Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Insight: Mencari 'Sinyal' Pertumbuhan di Laporan Q4 Verizon

Raksasa telekomunikasi Amerika Serikat, Verizon, telah mengumumkan laporan keuangannya di kuartal IV 2021. Secara sekilas, laporan tersebut seolah memberi pertanda bahwa perlambatan bisnis tengah berada di depan mata. Kendati demikian, apakah Verizon masih bisa menemukan sinyal-sinyal harapan untuk melaju kencang di 2022? Simak ulasannya di Pluang Insight berikut!

Profil Verizon

Verizon adalah perusahaan provider telekomunikasi seluler terbesar di AS. Buktinya, kini perseroan melayani 91 juta pelanggan pascabayar, 4 juta pelanggan prabayar, dan 25 juta pelanggan layanan data.

Tingginya jumlah pelanggan tersebut membuat perseroan kini fokus pada telekomunikasi nirkabel, yang kini menyumbang lebih dari 70% dari total pendapatan operasionalnya.

Di luar bisnis organiknya, Verizon juga mengembangkan sayap bisnisnya secara anorganik dengan mengakuisisi Tracfone, yakni perusahaan penjual ulang (reseller) operator telekomunikasi dengan 20 juta pelanggan prabayar seantero AS.

Selain bisnis operator seluler, Verizon juga memiliki lini bisnis telepon kabel (fixed line) yang menjangkau lebih dari 25 juta rumah tangga dan pelaku bisnis. Namun, sumbangsih lini bisnis tersebut hanya 12% terhadap total penjualan perseroan, jauh lebih rendah dibanding kontribusi segmen telekomunikasi nirkabel.

Selain berkecimpung di sektor telekomunikasi, Verizon pun sempat nyemplung di sektor media daring melalui anak usaha bernama Verizon Media Group.

Tadinya, sang anak usaha tersebut sempat mengakuisisi duo punggawa media daring, AOL dan Yahoo. Hanya saja, perseroan memutuskan menjual Verizon Media Group sebesar US$5 miliar ke Apollo Group pada 1 September 2021.

Baca juga: Pluang Insight: 737-8 MAX Kembali Melayang, Rugi Boeing Berkurang

Tren Pendapatan Verizon

Verizon melaporkan pendapatan US$51,7 miliar sepanjang kuartal IV 2021, menguat 3% dibanding kuartal sebelumnya. Namun, jika dilihat secara tahunan, pendapatan Verizon tersebut melorot tipis dari US$34,7 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan Verizon yang terpeleset disebabkan oleh merosotnya jumlah pengguna yang berkomunikasi melalui telepon langsung dan SMS, sehingga pendapatannya pun ikut tergerus. Kondisi tersebut sejatinya juga terjadi di Indonesia.

Selain membukukan pertumbuhan pendapatan yang tipis, perusahaan juga berhasil menambah 558,000 pelanggan di kuartal yang sama.

Hal itu terjadi berkat setelah pelanggan yang menggunakan produk paket unlimited Verizon pada kuartal IV 2021 tumbuh 74% dibanding kuartal sebelumnya. Terlebih, pertumbuhan pelanggan di segmen ini terbilang lebih kencang dibanding 71% di kuartal III 2021.

Hanya saja, di sisi lain, pendapatan perusahaan di segmen telepon kabel terus longsor. Untungnya, pertumbuhan pendapatan Verizon di segmen nirkabel berhasil menutup amblasnya penerimaannya dari sisi telepon kabel.

Verizon sukses membukukan pertumbuhan pendapatan dari segmen nirkabel sebesar 6,5% secara tahunan pada kuartal IV lalu. Hal ini terjadi berkat pertumbuhan yang mumpuni, baik dari sisi ARPA (Average Revenue per Account) dan volume data yang digunakan pelanggannya.

Margin EBITDA Verizon Amblas

Meski mencetak pertumbuhan pendapatan secara kuartalan, Verizon sayangnya mencatat penurunan nilai pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 1,5% ke US$10,3 miliar di triwulan yang sama.

Kendati demikian, jika dilihat secara tahunan, maka pertumbuhan EBITDA Verizon sejatinya meningkat 4,1%. Meningkatnya pendapatan jasa perseroan menjadi musabab kinclongnya pertumbuhan EBITDA tahunan Verizon di kuartal IV kemarin.

Meski begitu, Verizon tetap belum bisa melompat kegirangan. Pasalnya, perseroan ternyata membukukan margin 40.3% di kuartal IV 2021, melorot dari 41,5% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen Verizon berdalih bahwa turunnya margin tersebut disebabkan oleh tingginya volume penjualan perangkat nirkabel yang menghasilkan margin lebih tipis dibandingkan penjualan data ataupun seluler.

Baca juga: Pluang Insight: Mengulas Kinerja Keuangan Microsoft

Valuasi dan Rekomendasi

Verizon berharap layanan organik dan pendapatannya bisa bertumbuh 3% sepanjang tahun ini. Selain itu, perusahaan juga berharap bisa membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 1% hingga 1,5% dari pendapatannya di segmen lain, misalnya dari sisa kepemilikannya di Verizon Media dan TracFone.

EBITDA Verizon pada tahun ini juga diharapkan mampu tumbuh sejajar dengan pendapatannya, yaitu 3%.

Sementara itu, dari sisi valuasi, investor lebih doyan menggunakan valuasi EV/EBITDA untuk mengukur nilai saham sektor telekomunikasi karena besarnya nilai depresiasi yang dicatat perusahaan-perusahaan tersebut.

Sebagai perbandingan, kini valuasi Verizon berada di 7.5x EV/EBITDA. Angka ini sejatinya mendekati median lima tahunnya, tetapi jauh di atas rata-rata industri telekomunikasi yakni 5.9x EV/EBITDA.

Tetapi, mengingat performanya yang tetap kinclong dan statusnya sebagai operator terbesar AS, maka Verizon nampaknya sah-sah saja punya valuasi yang cenderung 'agak mahal' tersebut.

Pluang berpandangan bahwa harga saham Verizon saat ini tidak akan memberikan upside yang terlalu banyak di jangka pendek.

Namun, jika memang harga saham Verizon terkoreksi agak dalam di tengah isu geopolitik dan juga langkah The Fed yang lebih hawkish, maka Sobat Cuan bisa mempertimbangkan untuk mengoleksi saham ini nantinya. Mengapa demikian?

Sobat Cuan perlu memahami bahwa sektor telekomunikasi adalah salah satu sektor vital jika varian COVID-19 ini makin mengganas.

Selain itu, tidak semua ponsel di AS kini sudah memanfaatkan jaringan 5G. Sehingga, potensi permintaan koneksi 5G di AS pada masa mendatang harusnya bisa jadi salah satu katalis positif bagi kinerja keuangan Verizon ke depan.

Nah, berdasarkan argumen tersebut, para analis AS menaksir bahwa harga saham Verizon akan upside sekitar 12% dari harga sekarang dengan rekomendasi HOLD.

Dapatkan CFD Saham Verizon di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait