BiayaKeamanan
Pluang+
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham Rp1 dan ARB 7%: Aturan ARA ARB Baru BEI 2026
shareIcon

Saham Rp1 dan ARB 7%: Aturan ARA ARB Baru BEI 2026

6 Oct 2026, 11:16 AM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
saham-rp1-aturan-ara-arb-baru
Diperbarui 21 Oktober 2026Sejak 19 Oktober 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan batas Auto Rejection Bawah (ARB) asimetris 7% untuk saham di atas Rp10, turun dari 15%, dan berlaku hingga 31 Desember 2026. Per 19 Oktober 2026, sebanyak 351 saham menyentuh ARB pada hari pertama (sumber: CNBC Indonesia, 19 Oktober 2026). Pluang menyediakan produk Saham Indonesia melalui kerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas, Perusahaan Efek berizin dan diawasi OJK.Harga saham minimum Rp1 sudah berlaku sejak 28 September 2026. Artikel ini menjelaskan aturan ARB 7%, tier ARA dan ARB, contoh hitungan, dampak awal, dan risikonya sebagai bahan edukasi. Isinya bukan rekomendasi untuk bertransaksi.

Apa Itu Aturan ARB Asimetris 7% yang Berlaku sejak 19 Oktober 2026?

ARB asimetris 7% adalah batas penurunan harga harian saham sebesar 7% dari harga acuan, lebih sempit daripada batas kenaikan (ARA) 35%, 25%, atau 20%, yang berlaku untuk saham harga di atas Rp10 pada 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. BEI menerapkannya dengan dukungan OJK lewat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A, yang menggantikan Kep-00136/BEI/09-2026 (Bisnis.com, 19 Oktober 2026). Saham harga Rp1 sampai Rp10 tetap memakai batas ARB Rp1 (ANTARA, 19 Oktober 2026).

Jawaban Singkat

  • Sejak 19 Oktober 2026, ARB saham di atas Rp10 turun dari 15% menjadi 7% hingga 31 Desember 2026.
  • ARA tetap 35%, 25%, atau 20% sesuai rentang harga, dan harga minimum Rp1 berlaku sejak 28 September 2026.
  • Order Saham Indonesia di Pluang mengikuti batas harian BEI yang sama.
Batas ARA dan ARB per rentang harga (Bisnis.com, 19 Oktober 2026). Data per 19 Oktober 2026
Rentang hargaARAARB sampai 16 Okt 2026ARB 19 Okt–31 Des 2026
Rp1–Rp10Rp1Rp1Rp1
Rp11–Rp20035%15%7%
>Rp200–Rp5.00025%15%7%
>Rp5.00020%15%7%

BEI menyatakan ketentuan ini akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan kondisi pasar (Periskop, 19 Oktober 2026). Batas aktual mengikuti pembulatan fraksi harga di sistem JATS, sehingga penurunan yang tercatat bisa sedikit berbeda dari 7%. Contohnya, BBCA berhenti di −6,86% ke Rp4.820 pada 19 Oktober 2026 (CNBC Indonesia, 19 Oktober 2026).

Mengapa BEI Memangkas Batas ARB Menjadi 7%?

Pemangkasan ini menyusul anjloknya IHSG pada 16 Oktober 2026. Indeks turun sekitar 11,6% ke 5.185,11 setelah MSCI membuka konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market (CNBC Indonesia dan Bisnis.com, 19 Oktober 2026). Penurunan itu sempat memicu trading halt (Bisnis.com, 19 Oktober 2026). MSCI menyebut dugaan perdagangan terkoordinasi, transparansi kepemilikan, dan keandalan data saham publik yang dapat diperdagangkan (Bisnis.com, 19 Oktober 2026).

Konsultasi itu belum berupa keputusan: tanggapan diterima hingga 30 April 2027 dan keputusan akhir dijadwalkan selambat-lambatnya 30 Juni 2027 (Bisnis.com, 19 Oktober 2026). Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menyebut penyesuaian ARB memberi investor kesempatan mengevaluasi dan mencerna informasi (ANTARA, 19 Oktober 2026). Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut pengumuman MSCI tidak terduga sehingga pasar bereaksi panik, dan BEI akan meminta bertemu MSCI (Bisnis.com, 19 Oktober 2026).

Apa yang Berubah dari Aturan Harga Saham Minimum Rp1 di BEI?

Harga saham minimum Rp1 adalah batas bawah harga yang diizinkan BEI untuk perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, menggantikan batas lama Rp50. Aturan ini berlaku sejak 28 September 2026 berdasarkan Keputusan Direksi BEI Kep-00136/BEI/09-2026 yang terbit 21 September 2026 (Katadata, 23 September 2026). BEI menyebut tujuannya meningkatkan kualitas pembentukan harga (price discovery), mendorong likuiditas, dan memberi fleksibilitas bagi pelaku pasar (Katadata, 23 September 2026).

Per 21 Oktober 2026, pemberitaan belum merinci ketentuan batas ARB setelah 31 Desember 2026. Sebelum perubahan 19 Oktober, Katadata (23 September 2026) melaporkan ARB akan kembali simetris dengan ARA mulai 1 Januari 2027, tetapi BEI belum menjelaskan apakah jadwal itu tetap berlaku.

Contoh Hitungan Batas ARA dan ARB

Ilustrasi sederhana dari harga penutupan sebelumnya:

  • Harga Rp100: ARA Rp135 (+35%), ARB Rp93 (−7%), sebelumnya Rp85 (−15%).
  • Harga Rp1.000: ARA Rp1.250 (+25%), ARB Rp930 (−7%), sebelumnya Rp850 (−15%).
  • Harga Rp6.000: ARA Rp7.200 (+20%), ARB sekitar Rp5.580 (−7%) sebelum pembulatan fraksi harga, sebelumnya Rp5.100 (−15%).

Pada rentang Rp1–Rp10, batasnya berupa nominal Rp1, sehingga secara persentase sangat lebar: Rp1 dari harga Rp2 berarti 50%, dari harga Rp10 berarti 10%. Pada harga Rp5, satu lot (100 lembar) bernilai Rp500.

Apa Dampak Awal Aturan Baru bagi Saham dan IHSG?

Dampak ARB 7% pada 19 Oktober 2026

Pada hari pertama, IHSG ditutup di 4.996,61, turun 3,64% (Katadata Databoks, 19 Oktober 2026). Sebanyak 351 saham menyentuh ARB, sekitar 36% dari 963 saham tercatat (CNBC Indonesia, 19 Oktober 2026). Jeffrey Hendrik menilai sesi pertama cukup efektif meredam kepanikan, meski tekanan jual masih ada (CNBC Indonesia, 19 Oktober 2026).

Dampak Harga Minimum Rp1 pada Saham Semi-Gocap

Saham semi-gocap adalah saham dengan harga sekitar Rp52–Rp100 per lembar. Sebelum aturan baru, harga tidak bisa turun di bawah Rp50. Pada 28 September 2026, hari pertama harga minimum Rp1, sedikitnya 23 saham menyentuh ARB, mayoritas turun 14% ke Rp43, dan IHSG melemah 1% ke 6.174 (Fortune IDN, 28 September 2026). Penyebabnya tidak tunggal: analis juga menyebut imbal hasil obligasi AS dan pelemahan rupiah (RCTI+, 25 September 2026).

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 28 Sep–19 Okt 2026 · Data per 19 Okt 2026

Apa Risiko ARB Asimetris 7% dan Saham Harga Rp1–Rp10 bagi Investor?

Risiko Antrean Jual yang Tidak Terisi

ARB 7% membatasi penurunan harian satu saham, tetapi order jualmu belum tentu terisi. Pengamat pasar modal Hendra Wardana memperingatkan saham yang terkunci di ARB bisa menumpuk antrean jual tanpa pembeli, sehingga investor sulit keluar (RCTI+, 19 Oktober 2026). Pada 19 Oktober 2026, sekitar 1,2 miliar saham GOTO masih antre jual saat penutupan (CNBC Indonesia, 19 Oktober 2026).

Risiko Menyamakan Stabilitas Harga dengan Pulihnya Kepercayaan

Menurut Hendra Wardana, stabilitas harga akibat batas harian tidak sama dengan pulihnya kepercayaan investor (RCTI+, 19 Oktober 2026). Konsultasi MSCI juga belum selesai, sehingga ketidakpastian dari faktor eksternal masih ada hingga keputusan akhir yang dijadwalkan selambat-lambatnya 30 Juni 2027.

Risiko Volatilitas dan Likuiditas Saham Rp1–Rp10

Batas Rp1 pada harga satu digit berarti pergerakan persentase besar dalam sehari. Volatilitas setinggi itu dapat menggerus modal dengan cepat. Dengan fraksi harga Rp1, satu langkah harga pada saham Rp5 setara 20%. Saham harga rendah cenderung kurang likuid, sehingga order dapat sulit terisi pada harga yang kamu inginkan. Waspadai pula pola saham gorengan.

Risiko Perubahan Aturan Setelah 31 Desember 2026

Karena ketentuan setelah 31 Desember 2026 masih menunggu evaluasi BEI, batas ARB yang kamu pakai untuk menghitung risiko bisa berubah. Jika ARB kembali melebar seperti jadwal lama yang dilaporkan Katadata (35%, 25%, atau 20% mulai 1 Januari 2027), penurunan harian bisa jauh lebih besar dari 7%. Pesan stop loss pun bisa tereksekusi pada harga yang berbeda dari level yang kamu tetapkan.

Bagaimana Cara Menyikapi Aturan Baru dan Bertransaksi Saham Indonesia di Pluang?

Langkah Memeriksa Sebelum Membeli

  1. Cek rentang harga saham dan batas ARA/ARB yang berlaku hari itu, termasuk ARB 7% hingga 31 Desember 2026.
  2. Hitung nilai per lot (harga × 100 lembar) sebelum order.
  3. Tetapkan batas cut loss sesuai toleransi risikomu, dan ingat order jual belum tentu terisi saat saham menyentuh ARB.
  4. Batasi porsi saham harga rendah dan terapkan diversifikasi portofolio.
  5. Pantau pengumuman BEI dan emiten terkait, termasuk evaluasi ARB sebelum 31 Desember 2026.

Pluang menyediakan produk Saham Indonesia; informasi perizinannya ada di bagian akhir artikel. Kamu juga dapat memakai Screeners dan Web Trading untuk menyaring dan memantau saham.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Pelajari lebih lanjut tentang Saham Indonesia di Pluang.

FAQ Saham Rp1 dan Aturan ARA ARB Baru

Sejak kapan batas ARB saham di BEI menjadi 7%?

Batas ARB saham di BEI menjadi asimetris 7% sejak Senin, 19 Oktober 2026, turun dari 15%. Aturan ini berlaku hingga 31 Desember 2026 melalui Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00157/BEI/10-2026, menurut ANTARA (19 Oktober 2026), dan akan dievaluasi sesuai kondisi pasar.

Berapa batas ARA dan ARB saham harga Rp11 sampai Rp200 saat ini?

Saham harga Rp11–Rp200 memiliki batas ARA 35% dan ARB 7% sejak 19 Oktober 2026, sebelumnya ARB 15%. Saham di atas Rp200 sampai Rp5.000 memakai ARA 25%, sedangkan di atas Rp5.000 memakai ARA 20%, keduanya ARB 7% (Bisnis.com, 19 Oktober 2026).

Sampai kapan aturan ARB asimetris 7% berlaku?

Aturan ARB asimetris 7% berlaku sampai 31 Desember 2026. BEI menyatakan akan mengevaluasi kebijakan ini sesuai perkembangan kondisi pasar (ANTARA, 19 Oktober 2026). Per 21 Oktober 2026, pemberitaan belum merinci ketentuan batas ARB yang akan berlaku setelah 31 Desember 2026.

Apakah ARB 7% berlaku untuk saham harga Rp1 sampai Rp10?

Tidak. Saham harga Rp1 sampai Rp10 tetap memiliki batas ARB Rp1, sama seperti sebelum 19 Oktober 2026 (ANTARA, 19 Oktober 2026). Pada harga Rp5, batas Rp1 setara 20%, sehingga harga harian berkisar Rp4 sampai Rp6 sejak harga minimum Rp1 berlaku.

Sejak kapan harga saham minimum di BEI menjadi Rp1?

Harga saham minimum di BEI menjadi Rp1 sejak Senin, 28 September 2026, turun dari batas lama Rp50. Aturan ini berlaku untuk Pasar Reguler dan Pasar Tunai berdasarkan Keputusan Direksi BEI Kep-00136/BEI/09-2026, yang terbit 21 September 2026 (Katadata, 23 September 2026).

Kesimpulan

ARB asimetris 7% membatasi penurunan harian saham di atas Rp10 hingga 31 Desember 2026, sementara harga minimum Rp1 memperluas ruang gerak harga. Batas ini bukan berarti order jual selalu terisi, dan ketentuan setelah 31 Desember 2026 masih menunggu evaluasi BEI. Pahami batas harian, nilai per lot, dan risiko likuiditas sebelum bertransaksi.


Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini