Apa itu stop-limit order?
Order ini diaktifkan ketika harga aset kripto mencapai harga stop yang telah ditentukan. Setelah harga stop tercapai, order akan menjadi limit order, yang mana baru akan tereksekusi apabila harga pasar menyentuh harga limit yang sebelumnya telah ditentukan. Apabila harga pasar tidak pernah menyentuh harga limit, maka order tersebut tidak akan tereksekusi meski dalam status aktif. Stop order dapat membantu kamu untuk melindungi posisi kamu dan mengunci keuntungan jika harga bergerak melawan posisimu. Sebaliknya, tidak ada jaminan order akan tereksekusi terutama dalam pasar yang sangat volatil.
Berikut adalah ilustrasi pembelian aset kripto menggunakan Stop-Limit Order:
Kemudian, berikut adalah ilustrasi penjualan aset menggunakan Stop-Limit Order:
Contoh:
- Kamu ingin membeli koin BTC dengan harga pasar Rp1.500.000. Kamu percaya bahwa jika harga naik menembus Rp1.650.000, kemungkinan besar akan terjadi tren naik.
- Namun, kamu juga tidak ingin membeli di harga yang terlalu tinggi. Maka, kamu memasang Stop-Limit Buy Order dengan stop price di Rp1.650.000 dan limit price di Rp1.700.000.
- Artinya, ketika harga pasar naik dan menyentuh Rp1.650.000, order kamu akan aktif sebagai Limit Order beli di Rp1.700.000.
- Jika setelah itu harga pasar tetap berada di Rp1.700.000 atau lebih rendah, maka order kamu akan tereksekusi.
- Namun, jika harga langsung melonjak lebih tinggi dari Rp1.700.000 sebelum order sempat terpenuhi, maka order kamu tidak akan dieksekusi, karena harga sudah melewati batas yang kamu tetapkan.








