Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham Grup Salim: 12 Emiten Anthoni Salim di BEI 2026
shareIcon

Saham Grup Salim: 12 Emiten Anthoni Salim di BEI 2026

25 Sep 2026, 4:10 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
anthoni-salim-saham-grup-salim
Per data kepemilikan yang diverifikasi Indopremier (19 September 2025) dan Bisnis.com (sepanjang 2026), setidaknya 12 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki keterkaitan kepemilikan dengan Anthoni Salim atau Grup Salim -- mulai dari raksasa konsumer INDF dan ICBP, hingga posisi yang lebih jarang diketahui publik seperti BUMI dan DCII. Artikel ini memetakan seluruh emiten tersebut, siapa pengendalinya, dan bagaimana strukturnya bekerja -- termasuk cara membelinya lewat Pluang.

Jawaban Singkat:

  • Grup Salim punya dua lapis: bisnis inti pangan-agribisnis (INDF, ICBP, SIMP, LSIP, IMAS, ROTI) dan portofolio pribadi Anthoni Salim yang lebih baru (DNET, BUMI, DCII, EMTK, AMMN, BINA).
  • ICBP sekitar 80% dikuasai INDF -- keduanya bukan diversifikasi yang independen satu sama lain.
  • Beberapa posisi seperti AMMN bersifat dinamis dan berkurang sepanjang 2026, sehingga datanya perlu dicek ulang secara berkala.

Apa Itu Grup Salim dan Siapa Pemiliknya?

Grup Salim adalah konglomerasi bisnis Indonesia yang dirintis Liem Sioe Liong pada era 1970-an dan kini dikendalikan oleh putranya, Anthoni Salim, dengan bisnis inti di sektor pangan, agribisnis, dan ritel melalui PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebagai emiten blue chip utamanya. Struktur pengendali INDF berlapis lewat First Pacific Company Limited (perusahaan investasi yang tercatat di Hong Kong), dengan Anthoni Salim menjabat sebagai Chairman First Pacific. Di luar bisnis pangan, Anthoni Salim juga membangun portofolio pribadi yang lebih terdiversifikasi ke sektor tambang, media, data center, dan perbankan lewat kendaraan investasi seperti DNET dan PT Pesona Sukses Cemerlang.

Berapa Banyak Emiten Grup Salim yang Terdaftar di BEI?

Berdasarkan pemetaan artikel ini, ada 12 emiten dengan keterkaitan kepemilikan ke Anthoni Salim atau Grup Salim per data terbaru yang tersedia untuk masing-masing (lihat kolom sumber pada tabel). Sebagian merupakan emiten inti Indofood, sebagian lagi posisi investasi Anthoni Salim secara pribadi di luar bisnis pangan.

TickerNama EmitenSektorKeterkaitan dengan Grup Salim / Anthoni SalimSumber & Tanggal Data
INDFIndofood Sukses Makmur TbkKonsumer & agribisnisFlagship; dikendalikan lewat rantai First PacificWikipedia/First Pacific, diakses Sep 2026
ICBPIndofood CBP Sukses Makmur TbkKonsumer (mi instan, dairy)~80% dikuasai INDFLaporan publik INDF
SIMPSalim Ivomas Pratama TbkPerkebunan sawitAnak usaha INDFInvestasiKu, diakses Sep 2026
LSIPPP London Sumatra Indonesia TbkPerkebunan (sawit, karet, teh, kakao)Bagian dari grup usaha SIMPInvestasiKu, diakses Sep 2026
IMASIndomobil Sukses Internasional TbkOtomotifGrup usaha IndomobilWikipedia, diakses Sep 2026
ROTINippon Indosari Corpindo TbkKonsumer (roti/Sari Roti)Terafiliasi Grup SalimWikipedia, diakses Sep 2026
DNETIndoritel Makmur Internasional TbkInvestasi ritel & digital25,3% -- kendaraan investasi pribadi Anthoni SalimIndopremier, 19 Sep 2025
BUMIBumi Resources TbkPertambangan batu bara45,78% via Mach Energy (Hongkong) LimitedIndopremier, 19 Sep 2025
DCIIDCI Indonesia TbkData center11,12%Indopremier, 19 Sep 2025
EMTKElang Mahkota Teknologi TbkMedia & teknologi (SCTV, Vidio)8,98%Indopremier, 19 Sep 2025
AMMNAmman Mineral Internasional TbkPertambangan tembaga & emas6,28% via PT Pesona Sukses Cemerlang per 31 Des 2025, berkurang sepanjang 2026Bisnis.com, 6 Jul 2026
BINABank Ina Perdana TbkPerbankan22,83% via Indolife PensiontamaIndopremier, 19 Sep 2025

Bagaimana Struktur Kepemilikan Grup Salim Bekerja?

Ada dua lapis yang perlu kamu pahami sebelum membaca tabel di atas sebagai daftar belanja saham. Lapis pertama adalah bisnis inti pangan-agribisnis: INDF adalah induk yang menguasai ICBP (~80%), sementara SIMP dan LSIP berada dalam rantai perkebunan sawit yang sama. Artinya, performa INDF, ICBP, SIMP, dan LSIP banyak digerakkan oleh variabel yang sama -- harga CPO, nilai tukar rupiah, dan daya beli konsumen domestik. Lapis kedua adalah portofolio investasi pribadi Anthoni Salim yang jauh lebih terdiversifikasi secara sektor: DNET sebagai kendaraan investasi ritel, BUMI di tambang batu bara, DCII di data center, EMTK di media, AMMN di tambang tembaga-emas, dan BINA di perbankan. Posisi pada lapis kedua ini umumnya bukan kepemilikan mayoritas dan beberapa di antaranya -- terutama AMMN -- aktif diperdagangkan sehingga persentasenya berubah dari waktu ke waktu.

Apakah BUMI dan Amman Mineral (AMMN) Benar Bagian dari Grup Salim?

Ini pertanyaan yang wajar karena kedua nama ini secara historis lebih dikenal publik terkait grup lain. Untuk BUMI, data pemegang saham yang dipublikasikan Indopremier per 19 September 2025 mencatat Mach Energy (Hongkong) Limited sebagai pemegang 45,78% saham -- porsi pengendali tunggal terbanyak yang tercatat -- dan entitas ini dikaitkan dengan Anthoni Salim, meski nama BUMI masih identik dengan Grup Bakrie di ingatan banyak investor. Untuk AMMN, keterkaitannya jauh lebih tipis: PT Pesona Sukses Cemerlang (kendaraan Grup Salim) tercatat memegang 4.558.377.112 lembar saham atau setara 6,28% per 31 Desember 2025 (Bisnis.com), sebelum melepas sekitar 1,15 miliar lembar sepanjang Januari-Juni 2026. Karena posisi ini dinamis, angka persentase saat kamu membaca artikel ini bisa sudah berbeda -- selalu cek keterbukaan informasi terbaru di BEI sebelum mengambil keputusan.

Risiko Berinvestasi pada Saham Satu Grup Konglomerasi

Membeli beberapa saham dari grup yang sama bukan otomatis berarti kamu terdiversifikasi. Tiga risiko utama yang perlu kamu perhatikan:

  1. Korelasi tinggi antar-emiten satu rantai bisnis. INDF, ICBP, SIMP, dan LSIP berbagi eksposur yang sama terhadap harga komoditas pangan dan sawit -- saat satu tertekan, yang lain cenderung ikut tertekan.
  2. Free float yang lebih kecil pada beberapa emiten. Saham dengan kepemilikan pengendali yang besar biasanya punya saham beredar di publik (free float) yang lebih terbatas, yang berpotensi membuat volatilitas harga lebih tinggi pada volume transaksi yang tipis.
  3. Posisi kepemilikan yang berubah-ubah. Seperti terlihat pada kasus AMMN, porsi kepemilikan Grup Salim tidak statis -- perubahan ini bisa memengaruhi persepsi pasar terhadap arah bisnis emiten tersebut.

Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Cara Membeli Saham Grup Salim di Pluang

Kamu bisa membeli saham-saham yang dipetakan di atas -- termasuk INDF, ICBP, dan emiten lain yang tersedia -- lewat produk Saham Indonesia di aplikasi Pluang. Langkah umumnya:

1. Buka dan verifikasi akun Pluang

Unduh aplikasi Pluang, daftar, dan lengkapi verifikasi data diri (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Buka fitur Saham Indonesia

Masuk ke menu Saham Indonesia dan lengkapi pembukaan Sub-Rekening Efek jika diminta oleh sistem.

3. Cari kode saham yang kamu tuju

Ketik ticker seperti INDF, ICBP, atau AMMN pada kolom pencarian untuk melihat data harga dan fundamentalnya.

4. Tentukan jumlah lot dan lakukan transaksi

Perhatikan harga per lot (1 lot = 100 lembar) dan risiko masing-masing emiten sebelum menekan tombol beli.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

FAQ Seputar Saham Grup Salim

Apakah BUMI dan AMMN benar-benar bagian dari Grup Salim?

Untuk BUMI, ya secara kepemilikan pengendali: Mach Energy (Hongkong) Limited menguasai 45,78% saham BUMI per data 19 September 2025 (Indopremier), dan entitas ini dikaitkan dengan Anthoni Salim. Untuk AMMN, porsinya jauh lebih kecil dan terus berkurang -- 6,28% per 31 Desember 2025, lalu turun setelah pelepasan sekitar 1,15 miliar lembar pada semester I 2026.

Apakah Indomaret termasuk saham Grup Salim yang bisa dibeli di bursa?

Operator Indomaret (PT Indomarco Prismatama) tidak tercatat langsung di BEI. Eksposur tidak langsung hanya tersedia lewat DNET (Indoritel Makmur Internasional), kendaraan investasi Anthoni Salim yang punya saham di jaringan tersebut.

Kalau saya beli 1 lot ICBP dan 1 lot INDF, apakah itu diversifikasi?

Secara kode saham iya, tapi ICBP sekitar 80% dikuasai INDF sehingga kinerja keduanya sangat berkorelasi -- ini bukan diversifikasi lintas risiko, karena eksposurnya ke harga komoditas pangan sebagian besar tumpang tindih.

Berapa jumlah emiten Grup Salim yang terdaftar di BEI saat ini?

Artikel ini memetakan 12 emiten: INDF, ICBP, SIMP, LSIP, IMAS, ROTI, DNET, BUMI, DCII, EMTK, AMMN, dan BINA. Jumlah ini bisa berubah karena beberapa posisi, seperti AMMN, bersifat dinamis dan terus diperdagangkan.

Apakah harga saham dalam grup yang sama selalu bergerak searah?

Tidak selalu. Emiten dalam satu rantai bisnis (misalnya INDF-ICBP-SIMP) cenderung berkorelasi tinggi, tapi emiten di portofolio pribadi Anthoni Salim seperti DCII (data center) atau EMTK (media) punya penggerak harga yang berbeda dan tidak otomatis mengikuti pergerakan INDF.

Kesimpulan

Grup Salim jauh lebih luas dari sekadar Indofood -- pemetaan di atas menunjukan 12 emiten lintas sektor, dari pangan, agribisnis, otomotif, tambang, data center, media, hingga perbankan. Yang penting kamu ingat: sebagian emiten ini terkorelasi erat lewat satu rantai bisnis (INDF-ICBP-SIMP-LSIP), sementara sebagian lain adalah posisi investasi pribadi Anthoni Salim yang persentasenya bisa berubah, seperti terlihat pada AMMN. Sebelum memutuskan, cek data kepemilikan terbaru langsung di keterbukaan informasi BEI dan pertimbangkan profil risiko masing-masing emiten.

Pelajari lebih lanjut produk Saham Indonesia di Pluang untuk mulai membangun portofolio kamu.

Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu sendiri berdasarkan analisis dan pertimbangan pribadi.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1