ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
7 Saham Blue Chip Murah 2026: Kriteria, Valuasi & Tips Aman
shareIcon

7 Saham Blue Chip Murah 2026: Kriteria, Valuasi & Tips Aman

25 Jun 2026, 4:06 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
pluang-tlkm-saham-bluechip-murah
Saham blue chip murah bukan berarti saham kelas dua — justru sebaliknya. Saham blue chip adalah saham perusahaan besar, mapan, dan memiliki rekam jejak keuangan yang kuat, namun diperdagangkan pada harga atau valuasi yang relatif terjangkau. Artikel ini menyajikan 7 saham blue chip murah berdasarkan tiga kriteria terukur — market cap, likuiditas, dan fundamental — serta panduan cara membelinya secara aman di Pluang.

Apa Itu Saham Blue Chip?

Saham blue chip adalah saham perusahaan yang sudah mapan, memiliki market cap besar (umumnya di atas Rp 10 triliun di BEI), dan konsisten membukukan keuntungan dari waktu ke waktu. Nama "blue chip" berasal dari dunia poker, di mana kepingan biru bernilai paling tinggi.

Di Indonesia, saham blue chip umumnya masuk dalam indeks utama seperti IHSGLQ45, atau IDX30. Perusahaan-perusahaan ini biasanya memiliki model bisnis yang sudah terbukti, moat yang kuat, dan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

Apa Kriteria "Murah" pada Saham Blue Chip?

Sebelum menyebut sebuah saham blue chip "murah", penting untuk memahami bahwa harga nominal saham (misalnya Rp 500 vs Rp 5.000 per lembar) bukan satu-satunya ukuran. Ada tiga kriteria transparan yang digunakan dalam daftar ini:

1. Valuasi: PER dan PBV

PER (Price to Earnings Ratio) yang lebih rendah dari rata-rata sektornya mengindikasikan saham diperdagangkan lebih murah dibandingkan laba yang dihasilkan. PBV (Price to Book Value) di bawah rata-rata historis menunjukkan harga pasar lebih rendah dari nilai aset bersih perusahaan.

2. Likuiditas: Volume Transaksi Harian

Saham blue chip sejati diperdagangkan dengan volume tinggi setiap harinya. Likuiditas yang baik memudahkan investor masuk dan keluar posisi tanpa menggerakkan harga secara signifikan, sehingga mengurangi risiko volatilitas ekstrem.

3. Fundamental: ROE, DER, dan Pertumbuhan Laba

Return on Equity (ROE) yang tinggi menunjukkan perusahaan efisien menggunakan modal pemegang saham. Debt to Equity Ratio (DER) yang rendah mengindikasikan struktur utang yang sehat. Pertumbuhan laba (EPS) yang konsisten mengonfirmasi kualitas bisnis jangka panjang.

7 Saham Blue Chip Murah di Indonesia 2026

Berikut adalah 7 saham blue chip Indonesia yang dinilai menarik secara valuasi berdasarkan kriteria di atas. Daftar ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi beli. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasi dengan profesional keuangan sebelum berinvestasi.

1. BBRI — Bank Rakyat Indonesia

Sektor: Perbankan
Mengapa masuk daftar: BBRI adalah bank dengan jaringan terluas di Indonesia, khususnya di segmen UMKM. Saham ini secara historis diperdagangkan dengan PBV yang relatif terjangkau dibandingkan potensi pertumbuhan jangka panjangnya. ROE konsisten di kisaran 15–18% dan pembagian dividen yang rutin menjadikannya salah satu pilihan utama investor value.

  • Keunggulan: Eksposur besar ke segmen UMKM yang tumbuh, dividend yield kompetitif
  • Risiko: Sensitif terhadap suku bunga dan kualitas kredit makro
  • Trust Signal: Terdaftar dan diawasi OJK, masuk LQ45

2. BBCA — Bank Central Asia

Sektor: Perbankan
Mengapa masuk daftar: BBCA dikenal sebagai bank paling efisien di Indonesia dengan rasio CASA (Current Account Saving Account) tertinggi. Meski harga nominalnya relatif tinggi per lembar, valuasi PER-nya tergolong wajar jika dibandingkan dengan kualitas bisnis dan rekam jejak pertumbuhannya. Ini adalah contoh saham blue chip "murah secara nilai" meski harga nominalnya tidak murah.

  • Keunggulan: Net Interest Margin tinggi, loyalitas nasabah kuat, moat digital banking
  • Risiko: Valuasi premium menuntut ekspektasi pertumbuhan yang terpenuhi
  • Trust Signal: Terdaftar di BEI, masuk IDX30

3. TLKM — Telkom Indonesia

Sektor: Telekomunikasi
Mengapa masuk daftar: TLKM menawarkan eksposur ke infrastruktur digital Indonesia melalui Telkomsel dan IndiHome. Dengan PER dan PBV yang secara historis berada di bawah rata-rata 5 tahunnya, TLKM sering dipandang sebagai saham blue chip defensif yang sedang dalam fase reakumulasi.

  • Keunggulan: Free cash flow besar, pembagian dividen rutin, dominasi pasar data
  • Risiko: Tekanan persaingan di segmen seluler, capex infrastruktur besar
  • Trust Signal: BUMN, terdaftar di BEI dan NYSE

4. ASII — Astra International

Sektor: Konglomerasi (Otomotif, Alat Berat, Keuangan, Agribisnis)
Mengapa masuk daftar: ASII adalah konglomerasi terbesar di Indonesia dengan diversifikasi bisnis yang luar biasa. Dengan PBV yang kerap berada di bawah rata-rata historisnya dan dividend yield yang menarik, ASII menjadi pilihan bagi investor yang mencari eksposur luas ke ekonomi Indonesia dalam satu saham.

  • Keunggulan: Diversifikasi bisnis, brand kuat di otomotif, manajemen kelas dunia
  • Risiko: Sensitif terhadap harga komoditas dan siklus ekonomi
  • Trust Signal: Terdaftar di BEI, anggota LQ45 dan IDX30

5. UNVR — Unilever Indonesia

Sektor: Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Mengapa masuk daftar: Setelah mengalami koreksi signifikan dari puncak historisnya, UNVR kini diperdagangkan pada valuasi yang jauh lebih terjangkau dibandingkan beberapa tahun lalu. Dengan portofolio merek konsumer yang dominan (Pepsodent, Sunsilk, Walls), UNVR menawarkan stabilitas pendapatan yang tinggi.

  • Keunggulan: Brand loyalty tinggi, pendapatan recurring, net profit margin yang masih positif
  • Risiko: Pertumbuhan melambat, tekanan dari merek lokal yang semakin kuat
  • Trust Signal: Bagian dari grup Unilever global, terdaftar di BEI

6. PGAS — Perusahaan Gas Negara

Sektor: Energi (Gas)
Mengapa masuk daftar: PGAS adalah distributor gas terbesar di Indonesia dengan jaringan pipa yang luas. Dengan PER dan PBV yang rendah dibandingkan BUMN sektor energi lainnya, PGAS menawarkan nilai yang menarik bagi investor yang percaya pada transisi energi bertahap Indonesia.

  • Keunggulan: Monopoli jaringan distribusi gas, pendapatan berbasis kontrak jangka panjang
  • Risiko: Regulasi harga gas, risiko transisi energi ke renewables
  • Trust Signal: BUMN, diawasi OJK, masuk LQ45

7. BMRI — Bank Mandiri

Sektor: Perbankan
Mengapa masuk daftar: Bank Mandiri adalah bank BUMN terbesar berdasarkan total aset. Dengan ROE yang terjaga konsisten di atas 19% dalam beberapa tahun terakhir dan PBV yang berada di bawah rata-rata historis 5 tahunnya, BMRI dinilai sebagai salah satu saham perbankan dengan rasio harga-terhadap-nilai yang paling menarik.

  • Keunggulan: Pertumbuhan laba konsisten, ekspansi digital melalui Livin', dividen progresif
  • Risiko: Kualitas aset terkait sektor korporasi besar, risiko makro perbankan
  • Trust Signal: BUMN, terdaftar di BEI, anggota IDX30

Perbandingan Singkat 7 Saham Blue Chip Murah

KodeEmitenSektorValuasi RelatifDividenLikuiditas
BBRIBank Rakyat IndonesiaPerbankanPBV moderat, PER terjangkauTinggiSangat Tinggi
BBCABank Central AsiaPerbankanPER wajar vs kualitasModeratSangat Tinggi
TLKMTelkom IndonesiaTelekomunikasiPER & PBV di bawah historisTinggiTinggi
ASIIAstra InternationalKonglomerasiPBV di bawah historisTinggiTinggi
UNVRUnilever IndonesiaFMCGValuasi koreksi besarSangat TinggiModerat
PGASPerusahaan Gas NegaraEnergiPER & PBV rendahModeratTinggi
BMRIBank MandiriPerbankanPBV di bawah peer regionalTinggiSangat Tinggi

Catatan: Data valuasi bersifat indikatif dan berubah sesuai kondisi pasar. Selalu cek data terkini sebelum mengambil keputusan investasi.

Cara Memilih Saham Blue Chip Murah: Metode Transparan

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu gunakan secara mandiri untuk mengidentifikasi saham blue chip murah:

  1. Saring dari Indeks Utama — Mulai dari LQ45 atau IDX30. Saham yang masuk indeks ini sudah melewati seleksi ketat dari BEI berdasarkan likuiditas dan market cap.
  2. Bandingkan PER dengan Rata-Rata Sektor — Gunakan PER untuk membandingkan valuasi antar-emiten dalam sektor yang sama. Saham dengan PER lebih rendah dari median sektornya berpotensi "lebih murah."
  3. Cek PBV di Bawah Nilai Buku — PBV di bawah 1,5x untuk saham non-keuangan, atau di bawah rata-rata historis 5 tahun untuk perbankan, sering menjadi sinyal valuasi menarik.
  4. Validasi dengan ROE dan DER — Pastikan ROE di atas 12% dan DER dalam batas aman sektoral. Murah secara harga tapi lemah secara fundamental bukanlah value investing — itu hanya cheap stock.
  5. Perhatikan Tren Laba (EPS) — EPS yang tumbuh konsisten selama 3–5 tahun terakhir adalah konfirmasi bahwa bisnis sehat, bukan hanya tampak murah karena masalah fundamental.
  6. Cek Dividend Track Record — Perusahaan yang konsisten membagi dividen menunjukkan manajemen yang mengutamakan pemegang saham dan memiliki arus kas yang cukup.

Apa Perbedaan Saham Blue Chip Murah dan Saham Gorengan?

Banyak investor pemula mengacaukan saham murah (harga nominal rendah) dengan saham blue chip murah (valuasi yang menarik). Keduanya sangat berbeda:

DimensiSaham Blue Chip MurahSaham Gorengan
Harga NominalBisa tinggi atau rendahBiasanya sangat rendah (< Rp 200)
Market CapBesar (Rp 10T+)Kecil (smallcap/microcap)
LikuiditasTinggi, volume konsistenRendah atau volatil
FundamentalROE, DER, laba terujiSering merugi atau tidak jelas
DividenKonsistenJarang atau tidak ada
RisikoModerat, terukurSangat tinggi, manipulasi harga

Apa Saja Risiko Investasi Saham Blue Chip?

Meski lebih stabil dibanding saham lain, saham blue chip tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi:

  • Risiko Pasar: Penurunan IHSG secara umum akan memengaruhi saham blue chip, meski biasanya lebih tahan dibanding saham kecil.
  • Risiko Sektoral: Perubahan regulasi, suku bunga, atau harga komoditas dapat menekan kinerja sektor tertentu.
  • Risiko Valuasi: Saham yang terlihat murah bisa saja murah karena alasan yang valid (bisnis memburuk). Selalu validasi dengan analisa fundamental.
  • Risiko Likuiditas: Meski rendah untuk saham LQ45, kondisi pasar ekstrem dapat memengaruhi kemudahan jual-beli.

Bagaimana Cara Beli Saham Blue Chip di Pluang dengan Aman?

Pluang memungkinkan investor untuk membeli saham Indonesia langsung dari aplikasi yang sudah berizin OJK, termasuk seluruh saham blue chip dalam daftar ini. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Unduh dan buka aplikasi Pluang — Tersedia di App Store dan Google Play.
  2. Daftar dan verifikasi akun — Proses KYC sepenuhnya digital, sesuai regulasi OJK.
  3. Top up saldo — Transfer dana ke rekening investasi kamu.
  4. Cari kode saham — Ketik kode emiten (misalnya BBRI, BBCA, BMRI) di fitur Screeners untuk melihat data fundamental dan grafik harga.
  5. Analisis sebelum beli — Gunakan fitur Web Trading Pluang untuk analisis mendalam sebelum mengeksekusi order.
  6. Masukkan jumlah lot — 1 lot = 100 lembar saham. Perhatikan nilai minimum transaksi.
  7. Konfirmasi dan selesai — Order kamu akan dieksekusi melalui JATS (Jakarta Automated Trading System) sesuai jam bursa.

Strategi Investasi Saham Blue Chip untuk Pemula

Memiliki saham blue chip bukan berarti kamu bisa beli dan langsung untung. Ada beberapa strategi yang terbukti efektif untuk memaksimalkan potensi saham-saham ini:

Dollar Cost Averaging (DCA)

Strategi Dollar Cost Averaging — membeli dalam jumlah tetap secara berkala tanpa mempedulikan harga saat itu — cocok untuk saham blue chip. Dengan DCA, kamu otomatis beli lebih banyak lot ketika harga turun dan lebih sedikit ketika harga naik, sehingga rata-rata harga belimu lebih rendah dari waktu ke waktu.

Reinvestasi Dividen

Saham blue chip yang rajin membagi dividen seperti BBRI, ASII, dan TLKM memberikan kesempatan untuk reinvestasi dividen ke saham yang sama atau ke saham blue chip lain. Efek compounding dari reinvestasi dividen dapat meningkatkan return total secara signifikan dalam horizon 5–10 tahun.

Diversifikasi Antar Sektor

Jangan menaruh semua investasi di satu sektor. Sebarkan kepemilikan saham blue chip ke perbankan (BBRI, BBCA, BMRI), telekomunikasi (TLKM), konglomerasi (ASII), FMCG (UNVR), dan energi (PGAS) untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu saham blue chip murah?

Saham blue chip murah adalah saham perusahaan besar dan mapan yang diperdagangkan pada valuasi (PER atau PBV) di bawah rata-rata historisnya atau rata-rata sektoral, bukan sekadar saham dengan harga nominal rendah.

Apakah saham blue chip aman untuk pemula?

Saham blue chip umumnya memiliki volatilitas lebih rendah dan likuiditas lebih tinggi dibanding saham kecil, sehingga sering direkomendasikan sebagai titik awal investasi saham bagi pemula. Namun, semua investasi tetap mengandung risiko. Pastikan kamu memahami profil risiko kamu sebelum berinvestasi.

Berapa modal minimum untuk beli saham blue chip?

Minimum pembelian saham adalah 1 lot (100 lembar). Untuk saham seperti BBRI atau PGAS yang harganya di bawah Rp 5.000 per lembar, modal awal bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah.

Bagaimana cara tahu apakah saham blue chip sedang murah?

Bandingkan PER dan PBV saat ini dengan rata-rata historis 5 tahun dan rata-rata sektor. Jika keduanya berada di bawah rata-rata tersebut dan fundamental bisnis masih kuat, saham tersebut kemungkinan besar berada dalam zona valuasi menarik.

Apa perbedaan saham blue chip dan LQ45?

LQ45 adalah indeks yang berisi 45 saham paling likuid di BEI. Tidak semua saham LQ45 adalah blue chip, dan tidak semua blue chip masuk LQ45, namun ada banyak tumpang tindih. Blue chip lebih menekankan pada kualitas fundamental dan rekam jejak bisnis yang panjang.

Apakah saham blue chip selalu membagi dividen?

Tidak selalu, namun kebanyakan saham blue chip Indonesia memiliki rekam jejak pembagian dividen yang konsisten. Cek cum date dan ex-date dividen untuk mengetahui kapan kamu harus memiliki saham agar berhak atas dividen.

Bisakah beli saham blue chip lewat Pluang?

Ya. Pluang menyediakan akses untuk membeli seluruh saham Indonesia yang terdaftar di BEI, termasuk semua saham blue chip dalam daftar ini, langsung dari aplikasi yang sudah berizin OJK.

Kesimpulan

Saham blue chip murah bukan tentang mencari saham dengan harga nominal terendah, melainkan menemukan saham perusahaan berkualitas tinggi yang diperdagangkan di bawah nilai wajarnya. Dengan menggunakan tiga kriteria transparan — market caplikuiditas, dan fundamental — kamu dapat menyaring saham-saham yang benar-benar memberikan nilai, bukan sekadar harga murah.

Tujuh saham dalam daftar ini (BBRI, BBCA, TLKM, ASII, UNVR, PGAS, BMRI) merupakan representasi dari berbagai sektor ekonomi Indonesia dengan rekam jejak yang teruji. Mulai investasi dengan modal yang kamu sanggup tanggung risikonya, terapkan strategi seperti DCA, dan kelola portofolio dengan disiplin.

Siap mulai? Buka aplikasi Pluang dan mulai riset saham blue chip pilihanmu hari ini.


Peringatan Risiko: Investasi di pasar modal mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasi dengan profesional keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1