EPS (Earnings Per Share)
EPS (Earnings Per Share) atau Laba Per Saham adalah laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham beredar, menunjukkan keuntungan yang dihasilkan per lembar saham.
Rasio ini merupakan cermin efisiensi perusahaan dalam mencetak profit. Semakin tinggi nilai EPS, semakin besar keuntungan yang dihasilkan untuk setiap lembar saham yang Anda miliki, yang biasanya diikuti oleh kenaikan harga saham atau pembagian dividen yang lebih besar.
Cara Menghitung EPS Saham
Investor dapat menghitung EPS dengan melihat Laporan Laba Rugi perusahaan melalui rumus berikut:
EPS = Laba Bersih Setelah Pajak / Jumlah Saham yang BeredarContoh Kasus:
Jika PT. ABC membukukan laba bersih sebesar Rp1 Triliun dan memiliki 10 Miliar lembar saham yang beredar, maka:
- Perhitungan: Rp1.000.000.000.000 / 10.000.000.000
- Hasil: Rp100 per lembar saham.
Berapa Nilai EPS yang Dianggap Bagus?
Tidak ada angka nominal tunggal yang mutlak "bagus" karena EPS sangat bergantung pada harga saham dan sektor industrinya. Namun, investor profesional di Bursa Efek Indonesia (BEI) biasanya mencari:
- Pertumbuhan Konsisten: EPS yang tumbuh rata-rata 10-15% per tahun selama 3-5 tahun terakhir.
- Kualitas Laba: Pastikan kenaikan EPS berasal dari operasional inti, bukan dari penjualan aset satu kali (one-time gain).
Perbedaan EPS dan DPS (Dividen Per Saham)
Seringkali investor pemula tertukar antara laba yang dihasilkan perusahaan dengan uang tunai yang diterima investor. Berikut perbedaannya:
Fitur | EPS (Earnings Per Share) | DPS (Dividend Per Share) |
Definisi | Total laba bersih per saham. | Bagian laba yang dibagikan tunai. |
Tujuan | Mengukur profitabilitas perusahaan. | Mengukur arus kas masuk ke investor. |
Sifat | Seluruhnya milik hak pemegang saham (sebagian diputar kembali). | Hanya bagian yang diputuskan melalui RUPS. |
Waspadai Dilusi Saham (Diluted EPS)
Dalam laporan keuangan, Anda akan sering melihat istilah Diluted EPS. Ini adalah angka yang lebih konservatif karena memperhitungkan potensi penambahan jumlah saham di masa depan (misalnya dari konversi waran atau obligasi). Jika Diluted EPS jauh lebih rendah dari Basic EPS, itu adalah sinyal bahwa kepemilikan Anda berisiko terdelusi (mengecil) di masa mendatang.
Istilah Terkait
- Laba Bersih: Keuntungan total perusahaan setelah dikurangi semua beban dan pajak.
- P/E Ratio: Rasio harga saham terhadap laba per lembar saham.
- Laporan Keuangan: Dokumen resmi yang mencatat aktivitas keuangan perusahaan.
- Analisa Fundamental: Metode evaluasi saham berdasarkan kondisi ekonomi dan keuangan.
- Dilusi Saham: Penurunan persentase kepemilikan akibat terbitnya saham baru.
Ditulis oleh
Davion ArsinioContent Writer at Pluang














