
Jawaban Singkat
Short selling dihentikan sejak Maret 2020, saat pandemi COVID-19, untuk mencegah pasar turun terlalu dalam (Katadata). Pelaksanaan kembali sempat tertunda beberapa kali sejak 2025. OJK memberi arahan reaktivasi dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, mitigasi risiko, dan efektivitas pengawasan (Fortune IDN).
| Tanggal | Peristiwa | Sumber |
|---|---|---|
| Maret 2020 | Short selling dihentikan saat pandemi COVID-19 | Katadata |
| 15 September 2026 | BEI memberlakukan kembali short selling secara bertahap | Kontan |
| 28 September 2026 | BEI menerbitkan Daftar Efek Short Selling | Fortune IDN |
| 1 Oktober 2026 | Transaksi untuk 5 saham dimulai; sekitar 50 investor membuka rekening short selling | RCTI+ (IDX Channel) |
Short selling adalah teknik transaksi saham dengan menjual saham yang dipinjam dari sekuritas, lalu membelinya kembali pada harga lebih rendah untuk dikembalikan. Investor memperoleh selisih harga jika harga memang turun, dan menanggung kerugian jika harga justru naik. Definisi lengkapnya ada di kamus Short Selling.
Menurut CNBC Indonesia (16 September 2026), ada dua bentuk transaksi. Short selling biasa memungkinkan posisi ditahan beberapa hari dengan biaya pinjam harian. Intraday short selling wajib ditutup pada hari bursa yang sama dan tidak dikenai biaya pinjam. Konsepnya mirip day trading, hanya arah posisinya dibalik.
Misalkan investor menjual 10 lot saham hipotetis "X" (1 lot = 100 lembar) pada harga Rp1.000 per lembar, atau Rp1.000.000 untuk 1.000 lembar. Biaya transaksi dan biaya pinjam diabaikan agar perhitungan sederhana.
Rumus: (harga jual − harga beli kembali) × jumlah lembar. Harga naik berarti kerugian terus membesar. Ini hanya simulasi. Hasil sebenarnya dapat berbeda. Simulasi edukasi ini disusun oleh Pluang dan bukan ajakan transaksi.
Per 1 Oktober 2026, Daftar Efek Short Selling berisi lima saham, seluruhnya bagian dari Indeks LQ45 (Industry.co.id). BEI menyebut kelima emiten ini dipilih karena kapitalisasi dan likuiditas yang besar (Katadata). Menurut RCTI+, tidak semua saham LQ45 otomatis masuk daftar.
| Kode saham | Nama emiten |
|---|---|
| ASII | PT Astra International Tbk |
| BBCA | PT Bank Central Asia Tbk |
| BRPT | PT Barito Pacific Tbk |
| BUMI | PT Bumi Resources Tbk |
| INDF | PT Indofood Sukses Makmur Tbk |
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Berdasarkan pemberitaan Katadata dan CNBC Indonesia, investor perlu memenuhi ketentuan berikut:
Pada tahap awal, hanya dua anggota bursa yang melayani short selling, sementara dua lainnya masih menunggu izin (RCTI+ (IDX Channel), 1 Oktober 2026). Cek dulu apakah sekuritas tempatmu membuka rekening sudah menyediakan layanan ini. BEI menegaskan mekanisme ini berisiko dan diharapkan dipakai investor yang berpengalaman.
| Aspek | Beli saham biasa | Margin trading | Short selling |
|---|---|---|---|
| Posisi awal | Membeli saham | Membeli saham dengan dana pinjaman | Menjual saham pinjaman |
| Yang dipinjam | Tidak ada | Dana | Saham |
| Harga yang diharapkan | Naik | Naik | Turun |
| Kerugian maksimum | Sebesar dana yang ditanamkan | Dapat melebihi modal sendiri | Secara teori tanpa batas atas |
Short selling memberi ruang mengambil posisi saat harga turun, tetapi risikonya berbeda dari beli saham biasa. Risiko utamanya:
Bagi kamu yang memilih strategi beli dan tahan, short selling bersifat opsional. Kamu tetap bisa bertransaksi Saham Indonesia secara reguler lewat Pluang tanpa membuka rekening short selling.
BEI menyebut short selling dapat dipakai untuk strategi lindung nilai (hedging) dan mendukung likuiditas transaksi. BEI juga memproyeksikan potensi kenaikan likuiditas hingga 17%, bergantung pada jumlah saham dan anggota bursa yang terlibat (Industry.co.id, 1 Oktober 2026).
Dari sisi harga, Jeffrey Hendrik dari BEI menyatakan transaksi ini tidak menekan harga karena ada mekanisme manajemen risiko (RCTI+ (IDX Channel)). Kompas.id juga melaporkan bahwa transaksi short selling dinilai tidak otomatis menekan pasar saham.
Pada hari pertama, hanya satu dari lima saham dalam daftar yang ditransaksikan (RCTI+, 1 Oktober 2026), dan IHSG naik 0,16% pada pukul 09.02 WIB (CNBC Indonesia). Satu hari data belum cukup untuk menyimpulkan dampak jangka panjang. Seluruh pernyataan di bagian ini berasal dari sumber yang disebutkan, bukan prediksi Pluang.
Sudah. BEI memberlakukan kembali short selling secara bertahap sejak 15 September 2026, lalu membuka transaksi untuk 5 saham pada 1 Oktober 2026. Tahap awal masih terbatas pada lima saham dan dua anggota bursa berizin, sehingga cakupannya belum luas bagi ritel.
Investor perlu modal awal minimal Rp50 juta, rekening efek reguler aktif sedikitnya 6 bulan, serta rekening khusus short selling dan perjanjian pinjam efek di sekuritas yang sudah memperoleh izin layanan ini dari BEI. Sekuritas juga dapat menetapkan agunan awal sendiri.
Per 1 Oktober 2026, daftar efek short selling BEI berisi lima saham: ASII (Astra International), BBCA (Bank Central Asia), BRPT (Barito Pacific), BUMI (Bumi Resources), dan INDF (Indofood Sukses Makmur). Informasi hanya untuk tujuan identifikasi, bukan rekomendasi investasi apa pun.
Menurut CNBC Indonesia, short selling biasa boleh menahan posisi beberapa hari dan dikenai biaya pinjam harian. Intraday short selling wajib ditutup pada hari bursa yang sama dan tidak dikenai biaya pinjam saham. Pilih bentuk yang sesuai dengan kesiapan risiko masing-masing.
Boleh, selama memenuhi syarat: modal awal minimal Rp50 juta dan rekening reguler aktif minimal 6 bulan. BEI menyebut mekanisme ini berisiko dan diharapkan dipakai investor berpengalaman, jadi pahami risikonya sebelum membuka rekening dan siapkan rencana yang jelas untuk mengelola kerugian.
Short selling kembali berlaku di BEI sejak 1 Oktober 2026 dengan cakupan terbatas: 5 saham, dua anggota bursa berizin, dan syarat modal awal minimal Rp50 juta. Mekanisme ini membuka ruang strategi lindung nilai dan menambah likuiditas, tetapi risikonya tinggi karena kerugian secara teori tidak punya batas atas. Pantau perkembangan daftar saham dan anggota bursa dari pengumuman resmi BEI dan OJK.
Ingin memahami Saham Indonesia lebih dalam? Pelajari lebih lanjut di Pluang. Investasi saham mengandung risiko, termasuk potensi kerugian sebagian atau seluruh dana.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


