Saham Gorengan
Saham gorengan adalah istilah untuk saham berkapitalisasi kecil yang pergerakannya tidak wajar dan diduga dimanipulasi oleh pihak tertentu untuk keuntungan sepihak.
Apa itu Saham Gorengan di BEI?
Istilah "gorengan" berasal dari analogi digoreng — harga saham dipanaskan secara artifisial oleh sekelompok pihak (bandar) untuk menarik minat publik, sebelum akhirnya dijual massal saat harga puncak dan membiarkan harganya ambruk. Saham gorengan umumnya berasal dari emiten lapis tiga dengan fundamental lemah, volume perdagangan normal yang sangat kecil, dan struktur pemegang saham yang tidak transparan.
Ciri-Ciri Saham Gorengan — Checklist Investor
Indikator | Ciri Saham Gorengan | Red Flag Level |
Harga saham | Di bawah Rp 200/lembar | Medium |
Volume perdagangan | Lonjakan tiba-tiba tanpa katalis jelas | Tinggi |
Kapitalisasi pasar | Sangat kecil (< Rp 500 M) | Medium |
Fundamental emiten | Rugi bertahun-tahun atau tidak ada bisnis jelas | Sangat Tinggi |
Pola harga | Naik tajam lalu jatuh bebas (pump & dump) | Sangat Tinggi |
Status BEI | Pernah kena UMA / suspensi | Sangat Tinggi |
Mekanisme Pump & Dump yang Perlu Dipahami
Fase 1 — Akumulasi : Bandar beli diam-diam di harga rendah |
Pengawasan OJK dan BEI terhadap Saham Gorengan
BEI memiliki mekanisme Unusual Market Activity (UMA) — notifikasi resmi kepada publik bahwa ada pergerakan harga atau volume yang tidak wajar pada suatu saham. Saat saham masuk kategori UMA, BEI meminta emiten memberikan klarifikasi. Jika indikasi manipulasi terbukti, OJK bisa mengenakan sanksi administratif berat hingga pidana berdasarkan UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Saham Gorengan
Bagaimana cara menghindari saham gorengan? Selalu periksa fundamental emiten di laporan keuangan resmi IDX, hindari saham yang tiba-tiba ramai dibicarakan di grup Telegram atau media sosial tanpa ada berita resmi, dan jangan tergiur kenaikan harga yang tidak masuk akal dalam waktu singkat.
Apakah semua saham murah (harga < Rp 500) adalah saham gorengan? Tidak. Harga murah bukan satu-satunya indikator. Ada emiten berkualitas yang harganya rendah karena belum dikenal pasar. Kuncinya tetap pada fundamental bisnis.
Istilah Terkait: UMA (Unusual Market Activity) • Pump & Dump • Manipulasi Pasar • OJK • Suspensi Saham
Ditulis oleh
Marcella Kusuma





