Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Panduan Praktis Cara Trading Crypto untuk Investor Pemula
shareIcon

Panduan Praktis Cara Trading Crypto untuk Investor Pemula

18 Sep 2025, 5:24 PM
·
Waktu baca: 12 menit
shareIcon
Panduan Praktis Cara Trading Crypto untuk Investor Pemula
Cara trading crypto untuk pemula: pilih PAKD yang diawasi OJK, mulai Rp10.000 di Pluang, pahami biaya, pajak 0,21%, dan manajemen risiko. Pelajari lebih lanjut. 

Trading crypto adalah aktivitas membeli dan menjual aset kripto dalam jangka waktu relatif pendek untuk memanfaatkan pergerakan harga. Per Juli 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 22,93 juta konsumen aset kripto di Indonesia dengan nilai transaksi Rp20,52 triliun pada bulan tersebut (sumber: OJK via Warta Ekonomi, 27 Agustus 2026). Untuk memulai, pemula perlu memilih Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi OJK, menyelesaikan verifikasi identitas, mengaktifkan perlindungan akun, memakai nominal kecil, dan menetapkan batas risiko sebelum transaksi pertama. Di Pluang, pembelian aset kripto bisa dimulai dari Rp10.000 dan penjualan dari Rp5.000.

Apa Itu Trading Crypto?

Trading crypto adalah jual-beli aset kripto seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH) untuk memanfaatkan selisih harga dalam hitungan menit, hari, atau minggu. Berbeda dengan investasi jangka panjang (HODL), trading lebih banyak mengandalkan analisis teknikal, pembacaan sentimen, dan disiplin menjalankan rencana.

Aspek

Kelebihan

Kekurangan dan risiko

Waktu pasar

Pasar kripto buka 24 jam, 7 hari seminggu

Harga bisa bergerak tajam saat kamu tidak memantau

Modal

Aset bisa dibeli dalam pecahan, tidak perlu 1 koin utuh

Nominal kecil tetap bisa hilang sebagian atau seluruhnya

Pilihan aset

Per Juli 2026, bursa CFX mencatat 1.214 aset kripto yang dapat diperdagangkan (OJK via Warta Ekonomi, 27 Agustus 2026)

Tidak semua aset likuid; sebagian sulit dijual di harga yang diinginkan

Keterampilan

Melatih analisis dan disiplin

Menuntut waktu, pemahaman teknis, dan pengendalian emosi

 

Apa Saja Istilah Penting dalam Trading Crypto?

Istilah dasar yang perlu dipahami pemula adalah blockchain, altcoin, stablecoin, spot, futures, leverage, wallet, dan istilah sentimen seperti FOMO dan FUD.

Istilah

Arti singkat

Blockchain

Buku besar digital terdesentralisasi yang mencatat transaksi aset kripto

Altcoin

Semua aset kripto selain Bitcoin, misalnya Ethereum dan Solana

Stablecoin

Aset kripto yang nilainya dipatok ke aset lain, umumnya dolar AS

Spot trading

Jual-beli aset kripto secara langsung; kamu memiliki asetnya

Futures

Kontrak derivatif atas harga aset kripto, umumnya memakai leverage

Leverage

Penggunaan dana pinjaman yang memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian

Wallet

Dompet digital; hot wallet terhubung internet, cold wallet disimpan offline

Private key

Kode rahasia untuk mengakses aset di wallet pribadi; jika hilang, aset tidak bisa dipulihkan

Bull / bear market

Periode tren harga naik / tren harga turun

FOMO / FUD

Takut ketinggalan tren / penyebaran rasa takut dan ragu, sering lewat rumor

 

Bagaimana Cara Trading Crypto untuk Pemula?

Cara trading crypto untuk pemula dimulai dari memilih PAKD berizin, lalu membuat dan melindungi akun, belajar dasar analisis, dan bertransaksi dengan nominal kecil yang risikonya sudah kamu hitung.

Jawaban singkat:

•      Pilih PAKD yang berizin dan diawasi OJK, selesaikan verifikasi identitas (KYC), dan aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).

•      Mulai dengan nominal kecil, misalnya Rp10.000 di Pluang, dan tetapkan batas kerugian per transaksi.

•      Pelajari analisis fundamental dan teknikal, lalu catat setiap transaksi untuk evaluasi.

Tujuh Langkah Memulai Trading Crypto

1.     Pilih aplikasi PAKD berizin. Cocokkan nama badan hukum aplikasi dengan daftar PAKD di situs resmi OJK.

2.     Daftar dan verifikasi identitas. Umumnya kamu mengunggah KTP dan swafoto, lalu menunggu verifikasi selesai.

3.     Lindungi akun. Aktifkan PIN dan 2FA sebelum mengisi saldo.

4.     Isi saldo dengan dana dingin. Gunakan dana yang siap kamu tanggung risikonya, bukan dana darurat atau kebutuhan pokok.

5.     Kenali aset sebelum membeli. Pelajari fungsi, pasokan, tim pengembang, dan likuiditas aset tersebut.

6.     Tulis rencana trading. Tentukan alasan masuk, batas kerugian (stop loss), target keluar, dan porsi modal.

7.     Eksekusi dan evaluasi. Catat alasan dan hasil setiap transaksi di jurnal trading.

Berapa Modal Minimal dan Biaya Trading Crypto di Pluang?

Modal minimal trading crypto di Pluang adalah Rp10.000 untuk pembelian dan Rp5.000 untuk penjualan aset kripto. Karena aset kripto bisa dibeli dalam pecahan, Rp10.000 setara sekitar 0,0000066 BTC dengan harga Bitcoin per 28 September 2026.

Komponen (data per 29 September 2026)

Beli

Jual

Keterangan

Minimum transaksi di Pluang

Rp10.000

Rp5.000

Bisa dalam pecahan koin

Biaya transaksi Pluang, Instant Order

0%

0%

Sesuai halaman biaya Pluang

Biaya transaksi Pluang, order maker / taker

0,10% / 0,15%

0,10% / 0,15%

Berlaku untuk order lanjutan

Biaya CFX (termasuk PPN)

0,0111%

0,0111%

Biaya bursa aset kripto

PPh Pasal 22 final

Tidak dikenakan

0,21% dari nilai transaksi

Untuk penjualan melalui PAKD dalam negeri, sesuai PMK 50/2025; bukan komponen biaya platform

 

Sumber: Biaya Crypto Pluang, diakses 29 September 2026; Direktorat Jenderal Pajak, 8 September 2025. Sejak 1 Agustus 2025, pembelian aset kripto tidak dikenai PPN (PMK 50/2025).

Contoh perhitungan dengan Instant Order (ilustrasi nominal, bukan proyeksi imbal hasil):

1.     Beli aset kripto senilai Rp1.000.000: biaya CFX 0,0111% = Rp111.

2.     Jual di nilai yang sama, Rp1.000.000: biaya CFX Rp111 + PPh 0,21% Rp2.100 = Rp2.211.

3.     Total biaya beli dan jual: Rp2.322, atau sekitar 0,23% dari Rp1.000.000.

Artinya, harga perlu naik sekitar 0,23% hanya untuk menutup biaya dan pajak, dan porsi ini membesar jika kamu sering bertransaksi.

Bagaimana Memilih Aplikasi Trading Crypto yang Legal?

Aplikasi trading crypto yang legal di Indonesia adalah PAKD yang telah memperoleh izin dan diawasi OJK. Sejak 10 Januari 2025, pengawasan aset kripto beralih dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK (Hukumonline). Per Juli 2026, OJK mencatat 27 PAKD berizin, 2 bursa aset keuangan digital, 2 lembaga kliring, dan 2 pengelola tempat penyimpanan (OJK via Warta Ekonomi, 27 Agustus 2026). Di Indonesia, aset kripto diperdagangkan sebagai aset, bukan alat pembayaran.

Gunakan lima kriteria berikut:

1.     Status izin. Cocokkan nama badan hukum dengan daftar PAKD di situs OJK. Daftar ini dapat berubah, jadi periksa sebelum mendaftar.

