Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Bitcoin Seasonality vs Return Indeks Saham
shareIcon

Bitcoin Seasonality vs Return Indeks Saham

1 Oct 2026, 1:14 PM
·
Waktu baca: 7 menit
shareIcon
Bitcoin Seasonality vs Return Indeks Saham
Bitcoin seasonality vs IHSG & S&P 500: bandingkan rata-rata return Oktober dan CAGR 10 tahun beserta risikonya. Cek datanya di Pluang.

Secara historis, Bitcoin mencatatkan rata-rata kenaikan sekitar 19% pada bulan Oktober (positif di 10 dari 13 tahun, 2013–2025), jauh lebih tinggi dibanding rata-rata return Oktober IHSG sebesar 1,16% (positif di 8 dari 10 tahun, 2016–2025) dan S&P 500 sebesar 1,1% (rata-rata 20 tahun terakhir, 2006–2025) (sumber: CoinGlass via CoinAlertNews 28 September 2026; Rikopedia Research/IDX Channel 1 Oktober 2026; Trade That Swing 29 September 2026). Perbedaan ini mencerminkan karakter risiko yang juga jauh berbeda — bukan berarti Bitcoin “lebih unggul” sebagai instrumen investasi.

Jawaban Singkat

•        Rata-rata return Oktober: Bitcoin +19% (2013–2025), IHSG +1,16% (2016–2025), S&P 500 +1,1% (2006–2025) — sumber CoinGlass, Rikopedia/IDX Channel, dan Trade That Swing.

•        Return tahunan Bitcoin jauh lebih fluktuatif dibanding indeks saham, dengan rentang dari -73,56% (2018) hingga +1.368,90% (2017).

•        Kamu bisa mengakses aset kripto, saham AS, dan saham Indonesia dalam satu aplikasi Pluang, masing-masing dengan minimum transaksi berbeda.

Apa itu seasonality dalam investasi, dan mengapa Bitcoin dan indeks saham dibandingkan?

Seasonality (musiman) adalah pola kecenderungan suatu aset bergerak naik atau turun pada periode kalender tertentu secara berulang, berdasarkan data historis bertahun-tahun. Baik pasar kripto maupun pasar saham memiliki pola musimannya masing-masing — Bitcoin dikenal dengan istilah “Uptober” untuk kecenderungan menguat di Oktober, sementara indeks saham seperti IHSG dan S&P 500 juga memiliki pola serupa meski dengan magnitudo yang jauh lebih kecil.

Membandingkan keduanya membantu investor memahami bahwa kecenderungan musiman yang lebih besar pada Bitcoin umumnya berjalan beriringan dengan volatilitas yang juga jauh lebih besar — bukan sekadar “potensi untung lebih besar” tanpa konteks risiko yang menyertainya.

Berapa rata-rata return Oktober Bitcoin dibanding IHSG dan S&P 500?

Aset

Rata-rata Return Okt

Win Rate

Periode Data

Sumber & tanggal

Bitcoin (BTC)

+19%

10/13 thn (77%)

2013–2025

CoinGlass via CoinAlertNews, 28 Sep 2026

IHSG

+1,16%

8/10 thn (80%)

2016–2025

Rikopedia/IDX Channel (data BEI), 1 Okt 2026

S&P 500

+1,1%

62% positif

20 thn (2006–2025); win rate 2000–2026

Trade That Swing, 29 Sep 2026; History of Market, 2026

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: sebagaimana tercantum pada kolom masing-masing aset. Pembahasan Bitcoin, IHSG, dan S&P 500 dalam tabel ini bersifat historis dan edukatif, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli aset atau efek tertentu.

Meski win rate Oktober Bitcoin dan IHSG relatif berdekatan (77% vs 80%), magnitudo rata-rata kenaikannya sangat berbeda — rata-rata Oktober Bitcoin sekitar 16-17 kali lipat dari rata-rata Oktober IHSG maupun S&P 500. Perbedaan skala ini berbanding lurus dengan tingkat volatilitas masing-masing aset, seperti terlihat pada perbandingan return tahunan berikut.

Bagaimana perbandingan imbal hasil tahunan Bitcoin dengan IHSG dan S&P 500 dalam 10 tahun terakhir?

