
Saham Grup Triputra adalah saham emiten di Bursa Efek Indonesia yang terkait dengan kelompok usaha milik T.P. Rachmat: TAPG dan DSNG (perkebunan sawit), DRMA (komponen otomotif), ASSA (sewa kendaraan dan logistik), serta ASLC (jual beli dan lelang mobil bekas, anak usaha ASSA). ADRO kerap disebut dalam daftar ini karena T.P. Rachmat memegang 3,03% sahamnya, tetapi pengendalinya adalah PT Adaro Strategic Investments dengan 47,79% (data KSEI per 31 Maret 2026). Berdasarkan harga penutupan terakhir per 23 September 2026, harga 1 lot keenam saham ini berkisar Rp6.900 (ASLC) hingga Rp260.000 (ADRO).
Saham Grup Triputra di BEI yang dibahas di sini ada enam: TAPG, DSNG, DRMA, ASSA, ASLC, dan ADRO, dengan tingkat keterkaitan yang berbeda-beda terhadap Grup Triputra. TAPG, DSNG, DRMA, ASSA, dan ASLC adalah emiten yang dikaitkan langsung dengan grup ini, sedangkan ADRO terkait melalui kepemilikan pribadi T.P. Rachmat.
Tabel: Profil emiten Grup Triputra
Kode | Nama legal | Bidang usaha utama | Keterkaitan dengan Grup Triputra (per 31 Mar 2026) |
TAPG | PT Triputra Agro Persada Tbk | Perkebunan kelapa sawit dan karet | PT Triputra Investindo Arya 24,12%; T.P. Rachmat 5,09% |
DSNG | PT Dharma Satya Nusantara Tbk | Kelapa sawit, produk kayu, energi terbarukan | PT Triputra Investindo Arya 28,33% |
DRMA | PT Dharma Polimetal Tbk | Komponen otomotif roda dua dan roda empat | PT Dharma Inti Anugerah 47,60%; PT Triputra Investindo Arya 14,16% |
ASSA | PT Adi Sarana Armada Tbk | Sewa kendaraan, logistik, jual beli kendaraan bekas | T.P. Rachmat 4,80%; PT Triputra Investindo Arya 1,25% |
ASLC | PT Autopedia Sukses Lestari Tbk | Lelang dan jual beli mobil bekas (JBA, Caroline.id) | Anak usaha ASSA (77,60%) |
ADRO | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (dahulu PT Adaro Energy Indonesia Tbk) | Energi dan mineral | T.P. Rachmat 3,03%; pengendali PT Adaro Strategic Investments 47,79% |
Sumber: data KSEI kepemilikan saham di atas 1% per 31 Maret 2026; Bisnis.com (5 Mei 2025) untuk daftar emiten Grup Triputra; Liputan6 (18 November 2024) untuk perubahan nama ADRO; IDNFinancials dan Industry.co.id untuk bidang usaha.
Selain enam emiten di atas, Bisnis.com (5 Mei 2025) juga mencantumkan PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) sebagai emiten Grup Triputra.
Pemilik Grup Triputra adalah T.P. (Theodore Permadi) Rachmat; Bisnis.com (5 Mei 2025) menyebut TAPG, DSNG, DRMA, ASSA, dan KMTR sebagai emiten Grup Triputra milik T.P. Rachmat. Di emiten-emiten tersebut, kepemilikan grup tercatat melalui entitas seperti PT Triputra Investindo Arya dan PT Dharma Inti Anugerah, serta kepemilikan langsung T.P. Rachmat dan keluarganya (data KSEI per 31 Maret 2026).
Untuk TAPG, Bisnis.com (12 Februari 2025) menyebut pengendalinya adalah Like Rani Imanto, istri T.P. Rachmat, dan Meity Subianto, melalui perusahaan induk pemegang saham TAPG.
Tabel: Pemegang saham di atas 1% yang terkait Grup Triputra (per 31 Maret 2026)
Kode | Pemegang saham terkait Triputra (%) | Pemegang saham lain di atas 10% (%) |
TAPG | Triputra Investindo Arya 24,12 · T.P. Rachmat 5,09 · Ny. T.P. Rachmat L.R. Imanto 3,42 | Persada Capital Investama 33,07 · Daya Adicipta Mustika 19,95 (dua rekening) |
DSNG | Triputra Investindo Arya 28,33 | Krishna Kapital Investama 14,63 |
DRMA | Dharma Inti Anugerah 47,60 · Triputra Investindo Arya 14,16 | — |
ASSA | T.P. Rachmat 4,80 · Triputra Investindo Arya 1,25 | Adi Dinamika Investindo 23,08 · Daya Adicipta Mustika 17,65 |
ASLC | Adi Sarana Armada (ASSA) 77,60 | — |
ADRO | T.P. Rachmat 3,03 | Adaro Strategic Investments 47,79 |
Sumber: data KSEI kepemilikan saham di atas 1% per 31 Maret 2026. Komposisi dapat berubah setiap bulan.
Struktur ini menunjukkan TAPG dan ASSA dimiliki bersama beberapa kelompok pemegang saham, sehingga di kedua emiten tersebut Grup Triputra berbagi kepemilikan dengan pemegang saham besar lain.
ADRO bukan anak usaha Grup Triputra: pengendalinya adalah PT Adaro Strategic Investments dengan 47,79%, sementara T.P. Rachmat tercatat sebagai pemegang saham langsung 3,03% per 31 Maret 2026 (data KSEI). Pemegang saham di atas 1% lainnya antara lain Garibaldi Thohir 6,73%, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk 4,00%, dan Edwin Soeryadjaya 3,58%.
Nama legal ADRO kini PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, setelah RUPSLB menyetujui perubahan nama dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk pada 18 November 2024 (Liputan6, 18 November 2024); kode sahamnya tetap ADRO. Profil lengkapnya ada di artikel profil, dividen, dan harga 1 lot saham ADRO.
Emiten Grup Triputra bergerak di empat bidang utama: agribisnis sawit (TAPG, DSNG), manufaktur komponen otomotif (DRMA), transportasi dan logistik (ASSA), serta perdagangan dan lelang mobil bekas (ASLC). Berikut ringkasan kinerja terbaru masing-masing, termasuk ADRO.
Pada semester I 2026, TAPG mencatat pendapatan Rp5,85 triliun, naik 6,33%, dan laba bersih Rp2,04 triliun, naik 20,43% secara tahunan. TAPG juga membagikan dividen interim Rp60 per saham dengan cum date pasar reguler 11 Agustus 2026 dan pembayaran 31 Agustus 2026 (Periskop, 5 Agustus 2026).
DSNG bergerak di perkebunan kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan. Pada semester I 2026, laba bersihnya Rp985,88 miliar, naik 7,8%, ditopang harga jual dan volume produk sawit (SWA, 31 Juli 2026).
DRMA adalah induk bisnis komponen otomotif Grup Triputra. Pada semester I 2026, pendapatannya Rp3,157 triliun, naik 14%, dan laba bersihnya Rp282,9 miliar, naik 17,8%; segmen roda dua menyumbang Rp1,847 triliun (IDNFinancials, 29 Juli 2026).
ASSA menjalankan sewa kendaraan korporat, logistik, serta jual beli kendaraan bekas. Pada semester I 2026, pendapatannya Rp3,06 triliun, naik 8,1%, dengan laba bersih Rp271,24 miliar; segmen logistik menyumbang Rp1,35 triliun (Industry.co.id, 3 Agustus 2026).
ASLC mengelola JBA Indonesia (lelang kendaraan) dan Caroline.id (jual beli mobil bekas). Pada semester I 2026, pendapatannya Rp589,9 miliar, naik 31,9%, dengan laba bersih Rp8,9 miliar (Industry.co.id, 29 Juli 2026). Karena dimiliki 77,60% oleh ASSA, kinerja ASLC ikut dikonsolidasikan ke laporan keuangan ASSA.
Pada semester I 2026, ADRO membukukan pendapatan USD999,2 juta, naik 16,50%, dan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD309,4 juta, naik 76,84% dari USD174,9 juta (CNBC Indonesia, 31 Agustus 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.
Berdasarkan harga penutupan terakhir per 23 September 2026, harga 1 lot saham (100 lembar) Grup Triputra berkisar Rp6.900 untuk ASLC hingga Rp260.000 untuk ADRO (IDNFinancials). Minimum pembelian saham Indonesia adalah 1 lot per saham. Harga terkini dapat dicek di halaman harga saham TAPG, DSNG, DRMA, ASSA, ASLC, dan ADRO hari ini.
Tabel: Harga, nilai 1 lot, dan estimasi biaya beli (per 23 September 2026)
Kode | Harga penutupan (Rp/lembar) | Nilai 1 lot = minimum pembelian (Rp) | Biaya beli di Pluang 0,15% (Rp) | Estimasi total dana beli 1 lot (Rp) |
TAPG | 1.980 | 198.000 | 297 | 198.297 |
DSNG | 1.515 | 151.500 | ±227 | ±151.727 |
DRMA | 970 | 97.000 | ±146 | ±97.146 |
ASSA | 600 | 60.000 | 90 | 60.090 |
ASLC | 69 | 6.900 | ±10 | ±6.910 |
ADRO | 2.600 | 260.000 | 390 | 260.390 |
Harga penutupan terakhir per 23 September 2026 (IDNFinancials); untuk ASLC, harga terakhir tercatat pada pembaruan 21 September 2026. Biaya beli 0,15% dan biaya jual 0,25% (termasuk PPh Final 0,1% atas nilai jual) sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 24 September 2026.
Komponen biaya perlu dibaca terpisah: trading fee atau komisi broker berbeda-beda antarsekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas. Rinciannya ada di halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang.
Secara historis, harga saham emiten Grup Triputra dipengaruhi oleh faktor yang berbeda menurut bidangnya:
• Harga dan volume minyak sawit. Laba DSNG semester I 2026 ditopang harga jual dan volume produk sawit (SWA, 31 Juli 2026), sehingga harga CPO relevan bagi TAPG dan DSNG.
• Penjualan kendaraan. Pendapatan DRMA bergantung pada segmen roda dua dan roda empat, sedangkan ASLC dan ASSA bergantung pada pasokan dan permintaan kendaraan bekas.
• Struktur konsolidasi. Kinerja ASLC tercermin di laporan ASSA, sehingga kabar dari ASLC dapat memengaruhi ASSA.
• Aksi korporasi. Pembagian dividen, seperti dividen interim TAPG Rp60 per saham pada Agustus 2026, memengaruhi harga di sekitar cum date dan ex date.
• Likuiditas dan volatilitas. Saham berharga rendah seperti ASLC (Rp69 per lembar) dapat bergerak besar secara persentase meski perubahan harganya hanya beberapa rupiah.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–23 September 2026. Pergerakan harga di masa lalu tidak menunjukkan arah harga ke depan.
Saham TAPG, DSNG, DRMA, ASSA, ASLC, dan ADRO dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia, dengan minimum pembelian 1 lot (100 lembar) per saham. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1. Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.
2. Pilih menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham yang diinginkan, misalnya "TAPG" atau "ASSA".
3. Klik "Beli", lalu masukkan harga dan jumlah lot (minimum 1 lot atau 100 lembar).
4. Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah, rekening khusus atas nama investor untuk transaksi saham) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.
5. Periksa ringkasan order, konfirmasi, lalu cek statusnya di riwayat transaksi.
Karena beberapa emiten berada di grup dan sektor yang sama, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak terkonsentrasi pada satu kelompok usaha.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Saham yang terkait Grup Triputra antara lain TAPG, DSNG, DRMA, ASSA, dan ASLC. ADRO terkait melalui kepemilikan pribadi T.P. Rachmat sebesar 3,03% per 31 Maret 2026.
Grup Triputra adalah kelompok usaha milik T.P. Rachmat. Entitas grup, PT Triputra Investindo Arya, memegang 28,33% saham DSNG dan 24,12% saham TAPG per 31 Maret 2026 (data KSEI).
Bukan. Pengendali ADRO adalah PT Adaro Strategic Investments dengan 47,79%, sedangkan T.P. Rachmat memegang 3,03% secara langsung per 31 Maret 2026.
Dengan harga penutupan Rp1.980 per lembar pada 23 September 2026, 1 lot saham TAPG (100 lembar) setara Rp198.000, atau sekitar Rp198.297 setelah biaya beli 0,15% di Pluang.
Grup Triputra milik T.P. Rachmat terhubung dengan TAPG dan DSNG di sawit, DRMA di komponen otomotif, serta ASSA dan anak usahanya ASLC di transportasi dan mobil bekas. ADRO sering disebut dalam kelompok ini, tetapi pengendalinya adalah PT Adaro Strategic Investments, sedangkan T.P. Rachmat memegang 3,03%. Karena bidang usaha tiap emiten berbeda, faktor yang memengaruhi harganya juga berbeda. Sebelum mengambil keputusan, pelajari laporan keuangan masing-masing emiten di situs BEI dan sesuaikan dengan profil risiko kamu.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.