2.     Pencatatan transaksi. Cek apakah transaksi tercatat di bursa dan lembaga kliring berizin, misalnya CFX dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).

3.     Fitur perlindungan akun. Cari 2FA, PIN, notifikasi aktivitas, dan whitelist alamat penarikan.

4.     Transparansi biaya. Biaya transaksi, spread, biaya penarikan, dan pajak seharusnya terlihat sebelum kamu mengonfirmasi transaksi.

5.     Edukasi dan pengaduan. Cek informasi produk dan kanal pengaduan konsumen.

Bagaimana Cara Melindungi Akun Trading Crypto?

Akun trading crypto dilindungi dengan mengaktifkan 2FA, memakai kata sandi unik, menolak setiap permintaan kode OTP, dan memeriksa alamat situs sebelum masuk.

1.     Aktifkan 2FA dan gunakan kata sandi unik yang tidak dipakai di layanan lain.

2.     Jangan pernah membagikan OTP, kata sandi, atau private key, termasuk kepada pihak yang mengaku petugas platform.

3.     Waspadai phishing. Periksa domain resmi dan abaikan tautan airdrop atau hadiah yang tidak jelas sumbernya.

4.     Uji penarikan dengan nominal kecil dan aktifkan whitelist alamat penarikan jika kamu memindahkan aset ke wallet pribadi.

Jika memindahkan aset ke wallet pribadi, menjaga private key sepenuhnya menjadi tanggung jawabmu, dan transaksi di blockchain tidak dapat dibatalkan.

Apa Saja Gaya Trading Crypto yang Umum Digunakan?

Ada empat gaya trading crypto yang umum digunakan, yaitu scalping, day trading, swing trading, dan position trading. Perbedaannya terletak pada lama posisi dibuka dan frekuensi transaksi:

Gaya trading

Lama posisi

Frekuensi transaksi

Fokus analisis

Risiko utama

Scalping

Detik hingga menit

Sangat sering

Teknikal jangka sangat pendek

Biaya menumpuk, keputusan impulsif

Day trading

Kurang dari 1 hari

Beberapa kali per hari

Teknikal intraday

Pergerakan harga intraday yang tajam

Swing trading

Beberapa hari hingga minggu

Beberapa kali per bulan

Teknikal dan sentimen

Pergerakan harga saat posisi tidak dipantau

Position trading

Bulan hingga tahun

Jarang

Fundamental

Penurunan harga berkepanjangan (bear market)

 

Di luar gaya trading, banyak investor memakai dollar cost averaging (DCA), yaitu membeli berkala dengan nominal tetap, misalnya Rp10.000 per minggu, tanpa menebak titik harga. DCA mengurangi ketergantungan pada satu titik masuk, tetapi tidak menghilangkan risiko penurunan harga.

Jenis Order Apa Saja yang Perlu Dipahami Pemula?

Jenis order yang perlu dipahami pemula adalah market order, limit order, stop loss, dan take profit, ditambah fitur notifikasi harga.

•      Market order: dieksekusi segera di harga pasar yang tersedia. Pada aset yang kurang likuid, harga eksekusi bisa berbeda dari harga yang terlihat (slippage).

•      Limit order: hanya dieksekusi di harga yang kamu tetapkan atau lebih baik.

•      Stop loss: menutup posisi di harga tertentu untuk membatasi kerugian.

•      Take profit: menutup posisi di target harga yang sudah kamu tentukan.

•      Price alert: notifikasi saat harga menyentuh level tertentu, tanpa mengeksekusi order.

Ketersediaan tiap jenis order berbeda antarplatform.

Bagaimana Cara Menganalisis Pasar Crypto?

Cara menganalisis pasar crypto adalah dengan menggabungkan analisis fundamental untuk memahami nilai sebuah aset dan analisis teknikal untuk membaca pola harga historisnya.

Analisis Fundamental

Analisis fundamental menilai faktor yang memengaruhi nilai aset, antara lain:

1.     Fungsi dan penggunaan jaringan blockchain-nya, yang biasanya dijelaskan di whitepaper.

2.     Tokenomics, seperti total pasokan dan jadwal rilis token.

3.     Aktivitas pengembang, roadmap, dan komunitas.

4.     Regulasi serta kondisi makroekonomi, seperti suku bunga.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal membaca data harga dan volume historis untuk mengenali pola. Indikator yang sering dipakai pemula antara lain:

1.     RSI (Relative Strength Index) untuk membaca kondisi jenuh beli (*overbought*) atau jenuh jual (*oversold*).

2.     Moving average untuk melihat arah tren rata-rata harga.

3.     MACD (*Moving Average Convergence Divergence*) untuk membaca momentum tren.

4.     Pola *candlestick* untuk mengenali sinyal pembalikan atau kelanjutan tren.

Indikator dibangun dari data masa lalu, sehingga sinyalnya bisa keliru dan perlu dilengkapi batas kerugian.

Bagaimana Menerapkan Manajemen Risiko dalam Trading Crypto?

Manajemen risiko dalam trading crypto dilakukan dengan membatasi kerugian per transaksi, memasang stop loss, mengatur ukuran posisi, dan menyebar modal ke beberapa aset.

1.     Batasi risiko per transaksi. Tentukan persentase maksimal modal yang siap kamu tanggung sebagai kerugian dalam satu transaksi, lalu patuhi batas itu.

2.     Pasang stop loss dan take profit sebelum membuka posisi.

3.     Hitung ukuran posisi dari batas risiko dibagi jarak stop loss.

4.     Terapkan [diversifikasi portofolio](https://pluang.com/akademi/kamus/strategi-diversifikasi-portofolio). Hindari menaruh seluruh modal pada satu aset.

5.     Hindari leverage saat masih belajar. Leverage memperbesar kerugian secepat memperbesar potensi keuntungan.

Contoh ilustratif menghitung ukuran posisi:

Komponen

Nilai

Cara menghitung

Total modal

Rp1.000.000

Asumsi

Batas risiko per transaksi

2% atau Rp20.000

2% × Rp1.000.000

Jarak stop loss dari harga beli

5%

Asumsi

Ukuran posisi maksimal

Rp400.000

Rp20.000 ÷ 5%

 

Jika harga turun 5% dan stop loss tereksekusi, kerugianmu sekitar Rp20.000 di luar biaya dan pajak. Contoh ini hanya ilustrasi cara menghitung, bukan rekomendasi transaksi; pada pasar yang bergerak cepat, stop loss bisa tereksekusi di harga berbeda.

Apa Saja Kesalahan Umum Pemula saat Trading Crypto?

Kesalahan umum pemula saat trading crypto adalah membeli karena ikut-ikutan, tidak memasang stop loss, dan menaruh seluruh modal di satu aset:

1.     Tidak melakukan riset mandiri (DYOR). Membeli aset hanya karena ramai dibicarakan.

2.     Terjebak FOMO. Membeli setelah harga naik tajam karena takut ketinggalan.

3.     Panik karena FUD. Menjual karena rumor tanpa melihat rencana awal.

4.     Overtrading. Terlalu sering bertransaksi sehingga biaya dan pajak menggerus modal.

5.     All-in pada satu aset. Kerugian pada satu aset langsung berdampak pada seluruh modal.

6.     Mengabaikan stop loss. Menggeser atau tidak memasang stop loss membuat kerugian melebar.

7.     Mengabaikan perlindungan akun dan balas dendam. Tidak mengaktifkan 2FA, membagikan OTP, atau menambah posisi untuk "membalas" kerugian (revenge trading).

Berapa Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana per September 2026?

Per 28 September 2026 pukul 09.05 WIB, harga Bitcoin berada di kisaran USD84.378,51 atau sekitar Rp1,52 miliar per BTC (sumber: CoinMarketCap via Liputan6, 28 September 2026).

Aset

Harga (USD)

Perkiraan harga (Rp)

Perubahan 7 hari

Karakteristik umum

Bitcoin (BTC)

84.378,51

1,52 miliar

+3,36%

Diluncurkan 2009; pasokan maksimum 21 juta BTC

Ethereum (ETH)

2.684,90

48,21 juta

+0,52%

Jaringan *smart contract* yang menjadi basis banyak aplikasi DeFi dan NFT

Solana (SOL)

121,69

2,19 juta

+8,82%

Blockchain yang dirancang untuk transaksi cepat berbiaya rendah

 

Kurs yang digunakan Rp17.957 per USD. Angka ini bukan cerminan performa mendatang

Periode data: 21 September 2026–28 September 2026 · Data per 28 September 2026

Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

Pasokan Bitcoin dibatasi 21 juta BTC, dan lebih dari 95% di antaranya telah ditambang (CoinDesk, 23 Januari 2026). Pasokan terbatas tidak mencegah penurunan harga yang tajam. Untuk harga saat ini, buka halaman aset Bitcoin, Ethereum, atau Solana di Pluang.

Apa Saja Risiko Trading Crypto?

Risiko utama trading crypto adalah volatilitas harga yang tinggi, risiko likuiditas, perubahan regulasi, risiko peretasan dan penipuan, serta keputusan emosional. Sebagai gambaran, nilai transaksi aset kripto di Indonesia turun 28,2% secara bulanan menjadi Rp20,52 triliun pada Juli 2026 (sumber: OJK via Infobanknews, 7 September 2026).

1.     Volatilitas harga. Harga dapat bergerak tajam dalam waktu singkat; harga SOL berubah 8,82% dalam 7 hari hingga 28 September 2026 (CoinMarketCap).

2.     Risiko likuiditas. Aset dengan volume kecil bisa sulit dijual di harga yang kamu inginkan.

3.     Risiko regulasi. Kebijakan di Indonesia maupun negara lain dapat memengaruhi harga dan ketersediaan aset.

4.     Risiko peretasan dan penipuan. Phishing, proyek palsu, dan pencurian data dapat menyebabkan kehilangan aset.

5.     Risiko leverage. Produk dengan leverage dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar dalam waktu singkat.

6.     Risiko perilaku. FOMO, panik, dan overtrading sering membuat pemula menyimpang dari rencana.

Bagaimana Cara Membeli dan Menjual Crypto di Pluang?

Cara membeli crypto di Pluang adalah dengan memilih aset di menu Crypto, memasukkan nominal mulai Rp10.000, lalu mengonfirmasi transaksi. Berikut langkahnya:

1.     Unduh aplikasi Pluang, daftar, dan selesaikan verifikasi identitas.

2.     Isi saldo melalui metode pembayaran yang tersedia di aplikasi.

3.     Buka menu Crypto dan cari aset yang ingin kamu pelajari.

4.     Periksa harga, grafik, dan informasi aset di halaman detail.

5.     Masukkan nominal pembelian minimal Rp10.000, cek rincian biaya, lalu konfirmasi.

6.     Untuk menjual, pilih aset di portofolio, masukkan nominal minimal Rp5.000, lalu konfirmasi. Hasil penjualan masuk ke saldo setelah dipotong biaya dan pajak.

Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).

Bagaimana Jika Ingin Diversifikasi ke Saham AS dan Saham Indonesia di Pluang?

Selain aset kripto, Pluang menyediakan saham AS mulai US$1,00 untuk Market Order dan saham Indonesia mulai 1 lot (100 lembar), dengan syarat, manfaat, risiko, dan biaya masing-masing:

Produk

Minimum transaksi

Potensi manfaat

Risiko utama

Biaya

Aset Kripto

Beli Rp10.000; jual Rp5.000

Pasar 24 jam, pembelian pecahan

Volatilitas sangat tinggi, likuiditas, peretasan akun

Biaya Crypto

Saham AS

US1,5untukLimitOrder,StopOrder,danStopLimitOrder;US1,00 untuk Market Order (beli dan jual)

Akses ke perusahaan yang tercatat di bursa AS

Fluktuasi harga, risiko kurs USD/IDR

Biaya Saham AS

Saham Indonesia

1 lot (100 lembar)

Potensi capital gain dan dividen

Fluktuasi harga, likuiditas, batas auto rejection

Biaya Saham Indonesia

 

Aset kripto, saham AS, dan saham Indonesia termasuk produk berisiko tinggi, sehingga berlaku tiga pernyataan berikut:

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Pelajari lebih lanjut

Pertanyaan Seputar Trading Crypto untuk Pemula

Berapa modal minimal untuk mulai trading crypto di Pluang?