Di luar pola musiman Oktober, perbedaan karakter risiko antara Bitcoin dan indeks saham terlihat lebih jelas lagi pada data imbal hasil tahunan jangka panjang, yang diukur dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate atau tingkat pertumbuhan tahunan majemuk) — rata-rata laju pertumbuhan per tahun jika kenaikan/penurunan harga selama suatu periode dianggap berjalan merata setiap tahunnya:

Instrumen

Return Tahunan (CAGR)

Periode

Sumber & tanggal

Bitcoin (BTC)

sekitar +70,1%/thn*

2016–2025

Dihitung Pluang dari data SlickCharts, per 1 Okt 2026

S&P 500 (dividen diinvestasikan kembali)

+15,3%/thn

29 Sep 2016–29 Sep 2026

ChartRow, 29 Sep 2026

IHSG

+3,08%/thn

2015–2024

Bolasalju, 13 Feb 2025

*CAGR Bitcoin dihitung dari data return tahunan 2016–2025 (SlickCharts) menggunakan rata-rata geometris, mencakup tahun-tahun dengan lonjakan ekstrem seperti +1.368,90% (2017) dan +303,16% (2020), serta koreksi tajam seperti -73,56% (2018) dan -64,27% (2022).

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: sebagaimana tercantum pada kolom masing-masing instrumen.

Mengapa return Bitcoin jauh lebih tinggi, tapi juga jauh lebih fluktuatif?

CAGR Bitcoin yang jauh di atas IHSG maupun S&P 500 sebagian besar terbentuk dari lonjakan harga ekstrem di tahun-tahun awal siklus adopsinya (misalnya +1.368,90% pada 2017), sehingga rata-rata jangka panjangnya ikut terangkat signifikan meski ada tahun-tahun dengan koreksi sangat dalam. Indeks saham seperti IHSG dan S&P 500, sebaliknya, mencerminkan kinerja gabungan ratusan hingga ribuan perusahaan dengan model bisnis dan arus kas yang telah mapan, sehingga pergerakannya historis lebih stabil meski potensi kenaikan tahunannya jauh lebih kecil dibanding Bitcoin.

Ini bukan berarti satu instrumen “lebih baik” dari yang lain — keduanya memiliki profil risiko-imbal hasil yang berbeda, dan cocok untuk tujuan serta toleransi risiko investor yang berbeda pula.

Apa risiko yang perlu dipahami sebelum membandingkan return historis seperti ini?

Beberapa hal penting yang perlu dipahami investor sebelum menjadikan data historis di atas sebagai bahan pertimbangan:

1.      CAGR tinggi tidak mencerminkan pengalaman investor riil setiap tahun. Investor yang membeli Bitcoin pada 2017 dan menahannya hingga akhir 2018 akan merasakan koreksi -73,56%, bukan rata-rata +70,1% per tahun.

2.      Data historis terbatas pada periode tertentu. CAGR Bitcoin di atas dihitung dari 2016–2025 — mengubah titik awal atau akhir periode dapat mengubah hasil perhitungan secara signifikan karena sifat volatilitas Bitcoin yang tinggi.

3.      Pola musiman bukan jaminan. Seperti dibahas pada artikel Uptober, tren positif Oktober Bitcoin yang berlangsung sejak 2019 sempat terhenti pada Oktober 2025 dengan penurunan 8,5% (sumber: CoinDesk, 1 November 2025).

4.      Diversifikasi tetap relevan. Volatilitas tinggi pada satu aset tidak serta-merta berarti aset tersebut harus dihindari atau dijadikan porsi utama portofolio — melainkan perlu dipertimbangkan proporsinya sesuai profil risiko masing-masing investor.

Harga aset kripto maupun saham bisa naik maupun turun, dan kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Bagaimana cara mendapatkan eksposur ke Bitcoin maupun indeks saham di Pluang?

Pluang menyediakan akses ke beberapa kategori aset yang disebutkan di atas dalam satu aplikasi:

5.      Buka aplikasi Pluang dan pilih kategori aset yang diinginkan: Crypto untuk Bitcoin dan aset kripto lain, Saham AS & ETF untuk eksposur ke pasar saham AS, atau Saham Indonesia untuk eksposur ke emiten yang membentuk IHSG.

6.      Lakukan riset pribadi terhadap karakteristik risiko masing-masing kategori aset — jangan menyamakan profil risiko Bitcoin dengan indeks saham.

7.      Tentukan nominal transaksi sesuai toleransi risiko kamu, dengan memperhatikan minimum transaksi pada tabel di bawah.

8.      Pantau portofolio secara berkala dan sesuaikan alokasi bila diperlukan, sesuai tujuan investasi jangka panjang kamu.

Kategori Aset

Min. Beli

Min. Jual

Keterangan

Per tanggal

Aset Crypto

Rp10.000

Rp5.000

Berlaku untuk pembelian/penjualan aset kripto di Pluang

1 Okt 2026

Saham AS & ETF (Market Order)

USD 1,00

USD 1,00

Order dieksekusi pada harga pasar saat itu

1 Okt 2026

Saham AS & ETF (Limit/Stop/Stop-Limit)

USD 1,50

USD 1,50

Order dengan harga/level yang ditentukan sendiri

1 Okt 2026

Saham Indonesia

1 lot (100 lembar)

1 lot (100 lembar)

Mengikuti satuan standar lot di Bursa Efek Indonesia

1 Okt 2026

Sumber: Pluang, FAQ Minimum dan Maksimum Transaksi, per 1 Oktober 2026.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

FAQ Seputar Bitcoin Seasonality vs Imbal Hasil Indeks Saham

Apakah return Bitcoin selalu lebih tinggi dari IHSG dan S&P 500?

Secara historis rata-rata tahunan dan rata-rata Oktober Bitcoin lebih tinggi (2016–2025 dan 2013–2025), tetapi disertai volatilitas jauh lebih besar, termasuk koreksi tahunan hingga -73,56% (2018) dan -64,27% (2022) (sumber: SlickCharts, data per 1 Oktober 2026).

Berapa rata-rata return Oktober IHSG dibanding Bitcoin?

Rata-rata return Oktober IHSG adalah +1,16% (2016–2025), jauh di bawah rata-rata Oktober Bitcoin sebesar +19% (2013–2025) (sumber: Rikopedia Research/IDX Channel; CoinGlass via CoinAlertNews, 2026).

Apakah S&P 500 juga punya pola musiman di Oktober?

Ya, meski lebih moderat — rata-rata +1,1% dalam 20 tahun terakhir (2006–2025) dengan win rate sekitar 62% (2000–2026) (sumber: Trade That Swing; History of Market, 2026).

Apakah investor sebaiknya memilih Bitcoin daripada indeks saham karena returnnya lebih tinggi?

Tidak ada jawaban tunggal. Return historis yang lebih tinggi pada Bitcoin berjalan beriringan dengan risiko dan volatilitas yang jauh lebih besar, sehingga pilihan alokasi aset perlu disesuaikan dengan toleransi risiko dan tujuan investasi masing-masing individu.

Berapa minimum transaksi untuk mulai berinvestasi di Pluang?

Minimum pembelian aset kripto Rp10.000 (jual Rp5.000), saham AS & ETF mulai USD 1,00 (Market Order) atau USD 1,50 (Limit/Stop/Stop-Limit Order), dan saham Indonesia minimum 1 lot atau 100 lembar (per 1 Oktober 2026).

Kesimpulan

Data historis menunjukkan Bitcoin memiliki rata-rata return Oktober maupun tahunan yang jauh lebih tinggi dibanding IHSG dan S&P 500, tetapi hal ini berjalan beriringan dengan volatilitas dan risiko koreksi yang juga jauh lebih besar. Membandingkan seasonality Bitcoin dengan imbal hasil indeks saham bukan untuk menyimpulkan instrumen mana yang “lebih baik”, melainkan untuk memahami bahwa keduanya memiliki profil risiko yang berbeda dan memerlukan pendekatan alokasi yang berbeda pula sesuai tujuan dan toleransi risiko masing-masing investor.

Pelajari juga manajemen risiko investasi aset kripto untuk konteks lebih luas.

Cek pergerakan harga aset kripto, saham AS, dan saham Indonesia di aplikasi Pluang sebelum membuat keputusan investasi kamu sendiri. Produk-produk ini termasuk produk berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

 

Disclaimer Produk (Aset Crypto): Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Disclaimer Produk (Saham AS & ETF): Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Disclaimer Produk (Saham Indonesia): Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK. Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

 

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1