
Jawaban Singkat:
• Options memberi hak, bukan kewajiban, untuk bertransaksi di strike price; kerugian pembeli terbatas pada premi yang dibayarkan.
• Futures mewajibkan kedua pihak menyelesaikan transaksi sesuai harga dan tanggal yang disepakati; potensi kerugian tidak dibatasi premi.
• Keduanya sama-sama menawarkan leverage, tetapi profil risiko dan skenario penggunaannya berbeda jauh.
Untuk pengantar lengkap seputar mekanisme options, baca dulu Apa itu Options Trading?. Bagian selanjutnya berfokus pada bagaimana options dan futures berbeda satu sama lain, kelebihan-kekurangan masing-masing, dan kapan salah satunya lebih cocok digunakan dibanding yang lain.
Options adalah kontrak derivatif yang memberikan hak—bukan kewajiban—kepada pemegangnya untuk membeli (call option) atau menjual (put option) underlying asset pada harga yang telah ditentukan (strike price), dalam jangka waktu tertentu, dengan membayar sejumlah premi kepada penjual options.
Futures adalah kontrak standar yang mewajibkan kedua pihak untuk membeli atau menjual suatu aset—seperti komoditas, mata uang, atau indeks saham—pada harga dan tanggal tertentu yang telah disepakati di muka, terlepas dari bagaimana harga pasar bergerak saat jatuh tempo. Sejak POJK Nomor 1 Tahun 2025 berlaku pada 10 Januari 2025, kontrak berjangka dan kontrak opsi atas efek sama-sama berada di bawah pengaturan dan pengawasan resmi OJK (OJK, POJK No. 1/2025).
1. Pemenuhan kontrak. Pemegang options berhak, namun tidak wajib, mengeksekusi kontraknya sebelum tanggal kedaluwarsa—posisi bisa ditutup tanpa eksekusi. Penjual options wajib memenuhi kontrak jika pembeli memilih mengeksekusinya. Pada futures, kedua pihak wajib menyelesaikan transaksi pada harga dan tanggal yang disepakati, apa pun kondisi pasar saat itu.
2. Potensi keuntungan. Pembeli call option memiliki potensi keuntungan yang secara teori tidak terbatas jika harga aset naik signifikan, sementara pembeli put option memiliki potensi keuntungan yang dibatasi oleh selisih strike price dikurangi premi. Pada futures, potensi keuntungan tidak terbatas selama harga aset bergerak sesuai posisi yang diambil.
3. Potensi kerugian. Kerugian pembeli options dibatasi pada premi yang telah dibayarkan. Kerugian pada futures tidak dibatasi, karena kedua pihak tetap wajib memenuhi kontrak meskipun harga aset bergerak jauh berlawanan arah dengan posisi yang diambil.
4. Waktu perdagangan. Options umumnya diperdagangkan selama jam bursa reguler, sedangkan futures sering memiliki jam perdagangan yang lebih panjang (extended trading hours), tergantung bursa dan aset yang mendasarinya.
5. Eksposur risiko. Eksposur risiko options terbatas pada premi yang dibayarkan pembeli. Eksposur risiko futures jauh lebih besar karena mengikuti penuh fluktuasi harga underlying asset, ditambah potensi margin call jika pergerakan harga melawan posisi.
6. Leverage. Kontrak futures umumnya membutuhkan margin awal yang jauh lebih kecil dibanding nilai penuh underlying asset, sehingga leverage-nya besar. Options juga menawarkan leverage, tetapi besarnya bervariasi tergantung jenis options, strike price, dan kondisi pasar.
• Keduanya adalah instrumen derivatif yang nilainya diturunkan dari underlying asset, bukan aset itu sendiri.
• Keduanya menawarkan leverage, sehingga modal awal yang dibutuhkan lebih kecil dibanding memiliki aset secara langsung.
• Keduanya bisa dipakai untuk hedging (melindungi portofolio) maupun spekulasi terhadap arah pergerakan harga.
• Keduanya memiliki tanggal jatuh tempo atau kedaluwarsa, berbeda dengan kepemilikan aset di pasar spot yang tidak memiliki batas waktu.
Ilustrasi berikut bersifat hipotetis untuk menjelaskan mekanisme perhitungan saja, menggunakan "Aset X" sebagai contoh generik — bukan rekomendasi maupun prediksi terhadap aset tertentu, dan bukan produk futures yang saat ini tersedia di aplikasi Pluang. Anggap harga Aset X saat ini Rp10.000 per unit.
Skenario | Kontrak Futures (wajib beli di Rp10.000) | Call Option (strike Rp10.000, premi Rp300) |
Harga naik ke Rp11.500 | Untung Rp1.500 per unit | Untung Rp1.200 per unit (1.500 − 300) |
Harga turun ke Rp8.500 | Rugi Rp1.500 per unit (wajib beli sesuai kontrak) | Rugi maksimal Rp300 per unit (premi hangus, opsi tidak dieksekusi) |
Ilustrasi ini menunjukkan pola risiko yang berlawanan: saat harga bergerak melawan posisi, kerugian pemegang futures mengikuti penuh selisih harga, sedangkan kerugian pembeli call option terhenti di premi yang dibayarkan. Sebaliknya, saat harga bergerak sangat menguntungkan, keuntungan futures tidak terpotong premi sehingga bisa lebih besar dibanding options pada pergerakan harga yang sama.
| Pro | Kontra |
Options | Risiko pembeli terbatas · Potensi keuntungan tinggi pada call option · Fleksibilitas strategi (bullish, bearish, netral) | Ada biaya premi · Premi bisa hangus sepenuhnya · Nilai waktu tergerus mendekati kedaluwarsa |
Futures | Likuiditas umumnya tinggi · Potensi keuntungan tinggi · Efektif untuk hedging fluktuasi harga | Potensi kerugian tidak terbatas · Ada persyaratan margin · Rentan terhadap volatilitas pasar |
7. Strategi dengan risiko terbatas. Options cocok saat investor ingin batas kerugian yang jelas sejak awal, yaitu sebesar premi yang dibayarkan.
8. Bermain volatilitas. Options memungkinkan trader mengambil posisi terhadap perubahan volatilitas harga tanpa harus memegang underlying asset secara langsung.
9. Menghasilkan pendapatan dari premi. Menjual options dapat menghasilkan pendapatan dari premi yang diterima, meskipun strategi ini membawa risikonya sendiri bagi penjual — potensi kerugian penjual options bisa besar, tergantung jenis options yang dijual.
10. Spekulasi jangka pendek. Futures cocok untuk trader yang ingin memanfaatkan pergerakan harga tanpa memegang underlying asset secara langsung.
11. Hedging. Futures banyak dipakai untuk melindungi portofolio dari fluktuasi harga, terutama pada komoditas dan mata uang.
12. Mencari leverage besar. Futures menawarkan leverage yang signifikan dibanding modal awal, meski ini juga berarti potensi kerugian yang jauh lebih besar jika prediksi meleset.
• Risiko kehilangan premi penuh (options). Jika options kedaluwarsa tanpa nilai (out of the money), pembeli kehilangan seluruh premi yang dibayarkan.
• Risiko kerugian tidak terbatas dan margin call (futures). Karena futures mewajibkan penyelesaian kontrak, kerugian bisa melebihi margin awal dan memicu permintaan tambahan dana (margin call).
• Risiko leverage. Leverage memperbesar potensi untung maupun rugi secara proporsional terhadap modal — bukan hanya pada arah yang diharapkan.
• Risiko likuiditas. Tidak semua kontrak options maupun futures memiliki volume perdagangan yang cukup untuk keluar-masuk posisi dengan mudah.
• Kompleksitas produk. Options dan futures adalah instrumen derivatif yang kompleks dan berisiko tinggi; tidak ada jaminan keuntungan pada keduanya, dan investor wajib melakukan riset mandiri sebelum bertransaksi.
Bagi pembeli options, kerugian dibatasi pada premi yang dibayarkan. Futures tidak memiliki batas kerugian seperti itu, karena kedua pihak wajib menyelesaikan kontrak sesuai harga yang disepakati. Meski begitu, options tetap tergolong instrumen berisiko tinggi — premi bisa hilang seluruhnya jika opsi kedaluwarsa tanpa nilai.
Keduanya tergolong instrumen derivatif yang kompleks dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang leverage, strike price, tanggal kedaluwarsa, dan mekanisme margin sebelum digunakan. Pemula disarankan mempelajari dasar-dasarnya lebih dulu dan memahami sepenuhnya risiko masing-masing instrumen sebelum bertransaksi.
Perbedaannya ada pada kewajiban dan cara memperoleh eksposur ke aset. Options memberi hak — bukan kewajiban — untuk bertransaksi di harga tertentu sebelum tanggal kedaluwarsa, sedangkan transaksi spot adalah pembelian atau penjualan aset secara langsung di harga pasar saat ini. Pembahasan lengkapnya ada di Options vs Spot.
Tidak. Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini; hal yang sama berlaku untuk transaksi futures pada umumnya. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apa pun.
Options dan futures sama-sama derivatif yang mengandalkan pergerakan harga underlying asset, tetapi berbeda secara mendasar pada kewajiban dan profil risikonya. Options memberi hak dengan kerugian pembeli yang terbatas pada premi, sedangkan futures mewajibkan penyelesaian kontrak dengan potensi kerugian yang tidak dibatasi. Options umumnya lebih sesuai untuk strategi berisiko terbatas, permainan volatilitas, atau menghasilkan pendapatan dari premi, sementara futures lebih sering dipakai untuk spekulasi jangka pendek, hedging, dan mencari leverage besar. Pemilihan antara keduanya sebaiknya disesuaikan dengan toleransi risiko, tujuan trading, dan pemahaman investor atas mekanisme masing-masing instrumen.
Perdagangan options difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Seluruh transaksi dicatat di Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). PT PG Berjangka juga bekerja sama dengan pialang luar negeri yang berlisensi dan diawasi oleh SEC dan OCC.
Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apa pun.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.