
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bergerak di bidang pertambangan batu bara dan mineral serta jasa pertambangan melalui anak usahanya, PT Petrosea Tbk, dan terdaftar di sektor Energi Bursa Efek Indonesia. Per penutupan perdagangan 23 Oktober 2026, 1 lot saham CUAN setara Rp51.000 (100 lembar × Rp510, sumber: IDNFinancials, 23 Oktober 2026). Perusahaan juga mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp500 miliar untuk periode 19 Oktober–31 Desember 2026 (sumber: Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026). Pemegang saham pengendalinya adalah Prajogo Pangestu dengan 80,42% saham per 11 Agustus 2026 (keterbukaan informasi, dikutip Liputan6, 12 Agustus 2026).
Diperbarui 26 Oktober 2026.
Jawaban Singkat
● Saham CUAN tersedia di kategori Saham Indonesia Pluang, bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati, berizin dan diawasi OJK.
● CUAN mengumumkan buyback saham Rp500 miliar untuk periode 19 Oktober–31 Desember 2026 (sumber: Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026).
● Per 23 Oktober 2026, harga saham CUAN Rp510/lembar; 1 lot (100 lembar) setara Rp51.000 (sumber: IDNFinancials).
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan dana maksimal Rp500 miliar, sebagaimana disampaikan dalam Keterbukaan Informasi BEI tertanggal 19 Oktober 2026.
Rincian program buyback tersebut adalah sebagai berikut.
Aspek | Keterangan (data per 19 Oktober 2026) |
Periode pelaksanaan | 19 Oktober – 31 Desember 2026 |
Dana maksimal | Rp500 miliar |
Sumber pendanaan | Kas internal perusahaan |
Pelaksana | PT BNI Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) |
Harga pelaksanaan | Ditentukan manajemen pada harga yang dianggap baik dan wajar, sesuai ketentuan OJK yang berlaku |
Batasan volume harian | Tidak ada pembatasan volume buyback harian |
Tujuan | Menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan efisiensi struktur permodalan |
Dampak keuangan | Manajemen memperkirakan tidak ada dampak negatif signifikan terhadap operasional dan laba perusahaan |
Status saham hasil buyback | Dicatat sebagai treasury stock sebelum dialihkan kembali sesuai ketentuan OJK |
Pandangan pasar. Sentimen terhadap rencana ini secara umum positif, karena buyback berpotensi menambah permintaan saham dan meredam tekanan jual, terlebih setelah harga CUAN sempat anjlok tajam pada paruh kedua Oktober 2026 (lihat bagian faktor harga). Efektivitasnya tetap bergantung pada realisasi pembelian dan kondisi pasar secara keseluruhan — ini bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham CUAN.
CUAN sebelumnya juga pernah menjalankan buyback serupa pada awal 2026, namun diakhiri lebih awal pada 11 Maret 2026 karena pasar dinilai sudah relatif stabil (sumber: BCA Sekuritas, 11 Maret 2026).
Sumber: Keterbukaan Informasi BEI – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, 19 Oktober 2026; Bisnis.com, 19 Oktober 2026.
Saham CUAN bergerak sebagai perusahaan induk (holding) di tiga lini: kepemilikan tambang batu bara termal dan metalurgi, emas, perak, serta pasir silika; jasa pertambangan, EPC, dan EPCI migas lepas pantai; serta infrastruktur dan layanan pendukung energi dan mineral (Petrindo, 2026). Dalam konteks ini, CUAN adalah kode saham di BEI, bukan istilah slang "cuan" yang sehari-hari dipakai untuk menyebut keuntungan.
Aset tambang batu bara CUAN berada di Kalimantan Tengah, sedangkan proyek emasnya masih di tahap eksplorasi:
Anak Usaha | Komoditas | Luas (ha) | Lokasi / Status |
PT Multitambangjaya Utama (MUTU) | Batu bara termal dan metalurgi | 24.970 | Kalimantan Tengah |
PT Tamtama Perkasa | Batu bara termal | 9.540 | Kalimantan Tengah |
PT Borneo Bangun Banua | Batu bara termal | 3.918 | Kalimantan Tengah |
PT Intam | Emas | 18.500 | Nusa Tenggara Barat; tahap eksplorasi, IUP s.d. 21 Okt 2035 |
Sumber: Petrindo (situs perusahaan, diakses 24 September 2026) untuk tiga konsesi batu bara; IPOT News, 22 Juli 2025 untuk PT Intam, yang dimiliki melalui PT Equator Sumber Energi dengan porsi 99,99%.
CUAN adalah kode saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, emiten tambang dan energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 8 Maret 2023 dengan 112.418.900.000 saham terdaftar (KSEI, diakses 24 September 2026). Perusahaan berdiri di Jakarta pada 2008 dan berkantor pusat di Wisma Barito Pacific, Jakarta Barat (IDNFinancials, 2026).
Saat IPO, CUAN menawarkan 1,69 miliar saham di harga Rp220 per lembar dan menghimpun Rp371,8 miliar (Liputan6, 8 Maret 2023). Pada 15 Juli 2025, CUAN melakukan stock split 1:10 sehingga nilai nominal turun dari Rp200 menjadi Rp20 dan jumlah saham naik dari 11,24 miliar menjadi 112,41 miliar lembar (Bisnis.com, 9 Juli 2025).
Profil Emiten | Keterangan |
Nama legal | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk |
Kode saham | CUAN |
Sektor BEI | Energi — batu bara |
Tahun berdiri | 2008 |
Tanggal pencatatan di BEI | 8 Maret 2023 |
Jumlah saham terdaftar (lembar) | 112.418.900.000 |
Nilai nominal (Rp/lembar) | 20 |
Kapitalisasi pasar (Rp, per 23 Okt 2026) | ±57,33 triliun (112.418.900.000 × Rp510) |
Indeks | LQ45 (Periskop, 5 Agustus 2026) |
Sumber: KSEI (tanggal pencatatan, jumlah saham, nilai nominal, diakses 24 September 2026); IDNFinancials (sektor, tahun berdiri, harga penutupan 23 Oktober 2026).
Pemilik dan pengendali saham CUAN adalah Prajogo Pangestu, yang memegang 90.404.898.700 lembar atau 80,42% saham per 11 Agustus 2026 (keterbukaan informasi, dikutip Liputan6, 12 Agustus 2026). Dalam keterbukaan informasi yang sama, Prajogo menyatakan bertindak sebagai pengendali dan akan mempertahankan pengendalian atas CUAN.
Pemegang Saham (per 11 Agt 2026) | Jumlah (lembar) | Kepemilikan (%) | Keterangan |
Prajogo Pangestu | 90.404.898.700 | 80,42 | Pengendali, kepemilikan langsung |
Masyarakat dan lainnya | 22.014.001.300 | 19,58 | Selisih dari total saham terdaftar |
Total | 112.418.900.000 | 100,00 | Jumlah saham terdaftar (KSEI) |
Sumber: keterbukaan informasi transaksi 11 Agustus 2026 (Liputan6, 12 Agustus 2026; Pasardana, 13 Agustus 2026); KSEI (jumlah saham). Komposisi pemegang saham dapat berubah setiap bulan — termasuk mengikuti realisasi program buyback yang berjalan pada periode 19 Oktober–31 Desember 2026 — sehingga porsi di atas perlu dicek ulang terhadap keterbukaan informasi BEI terbaru. Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Sepanjang April–Mei 2026, porsi Prajogo turun dari 81,90% menjadi 80,37% setelah ia melepas sekitar 1,71 miliar saham (IDNFinancials, 10 Juni 2026). Sebagian penjualan dilakukan pada 10–15 April 2026 sebanyak 531,67 juta saham, dengan tujuan menambah free float atau porsi saham yang beredar di publik (Bloomberg Technoz, 16 April 2026). Pada 11 Agustus 2026, Prajogo membeli 51,7 juta saham CUAN untuk tujuan investasi pribadi, sehingga porsinya naik dari 80,37% menjadi 80,42% (Pasardana, 13 Agustus 2026).
Prajogo Pangestu juga mengendalikan sejumlah emiten lain. Daftarnya tersedia di halaman saham Prajogo Pangestu dan rincian kepemilikannya, termasuk profil dan kinerja saham BRPT.
CUAN mengendalikan PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui anak usaha yang dimiliki sepenuhnya, PT Kreasi Jasa Persada, yang memegang 45,33% saham PTRO per 31 Juli 2026 (Petrosea, 2026). Kendali ini diperoleh pada Februari 2024, saat Kreasi Jasa Persada membeli 34% saham PTRO senilai Rp940 miliar (Liputan6, 7 Februari 2024).
Karena dikonsolidasikan, Petrosea menjadi penyumbang utama pendapatan CUAN. Pada semester I 2026, pendapatan Petrosea mencapai USD543,98 juta (Bisnis.com, 18 September 2026), atau sekitar 73,9% dari pendapatan konsolidasi CUAN sebesar USD736,1 juta pada periode yang sama. Selain itu, entitas CUAN telah memiliki 27,78% saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan sedang menjajaki pengambilalihan kendali atas perusahaan tersebut (Katadata, 21 September 2026). Rencana ini belum final dan dapat berubah.
Pada semester I 2026, CUAN mencatat pendapatan USD736,1 juta, naik 59,28% secara tahunan, dan laba bersih USD19,78 juta, naik 919,58% dari USD1,94 juta pada semester I 2025 (EmitenNews, 1 Agustus 2026). Laba kotor naik menjadi USD101,63 juta dari USD47,93 juta, dan laba usaha naik menjadi USD68,49 juta dari USD41,08 juta (EmitenNews, 1 Agustus 2026).
Meski persentase kenaikannya besar, nilai laba bersih masih kecil dibanding pendapatan, atau sekitar 2,7%. Total aset per 30 Juni 2026 tercatat USD2,65 miliar, turun dari USD2,69 miliar pada akhir 2025.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.
Harga 1 lot saham CUAN adalah Rp51.000 berdasarkan harga penutupan Rp510 per lembar pada 23 Oktober 2026, ditambah biaya beli 0,15% di Pluang (PT Pluang Maju Sekuritas) sehingga totalnya sekitar Rp51.076 (IDNFinancials, 23 Oktober 2026). Minimum pembelian saham Indonesia adalah 1 lot (100 lembar). Harga terkini dapat dicek di halaman harga saham Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) hari ini.
Komponen | Nilai (Rp) | Keterangan |
Harga per lembar | 510 | Harga penutupan 23 Oktober 2026 (IDNFinancials) |
Jumlah lembar per lot | 100 lembar | Satuan perdagangan di BEI |
Nilai 1 lot = minimum pembelian | 51.000 | 100 lembar × Rp510 |
Biaya beli di Pluang (0,15%) | 76 | Termasuk levy BEI/KSEI 0,03%, biaya KPEI 0,01%, trading fee Pluang 0,0961261%, dan PPN 11% atas levy serta trading fee |
Estimasi total dana beli 1 lot | 51.076 | Rp51.000 + Rp76 |
Biaya jual di Pluang (0,25%) | 128 | Komponen biaya beli ditambah PPh Final 0,1% atas nilai jual; ilustrasi pada harga Rp510 |
e-Meterai | 10.000 | Hanya untuk konfirmasi transaksi di atas Rp10.000.000; tidak berlaku untuk transaksi 1 lot CUAN pada harga ini |
Data harga per 23 Oktober 2026. Tarif biaya sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 24 September 2026. Harga saham berubah setiap hari perdagangan, sehingga nilai 1 lot juga ikut berubah.
Komponen biaya perlu dibaca terpisah: trading fee atau komisi broker berbeda-beda antarsekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas. Rincian lengkapnya tersedia di halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang.
Sebagai perbandingan pada kategori aset lain di Pluang: minimum pembelian aset crypto adalah Rp10.000 dan minimum penjualan Rp5.000, sementara untuk saham AS & ETF minimum transaksi adalah USD 1,00 (Market Order) atau USD 1,50 (Limit/Stop/Stop-Limit Order). Angka-angka ini berbeda dari minimum saham Indonesia karena masing-masing berada di bawah entitas penyedia dan kerangka regulasi yang berbeda (lihat disclaimer produk di bagian bawah artikel).
Secara historis, harga saham CUAN dipengaruhi oleh faktor berikut:
● Kinerja Petrosea. Sekitar 73,9% pendapatan semester I 2026 berasal dari Petrosea, sehingga kontrak dan margin jasa pertambangan ikut menentukan hasil CUAN.
● Harga dan permintaan batu bara. Tambang milik CUAN serta pelanggan Petrosea sama-sama bergantung pada sektor ini; kontrak jasa Petrosea senilai Rp9,3 triliun dengan grup SINI, misalnya, dihitung berdasarkan Indonesian Coal Index (Bisnis.com, 24 Juli 2026).
● Transaksi saham oleh pengendali. Prajogo Pangestu melepas sekitar 1,71 miliar saham pada April–Mei 2026 dan membeli 51,7 juta saham pada 11 Agustus 2026 (IDNFinancials, 10 Juni 2026; Pasardana, 13 Agustus 2026).
