
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bergerak di bidang pertambangan batu bara melalui anak usaha PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia, serta terdaftar di sektor Energi Bursa Efek Indonesia. Per penutupan perdagangan 22 September 2026, 1 lot saham BUMI setara Rp18.400 (100 lembar × Rp184, sumber: IDNFinancials, 22 September 2026). Pemegang saham pengendalinya adalah Mach Energy (Hongkong) Limited dengan 45,78%, dengan penerima manfaat akhir Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthoni Salim (Bumi Resources, per 31 Agustus 2026).
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Data mengenai BUMI disajikan untuk tujuan identifikasi dan edukasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu setelah mempertimbangkan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.
Saham BUMI bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, dengan operasi utama di Kalimantan melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, ditambah lini mineral seperti emas dan tembaga (Bumi Resources, 2026). BUMI berperan sebagai perusahaan induk (holding) yang membawahi anak-anak usaha di sektor pertambangan (IDNFinancials, 22 September 2026).
Lini usaha BUMI saat ini dapat dipetakan menjadi tiga:
1. Batu bara: KPC dengan wilayah tambang di Sangatta dan Bengalon, Kalimantan Timur, serta Arutmin Indonesia di Kalimantan Selatan, plus Pendopo Energi Batubara di Sumatra Selatan.
2. Mineral di dalam negeri: kepemilikan di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang memiliki aset mineral seperti seng dan emas.
3. Mineral di Australia: 100% saham Wolfram Limited (tembaga dan emas) yang diselesaikan 7 November 2025, serta 64,98% saham Jubilee Metals Limited (emas) di Queensland Utara yang diselesaikan 18 Desember 2025 (Bisnis.com, 22 Desember 2025).
Melalui akuisisi tersebut, BUMI menargetkan komposisi EBITDA 50:50 antara batu bara termal dan aset non-batu bara pada 2031 (tambang.co.id, 19 Desember 2025). Target ini merupakan rencana manajemen, bukan jaminan realisasi.
BUMI adalah kode saham PT Bumi Resources Tbk, emiten batu bara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 30 Juli 1990 dengan 371.335.392.068 saham terdaftar (KSEI, diakses 23 September 2026). Perusahaan didirikan pada 26 Juni 1973 sebagai PT Bumi Modern yang bergerak di bidang perhotelan, beralih ke sektor minyak, gas, dan pertambangan pada 1998, lalu mengakuisisi KPC pada 2003 (Bumi Resources, 2026).
Profil emiten | Keterangan |
Nama legal | PT Bumi Resources Tbk |
Kode saham | BUMI |
Sektor | Energi — batu bara |
Tanggal pencatatan di BEI | 30 Juli 1990 |
Jumlah saham terdaftar (lembar) | 371.335.392.068 |
Nilai nominal (Rp/lembar) | 500 |
Kapitalisasi pasar (Rp, per 22 Sep 2026) | ~Rp68,33 triliun |
Kantor pusat | Bakrie Tower lantai 12, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan |
Sumber: KSEI (tanggal pencatatan, jumlah saham, nilai nominal, diakses 23 September 2026); IDNFinancials (sektor, kapitalisasi pasar, kantor pusat, 22 September 2026).
Pemegang saham pengendali BUMI adalah Mach Energy (Hongkong) Limited dengan 170 miliar saham atau 45,78% per 31 Agustus 2026, dan perusahaan mencantumkan Nirwan Dermawan Bakrie serta Anthoni Salim sebagai penerima manfaat akhir (Bumi Resources, per 31 Agustus 2026). Mach Energy merupakan kemitraan Grup Salim dan Grup Bakrie, sehingga pengendalian BUMI kini dijalankan bersama oleh kedua grup (EmitenNews, 15 April 2026).
Pemegang saham (per 31 Agustus 2026) | Jumlah saham (lembar) | Kepemilikan (%) |
Mach Energy (Hongkong) Limited | 170.000.000.000 | 45,78 |
UBS Switzerland AG – Client Assets | 15.412.551.805 | 4,15 |
Treasure Global Investments Limited | 11.805.000.000 | 3,18 |
Cris Developments Limited | 10.115.976.900 | 2,72 |
GLAS Trust (Singapore) Ltd | 7.716.639.554 | 2,08 |
Pemegang saham lainnya | 156.285.223.809 | 42,09 |
Total | 371.335.392.068 | 100,00 |
Sumber: Bumi Resources, komposisi pemegang saham per 31 Agustus 2026. Komposisi pemegang saham dapat berubah setiap bulan.
Treasure Global Investments Limited, yang tercatat memegang 3,18%, merupakan entitas yang terafiliasi dengan Anthoni Salim (EmitenNews, 15 April 2026). Sebelumnya, BUMI dikenal sebagai emiten yang dikendalikan Grup Bakrie; masuknya Grup Salim melalui Mach Energy menjadikan struktur pengendalian lebih terbagi.
Pada semester I 2026, BUMI mencatat pendapatan USD866,8 juta, naik 27,9% secara tahunan, dan laba bersih USD72,3 juta atau sekitar Rp1,3 triliun, naik 87,4% dari USD38,6 juta pada semester I 2025 (IDX Channel, 1 Agustus 2026). Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 188,4% menjadi USD58,9 juta, sedangkan margin laba usaha naik menjadi 9,6% dari 8,2%. Perusahaan mengaitkan kenaikan ini dengan produksi batu bara yang lebih tinggi, efisiensi operasional, dan harga jual rata-rata yang membaik (IDX Channel, 1 Agustus 2026).
Dari sisi operasional, produksi batu bara BUMI pada kuartal I 2026 mencapai 19,2 juta ton, naik 12% secara tahunan, terdiri atas KPC 12,4 juta ton dan Arutmin 6,9 juta ton (angka dibulatkan). Penjualan mencapai 19,1 juta ton, sementara harga jual rata-rata FOB turun sekitar 10% menjadi USD58,6 per ton dan strip ratio (perbandingan volume tanah penutup yang dikupas terhadap batu bara yang ditambang) membaik menjadi 7,7 kali (tambang.co.id, 5 Mei 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–31 Maret 2026 dan 1 Januari–30 Juni 2026.
Harga 1 lot saham BUMI adalah Rp18.400 berdasarkan harga penutupan Rp184 per lembar pada 22 September 2026, ditambah biaya beli 0,15% sehingga totalnya sekitar Rp18.428 (IDNFinancials, 22 September 2026). Harga hari ini dapat dicek di halaman harga saham Bumi Resources Tbk (BUMI) hari ini.
Komponen | Nilai (Rp) | Keterangan |
Harga per lembar | 184 | Harga penutupan 22 September 2026 (IDNFinancials) |
Jumlah lembar per lot | 100 lembar | Satuan perdagangan di BEI |
Nilai 1 lot = minimum pembelian | 18.400 | 100 lembar × Rp184 |
Biaya beli di Pluang (0,15%) | 28 | Rp27,60 dibulatkan; termasuk levy BEI/KSEI 0,03%, biaya KPEI 0,01%, trading fee Pluang 0,0961261%, dan PPN 11% atas levy serta trading fee |
Estimasi total dana beli 1 lot | 18.428 | Rp18.400 + Rp28 |
Biaya jual di Pluang (0,25%) | 46 | Komponen biaya beli ditambah PPh Final 0,1% atas nilai jual; ilustrasi pada harga Rp184 |
e-Meterai | 10.000 | Hanya untuk konfirmasi transaksi bernilai di atas Rp10.000.000; tidak berlaku untuk transaksi 1 lot BUMI pada harga ini |
Data harga per 22 September 2026. Tarif biaya sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 23 September 2026. Harga saham berubah setiap hari perdagangan, sehingga nilai 1 lot juga ikut berubah.
Komponen biaya perlu dibaca terpisah: trading fee atau komisi broker berbeda-beda antarsekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas. Rincian lengkapnya tersedia di halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang.
Harga saham BUMI secara historis dipengaruhi oleh harga batu bara, perubahan pemegang saham, aksi korporasi, dan tingkat perdagangan yang tinggi:
• Harga batu bara global. Harga jual rata-rata BUMI turun sekitar 10% menjadi USD58,6 per ton pada kuartal I 2026 (tambang.co.id, 5 Mei 2026), sehingga pendapatan sensitif terhadap pergerakan harga batu bara acuan.
• Perubahan struktur pemegang saham. Masuknya Grup Salim melalui Mach Energy dan pembelian oleh investor asing menjadi sorotan pasar sepanjang 2025 (Katadata, 5 Januari 2026).
• Eksekusi ekspansi mineral. Aset di Australia baru memasuki fase produksi; Jubilee Metals ditargetkan menghasilkan sekitar 9.890 ons emas pada 2026 (tambang.co.id, 19 Desember 2025). Realisasinya bergantung pada eksekusi operasional.
• Regulasi sektor. Kebijakan kuota produksi (RKAB), royalti, dan kewajiban pasokan dalam negeri memengaruhi volume dan harga jual batu bara.
Pergerakan harga di masa lalu tidak menunjukkan arah harga ke depan.
Saham BUMI dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia, dengan minimum pembelian 1 lot (100 lembar). Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1. Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.
2. Pilih menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham "BUMI".
3. Klik "Beli", lalu masukkan harga dan jumlah lot yang diinginkan.
4. Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.
5. Periksa ringkasan order, konfirmasi, lalu cek statusnya di riwayat transaksi.
Sebelum bertransaksi, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak terkonsentrasi pada satu saham.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
BUMI adalah kode saham PT Bumi Resources Tbk, emiten batu bara sektor Energi yang tercatat di BEI sejak 30 Juli 1990, dengan 371,34 miliar saham terdaftar (KSEI).
BUMI bergerak di bidang pertambangan batu bara melalui Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indonesia, dengan produksi 19,2 juta ton pada kuartal I 2026, serta mineral emas dan tembaga di Australia (tambang.co.id, 5 Mei 2026).
Pemegang saham pengendali BUMI adalah Mach Energy (Hongkong) Limited dengan 45,78% per 31 Agustus 2026, dengan penerima manfaat akhir Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthoni Salim (Bumi Resources).
Dengan harga penutupan Rp184 per lembar pada 22 September 2026, 1 lot saham BUMI (100 lembar) setara Rp18.400, atau sekitar Rp18.428 setelah biaya beli 0,15% di Pluang.
Laba bersih BUMI semester I 2026 mencapai USD72,3 juta atau sekitar Rp1,3 triliun, naik 87,4% secara tahunan, dengan pendapatan USD866,8 juta (IDX Channel, 1 Agustus 2026).
BUMI adalah emiten batu bara yang menaungi Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indonesia, kini dikendalikan bersama Grup Bakrie dan Grup Salim melalui Mach Energy, serta tengah memperluas portofolio ke emas dan tembaga di Australia. Kinerja semester I 2026 menunjukkan kenaikan pendapatan dan laba, tetapi pendapatan BUMI tetap sensitif terhadap harga batu bara, regulasi sektor, dan eksekusi proyek mineral barunya. Sebelum mengambil keputusan, pelajari laporan keuangan BUMI yang dipublikasikan di situs BEI dan sesuaikan dengan profil risiko kamu.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.