Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham Blue Chip Murah: Definisi, Kriteria & 7 Emiten 2026
shareIcon

Saham Blue Chip Murah: Definisi, Kriteria & 7 Emiten 2026

25 Jun 2026, 4:06 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Ilustrasi saham blue chip (TLKM) murah di BEI - Saham Blue Chip Murah: Definisi, Kriteria & 7 Emiten 2026
Saham blue chip murah adalah saham perusahaan berkapitalisasi besar dan likuid yang diperdagangkan dengan PER atau PBV rendah, sehingga harganya kecil dibandingkan laba atau nilai buku per lembar. Per penutupan 1 Oktober 2026, BBNI diperdagangkan pada PER 6,1x dan PBV 0,77x (sumber: Yahoo Finance, 1 Oktober 2026). Artikel ini menyaring 7 saham dengan empat kriteria terukur dan menjelaskan risiko masing-masing.Diperbarui 1 Oktober 2026.

Istilah blue chip merujuk pada emiten mapan yang rutin membukukan laba dan sering masuk indeks seperti LQ45 dan IDX30. BEI mengevaluasi kedua indeks itu secara berkala, dan evaluasi terbaru berlaku sejak 3 Agustus 2026 (BEI, Agustus 2026). Harga nominal tidak menentukan murah atau mahal: saham Rp720 (KLBF) dan Rp6.625 (ICBP) bisa sama-sama masuk daftar.

Apa Kriteria Saham Blue Chip Murah yang Terukur?

Jawaban Singkat

  • Kriteria: kapitalisasi minimal Rp10 triliun, nilai transaksi minimal Rp25 miliar per hari, ROE minimal 10%, serta PER maksimal 12x atau PBV maksimal 1,5x.
  • Lolos per 1 Oktober 2026: BBRI, BMRI, ASII, BBNI, ICBP, PGAS, KLBF.
  • Murah bukan rekomendasi; setiap emiten tetap punya risiko.

Batas angka berikut adalah seleksi artikel ini, bukan standar resmi BEI atau OJK. Semua data per penutupan 1 Oktober 2026 (Yahoo Finance, 1 Oktober 2026).

  1. Kapitalisasi pasar minimal Rp10 triliun, yaitu nilai pasar seluruh saham beredar. Fungsinya menyisakan perusahaan berskala besar.
  2. Likuiditas minimal Rp25 miliar per hari, dihitung dari rata-rata volume 3 bulan dikali harga penutupan 1 Oktober 2026. Fungsinya memastikan saham aktif diperdagangkan.
  3. Fundamental: ROE minimal 10% dan DER maksimal 1x untuk non-bank. Fungsinya menilai laba atas modal dan beban utang.
  4. Valuasi: PER maksimal 12x atau PBV maksimal 1,5x. Fungsinya membandingkan harga dengan laba dan nilai buku.

Bank tidak dinilai dengan DER karena struktur neracanya berbeda. Nilai valuasi rendah bisa berarti pasar menilai prospek labanya lemah, sehingga analisis fundamental tetap perlu.

Bagaimana Cara Menghitung PER dan PBV?

PER dihitung dengan membagi harga saham dengan laba per saham (EPS), sedangkan PBV membagi harga dengan nilai buku (book value) per saham. Contoh BBNI per 1 Oktober 2026: harga Rp3.410 dibagi EPS Rp554,94 menghasilkan PER 6,1x, dan harga Rp3.410 dibagi nilai buku Rp4.411,86 menghasilkan PBV 0,77x (Yahoo Finance, 1 Oktober 2026).

Saham Blue Chip Apa Saja yang Murah per 1 Oktober 2026?

Tujuh emiten berikut lolos keempat kriteria. Urutan berdasarkan kapitalisasi pasar dan tidak menunjukkan peringkat.

Valuasi, fundamental, dan likuiditas 7 saham per 1 Oktober 2026 (sumber: Yahoo Finance)
KodeHarga (Rp)Kapitalisasi (Rp triliun)PER (x)PBV (x)ROE (%)DER (x)Nilai transaksi harian (Rp miliar)Perubahan harga 52 minggu (%)
BBRI3.100467,17,61,4519,0n/a (bank)637-15,4
BMRI4.010372,86,01,3222,4n/a (bank)555-8,0
ASII4.510180,06,10,7812,00,41208-19,3
BBNI3.410127,06,10,7712,5n/a (bank)142-16,1
ICBP6.62577,310,51,4612,60,6729-29,7
PGAS1.38033,57,7n/a10,10,2944-14,7
KLBF72032,69,01,3414,80,0355-33,6

Nilai transaksi adalah perkiraan dari rata-rata volume 3 bulan dikali harga penutupan. PBV PGAS tidak ditampilkan karena laporan keuangannya dalam dolar AS sehingga angka sumber tidak sebanding dengan harga rupiah. Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 2 Oktober 2025–1 Oktober 2026 (perubahan harga 52 minggu). Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

1. BBRI — Bank Rakyat Indonesia

  • Keunggulan: ROE 19,0% dan pertumbuhan laba kuartalan 21,5% secara tahunan (Yahoo Finance, kuartal II 2026).
  • Risiko: kualitas kredit segmen mikro dan perubahan suku bunga; harga turun 15,4% dalam 52 minggu.

2. BMRI — Bank Mandiri

  • Keunggulan: ROE 22,4% dengan PER 6,0x; laba kuartalan tumbuh 33,5% secara tahunan (Yahoo Finance, kuartal II 2026).
  • Risiko: kualitas aset kredit korporasi dan siklus suku bunga; harga turun 8,0% dalam 52 minggu.

3. ASII — Astra International

  • Keunggulan: lini bisnis beragam, dari otomotif, jasa keuangan, alat berat, hingga agribisnis; PBV 0,78x dan DER 0,41x.
  • Risiko: laba kuartalan turun 22,1% secara tahunan (Yahoo Finance, kuartal II 2026); sensitif terhadap siklus ekonomi dan komoditas; harga turun 19,3% dalam 52 minggu.

4. BBNI — Bank Negara Indonesia

  • Keunggulan: PBV 0,77x berarti harga di bawah nilai buku; laba kuartalan naik 8,1% secara tahunan (Yahoo Finance, kuartal II 2026).
  • Risiko: ROE 12,5% lebih rendah dari BBRI dan BMRI, sehingga PBV di bawah 1x bisa mencerminkan ekspektasi profitabilitas yang lebih rendah; harga turun 16,1% dalam 52 minggu.

5. ICBP — Indofood CBP Sukses Makmur

  • Keunggulan: produk mi instan, susu, bumbu, camilan, dan minuman; rasio lancar 3,58x dan ROE 12,6%.
  • Risiko: laba kuartalan turun 60,8% secara tahunan (Yahoo Finance, kuartal II 2026); nilai transaksi harian Rp29 miliar mendekati batas Rp25 miliar; harga turun 29,7% dalam 52 minggu.

6. PGAS — Perusahaan Gas Negara

  • Keunggulan: bisnis transmisi dan distribusi gas bumi; PER 7,7x dan DER 0,29x.
  • Risiko: regulasi harga gas; ROE 10,1% hanya sedikit di atas batas 10%; harga turun 14,7% dalam 52 minggu.

7. KLBF — Kalbe Farma

  • Keunggulan: utang hampir nol (DER 0,03x), rasio lancar 3,15x, dan ROE 14,8%.
  • Risiko: harga turun 33,6% dalam 52 minggu; laba kuartalan turun 0,8% secara tahunan (Yahoo Finance, kuartal II 2026).

Mengapa BBCA, TLKM, UNVR, dan UNTR Tidak Masuk Daftar?

Keempat nama ini sering dicari, tetapi belum lolos seleksi artikel ini per 1 Oktober 2026 (Yahoo Finance). Tidak masuk daftar bukan berarti bisnisnya lemah; angkanya belum memenuhi batas yang dipakai di atas.

  • BBCA: PER 12,7x dan PBV 2,73x, di atas batas PER 12x dan PBV 1,5x.
  • TLKM: PER 12,6x dan PBV 1,87x, di atas kedua batas.
  • UNVR: PER 16,6x dan PBV 20,4x, jauh di atas kedua batas.
  • UNTR: valuasi lolos lewat PBV 0,98x (PER 12,5x di atas batas 12x), tetapi ROE 7,4% di bawah batas 10%.

Bandingkan angka tersebut dengan rata-rata sektor dan riwayat lima tahun emiten untuk menilai apakah sebuah saham overvalued atau undervalued.

Apa Risiko Membeli Saham Blue Chip yang Sedang Murah?

Dalam 52 minggu hingga 1 Oktober 2026, ketujuh saham di atas turun antara 8,0% dan 33,6% (Yahoo Finance). Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Harga rendah sering lahir dari penurunan, bukan dari kekeliruan pasar.

  • Risiko jebakan valuasi: saham bisa murah karena laba menurun, seperti ASII dan ICBP pada kuartal II 2026.
  • Risiko pasar: pelemahan IHSG dan volatilitas dapat menekan saham berkapitalisasi besar.
  • Risiko sektor: bunga memengaruhi bank, sedangkan regulasi harga memengaruhi PGAS.
  • Risiko data: PER dan PBV berubah setiap hari dan berbeda antar-penyedia data.

Strategi Dollar Cost Averaging dan diversifikasi portofolio antar sektor membantu mengelola risiko, tetapi tidak menghilangkan kemungkinan rugi.

Bagaimana Cara Membeli Saham Blue Chip di Pluang?

Pluang menyediakan akses ke saham Indonesia di BEI melalui kerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek. Langkahnya:

  1. Unduh aplikasi Pluang, daftar, dan selesaikan verifikasi akun (KYC) secara digital.
  2. Isi saldo ke rekening investasi kamu.
  3. Cari kode saham, misalnya BBRI atau KLBF, lalu gunakan fitur Screeners untuk melihat data fundamental.
  4. Lanjutkan analisis di Pluang Web Trading sebelum memasang order.
  5. Tentukan jumlah lot; 1 lot berisi 100 lembar. Untuk BBRI, 1 lot bernilai Rp310.000 pada harga penutupan 1 Oktober 2026, belum termasuk biaya transaksi.
  6. Konfirmasi order. Order diproses melalui JATS selama jam bursa.

Mulai investasi setelah kamu memahami risikonya, dan gunakan dana yang siap menanggung kerugian.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu saham blue chip murah dan bagaimana cara menghitungnya?

Saham blue chip murah adalah saham berkapitalisasi minimal Rp10 triliun dengan PER maksimal 12x atau PBV maksimal 1,5x. PER dihitung dari harga dibagi laba per saham. Per 1 Oktober 2026, BBNI berada di PER 6,1x dan PBV 0,77x (Yahoo Finance).

Berapa modal minimum untuk membeli saham blue chip seperti BBRI atau BBNI?

Pembelian minimum 1 lot berisi 100 lembar. Pada harga penutupan 1 Oktober 2026, 1 lot BBRI bernilai Rp310.000 dan 1 lot BBNI Rp341.000, belum termasuk biaya transaksi (Yahoo Finance). Harga berubah setiap hari, jadi hitung nilai lot sebelum memasang order.

Apakah saham blue chip tetap berisiko bagi investor pemula?

Ya. Saham berkapitalisasi besar umumnya lebih likuid, tetapi harganya tetap bisa turun: dalam 52 minggu hingga 1 Oktober 2026, BBRI turun 15,4% dan KLBF 33,6% (Yahoo Finance). Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Pahami profil risiko kamu sebelum mulai berinvestasi.

Apa perbedaan saham blue chip dan LQ45?

LQ45 adalah indeks berisi 45 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi tinggi di BEI. Blue chip adalah sebutan untuk emiten mapan, jadi tidak semua anggota LQ45 otomatis blue chip. Evaluasi terbaru indeks ini berlaku sejak 3 Agustus 2026 (BEI, Agustus 2026).

Apakah saham blue chip selalu membagi dividen?

Tidak selalu; besarnya ditetapkan rapat umum pemegang saham (RUPS). Contohnya, BBRI membagikan Rp209 per lembar (ex-date 21 April 2026) dan KLBF Rp20 per lembar (ex-date 4 Juni 2026), menurut Yahoo Finance. Dividen masa lalu tidak mencerminkan dividen yang akan datang.

Kesimpulan

Saham blue chip murah dinilai dari angka, bukan harga nominal. Per 1 Oktober 2026, BBRI, BMRI, ASII, BBNI, ICBP, PGAS, dan KLBF lolos kapitalisasi Rp10 triliun, nilai transaksi Rp25 miliar per hari, ROE 10%, serta PER 12x atau PBV 1,5x. Ketujuhnya juga turun dalam 52 minggu hingga 1 Oktober 2026, sehingga pemeriksaan laporan keuangan dan risiko tetap perlu sebelum mengambil keputusan.


Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Daftar disusun dari kriteria angka pada tanggal data yang tertera, bukan analisis prospek tiap emiten. Investasi saham mengandung risiko, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh modal.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1