● Aksi korporasi. Rencana pengambilalihan SINI, pengembangan proyek emas, dan program buyback Rp500 miliar (19 Oktober–31 Desember 2026) masih dalam proses dan belum tentu terealisasi sepenuhnya (sumber: Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026).
● Volatilitas dan likuiditas. Harga CUAN sempat turun 47,50% ke Rp630 pada Mei 2026 (IDNFinancials, 10 Juni 2026) dan anjlok lagi 14,29% ke Rp540 pada 16 Oktober 2026, tiga hari sebelum pengumuman buyback (EmitenNews). Dalam 52 minggu hingga 23 September 2026, harganya bergerak antara Rp464 dan Rp2.890 per lembar (CNBC Indonesia).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 24 September 2025–23 Oktober 2026. Pergerakan harga di masa lalu tidak menunjukkan arah harga ke depan.
Saham CUAN dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia, dengan minimum pembelian 1 lot (100 lembar). Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1. Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.
2. Pilih menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham "CUAN".
3. Klik "Beli", lalu masukkan harga dan jumlah lot yang diinginkan (minimum 1 lot atau 100 lembar).
4. Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.
5. Periksa ringkasan order, konfirmasi, lalu cek statusnya di riwayat transaksi.
Sebelum bertransaksi, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak terkonsentrasi pada satu saham.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
CUAN adalah kode saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, emiten tambang dan energi di sektor Energi BEI yang tercatat sejak 8 Maret 2023, dengan 112,42 miliar saham terdaftar menurut KSEI.
CUAN bergerak di bidang kepemilikan tambang batu bara dan mineral serta jasa pertambangan melalui Petrosea, yang menyumbang USD543,98 juta dari pendapatan semester I 2026 sebesar USD736,1 juta.
Saham CUAN dimiliki dan dikendalikan Prajogo Pangestu, dengan porsi 80,42% per 11 Agustus 2026. Sisanya, 19,58%, dipegang masyarakat dan pihak lain.
Ya. CUAN mengumumkan buyback saham senilai maksimal Rp500 miliar untuk periode 19 Oktober–31 Desember 2026, didanai kas internal dan dilaksanakan BNI Sekuritas serta Trimegah Sekuritas melalui BEI (sumber: Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026).
Dengan harga penutupan Rp510 per lembar pada 23 Oktober 2026, 1 lot saham CUAN (100 lembar) setara Rp51.000, atau sekitar Rp51.076 setelah biaya beli 0,15% di Pluang.
CUAN adalah perusahaan induk tambang dan energi milik Prajogo Pangestu, dengan tambang batu bara di Kalimantan Tengah, proyek emas di NTB, dan kendali atas Petrosea sebagai penyumbang utama pendapatan. Perusahaan kini juga menjalankan program buyback saham senilai maksimal Rp500 miliar pada periode 19 Oktober–31 Desember 2026, menyusul harga sahamnya yang sempat anjlok tajam pada Oktober 2026. Laba semester I 2026 naik tajam dari basis yang kecil, sementara harga sahamnya berfluktuasi lebar sepanjang 2026. Sebelum mengambil keputusan, pelajari laporan keuangan CUAN di situs BEI, pantau perkembangan buyback melalui keterbukaan informasi terbaru, dan sesuaikan dengan profil risiko kamu.
Tanggal | Perubahan |
24 September 2026 | Artikel dipublikasikan, memuat profil emiten, bidang usaha, struktur pemegang saham, hubungan dengan Petrosea, kinerja semester I 2026, harga 1 lot, faktor harga, cara beli, dan FAQ. |
26 Oktober 2026 | Ditambahkan sub-judul baru "CUAN Buyback Saham Rp500 Miliar" dengan tabel rincian program (dana maks. Rp500 miliar, periode 19 Okt–31 Des 2026, pelaksana BNI Sekuritas & Trimegah Sekuritas, status treasury stock) dan konteks buyback sebelumnya yang diakhiri lebih awal Maret 2026; ditambahkan FAQ baru "Apakah CUAN sedang melakukan buyback saham?", blok Jawaban Singkat, dan pembaruan faktor harga (penurunan 14,29% pada 16 Oktober 2026). Harga saham, kapitalisasi pasar, dan seluruh referensi harga 1 lot diperbarui ke Rp510 (23 Oktober 2026, IDNFinancials), dari sebelumnya Rp960 (23 September 2026). Disclaimer penutup diperbarui ke format standar terbaru dengan tautan OJK/Bappebti/BI. |
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.