
Sembilan emiten masih mencatatkan entitas Bakrie di register: BNBR, BUMI, ENRG, UNSP, VKTR, VIVA, MDIA, ALII, JGLE.
Empat emiten berlabel Bakrie tetapi kepemilikan grup kecil atau tidak tercatat: ELTY, DEWA, BRMS, BTEL.
UNSP dan BTEL berstatus suspensi — tidak dapat diperdagangkan.
Saham Bakrie adalah emiten BEI yang terafiliasi dengan Grup Bakrie melalui kepemilikan entitas grup atau anggota keluarga Bakrie, dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai perusahaan induk historis grup.
Kode | Nama Perusahaan | Pemegang Saham Terafiliasi | Kepemilikan | Sumber & Tanggal |
|---|---|---|---|---|
PT Bakrie & Brothers Tbk | Induk historis grup — lihat catatan di bawah | Pemegang saham utama adalah SPV luar negeri | Register bulanan BEI, Juni 2026 | |
PT Bumi Resources Tbk | Kendali bersama Bakrie–Salim | Mach Energy (HK) 45,78% + Bakrie Capital 1,18% | Register per Des 2025; CNBC Indonesia, 12 Feb 2026 | |
PT Energi Mega Persada Tbk | Shima Global Kapital + Bakrie Kalila Investment | 17,11% + 2,42% | Register bulanan BEI, 30 Nov 2025 | |
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk | PT Bakrie Capital Indonesia | 17,82% | Register bulanan BEI, 31 Mar 2026 | |
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk | BNBR + Bakrie Metal Industries | 24,40% + 14,23% (±39,86% total, Jul 2026) | Register BEI, Apr–Jul 2026 | |
PT Visi Media Asia Tbk | PT Bakrie Global Ventura | 32,94% | Register bulanan BEI, 31 Mar 2026 | |
PT Intermedia Capital Tbk | Rantai: Bakrie Global Ventura → VIVA → MDIA | VIVA 83,28% | Register bulanan BEI, 31 Mar 2026 | |
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk | PT Graha Adika Niaga + Aninditha Anestya Bakrie | 32,87% + 1,95% | Register BEI 31 Mar 2026; prospektus e-IPO, Feb 2024 | |
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk | Rantai: ELTY → Surya Global Nusantara → JGLE | Surya Global Nusantara 38,76% | Register bulanan BEI, 31 Mar 2026 |
*highlight merah = berstatus suspensi, tidak dapat diperdagangkan.
Catatan penting soal BNBR. BNBR adalah perusahaan induk historis Grup Bakrie, tetapi register pemegang sahamnya per Juni 2026 tidak memuat entitas bernama Bakrie di posisi ≥5%. Pemegang saham utamanya adalah empat entitas luar negeri: Port Fraser International (22,41%), Fountain City (22,17%), Levoca Enterprise (13,78%), dan Eurofa Capital (6,76%). Kaitan dengan Grup Bakrie tercermin dari peran PT Bakrie Capital Indonesia sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi korporasi dan dari identitas grup yang dinyatakan perusahaan sendiri. Kami tidak menemukan dokumen yang menyebut individu Bakrie sebagai pemilik manfaat akhir BNBR, sehingga kami tidak mencantumkan persentase kepemilikan Bakrie di BNBR.
Periode data: 30 November 2025 – 31 Juli 2026. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Tabel ini adalah pemetaan kepemilikan faktual, bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham mana pun.
Empat emiten berikut rutin masuk daftar "saham Bakrie", tetapi register resminya menunjukkan gambaran berbeda. Ini bagian yang sering keliru.
Kode | Apa yang ditunjukkan register | Sumber & Tanggal |
|---|---|---|
PT Bakrieland Development Tbk. PT Bakrie Capital 1,05%; PT Bakrie & Brothers hanya 300 saham (0%); publik 84,81%. Pemegang saham utama adalah Interventures Capital 5,12% dan KPD Simas Equity 5,35%; tidak ada pengendali dominan. Perusahaan masih menyatakan diri bagian dari Bakrie | Register bulanan BEI, 31 Jan 2026 | |
PT Darma Henwa Tbk. Tidak ada entitas bernama Bakrie di register. Pengendali yang diungkapkan adalah Zurich Assets International Ltd (6,17%). Katadata (Feb 2026) menyebut Nirwan Dermawan Bakrie sebagai pemilik manfaat akhir berdasarkan data registri Ditjen AHU | Register BEI; Katadata, Jan–Feb 2026 | |
PT Bumi Resources Minerals Tbk. BUMI kini hanya memegang 3,08%. Pemegang saham utama adalah Emirates Tarian Global Ventures SPC (Cayman) 25,10%, yang oleh IDN Financials disebut terafiliasi Grup Salim | Register bulanan BEI, 31 Mar 2026 | |
PT Bakrie Telecom Tbk. Disuspensi di seluruh pasar sejak 2019, ekuitas negatif. Termasuk dalam kelompok 13 emiten yang suspensinya dilanjutkan per 1 Juli 2026 | Pengumuman BEI via IDN Financials, 1 Jul 2026 |
*highlight merah = berstatus suspensi, tidak dapat diperdagangkan.
Untuk DEWA, dua catatan resmi memberi jawaban berbeda: keterbukaan informasi BEI menyebut Zurich Assets International sebagai pengendali, sementara data registri AHU yang dikutip media menyebut nama Bakrie sebagai pemilik manfaat akhir. Kami menyajikan keduanya dan tidak memilih salah satu.
Dua, dan keduanya perlu dinyatakan tegas karena beberapa daftar masih menampilkannya sebagai saham yang bisa dibeli:
UNSP (Bakrie Sumatera Plantations) — disuspensi di seluruh pasar sejak 1 Juli 2026 karena ekuitas negatif, dengan defisiensi modal Rp5,27 triliun per kuartal I 2026 (pengumuman BEI via IDN Financials, 1 Juli 2026).
BTEL (Bakrie Telecom) — disuspensi sejak 2019, masih termasuk kelompok suspensi berlanjut per 1 Juli 2026.
Saham yang disuspensi tidak dapat diperdagangkan di pasar reguler selama suspensi berlaku. Periksa status terkini langsung di idx.co.id sebelum mengambil keputusan apa pun.
Sebagian, dan menyebutnya "saham Bakrie" saja tidak akurat.
BUMI dikendalikan melalui konsorsium Mach Energy (Hong Kong) yang memegang 45,78%, ditambah PT Bakrie Capital 1,18%. Kepemilikan Mach Energy Ltd sendiri terbagi: Bakrie 42,5%, Anthoni Salim 42,5%, dan Agoes Projosasmito 15%. Pemilik manfaat akhir yang diungkapkan adalah Nirwan Bakrie dan Anthoni Salim, dengan porsi gabungan 46,96% (CNBC Indonesia, 12 Februari 2026).
Artinya BUMI adalah emiten dengan kendali bersama dua grup, bukan emiten Bakrie tunggal. Bisnis Indonesia (5 Agustus 2026) sendiri menyebut BUMI dan BRMS sebagai "duo emiten Grup Bakrie dan Salim".
Berdasarkan dokumen kepemilikan yang tersedia, arah umumnya menurun di beberapa emiten inti: BUMI berpindah ke kendali konsorsium bersama, BRMS terdilusi hingga BUMI tinggal 3,08%, ELTY tersisa sekitar 1%, dan DEWA tidak lagi memuat entitas Bakrie di register.
Sejumlah aksi korporasi juga sedang berjalan dan akan mengubah persentase kepemilikan:
BNBR menjalankan penambahan modal 89,92 miliar saham baru pada harga Rp53 (±Rp4,76 triliun), periode perdagangan 14–27 Juli 2026, dengan Grup Bakrie sebagai pembeli siaga.
VKTR menyetujui penambahan 21–25 miliar saham dalam RUPSLB 19 Mei 2026.
Karena itu, penyebutan yang lebih tepat untuk beberapa emiten dalam daftar ini adalah terafiliasi atau historis, bukan dimiliki.
Risiko suspensi dan kelangsungan usaha. Dua emiten dalam daftar ini disuspensi karena ekuitas negatif. Ini bukan risiko teoretis pada kelompok ini.
Risiko dilusi. Penambahan modal berskala besar seperti pada BNBR dan VKTR memperkecil porsi pemegang saham yang tidak ikut menambah modal.
Ketidakpastian identitas pengendali. Pada beberapa emiten, catatan BEI dan data registri lain memberi jawaban berbeda tentang siapa pengendalinya. Informasi pengendali adalah bagian dari analisis, dan ketidakjelasan di sini adalah risiko tersendiri.
Korelasi sentimen antar emiten satu grup, sehingga jumlah kode tidak otomatis berarti diversifikasi.
Sisi lainnya, grup ini memberi eksposur ke beberapa sektor — energi, pertambangan, media, logistik, properti, dan kendaraan listrik. Kedua sisi perlu dinilai bersamaan, dengan status suspensi dan aksi korporasi diperiksa lebih dahulu.
Sembilan emiten masih mencatatkan entitas Bakrie atau keluarga Bakrie di register pemegang saham; empat emiten lain berlabel Bakrie secara historis dengan kepemilikan grup yang kecil atau tidak tercatat.
BNBR, PT Bakrie & Brothers Tbk. Perlu dicatat bahwa register BNBR per Juni 2026 tidak memuat entitas bernama Bakrie di posisi ≥5%.
Tidak selama suspensi berlaku. UNSP disuspensi di seluruh pasar sejak 1 Juli 2026 karena ekuitas negatif.
Karena sebagian sumber mencampur kepemilikan yang masih tercatat dengan afiliasi historis, dan sebagian tidak memperbarui setelah aksi korporasi atau dilusi. Register bulanan BEI adalah acuan yang bisa diperiksa.
Pihak yang berkomitmen membeli sisa saham baru dalam penambahan modal yang tidak diambil pemegang saham lain.
Di mana memeriksa daftar pemegang saham resmi? Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek di idx.co.id, serta laporan tahunan masing-masing emiten.
Daftar saham Bakrie perlu dibaca dalam dua kelompok: emiten yang masih mencatatkan entitas grup di register (BNBR, BUMI, ENRG, UNSP, VKTR, VIVA, MDIA, ALII, JGLE), dan emiten berlabel Bakrie yang kepemilikan grupnya sudah kecil atau tidak tercatat (ELTY, DEWA, BRMS, BTEL).
Tiga hal yang perlu diperiksa sebelum menggunakan daftar semacam ini: status suspensi (UNSP dan BTEL), apakah kendali dibagi dengan grup lain (BUMI), dan tanggal register yang menjadi dasar setiap persentase.
Untuk perbandingan struktur kepemilikan grup lain di BEI, baca saham konglomerat Indonesia dan saham Prajogo Pangestu.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca. Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko fluktuasi harga, risiko suspensi, dan risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.
Data kepemilikan bersumber dari register resmi dan pemberitaan bertanggal, dan dapat berubah setelah tanggal publikasi. Periksa Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek dan status suspensi terbaru di idx.co.id.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


