pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

1339

Pluang Insight: Mengulas Kinerja Keuangan Microsoft

Siapa yang tak kenal Microsoft? Produk perusahaan piranti lunak ini nampaknya hampir digunakan semua orang, mungkin juga termasuk kamu, Sobat Cuan. Nah, pada Selasa (25/1), Microsoft mengumumkan laporan kinerja keuangannya. Seperti apa hasilnya? Yuk, simak di sini!

Profil Microsoft

Microsft adalah salah satu perusahaan di dunia yang mengembangkan dan melisensikan piranti lunak, baik untuk konsumen ritel maupun korporasi.

Saat ini, perseroan membagi empat segmen bisnis utama yakni productivity, business process (Microsoft Office tradisional, cloud-based Office 365, Sharepoint, Skype, LinkedIn, Dynamics), intelligence cloud (infrastructure - and platform-as-a-service offerings Azure, Windows Server OS, SQL Server), dan personal computing (Windows Client, Xbox, Bing search, display advertising dan Surface laptop, tablet dan desktop).

Tren Penjualan Microsoft

Menurut laporan keuangan kuartal II 2022 yang dirilisnya kemarin, Microsoft berhasil membukukan penjualan sebesar US$51,73 miliar secara tahunan, tumbuh 20% dibandingkan estimasi analis. Hanya saja, capaian ini tidak sekencang kuartal kemarin yang tembus 22% secara tahunan.

Kokohnya penjualan Microsot ditopang oleh produk komputasi awan Microsoft Cloud yang penjualannya meroket 32% secara tahunan. Hal ini terjadi karena perusahaan memang jor-joran memasarkan produk komersialnya sepanjang periode tersebut. Menariknya, Microsoft mengatakan akan terus menggenjot penjualan produk komputasi awannya, Azure, sehingga bisa membukukan nilai penjualan yang greng di kuartal ini.

Tak hanya produk cloud saja yang bikin Microsoft semringah. Sebab, penjualan segmen gaming Microsoft juga ikut tumbuh 8%, lebih rendah dari pertumbuhan penjualan produk cloud.

Nah, lambatnya pertumbuhan tersebut tak bikin perseroan tinggal diam. Awal bulan ini, Microsot telah mengakuisisi produsen video game Activision Blizzard sebesar US$68,7 miliar demi melebarkan sayap di kancah permainan digital.

Pasca akuisisi, Microsoft berharap nilai penjualannya akan terus moncer. Apalagi, sinerginya dengan Blizzard akan menjadikan Microsoft sebagai perusahaan gaming terbesar nomor tiga sejagat.

Lebih lanjut, CFO Microsoft Amy Hood mengatakan bahwa permintaan akan produk Microsoft di setiap lini bisnisnya akan tetap kuat di masa depan.

Menyambung Hood, CEO Microsoft Satya Nadella optimistis bahwa hal itu akan tercapai. Sebab, produk digital akan menjadi aspek utama di dunia seiring perubahan gaya hidup dan lingkungan kerja masyarakat.

Pasca dua punggawa Microsoft tersebut melontarkan komentarnya, nilai saham Microsoft sempat menguat 1% di sesi perdagangan kemarin. Sayangnya, penguatan ini tak bertahan lama lantaran nilai saham Microsoft jeblok 5% di akhir sesi perdagangan tersebut.

Laba Microsoft

Laba bersih per saham Microsoft di kuartal II tercatat sebesar US$2,48 atau meningkat 22% secara tahunan. Dengan kata lain, prestasi Microsoft pada kuartal ini mencapai 107% dari ekspektasi pasar.

Hal ini disebabkan oleh kinclongnya penjualan produk Microsoft, yang melesat bak roket di kuartal II. Selain itu, perusahaan juga melakukan efisiensi biaya produksi produk/penjualan produk sebesar 0,66% dan biaya marketing/total penjualan 1,09%

Dengan penjualan yang lebih terkonsentrasi pada produk cloud dan jasa digital, margin Microsoft diharapkan akan terus membaik ke depan.

Outlook Microsoft 2022

Meski membukukan pencapaian yang fantastis di kuartal ini, Microsoft mengatakan bahwa sengitnya kompetisi di sektor teknologi dapat berimbas ke lemahnya penjualan dan margin operasionalnya.

Oleh karenanya, perusahaan mengatakan akan fokus menggemborkan produk cloud-based di kuartal depan. Namun, tetap saja, perusahaan paling banter bisa berharap bahwa pertumbuhan nilai penjualannya hanya akan tumbuh 1,3% hingga 2,1%.

Tapi, jangan berkecil hati dulu, Sobat Cuan. Meski angka pertumbuhan tersebut terbilang mini, tetapi Microsoft punya keunggulan untuk menekan biaya produksinya. Adapun di kuartal berikutnya, perseroan meramal bahwa biaya penjualan dan operasional hanya akan tumbuh 0,8% hingga 1,3% saja.

Dari sisi valuasi, kini valuasi Microsoft berada di angka 9,6x P/S atau setara dengan rata-rata industri. Dengan performa yang fantastis, dan selalu diperjualbelikan di harga premium, saham Microsoft akan tetap berada di hati para analis AS karena memiliki rating BUY dengan rata-rata upside 29% dari harga sekarang. Menarik bukan, Sobat Cuan?

Dapatkan CFD Saham Microsoft di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES