
Saham Grup Merdeka terdiri atas tiga emiten di Bursa Efek Indonesia: PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai induk, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) di bidang nikel, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di bidang tambang emas. MDKA memegang 64,01% hak suara EMAS per 12 Agustus 2026 (EmitenNews, 15 Agustus 2026) dan 50,04% saham MBMA melalui anak usahanya, PT Merdeka Energi Nusantara (data KSEI per 27 Februari 2026). Per penutupan 23 September 2026, harga 1 lot adalah Rp308.000 untuk MDKA, Rp52.500 untuk MBMA, dan Rp780.000 untuk EMAS (IDNFinancials).
Saham Grup Merdeka yang tercatat di BEI ada tiga: MDKA, MBMA, dan EMAS, dengan MDKA sebagai induk yang mengendalikan dua emiten lainnya. Ketiganya berada di sektor Barang Baku (Basic Materials) BEI dan bergerak di pertambangan mineral logam, tetapi dengan komoditas utama yang berbeda.
Tabel: Profil emiten Grup Merdeka
Kode | Nama legal | Komoditas / bidang utama | Tercatat di BEI sejak | Hubungan dengan MDKA |
MDKA | PT Merdeka Copper Gold Tbk | Emas, perak, tembaga; induk usaha | 19 Juni 2015 | Induk |
MBMA | PT Merdeka Battery Materials Tbk | Nikel (bijih, NPI, nickel matte, MHP) | 18 April 2023 | 50,04% melalui PT Merdeka Energi Nusantara (per 27 Feb 2026) |
EMAS | PT Merdeka Gold Resources Tbk | Emas (Tambang Emas Pani) | 23 September 2025 | 64,01% hak suara (per 12 Agu 2026) |
Sumber: KSEI (tanggal pencatatan, diakses 24 September 2026); situs MDKA dan MBMA (bidang usaha, diakses 24 September 2026); data KSEI kepemilikan di atas 1% per 27 Februari 2026 (Katadata, 17 Maret 2026); EmitenNews, 15 Agustus 2026.
Karena MBMA dan EMAS dikendalikan MDKA, kinerja keduanya dikonsolidasikan ke laporan keuangan MDKA. Artinya, pendapatan dan laba ketiga emiten tidak dapat dijumlahkan begitu saja untuk menggambarkan ukuran grup.
Pemilik Grup Merdeka adalah para pemegang saham utama MDKA, dipimpin PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dengan porsi 19,37% per 27 Februari 2026 (data KSEI, dikutip Katadata, 16 Maret 2026). Melalui MDKA, kelompok pemegang saham ini ikut mengendalikan MBMA dan EMAS.
Tabel: Pemegang saham MDKA di atas 1% (per 27 Februari 2026)
Pemegang saham | Jumlah (lembar) | Kepemilikan (%) |
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk | 4.739.493.062 | 19,37 |
PT Mitra Daya Mustika | 2.907.302.421 | 11,88 |
Garibaldi Thohir | 1.826.062.554 | 7,46 |
PT Suwarna Arta Mandiri | 1.337.254.738 | 5,46 |
Hongkong Brunp and CATL Co. Ltd | 1.205.542.539 | 4,93 |
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi | 973.250.000 | 3,98 |
Sumber: data KSEI kepemilikan saham di atas 1% per 27 Februari 2026 (Katadata, 16 Maret 2026). Tabel memuat enam pemegang saham dengan porsi di atas 3%; komposisi dapat berubah setiap bulan.
Katadata (4 September 2025) menyebut Saratoga dan PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) sebagai pemegang saham pengendali MDKA, dengan PALM memegang saham melalui PT Mitra Daya Mustika dan PT Suwarna Arta Mandiri. Artikel yang sama menyebut Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono sebagai penerima manfaat akhir MDKA, sementara Garibaldi Thohir memegang saham MDKA secara langsung.
MDKA bergerak di bidang pertambangan emas, perak, tembaga, dan mineral lain melalui anak-anak usahanya, dengan aset utama Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya (Merdeka Copper Gold, 2026). Proyek Tembaga Tujuh Bukit masih dalam tahap pengembangan, sedangkan tambang nikel dan emas Pani dijalankan lewat MBMA dan EMAS.
Pada kuartal I 2026, MDKA mencatat pendapatan USD620,3 juta, naik 24% dari USD502,2 juta pada kuartal I 2025, dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD57,5 juta, berbalik dari rugi USD3,7 juta (siaran pers MDKA, 29 Juni 2026). Dalam RUPST 23 Juni 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebanyak-banyaknya Rp300 miliar dari saldo laba (siaran pers MDKA, 23 Juni 2026), dengan cum date pasar reguler 1 Juli 2026 dan pembayaran 24 Juli 2026 (CGS International, 29 Juni 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–31 Maret 2026.
MBMA bergerak di rantai nilai nikel untuk baja nirkarat dan bahan baku baterai kendaraan listrik, mulai dari tambang nikel SCM di Sulawesi Tenggara, smelter RKEF penghasil NPI (nickel pig iron), hingga fasilitas HPAL penghasil MHP (Merdeka Battery Materials, 2026). Sebagian aset ini dimiliki bersama mitra, misalnya tambang SCM dengan porsi 51% MBMA dan 49% Tsingshan.
Pada kuartal I 2026, MBMA membukukan pendapatan USD455,1 juta, naik 24% dari USD366,1 juta, dengan laba bersih konsolidasi USD82 juta dan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD29,9 juta, berbalik dari rugi USD3,5 juta (siaran pers MBMA, 29 Juni 2026). Tambang SCM menambang 7,7 juta wet metric ton bijih nikel pada periode tersebut, naik 143% secara tahunan.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–31 Maret 2026.
EMAS bergerak di bidang pertambangan emas dan mineral pengikutnya melalui Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang memiliki sumber daya mineral sekitar 7 juta ons emas (Merdeka Copper Gold, 23 September 2025). EMAS melantai di BEI pada 23 September 2025 melalui IPO di harga Rp2.880 per lembar dan menghimpun Rp4,66 triliun.
Tambang Pani melakukan penuangan emas perdana pada Februari 2026 dan penjualan perdana pada Maret 2026 (siaran pers MDKA, 23 Juni 2026). Pada semester I 2026, produksi emas EMAS mencapai 17.412 ons dan pendapatannya USD30,86 juta, naik dari USD83.786 pada semester I 2025. Namun, EMAS masih mencatat rugi bersih USD14,88 juta, mengecil dari rugi USD16,05 juta setahun sebelumnya (Periskop, 28 Agustus 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.
Berdasarkan harga penutupan 23 September 2026, harga 1 lot saham (100 lembar) adalah Rp308.000 untuk MDKA, Rp52.500 untuk MBMA, dan Rp780.000 untuk EMAS (IDNFinancials, 23 September 2026). Minimum pembelian saham Indonesia adalah 1 lot. Harga terkini dapat dicek di halaman harga saham MDKA hari ini, MBMA hari ini, dan EMAS hari ini.
Tabel: Harga, nilai 1 lot, dan estimasi biaya beli (per 23 September 2026)
Kode | Harga penutupan (Rp/lembar) | Nilai 1 lot = minimum pembelian (Rp) | Biaya beli di Pluang 0,15% (Rp) | Estimasi total dana beli 1 lot (Rp) |
MDKA | 3.080 | 308.000 | 462 | 308.462 |
MBMA | 525 | 52.500 | ±79 | ±52.579 |
EMAS | 7.800 | 780.000 | 1.170 | 781.170 |
Harga penutupan 23 September 2026 (IDNFinancials). Biaya beli 0,15% dan biaya jual 0,25% (termasuk PPh Final 0,1% atas nilai jual) sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 24 September 2026. Harga berubah setiap hari perdagangan.
Komponen biaya perlu dibaca terpisah: trading fee atau komisi broker berbeda-beda antarsekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas. Rinciannya ada di halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang.
Secara historis, harga saham MDKA, MBMA, dan EMAS dipengaruhi oleh faktor berikut:
• Harga komoditas. Pendapatan grup bergantung pada harga emas, tembaga, dan nikel; pada kuartal I 2026, EBITDA MDKA berasal dari emas (USD89 juta), NPI (USD67 juta), limonit (USD48 juta), nickel matte (USD25 juta), dan tembaga (USD19 juta) (siaran pers MDKA, 29 Juni 2026).
• Tahap produksi. EMAS baru memasuki produksi komersial pada 2026, sehingga pencapaian produksi Tambang Pani menjadi perhatian pasar.
• Transaksi pemegang saham pengendali. MDKA membeli 100,56 juta saham EMAS pada 28 Juli–12 Agustus 2026, menaikkan porsinya dari 63,33% menjadi 64,01% (EmitenNews, 15 Agustus 2026).
• Struktur konsolidasi. Kinerja MBMA dan EMAS tercermin di laporan MDKA, sehingga kabar dari anak usaha dapat memengaruhi harga saham induknya.
• Volatilitas. Saham pertambangan dapat bergerak tajam mengikuti sentimen komoditas dan pasar secara umum.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–12 Agustus 2026. Pergerakan harga di masa lalu tidak menunjukkan arah harga ke depan.
Saham MDKA, MBMA, dan EMAS dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia, dengan minimum pembelian 1 lot (100 lembar) per saham. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1. Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.
2. Pilih menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham "MDKA", "MBMA", atau "EMAS".
3. Klik "Beli", lalu masukkan harga dan jumlah lot yang diinginkan (minimum 1 lot atau 100 lembar).
4. Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah, rekening khusus atas nama investor untuk transaksi saham) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.
5. Periksa ringkasan order, konfirmasi, lalu cek statusnya di riwayat transaksi.
Karena ketiga saham berada di satu grup dan sektor yang sama, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak terkonsentrasi pada satu kelompok usaha.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Saham Grup Merdeka di BEI adalah MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk), MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk), dan EMAS (PT Merdeka Gold Resources Tbk). MDKA menjadi induk bagi MBMA dan EMAS.
Pemegang saham utama MDKA adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dengan 19,37%, diikuti PT Mitra Daya Mustika 11,88% dan Garibaldi Thohir 7,46%, per 27 Februari 2026 (data KSEI).
Ya. MDKA memegang 50,04% saham MBMA melalui PT Merdeka Energi Nusantara per 27 Februari 2026, dan 64,01% hak suara EMAS per 12 Agustus 2026.
Dengan harga penutupan Rp7.800 per lembar pada 23 September 2026, 1 lot saham EMAS (100 lembar) setara Rp780.000, atau sekitar Rp781.170 setelah biaya beli 0,15% di Pluang.
Grup Merdeka terdiri atas MDKA sebagai induk, MBMA di rantai nilai nikel, dan EMAS di tambang emas Pani. MDKA menguasai 50,04% MBMA dan 64,01% hak suara EMAS, sementara MDKA sendiri dimiliki Saratoga, entitas Provident, Garibaldi Thohir, dan pemegang saham lain. Ketiganya berada di sektor dan grup yang sama, sehingga pergerakan harga komoditas dan kabar dari satu emiten dapat memengaruhi emiten lainnya. Sebelum mengambil keputusan, pelajari laporan keuangan masing-masing emiten di situs BEI dan sesuaikan dengan profil risiko kamu.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.