Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?
shareIcon

Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

23 Oct 2019, 11:21 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

Saat ini, karena dimungkinkan untuk berinvestasi emas tanpa memiliki fisiknya, jual beli emas dapat dilakukan dalam dua bentuk, yakni emas ETF dan emas berjangka. Kedua jenis emas ini memungkinkan investor membeli emas tanpa ribet menyimpan aset fisiknya.

Emas ETF adalah komoditas yang diperdagangkan seperti saham. Meski terdiri dari aset berupa emas, investor sebenarnya tidak memiliki komoditas fisiknya. Investasi emas ETF dikenakan biaya tambahan baik biaya broker dan penebusan ETF.

Para investor hanya memiliki sejumlah kecil aset terkait emas. Ini memberi opsi diversifikasi portofolio bagi investor. Harganya lebih murah daripada komoditas atau futures yang sebenarnya.

Baca juga: Investasi Emas atau Saham dalam Situasi Sekarang?

Emas ETF dan emas berjangka sama-sama merupakan aset emas non-fisik, tetapi emas ETF mengandung pula bentuk investasi lain selain emas dan juga memerlukan pemenuhan biaya-biaya lain

emas berjangka

Emas berjangka, di sisi lain, adalah kontrak yang diperdagangkan di bursa. Kedua pihak sepakat bahwa pembeli akan memperoleh komoditas dengan harga yang telah ditentukan dan waktu yang ditentukan di masa depan.

Investor dapat memasukkan dana mereka ke dalam komoditas tanpa harus membayar di muka sepenuhnya. Ini memberi fleksibilitas mengenai kapan dan bagaimana kesepakatan berjangka ini berjalan.

Emas ETF

ETF diperdagangkan kali pertama untuk melacak harga emas di Amerika Serikat pada 2004. SPDR Gold Trust ETF disebut-sebut sebagai alternatif yang murah untuk memperoleh emas fisik atau membeli emas berjangka. Emas ETF kali pertama diluncurkan di Australia pada 2003. Sejak diperkenalkan, emas ETF semakin dikenal luas.

Dengan berinvestasi di emas ETF, investor dapat menaruh uang mereka dalam pasar emas tanpa kebingungan dengan cara penyimpanan komoditas fisiknya.

Untuk investor dengan dana terbatas, emas ETF memberi alternatif lebih murah daripada stok emas pada umumnya. Dan karena juga mengandung sejumlah aset berbeda, investor dapat memperoleh eksposur ke beragam kepemilikan hanya dengan memiliki ETF ini.

Hal yang perlu dipertimbangkan bila membeli emas ETF adalah biaya terkait pengelolaan emas. Karena emas itu menghasilkan keuntungan maka ada biaya yang harus ditanggung, manajer ETF diizinkan untuk menjual emas dengan catatan mereka dapat pula menutup biaya-biaya tanggungan ini.

Setiap penjualan emas ETF oleh perantara ini dikenai pajak bagi pemegang saham. Ini berarti emas ETF menarik biaya manajemen, juga sponsor dan biaya pemasaran, yang harus dibayar dengan melikuidasi aset. Ini mengurangi keseluruhan aset dasar per saham yang dapat menyebabkan tertinggalnya investor dengan nilai saham representatif kurang dari sepersepuluh ons emas dari waktu ke waktu.

Dengan begitu, emas ETF menyebabkan terjadinya perbedaan nilai aktual dari aset emas yang mendasarinya dengan nilai ETF yang terdaftar.

Baca juga: Kenali Empat Jenis Emas Ini Sebelum Menabung Emas

Emas Berjangka

Emas berjangka sebagai kontrak yang diperdagangkan di bursa adalah bentuk lain dari investasi non-fisik atas emas. Pembeli setuju untuk membeli sejumlah komoditas dengan harga yang telah ditentukan pada periode tertentu.

Banyak manajer lindung nilai menggunakan kontrak berjangka sebagai cara mengelola dan meminimalkan risiko harga terkait komoditas. Spekulan juga dapat menggunakan kontrak berjangka untuk ambil bagian di pasar tanpa adanya komoditas fisik.

Investor dapat mengambil posisi kontrak berjangka panjang atau pendek. Dalam kontrak jangka panjang, investor membeli emas dengan harapan agar harga emas naik. Dalam kontrak jangka pendek, investor menjual komoditas tetapi bermaksud menutupinya dengan harga lebih rendah.

Karena mereka berdagang di bursa, kontrak berjangka memberi investor lebih banyak pengaruh keuangan, fleksibilitas, dan integritas keuangan daripada memperdagangkan komoditas fisik sebenarnya.

Kepemilikan emas berjangka, dibandingkan dengan emas ETF, pun sangat mudah dalam pengelolaan. Investor bisa membeli atau menjual emas atas kebijakan mereka sendiri.

Tidak ada biaya manajemen, pajak dibagi antara keuntungan modal jangka pendek dan jangka panjang, dan tidak ada pihak ketiga yang mengambil keputusan atas nama investor, serta kapan saja investor dapat memiliki emas. Sebagai gambaran, karena marginnya, setiap 1 dolar emas berjangka yang dimiliki mewakili 20 dolar emas dalam bentuk fisik.

Mau cuan investasi emas, unduh dulu aplikasi Pluang, yuk!

Sumber: Investopedia, Seputar Forex

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1