Apple akan melaporkan hasil kinerja keuangannya sepanjang kuartal 3 kemarin pada hari Kamis (2/11). Sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Apple terus berinovasi dan mempercantik produknya. Simak gurita bisnis Apple di Sini!
Apple Inc adalah perusahaan manufaktur dan perancang sekaligus pemasar produk perangkat elektronik terbesar kedua di dunia dengan total pangsa pasar sebesar 21.3% pada 2Q2023 yang telah berdiri sejak tahun 1976 dan berhasil melakukan IPO pada tahun 1980. Dengan total perangkat aktif sebanyak 1.46 miliar, pada tahun 2022 AAPL berhasil memiliki pendapatan sebesar US$ 394.3 miliar (+7.8%YoY) dengan 5 segmentasi usaha seperti Iphone, Ipad, Mac, Services, dan Wearables, Home and Accessories.
Apple Memiliki Keunggulan Dibandingkan Dengan Kompetitor
Apple memiliki kompetitor utama yaitu Hewlett Packard (HP), Samsung dan Dell. AAPL berhasil unggul dengan pendapatan sebesar US$394.3 miliar pada tahun 2022, sedangkan HP, Samsung dan Dell memiliki total pendapatan sebesar US$244 miliar, US$105 miliar dan US$63 miliar.
Memiliki Market Share Terbesar di USA
Sebagai perusahaan yang telah berdiri lebih dari selama 47 tahun, AAPL telah memiliki brand value dan reputasi yang baik. Hal ini dibuktikan dengan 51% total penduduk USA merupakan pengguna produk Iphone, Mac dan Ipad. Market share ini diproyeksikan akan terus meningkat menjadi 58% pada tahun 2026 seiring dengan fasilitas pinjaman Apple melalui Apple Pay yang memungkinkan konsumen untuk membeli berbagai produk AAPL menggunakan fasilitas kredit yang diberikan oleh perusahaan.
Inovasi Produk Iphone 15 yang Membawa Angin Segar Bagi AAPL
AAPL rutin melakukan launching produk Iphone setiap tahunnya dan gencar melakukan promosi produk baru di setiap Q2 dan Q3 di tahun tersebut. Pada tahun 2023, perusahaan berhasil launching rangkaian produk Iphone 15, Iphone 15 Plus, Iphone 15 Pro dan Iphone 15 Pro Max. Apabila ditinjau dari ASP Iphone 15 VS Iphone 14, terdapat pertumbuhan ASP sebesar US$100 pada rangkaian Iphone 15 Pro Max sedangkan untuk rangkaian Iphone 15 Pro memiliki ASP yang sama dengan rangkaian Iphone 14 Pro. Adanya peningkatan ASP berdampak pada potensi peningkatan revenue AAPL.
Close Ecosystem Apple Berbanding Lurus Dengan Loyalitas Konsumen
AAPL memiliki close system berupa IoS system, yang memungkinkan Apple untuk menjaga sistemnya lebih ketat sehingga terhindar dari cybercrime risk dan dengan 55,000 paten yang telah dimiliki AAPL, konsumen tidak memerlukan third parties technology lainnya, karena perusahaan telah menyediakan segala kebutuhan konsumennya (end solution). Selanjutnya, data-data yang terdapat di ekosistem Apple tidak dapat dipindahkan ke ekosistem lainnya sehingga membuat konsumen memiliki ketergantungan dengan sistem close-end miliki Apple. Hal ini turut berdampak pada pembelian produk maupun service Apple secara recurring.
Apple Akan Melakukan Ekspansi Besar Ke India
Ekspansi yang dilakukan adalah dengan berekspansi untuk membuka 100 toko retail offline sekaligus berencana untuk memindahkan sebagian produksi Iphone dari China ke India dan diprediksi pada tahun 2025, 18% dari total produksi berada di India. Hal ini dapat membuat menurunkan ketergantungan pada produksi Iphone dari China dan diproyeksikan pada tahun 2025, India akan menyumbang 5% dari total revenue AAPL.
Pertumbuhan Gross Margin AAPL yang Memuaskan di Era Setelah Pandemi
AAPL mencetak pertumbuhan laba kotor yang terus meningkat setiap tahunnya dari tahun 2018-2022 (diera sebelum dan sesudah pandemi). Kontribusi gross margin terbesar berasal dari segmen services yang unggul 35.5% dibandingkan dengan segmen products. Secara keseluruhan segmen products dan services memiliki pertumbuhan gross margin sebesar 9.35% dan 26.9% CAGR 18A/22A.
Efisiensi Dalam Menekan Biaya Penyimpanan
AAPL memiliki tingkat inventory turnover yang outperform dibandingkan dengan peers company (AAPL average 3Y inventory turnover 40x, peers company average 38.7x). Hal ini sejalan dengan strateginya dalam menekan biaya penyimpanan. Kedepannya dengan adanya ekspansi untuk menambah gerai retail yang akan memperluas pusat distribusi ke konsumen, diproyeksikan inventory days AAPL adalah selama 10.4 hari pada tahun 2023.
Memiliki Cash Conversion Cycle (CCC) yang Sehat
Selain memiliki tingkat profitabilitas yang baik, sebagai perusahaan yang memiliki ketergantungan yang tinggi pada penjualan retail. AAPL memiliki CCC sehat dengan nilai negatif dengan keberhasilan perusahaan untuk memiliki Days in Payable (97.5 hari) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Days in Receivable (25.1 hari).
Konsensus analis mengatakan bahwa harga wajar saham Apple sendiri saat ini berada di US$199,76, atau jauh lebih rendah dibanding harga penutupan Senin (30/10) yakni US$170,29. Hal ini mengindikasikan bahwa harga saham perusahaan masih lebih “murah” dibanding nilai wajar sesungguhnya.
Jika dibandingkan dengan kompetitor, sisi “mahal” saham Apple bisa terlihat dari rasio harga saham per laba (Price to Earning Ratio/Rasio P/E) berada di 25,6 x P/E atau di atas rata-rata kompetitornya, 15,3x P/E.
Namun, investor sepertinya “mewajarkan” harga premium tersebut mengingat Apple tak kenal lelah untuk terus berinovasi dan tetap memiliki neraca keuangan stabil di tengah kondisi ekonomi yang tak tentu.
Pelemahan Kondisi Perekonomian di China
Pengguna terbesar Iphone berasal dari China dengan pangsa pasar sekitar 20% pada 2Q2023. Dengan adanya pelemahan ekonomi dan event discount besar seperti event 618 Festival di China dapat memberikan dampak signifikan kepada AAPL karena masyarakat lokal lebih memilih untuk membeli smartphone buatan China yang memiliki harga yang lebih murah.
Perang Dagang Antara China-USA
Dengan adanya ketegangan antara China dan USA dapat berdampak pada supply chain raw materials AAPL, seperti chips dan processors internal yang diimport dari Taiwan. Terdapat ketergantungan yang tinggi terhadap regulasi pemerintah China yang ditakutkan terdapat larangan ekspor produk-produk tersebut ke USA, sehingga AAPL harus mencari supplier baru.
Kompetisi Dengan Perusahaan Teknologi Pengembang AI
AAPL harus terus berinovasi mengembangkan teknologi berbasis IoS agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor yang menawarkan teknologi AI yang terhubung ke perangkat elektroniknya. Dengan inovasi yang tertinggal dibandingkan kompetitor membuat AAPL memiliki risiko untuk kehilangan market share nya.
Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!
Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Bagikan artikel ini