 99% pendapatan Alphabet, yang sebagian besarnya berasal dari pendapatan iklan daring.

Tak hanya dari memasang iklan, Google juga mendulang pendapatan lain seperti distribusi aplikasi dan konten di Google Play dan YouTube, jasa layanan penyimpanan awan dan lisensi lainnya.

Di samping itu, Google pun menarik cuan dari penjualan gawai seperti Chromebook, ponsel cerdas Pixel, dan produk perkakas rumah pintar seperti Nest dan Google Home.

Tak hanya perkara dunia internet, Alphabet juga berinvestasi di teknologi yang bisa memperbaiki kualitas kesehatan melalui Verily, akses internet rumah dengan kecepatan kilat melalui Google Fiber, dan mobil swakendara melalui Waymo.

Nah, melalui seluruh cabang-cabang bisnisnya tersebut, Google berhasil mengantongi margin sebesar 30% sementara Alphabet sukses mencetak margin di kisaran 25% hingga 30%.

Baca juga: Pluang Insight: Visa Mempertebal Kocek Seiring Kartunya Marak 'Digesek'

Tren Pendapatan Alphabet

Alphabet mencetak pendapatan sebesar US$75,3 miliar pada kuartal IV 2021 alias tumbuh 16% dibanding kuartal sebelumnya atau 32% jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Mujur bagi Alphabet, raihan ini melebihi ekspektasi analis yakni US$72,2 miliar. Laporan ini sekaligus menegaskan bahwa pandemi COVID-19 dan inflasi yang meradang ternyata tidak sanggup mengguncang laju bisnis perseroan.

Jika ditilik dari segmentasi pendapatannya, penerimaan dari jasa iklan mencetak pertumbuhan paling kencang yakni 33% dibanding tahun sebelumnya. Pasti Sobat Cuan pernah kesal kan ketika ada iklan lewat saat sedang asik-asik nonton video YouTube? Nah, rentetan iklan-iklan itu sebenarnya sumber pemasukan utama Alphabet, Sobat Cuan!

Bila diubek-ubek secara lebih detail, maka iklan retail menjadi penyumbang terbesar pendapatan iklan Alphabet pada triwulan lalu.

Berkaca pada kondisi tersebut, Pluang beranggapan bahwa kini Google telah memantapkan posisi sebagai sarana pemasaran utama masyarakat di ranah digital.

Laba Alphabet

Tak hanya pertumbuhan pendapatannya saja yang mumpuni, Alphabet pun juga mencetak laba bersih yang terlihat cukup bugar. Perseroan mencatat laba bersih US$20,6 miliar sepanjang kuartal lalu, bertumbuh 9% dibanding triwulan sebelumnya atau 36% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Adapun dua divisi yang menopang profitabilitas Alphabet adalah bisnis penyimpanan awan serta YouTube. Tapi, kontributor utama laba Alphabet sendiri berasal dari iklan-iklan yang dipasang di mesin pencari. Ya, sikap masyarakat yang tengah doyan berbelanja daring saat pandemi ternyata mampu menyokong margin Alphabet.

Pluang juga melihat bahwa dunia periklanan daring ini akan menjadi tren ke depan dengan skalabilitas yang luar biasa. Bahkan, beriklan daring kini sudah menjadi motor utama pemasaran seluruh dunia sejak pandemi COVID-19 menyeruak. Jika para pemilik bisnis tidak mengubah cara mereka dalam mempromosikan dirinya, maka mereka akan ketinggalan dari yang lain.

Nah, salah satu perusahaan yang diuntungkan dari perubahan perilaku beriklan ini tentu adalah Alphabet. Tidak heran, sebab mereka bisa memasang iklan milik kliennya di berbagai jenis platform, mulai dari mesin pencari, video YouTube, hingga Google Store. 

Baca juga: Pluang Insight: Menikmati Lezatnya Pendapatan McDonalds di 2021

Valuasi dan Rekomendasi

Selain membukukan kinerja moncer, Alphabet ingin mempertahankan statusnya sebagai raja digital dengan menggelontorkan belanja modal ke YouTube. Selain itu, maraknya iklan digital melalui Google pun masih akan menopang kinerja keuangan perseroan ke depan.

Sehingga, saham Alphabet bisa dibilang punya prospek jangka panjang yang lumayan mantap karena permintaan produk dan jasa perusahaannya akan terus meningkat. Kendati demikian, ternyata valuasi saham Alphabet terbilang cukup murah, lho.

Saat ini, saham Alphabet berdasarkan rasio nilai perusahaannya terhadap penjualan (rasio E/S) berada di 7x, lebih rendah dari Meta (Facebook) yakni 7,3x. Akan tetapi, para analis di AS meramal bahwa harga saham Alphabet bisa menanjak 23% dibanding level saat ini.

Nah, berdasarkan valuasi yang murah dan prospek menarik, tak heran jika saham Alphabet menyandang peringkat BUY dari para analis.

Bahkan, harga saham Alphabet akan semakin murah setelah perusahaan melancarkan aksi korporasi berbentuk pemecahan saham alias stock split. Ya, dalam paparan keuangannya kemarin, perusahaan mengumumkan akan melakukan stock split dengan rasio 20:1.

Pluang beranggapan bahwa Alphabet sudah tepat melakukan aksi korporasi tersebut mengingat harga sahamnya sudah menyentuh US$2.755,7 per lembar. Pasca stock split tersebut, maka maka Sobat Cuan dapat membeli saham Alphabet hanya dengan US$137,8 saja per lembar saham.

Apakah kamu tertarik menggenggam saham Alphabet, Sobat Cuan?

Dapatkan CFD Saham Alphabet di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES