Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham Bakrie: Daftar Emiten dan Status Kepemilikannya
shareIcon

Saham Bakrie: Daftar Emiten dan Status Kepemilikannya

10 Sep 2026, 4:35 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Saham Bakrie: Daftar Emiten dan Status Kepemilikannya
Saham Bakrie adalah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terhubung dengan Grup Bakrie melalui kepemilikan entitas bernama Bakrie atau keluarga Bakrie. Berdasarkan register bulanan BEI, terdapat sembilan emiten yang masih mencatatkan entitas Grup Bakrie atau keluarga Bakrie di register pemegang sahamnya, dan empat emiten yang secara historis disebut Bakrie tetapi kepemilikan grupnya kini sangat kecil atau tidak tercatat sama sekali.

Apa Saja Saham Grup Bakrie?

  • Sembilan emiten masih mencatatkan entitas Bakrie di register: BNBR, BUMI, ENRG, UNSP, VKTR, VIVA, MDIA, ALII, JGLE.

  • Empat emiten berlabel Bakrie tetapi kepemilikan grup kecil atau tidak tercatat: ELTY, DEWA, BRMS, BTEL.

  • UNSP dan BTEL berstatus suspensi — tidak dapat diperdagangkan.

Saham Bakrie adalah emiten BEI yang terafiliasi dengan Grup Bakrie melalui kepemilikan entitas grup atau anggota keluarga Bakrie, dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai perusahaan induk historis grup.

Emiten Mana yang Masih Mencatatkan Entitas Bakrie di Register?

Kode

Nama Perusahaan

Pemegang Saham Terafiliasi

Kepemilikan

Sumber & Tanggal

BNBR

PT Bakrie & Brothers Tbk

Induk historis grup — lihat catatan di bawah

Pemegang saham utama adalah SPV luar negeri

Register bulanan BEI, Juni 2026

BUMI

PT Bumi Resources Tbk

Kendali bersama Bakrie–Salim

Mach Energy (HK) 45,78% + Bakrie Capital 1,18%

Register per Des 2025; CNBC Indonesia, 12 Feb 2026

ENRG

PT Energi Mega Persada Tbk

Shima Global Kapital + Bakrie Kalila Investment

17,11% + 2,42%

Register bulanan BEI, 30 Nov 2025

UNSP 

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk

PT Bakrie Capital Indonesia

17,82%

Register bulanan BEI, 31 Mar 2026

VKTR

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk

BNBR + Bakrie Metal Industries

24,40% + 14,23% (±39,86% total, Jul 2026)

Register BEI, Apr–Jul 2026

VIVA

PT Visi Media Asia Tbk

PT Bakrie Global Ventura

32,94%

Register bulanan BEI, 31 Mar 2026

MDIA

PT Intermedia Capital Tbk

Rantai: Bakrie Global Ventura → VIVA → MDIA

VIVA 83,28%

Register bulanan BEI, 31 Mar 2026

ALII

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk

PT Graha Adika Niaga + Aninditha Anestya Bakrie

32,87% + 1,95%

Register BEI 31 Mar 2026; prospektus e-IPO, Feb 2024

JGLE

PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk

Rantai: ELTY → Surya Global Nusantara → JGLE

Surya Global Nusantara 38,76%

Register bulanan BEI, 31 Mar 2026

*highlight merah = berstatus suspensi, tidak dapat diperdagangkan.

Catatan penting soal BNBR. BNBR adalah perusahaan induk historis Grup Bakrie, tetapi register pemegang sahamnya per Juni 2026 tidak memuat entitas bernama Bakrie di posisi ≥5%. Pemegang saham utamanya adalah empat entitas luar negeri: Port Fraser International (22,41%), Fountain City (22,17%), Levoca Enterprise (13,78%), dan Eurofa Capital (6,76%). Kaitan dengan Grup Bakrie tercermin dari peran PT Bakrie Capital Indonesia sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi korporasi dan dari identitas grup yang dinyatakan perusahaan sendiri. Kami tidak menemukan dokumen yang menyebut individu Bakrie sebagai pemilik manfaat akhir BNBR, sehingga kami tidak mencantumkan persentase kepemilikan Bakrie di BNBR.

Periode data: 30 November 2025 – 31 Juli 2026. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Tabel ini adalah pemetaan kepemilikan faktual, bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham mana pun.

Emiten Mana yang Disebut Bakrie tetapi Kepemilikannya Sudah Kecil?

Empat emiten berikut rutin masuk daftar "saham Bakrie", tetapi register resminya menunjukkan gambaran berbeda. Ini bagian yang sering keliru.

Kode

Apa yang ditunjukkan register

Sumber & Tanggal

ELTY

PT Bakrieland Development Tbk. PT Bakrie Capital 1,05%; PT Bakrie & Brothers hanya 300 saham (0%); publik 84,81%. Pemegang saham utama adalah Interventures Capital 5,12% dan KPD Simas Equity 5,35%; tidak ada pengendali dominan. Perusahaan masih menyatakan diri bagian dari Bakrie

Register bulanan BEI, 31 Jan 2026

DEWA

PT Darma Henwa Tbk. Tidak ada entitas bernama Bakrie di register. Pengendali yang diungkapkan adalah Zurich Assets International Ltd (6,17%). Katadata (Feb 2026) menyebut Nirwan Dermawan Bakrie sebagai pemilik manfaat akhir berdasarkan data registri Ditjen AHU

Register BEI; Katadata, Jan–Feb 2026

BRMS

PT Bumi Resources Minerals Tbk. BUMI kini hanya memegang 3,08%. Pemegang saham utama adalah Emirates Tarian Global Ventures SPC (Cayman) 25,10%, yang oleh IDN Financials disebut terafiliasi Grup Salim

Register bulanan BEI, 31 Mar 2026

BTEL 

PT Bakrie Telecom Tbk. Disuspensi di seluruh pasar sejak 2019, ekuitas negatif. Termasuk dalam kelompok 13 emiten yang suspensinya dilanjutkan per 1 Juli 2026

Pengumuman BEI via IDN Financials, 1 Jul 2026

*highlight merah = berstatus suspensi, tidak dapat diperdagangkan.

Untuk DEWA, dua catatan resmi memberi jawaban berbeda: keterbukaan informasi BEI menyebut Zurich Assets International sebagai pengendali, sementara data registri AHU yang dikutip media menyebut nama Bakrie sebagai pemilik manfaat akhir. Kami menyajikan keduanya dan tidak memilih salah satu.

Emiten Bakrie Mana yang Sedang Disuspensi?

Dua, dan keduanya perlu dinyatakan tegas karena beberapa daftar masih menampilkannya sebagai saham yang bisa dibeli:

  1. UNSP (Bakrie Sumatera Plantations) — disuspensi di seluruh pasar sejak 1 Juli 2026 karena ekuitas negatif, dengan defisiensi modal Rp5,27 triliun per kuartal I 2026 (pengumuman BEI via IDN Financials, 1 Juli 2026).

  2. BTEL (Bakrie Telecom) — disuspensi sejak 2019, masih termasuk kelompok suspensi berlanjut per 1 Juli 2026.

Saham yang disuspensi tidak dapat diperdagangkan di pasar reguler selama suspensi berlaku. Periksa status terkini langsung di idx.co.id sebelum mengambil keputusan apa pun.

Apakah BUMI Termasuk Saham Bakrie?

Sebagian, dan menyebutnya "saham Bakrie" saja tidak akurat.

BUMI dikendalikan melalui konsorsium Mach Energy (Hong Kong) yang memegang 45,78%, ditambah PT Bakrie Capital 1,18%. Kepemilikan Mach Energy Ltd sendiri terbagi: Bakrie 42,5%, Anthoni Salim 42,5%, dan Agoes Projosasmito 15%. Pemilik manfaat akhir yang diungkapkan adalah Nirwan Bakrie dan Anthoni Salim, dengan porsi gabungan 46,96% (CNBC Indonesia, 12 Februari 2026).

Artinya BUMI adalah emiten dengan kendali bersama dua grup, bukan emiten Bakrie tunggal. Bisnis Indonesia (5 Agustus 2026) sendiri menyebut BUMI dan BRMS sebagai "duo emiten Grup Bakrie dan Salim".

Bagaimana Arah Kepemilikan Grup Bakrie di BEI?

Berdasarkan dokumen kepemilikan yang tersedia, arah umumnya menurun di beberapa emiten inti: BUMI berpindah ke kendali konsorsium bersama, BRMS terdilusi hingga BUMI tinggal 3,08%, ELTY tersisa sekitar 1%, dan DEWA tidak lagi memuat entitas Bakrie di register.

Sejumlah aksi korporasi juga sedang berjalan dan akan mengubah persentase kepemilikan:

  • BNBR menjalankan penambahan modal 89,92 miliar saham baru pada harga Rp53 (±Rp4,76 triliun), periode perdagangan 14–27 Juli 2026, dengan Grup Bakrie sebagai pembeli siaga.

  • VKTR menyetujui penambahan 21–25 miliar saham dalam RUPSLB 19 Mei 2026.

Karena itu, penyebutan yang lebih tepat untuk beberapa emiten dalam daftar ini adalah terafiliasi atau historis, bukan dimiliki.

Apa Risiko Berinvestasi pada Emiten Terafiliasi Satu Grup?

  1. Risiko suspensi dan kelangsungan usaha. Dua emiten dalam daftar ini disuspensi karena ekuitas negatif. Ini bukan risiko teoretis pada kelompok ini.

  2. Risiko dilusi. Penambahan modal berskala besar seperti pada BNBR dan VKTR memperkecil porsi pemegang saham yang tidak ikut menambah modal.

  3. Ketidakpastian identitas pengendali. Pada beberapa emiten, catatan BEI dan data registri lain memberi jawaban berbeda tentang siapa pengendalinya. Informasi pengendali adalah bagian dari analisis, dan ketidakjelasan di sini adalah risiko tersendiri.

  4. Korelasi sentimen antar emiten satu grup, sehingga jumlah kode tidak otomatis berarti diversifikasi.

Sisi lainnya, grup ini memberi eksposur ke beberapa sektor — energi, pertambangan, media, logistik, properti, dan kendaraan listrik. Kedua sisi perlu dinilai bersamaan, dengan status suspensi dan aksi korporasi diperiksa lebih dahulu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa jumlah emiten Grup Bakrie di BEI?

Sembilan emiten masih mencatatkan entitas Bakrie atau keluarga Bakrie di register pemegang saham; empat emiten lain berlabel Bakrie secara historis dengan kepemilikan grup yang kecil atau tidak tercatat.

Apa kode saham induk Grup Bakrie?

BNBR, PT Bakrie & Brothers Tbk. Perlu dicatat bahwa register BNBR per Juni 2026 tidak memuat entitas bernama Bakrie di posisi ≥5%.

Apakah saham UNSP masih bisa dibeli?

Tidak selama suspensi berlaku. UNSP disuspensi di seluruh pasar sejak 1 Juli 2026 karena ekuitas negatif.

Mengapa daftar saham Bakrie berbeda-beda di setiap sumber?

Karena sebagian sumber mencampur kepemilikan yang masih tercatat dengan afiliasi historis, dan sebagian tidak memperbarui setelah aksi korporasi atau dilusi. Register bulanan BEI adalah acuan yang bisa diperiksa.

Apa itu pembeli siaga (standby buyer)?

Pihak yang berkomitmen membeli sisa saham baru dalam penambahan modal yang tidak diambil pemegang saham lain.

Di mana memeriksa daftar pemegang saham resmi? Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek di idx.co.id, serta laporan tahunan masing-masing emiten.

Kesimpulan

Daftar saham Bakrie perlu dibaca dalam dua kelompok: emiten yang masih mencatatkan entitas grup di register (BNBR, BUMI, ENRG, UNSP, VKTR, VIVA, MDIA, ALII, JGLE), dan emiten berlabel Bakrie yang kepemilikan grupnya sudah kecil atau tidak tercatat (ELTY, DEWA, BRMS, BTEL).

Tiga hal yang perlu diperiksa sebelum menggunakan daftar semacam ini: status suspensi (UNSP dan BTEL), apakah kendali dibagi dengan grup lain (BUMI), dan tanggal register yang menjadi dasar setiap persentase.

Untuk perbandingan struktur kepemilikan grup lain di BEI, baca saham konglomerat Indonesia dan saham Prajogo Pangestu.


Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca. Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko fluktuasi harga, risiko suspensi, dan risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. 

Data kepemilikan bersumber dari register resmi dan pemberitaan bertanggal, dan dapat berubah setelah tanggal publikasi. Periksa Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek dan status suspensi terbaru di idx.co.id.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1