Di Pluang, pembelian aset kripto minimal Rp10.000 dan penjualan minimal Rp5.000. Aset kripto bisa dibeli dalam pecahan, sehingga kamu tidak perlu membeli 1 koin utuh untuk mulai belajar bertransaksi.

Apakah trading crypto legal di Indonesia?

Legal, selama dilakukan melalui PAKD yang berizin dan diawasi OJK. Sejak 10 Januari 2025, pengawasan aset kripto beralih dari Bappebti ke OJK. Per Juli 2026, OJK mencatat 27 PAKD berizin.

Berapa pajak saat menjual crypto di Indonesia?

Penjualan aset kripto melalui PAKD dalam negeri dikenai PPh Pasal 22 final 0,21% dari nilai transaksi sesuai PMK 50/2025, yang berlaku sejak 1 Agustus 2025. Pembelian aset kripto tidak lagi dikenai PPN.

Berapa nilai USD1.000 dalam Bitcoin?

Dengan harga Bitcoin USD84.378,51 per 28 September 2026 (CoinMarketCap), USD1.000 setara sekitar 0,0119 BTC, atau 0,37 ETH pada harga USD2.684,90. Nilainya berubah mengikuti harga pasar.

Apa bedanya trading crypto dan investasi crypto jangka panjang?

Trading crypto memanfaatkan pergerakan harga dalam hitungan menit hingga minggu dengan analisis teknikal. Investasi jangka panjang menahan aset berbulan-bulan hingga bertahun-tahun berdasarkan analisis fundamental, misalnya lewat DCA Rp10.000 per minggu. Keduanya tetap berisiko rugi.

Kesimpulan

Trading crypto memberi akses ke pasar yang buka 24 jam dengan modal kecil, tetapi harganya sangat fluktuatif. Dengan 27 PAKD berizin per Juli 2026 menurut OJK, langkah awal pemula adalah memilih PAKD yang berizin dan diawasi OJK, melindungi akun dengan 2FA, memahami pajak 0,21% atas penjualan, lalu mulai dari nominal kecil seperti Rp10.000 di Pluang dengan batas risiko dan stop loss yang jelas.

Investasi aset kripto dan saham mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Pahami karakteristik setiap produk, lalu sesuaikan dengan profil risiko serta tujuan finansialmu sebelum bertransaksi.

Informasi Produk dan Perizinan

Aset Kripto: Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).

Saham AS: Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Seluruh transaksi dicatat di Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). PT PG Berjangka juga merupakan Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Saham Indonesia: Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Riwayat Pembaruan Artikel

Tanggal

Perubahan

18 September 2025

Artikel dipublikasikan.

29 September 2026

Angka Kunci diperbarui (22,93 juta konsumen dan transaksi Rp20,52 triliun per Juli 2026, OJK) beserta data 27 PAKD berizin. Status pengawasan aset kripto diperbarui dari Bappebti ke OJK. Ditambahkan tabel istilah penting, panduan perlindungan akun, jenis order, tabel biaya dan pajak dengan contoh perhitungan (PMK 50/2025), tabel gaya trading dan DCA, contoh ukuran posisi, harga BTC, ETH, dan SOL per 28 September 2026, serta tabel minimum transaksi aset kripto, saham AS, dan saham Indonesia. Materi dari artikel Pluang terkait belajar crypto, aplikasi crypto, exchange crypto, modal Rp10 ribu, cara beli Bitcoin, dan aplikasi multi-aset digabungkan. Klaim superlatif, nama platform lain, dan klaim yang tidak dapat diverifikasi dihapus.

 

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

 

Ditulis oleh
channel logo
Pluang
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1