Return on Equity (ROE)
Return on Equity (ROE) adalah rasio yang mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan pemegang saham.
Apa itu Return on Equity?
ROE mencerminkan kemampuan manajemen dalam mengelola ekuitas pemegang saham untuk menghasilkan keuntungan. ROE yang tinggi dan konsisten dari tahun ke tahun merupakan salah satu indikator kualitas bisnis yang paling dicari oleh investor jangka panjang, termasuk penganut filosofi value investing.
Rumus ROE
ROE = Laba Bersih ÷ Total Ekuitas × 100%
Contoh: Laba Rp 500 M ÷ Ekuitas Rp 2.500 M = ROE 20%
Standar ROE di pasar Indonesia
Level ROE | Kategori | Interpretasi |
> 20% | Excellent | Bisnis berkualitas tinggi, moat kuat |
15–20% | Baik | Di atas rata-rata pasar, layak dipertimbangkan |
10–15% | Cukup | Rata-rata industri, perlu analisis lebih lanjut |
< 10% | Lemah | Efisiensi rendah, waspadai tren penurunan |
ROE vs metrik profitabilitas lain
ROE perlu diinterpretasikan bersama DER. ROE tinggi yang didorong oleh utang besar (financial leverage) kurang berkualitas dibandingkan ROE tinggi yang murni dari efisiensi operasional. Gunakan DuPont Analysis — menguraikan ROE menjadi komponen Net Profit Margin × Asset Turnover × Equity Multiplier — untuk memahami sumber kualitas ROE sebenarnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang ROE
Berapa ROE yang ideal untuk saham Indonesia? Secara umum, ROE di atas 15% konsisten selama 3–5 tahun adalah benchmark yang baik untuk emiten non-perbankan di BEI.
Mengapa ROE bank sangat berbeda? Bisnis perbankan menggunakan leverage (DER tinggi) secara struktural, sehingga ROE bank tidak bisa dibandingkan langsung dengan emiten sektor lain.
Ditulis oleh
Davion ArsinioContent Writer at Pluang














