Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 5 menit

View

0

Pluang Insight: Produk Makin Apik, Pendapatan Apple Kian Ciamik!

Raksasa teknologi Apple kian mengokohkan dirinya sebagai perusahaan paling bonafide seantero Amerika Serikat (AS) setelah mencetak laporan keuangan kuartal IV 2021 yang bikin investor tersenyum lebar. Lantas, bagaimana pencapaian Apple di tahun lalu? Simak ulasannya di Pluang Insight berikut!

Profil Apple

Siapa yang tak kenal Apple? Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) ini terkenal sebagai produsen alat elektronik ritel, mulai dari ponsel pintar iPhone, tablet iPad, komputer pribadi Mac, jam canggih Apple Watch, airpods, Apple TV, dan rangkaian produk lainnya.

Di samping memproduksi barang-barang canggih nan futuristik, Apple juga menawarkan layanan jasa bagi para konsumennya. Nah, layanan jasa yang dimiliki Apple terbilang cukup komprehensif karena hampir mencakup segala aspek kehidupan sehari-hari.

Sobat Cuan mau mendengarkan musik? Tenang, Apple akan mengabulkan keinginanmu melalui Apple Music. Kamu ingin menyimpan berkas digital di komputasi awan? Tak perlu risau, sebab kamu bisa menggunakan layanan iCloud miliknya. Pokoknya, urusan kehidupan digitalmu akan beres dengan bermodalkan produk-produk Apple.

Uniknya, Apple mengembangkan produk-produknya secara swadaya. Dengan kata lain, Apple memproduksi komponen-komponen produknya secara mandiri, mulai dari teknologi piranti lunak, sistem operasi, hingga chip semikonduktor. Makanya, produk teknologi Apple terbilang tidak identik dengan produk besutan produsen sejenis lainnya.

Dari sisi distribusi, Apple menjual produknya di platform daring, toko sendiri, dan toko pihak ketiga. Pasar utama Apple adalah Amerika Serikat yang berkontribusi 40% terhadap nilai penjualan Apple, sementara sisa 60% berasal dari pasar internasional.

Baca juga: Pluang Insight: COVID Bawa Berkah, Pendapatan Johnson & Johnson Merekah

Tren Pendapatan Apple

Apple membukukan pendapatan US$123,9 miliar pada kuartal IV 2021, tumbuh 49% dibanding kuartal sebelumnya atau 11% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Seluruh segmen usaha Apple menyumbang penjualan yang fantastis. Nilai penjualan iPhone, misalnya, tumbuh 9% secara tahunan. Sementara itu, nilai penjualan aksesoris, jasa, dan Mac membukukan pertumbuhan lebih heboh yakni masing-masing 13%, 24%, dan 25% dibanding setahun sebelumnya.

CEO Apple Tim Cook mengatakan, pertumbuhan penjualan Apple yang bombastis tersebut disebabkan oleh inovasi produk dan jasa yang terus dilakukan perusahaan.

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, peluncuran produk iPhone 13 menyumbang nilai penjualan terbesar di kuartal lalu. Tak ketinggalan, peluncurkan Macbook Pro 14' dan 16' pada Oktober lalu juga ikut mendorong pendapatan Apple. Uniknya, kini enam dari 10 konsumen Mac di China adalah pengguna baru!

Kendati mencetak pertumbuhan penjualan total yang mantap, sayangnya pertumbuhan penjualan iPad pada kuartal lalu amblas 14% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Pluang berpandangan bahwa margin produk Mac ke depan masih akan stabil alias tak meroket begitu signifikan. Pasalnya, perusahaan akan menghadapi masalah biaya logistik dan rantai pasok yang cukup berat, yang kemudian berpotensi mengerek beban usaha Apple. Rantai pasok memang bisa menjadi masalah karena Apple memang memproduksi perangkat chip-nya secara swadaya.

Sementara itu, menyoal jebloknya penjualan iPad, Pluang berpandangan bahwa hal itu disebabkan oleh aksi 'kanibal' yang dilakukan oleh produk Apple lainnya. Lho, apa sih maksudnya?

Jadi begini, Sobat Cuan. Sejak awal peluncurannya, penjualan iPad selalu terdongkrak kala musim liburan Natal. Maklum, masyarakat nampaknya doyan memberikan kado Natal berupa iPad setiap tahun.

Namun, setelah iPad beredar di pasaran, ternyata Apple makin getol meluncurkan produk baru sebut saja airpods dan Apple Watch. Nah, akibatnya, masyarakat pun akhirnya lebih memilih untuk memberikan kado Natal berupa kedua produk tersebut dibanding iPad.

Laba Bersih Apple Tampil Necis, Di Luar Ekspektasi Analis

Gara-gara penjualan perseroan yang fantastis di kuartal lalu, Apple pun sukses membukukan laba per saham sebesar US$2,1. Angka tersebut bertumbuh 68% dibanding kuartal sebelumnya atau meningkat 25% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kata lain, laba per saham Apple tersebut pun melewati ekspektasi analis yakni US$1,89 per saham.

Tim Cook mengatakan, tokcernya laba Apple disebabkan oleh meredanya masalah disrupsi rantai pasok di kuartal IV lalu. Sehingga, perseroan berhasil mengefisiensikan biaya produksinya.

Sekadar informasi, isu supply chain tersebut sempat menghambat produksi chip semikonduktor, yang merupakan komponen penting produk Apple, sepanjang tahun lalu.

Di sisi lain, penjualan Apple jangka panjang pun masih terlihat strong akibat tingginya permintaan dari fans garis keras Apple, atau biasa disebut Apple fanboy. Ya, Apple fanboy memang sudah kesengsem dengan produk Apple lantaran menganggap bahwa kualitas produk dan jasanya tidak bisa ditandingi kompetitor lainnya.

Hanya saja, pelaku pasar masih mengkhawatirkan dampak disrupsi rantai pasok dan inflasi terhadap beban bahan baku Apple ke depan. Namun, apakah hal tersebut benar-benar akan berpengaruh negatif ke kinerja keuangan Apple ke depan?

Pluang justru berpandangan bahwa tingginya inflasi AS tidak akan terlalu mengancam profitabilitas Apple. Sebab, produk-produk Apple terbilang unik dan punya bargaining power yang tinggi, sehingga permintaan produk Apple diharapkan bisa tetap melesat meski perusahaan mengerek harga jual produknya.

Meski memang, di saat yang sama, Pluang mengkhawatirkan dampak legacy chip manufacturing process nodes pada Maret mendatang akan meningkatkan beban usaha Apple. Akibatnya, profitabilitas perusahaan mungkin akan agak oleng di saat tersebut.

Nah, kalau Sobat Cuan mencari instrumen investasi yang bisa melawan laju inflasi, maka ada baiknya kamu mengoleksi saham Apple!

Valuasi dan Rekomendasi

Saat ini, valuasi saham Apple terbilang tinggi dibanding 'kawan-kawannya' yang lain.

Hal tersebut tercermin dari valuasi saham Apple berdasarkan rasio harga saham terhadap laba (Price-to-Earning) yang berada di 27.8x P/E. Angka itu sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata sektoral yakni 25.8x P/E.

Namun, valuasi di angka demikian sejatinya cukup wajar, Sobat Cuan. Pasalnya, Apple selalu mengedepankan tata kelola perusahaan yang apik dan menghasilkan laporan keuangan cemerlang. Terlebih, dengan kapitalisasi pasar US$2,6 triliun, Apple bisa dibilang sebagai perusahaan terbesar di AS atau bahkan seantero bumi.

Oleh karenanya, para analis di AS tetap merekomendasikan BUY untuk saham Apple dengan potensi upside 13% meski valuasi Apple terbilang 'premium'.

Pluang juga menilai bahwa saham Apple memang layak dihargai di level premium, tentunya dengan menimbang performa keuangan plus ekosistem yang sudah dibangun perusahaan. Hanya saja, investor tetap perlu mewaspadai dampak inflasi dan rantai pasok terhadap beban usaha Apple.

Selain itu, Pluang menyarankan untuk membeli saham Apple jika valuasi sahamnya sudah melandai dan setara dengan rata-rata valuasi sektoralnya. Apakah kamu jadi tertarik beli saham Apple, Sobat Cuan?

Dapatkan CFD Saham Apple di Sini!

Baca juga: Pluang Insight: Mencari 'Sinyal' Pertumbuhan di Laporan Q4 Verizon

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait