pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Insight: Visa Mempertebal Kocek Seiring Kartunya Marak 'Digesek'

Jika ada satu perusahaan yang ketiban 'durian runtuh' ketika masyarakat seluruh dunia lagi doyan shopping, maka Visa bakal keluar sebagai juaranya. Buktinya, perusahaan pembayaran berskala global ini mampu membukukan pertumbuhan pendapatan yang mantap kala ekonomi dunia perlahan pulih. Yuk, simak ulasan lengkapnya di Pluang Insight berikut!

Profil Visa

Visa adalah perusahaan pemroses pembayaran terbesar di dunia. Hal ini tercermin dari nilai kelolaan transaksi lebih dari US$10 triliun sepanjang tahun lalu saja. Jika nilai tersebut dikonversi ke dalam mata uang rupiah, maka Visa memproses Rp143.834.000.000.000.000 sepanjang tahun lalu! Nol yang cukup panjang ya, Sobat Cuan.

Visa beroperasi di lebih dari 200 negara dan memproses transaksi dalam lebih dari 160 mata uang yang berbeda. Di samping itu, sistem pembayaran Visa pun mampu memproses lebih dari 65.000 transaksi per detik.

Baca juga: Pluang Insight: Menikmati Lezatnya Pendapatan McDonalds di 2021

Tren Pendapatan Visa

Visa membukukan pendapatan US$7,1 miliar pada kuartal I 2022, tumbuh 8% dibanding triwulan sebelumnya atau 24% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nasib Visa terbilang mujur mengingat raihan tersebut jauh di atas ekspektasi analis yakni 4,28%. Oleh karenanya, tak heran jika nilai saham Visa langsung melejit 2,5% setelah perseroan mengumumkan laporan tersebut.

Bugarnya pendapatan Visa disebabkan karena nilai transaksinya naik menjadi US$2,97 triliun pada kuartal I 2022 alias lebih tinggi dibanding konsensus analis US$2,86 triliun. Jika ditilik dari pertumbuhan volume transaksinya yang tumbuh 20% secara tahunan, maka Visa juga berhasil melampaui harapan pertumbuhan analis yakni 15%.

Bahkan, saking derasnya nilai transaksi di jaringannya, Visa dengan pede menyebut bahwa kartunya 'digesek' 28 juta kali per jam sepanjang kuartal lalu!

Di samping itu, pendapatan komisi juga menyumbang US$3,63 triliun ke pundi-pundi perseroan sepanjang kuartal lalu, loncat 17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan mengantongi pendapatan tersebut dari fee pembayaran di atas jaringannya, mulai dari kartu kredit konvensional hingga pembayaran digital.

Pertumbuhan pendapatan perseroan terbilang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 6,9% secara tahunan pada kuartal IV 2021. Alasannya, masyarakat akan terus-terusan konsumsi ketika situasi ekonomi sedang membaik.

Tak hanya aktivitas konsumsi masyarakat yang mulai pulih, kenaikan pendapatan Visa juga disebabkan oleh faktor belanja musiman, utamanya libur Natal dan ritual belanja tahunan warga AS selepas hari Thanksgiving bernama Black Friday.

Tak ketinggalan, pembukaan kembali rute penerbangan internasional selepas pandemi COVID-19 membuat orang kembali nafsu untuk pelesiran. Nah, kuatnya minat traveling ini juga menopang performa pendapatan Visa.

CEO Visa AI Kelly berharap, pendapatan perseroan ke depan bisa lebih didorong oleh transaksi belanja, arus pendapatan baru, dan servis tambahan.

Ia menambahkan, Visa juga berniat mendulang pendapatan dari tren-tren dunia pembayaran terkini seperti A2A, RTP, Buy Now Pay Later, dan aset kripto. Nah, rentetan metode inilah yang akan menjadi kesempatan bagi Visa untuk terus menumbuhkan bisnisnya secara global.

Tren Laba Bersih Visa

Visa berhasil membukukan laba bersih US$3,9 miliar sepanjang kuartal I 2022, tumbuh 9% dibandingkan kuartal sebelumnya atau naik 25% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, jika dilihat dengan indikator laba per saham, maka laba Visa terbilang US$1,81 per lembar. Lagi-lagi, raihan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi analis. Tapi, perseroan selalu mencetak laba di atas estimasi konsensus analis dalam empat kuartal sebelumnya.

Pluang berpandangan bahwa laba Visa bisa mungkin bisa kembali bersinar di kuartal ini jika makin banyak negara mencabut larangan travel.

Kebijakan tersebut, sayangnya, mungkin terdengar agak halu saat ini mengingat penyebaran virus COVID-19 varian Omicron masih merajalela. Kendati demikian, mau ada Omicron atau tidak, pendapatan Visa masih punya harapan untuk tumbuh lantaran masyarakat kini gemar berbelanja daring.

Baca juga: Pluang Insight: Produk Makin Apik, Pendapatan Apple Kian Ciamik!

Valuasi dan Rekomendasi

Untuk prospek bisnis jangka panjang, Visa nampaknya akan sangat terbantu dengan kehadiran inflasi yang tengah meradang. Mengapa demikian?

Ketika inflasi sedang ngambek, maka penyedia barang dan jasa akan menaikan harga produknya. Nah, hal itu jelas menguntungkan Visa karena perseroan selalu menarik komisi sebesar tingkatan persentase tertentu dari harga produk tersebut. Dengan kata lain, jika keadaan ekonomi di seluruh dunia membaik, maka Visa adalah salah satu perusahaan yang bakal kecipratan cuan.

Dari segi valuasi, kini valuasi nilai saham Visa jika dilihat dari rasio harga per penerimaannya (Price-to-Earning atau P/E) berada di angka 36.6x P/E. Alias, masih di kisaran median lima tahunnya. Valuasi tersebut ternyata jauh lebih murah 15% dibandingkan rivalnya, Mastercard.

Sehingga, dengan valuasi yang selalu premium dan lebih murah dari Mastercard, para analis merekomendasikan BUY untuk saham Visa dengan potensi upside sebesar 29,5% dari harga penutupan per kamis (27/1).

Dapatkan CFD Saham Visa di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES