Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Prediksi Arah Kinerja Saham, Terapkan Metode Analisis Investasi Ini
shareIcon

Prediksi Arah Kinerja Saham, Terapkan Metode Analisis Investasi Ini

11 Aug 2020, 10:25 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Prediksi Arah Kinerja Saham, Terapkan Metode Analisis Investasi Ini

Analisis investasi diperlukan seorang investor handal. Berikut beberapa metode analisis investasi yang perlu diketahui!

Perencanaan finansial yang baik dimulai dengan memiliki fondasi pengetahuan yang kuat tentang investasi.

Secara harfiah, metode analisis investasi berkaitan dengan kegiatan riset dan mengevaluasi sekuritas. Lebih lanjut, analisis investasi bertujuan untuk memprediksi kinerja suatu saham industri di masa depan.

Dengan memiliki pengetahuan dasar di atas, investor bisa menentukan kesesuaian dengan tujuan investasi.

Metode analisis investasi adalah kunci dari strategi manajemen portofolio yang baik. Simak ulasan analisis investasi berikut.

Baca juga: Apa Hubungan Antara Risiko dan Tingkat Pengembalian Investasi?

Memahami analisis investasi

metode analisis investasi

Tujuan dari analisis investasi adalah untuk menentukan kemungkinan kinerja suatu investasi. Misalnya, seberapa cocok kah investasi itu untuk investor tertentu.

Ada beberapa faktor kunci yang diperhatikan dalam analisis investasi. Mereka adalah harga yang sesuai, jangka waktu yang diharapkan untuk mengadakan investasi, dan peran investasi dalam portofolio secara keseluruhan.

Dalam menganalisis reksa dana, investor akan melihat bagaimana kinerja reksa dana dari waktu ke waktu dan dibandingkan dengan benchmark dan pesaing utamanya. Perbandingan reksadana ini meliputi perbedaan kinerja, rasio pengeluaran, stabilitas manajemen, pembobotan sektor, gaya investasi, dan alokasi aset.

Satu hal yang perlu diingat dalam investasi adalah kita tidak bisa menggunakan satu ukuran untuk semua. Sama halnya dengan tujuan, cakrawala waktu, dan pendapatan unik masing-masing investor.

Analisis investasi juga dapat melibatkan evaluasi investasi secara keseluruhan. Caranya adalah dengan melihat kebutuhan dan situasi keuangan orang pada saat itu, bagaimana kinerja portofolio. Serta, melihat apakah sudah waktunya untuk koreksi atau penyesuaian portofolio?

Jika investor merasa ragu dengan analisisnya, mereka bisa menggunakan jasa penasihat investasi atau profesional lainnya.

Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

Jenis-jenis analisis investasi

Secara teoretis, ada banyak sekali metode analisis investasi. Namun, berikut adalah beberapa pendekatan dasar untuk menganalisis pasar, sekuritas, dan sektor.

Top-down vs Bottom-up

Dua pendekatan ini bisa membantu investor untuk mengambil keputusan investasi. Analisis bottom-up memerlukan analisis saham individu untuk mengetahui manfaatnya. Misalnya, untuk melihat penilaian, kompetensi manajemen, kekuatan penetapan harga, dan karakteristik unik lainnya.

Pendekatan bottom-up tidak fokus terhadap siklus ekonomi atau pun siklus pasar. Sebaliknya, pendekatan ini bertujuan untuk menemukan perusahaan dan saham terbaik terlepas dari tren menyeluruh.

Dengan kata lain, investasi bottom-up mengambil pendekatan ekonomi mikro untuk berinvestasi daripada pendekatan ekonomi makro atau global.

Pendekatan global merupakan ciri utama dari pendekatan top-down. Pendekatan ini memulai dengan menganalisis tren ekonomi, pasar, dan industri. Kemudian, dia akan memusatkan perhatian pada investasi yang akan mendapatkan keuntungan dari tren tersebut.

Dalam pendekatan top-down, investor dapat mengevaluasi berbagai sektor. Investor juga dapat menyimpulkan bahwa, mungkin saja, sektor keuangan akan bekerja lebih baik dibanding dengan sektor industri.

Akibatnya, investor akan membuat portofolio yang lebih mengutamakan dan fokus di sektor keuangan dibanding dengan industri. Terakhir, saatnya investor mencari saham terbaik di sektor keuangan.

Sebagai info tambahan, Warren Buffett dan mentornya, Benjamin Graham, merupakan pendukung analisis investasi bottom-up.

Sementara itu, investor pendekatan top-down mungkin telah memiliki kesimpulan tersendiri. Investor mungkin telah menemukan bahwa perusahaan industri melakukan investasi yang menarik dan mengalokasikan sejumlah dana.

Padahal, prospek industri pada bidang tersebut relatif negatif. Dari pendekatan analisis investasi top-down, investor bisa menyimpulkan bahwa saham tersebut akan mengungguli industrinya.

Baca juga: Memahami Analisa Saham 52 Weeks High Low dalam Investasi

Fundamental vs Technical Analysis

Analisis fundamental menekankan kesehatan keuangan perusahaan serta prospek ekonomi yang lebih luas. Praktisi analisis fundamental mencari saham yang salah harga atau berada diharga yang tidak seharusnya.

Artinya, mereka berdagang dengan harga yang lebih rendah daripada harga yang dijamin oleh nilai intrinsik mereka.

Investor fundamental kerap menggabungkan pendekatan bottom-up. Sehingga, mereka dapat mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan, prospek bisnis masa depan. Dan, melihat potensi dividen untuk menentukan apakah akan menghasilkan investasi yang memuaskan.

Sementara itu, analisis teknis mengevaluasi pola harga saham dan parameter statistik. Mereka menggunakan bagan dan grafik yang telah dihitung oleh komputer.

Jika pendekatan fundamentalis mencoba mengevaluasi nilai intrinsik sekuritas, analisis teknis melakukan hal yang berbeda. Mereka akan fokus pada pola pergerakan harga, sinyal perdagangan, dan berbagai alat bagan analitik lainnya untuk mengevaluasi kekuatan atau kelemahan sekuritas.

Day traders sering menggunakan analisis investasi teknis untuk menyusun strategi dan menentukan waktu aktivitas pembelian dan penjualan mereka.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1