Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Mengapa Blockchain Ethereum Disebut Sebagai Supercomputer Global?
shareIcon

Mengapa Blockchain Ethereum Disebut Sebagai Supercomputer Global?

14 Jun 2023, 9:10 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Supercomputer

Ethereum merupakan game maker di kancah kripto sampai-sampai dijuluki sebagai Supercomputer canggih nan futuristik. Lantas, apa alasan di balik julukan itu?

Apa itu Ethereum?

Siapa yang tak kenal Ethereum? Jaringan blockchain dengan aset kripto native bernama Ether (ETH) ini merupakan pionir jaringan smart contract terdesentralisasi di jagat kripto. Namun, seperti apa sih latar belakang di balik pendirian jaringan satu ini?

Ethereum diketahui diinisiasi oleh Vitalik Buterin, seorang penulis Bitcoin Magazine yang tertarik dengan konsep blockchain. Usai kehadiran Bitcoin, ia tertarik untuk menggali potensi mengenai adopsi jaringan blockchain untuk kegiatan sehari-hari. Gagasan itu pun ia tuangkan dalam whitepaper Ethereum pada 2013 silam.

Berkat inovasinya, Buterin pun mampu mewujudkan hal tersebut ketika Ethereum resmi diluncurkan pada 2015.

Namun, jaringan besutannya baru terlihat booming pada 2017 ketika komunitas kripto mulai menyadari potensi yang terkandung di dalam fitur smart contract yang terdapat di Ethereum. Pasalnya, berbeda dengan jaringan blockchain Bitcoin yang gitu-gitu aja, jaringan Ethereum rupanya dapat membantu komunitas kripto untuk menciptakan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan menciptakan berbagai inovasi keuangan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Ethereum pun berhasil membuka mata dunia bahwasannya cryptocurrency memiliki fitur kompleks yang bisa dipergunakan menjadi apa saja, tak hanya sekadar menjadi alat tukar digital ataupun instrumen investasi. Bahkan, lambat laun, Ethereum pun dijuluki sebagai Supercomputer utama di jagat kripto. Lantas, apa alasannya?

Baca Juga: Mengenal Pepe Crypto, Token Meme Jaringan Ethereum yang Naik Daun

Mengapa Ethereum Dijuluki Supercomputer?

Julukan Supercomputer rasanya tak berlebihan disematkan ke Ethereum lantaran jaringan ini memang mengakomodasi dua komponen komputer super canggih, yakni smart contract dan Ethereum Virtual Machine (EVM). Kedua inovasi itu pun membuat komunitas kripto bisa menciptakan apa saja di atas blockchain tersebut.

Namun, apa sebenarnya manfaat yang dihadirkan smart contract dan EVM?

1. Smart Contract

Pada dasarnya, smart contract adalah kontrak yang berjalan secara otomatis yang mampu memfasilitasi, memverifikasi, dan menjalankan fungsi-fungsi blockchain jika kondisi yang tercantum di dalam kontrak tersebut terpenuhi. Kontrak tersebut bisa berisikan segala macam hal, mulai dari transaksi sederhana hingga integrasi antar kontrak lain dengan alur yang kompleks. 

Otomatisasi tersebut memungkinkan semua orang untuk membangun apapun di atas jaringan Ethereum.

Sebagai contoh, mereka bisa menggunakan smart contract untuk kegiatan jasa keuangan seperti jasa pinjam-meminjam secara otomatis. Selain itu, masyarakat juga mampu menciptakan inovasi lain seperti menciptakan token-token baru yang bisa digunakan untuk mengeksekusi fungsi-fungsi tertentu. Lambat laun, penggunaan smart contract untuk kegiatan jasa keuangan pun melahirkan sebuah ekosistem baru bernama keuangan desentralisasi (DeFi).

Tak hanya itu, teknologi smart contract juga memungkinkan masyarakat untuk membuat aplikasi terdesentralisasi di dalamnya dengan fungsi dan tujuan yang berbeda-beda.

Sesuai slogannya sebagai blockchain open-ended dan open-source, setiap orang yang punya kemampuan dan pengetahuan mengenai aplikasi terdesentralisasi, layanan web, dan pengkodingan bisa membuat dApps di jaringan ini. Oleh karenanya, wajar saja jika setiap harinya terdapat 600.000 pengguna aktif yang berinteraksi dengan aplikasi-aplikasi yang dibangun di atas jaringan Ethereum.

Intinya, smart contract memungkinkan Ethereum menjadi ekosistem terbuka di mana tiap orang dapat membangun teknologi, memanfaatkannya, atau bahkan mengakses teknologi buatan orang lain. Kompleksitas fungsi dan penggunaan Ethereum membuat jaringan ini layak disebut Supercomputer terbesar dan terluas di dunia.

2. Ethereum Virtual Machine

Smart contract hanya merupakan "kulit" dari kekuatan Supercomputer Ethereum. Sebab, teknologi "inti" Supercomputer Ethereum sesungguhnya terdapat di teknologi bernama EVM.

EVM adalah sebuah teknologi yang menjadi "penghubung" antara kontrak baru dengan kontrak-kontrak lain yang telah dibuat. Singkatnya, teknologi ini adalah sebuah saranan di mana seluruh smart contract Ethereum hidup, berinteraksi, dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Kehadiran EVM cukup signifikan bagi pengguna jaringan Ethereum. Pasalnya, melalui teknologi tersebut, penggunanya bisa menyusun kontrak-kontrak kecil yang berada di bawah naungan kontrak pintar yang lebih besar. Sehingga, pengguna pun bisa menyusun kontrak dengan syarat-syarat eksekusi yang berlapis-lapis.

Bahkan menariknya, EVM pun memungkinkan penggunanya untuk mengeksekusi beberapa kontrak sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Sebagai contoh, anggap saja kamu sedang mengalami musim panas sehingga kamu pun menyusun kontrak dengan instruksi untuk menyalakan pendingin ruangan (AC) di kamarmu di suhu 16 derajat Celsius dan memintanya untuk mengirimkan es krim dari gerai es krim terdekat ke rumahmu jika suhu di sekitarmu mencapai 32 derajat Celsius.

Berkat kecanggihannya, EVM dapat membaca perintah-perintah di kontrakmu dan akan melakukan kedua hal itu secara otomatis jika suhu udara di lingkunganmu benar-benar mencapai 32 derajat Celsius. Keren banget, bukan?

Secara singkatnya, EVM membuat fungsi smart contract semakin optimal dan membantu penggunanya untuk merealisasikan ide-ide briliannya. Bagian terbaiknya, meski sudah cukup keren dan futuristik, EVM masih memiliki potensi yang besar untuk terus berinovasi dengan perkembangan teknologi di masa depan. 

Nah, oleh karenanya, tak heran jika EVM kemudian disebut sebagai komponen Supercomputer Ethereum yang "sesungguhnya".

Baca Juga: Memahami Ethereum Classic, Apa Bedanya dengan Ethereum?

Nasib Julukan Supercomputer Ethereum ke Depan

Pamornya sebagai jaringan Supercomputer pun membuat jaringan Ethereum kian digandrungi komunitas kripto. Namun, hal ini pun menyebabkan masalah baru, yakni ketidakmampuan Ethereum untuk menampung seluruh transaksi di dalamnya lantaran proses validasi transaksi yang lelet sebagai imbas dari implementasi algoritma konsensus Proof of Work.

Kondisi itu pun membuat biaya transaksi Ethereum kian mahal. Di saat yang sama, blockchain lain pun memanfaatkan kelemahan tersebut untuk membentuk protokol serupa Ethereum, yang belakangan diberi nama Ethereum Killer, yang siap menggeser popularitas Ethereum sebagai Supercomputer.

Namun, Ethereum pun enggan berpangku tangan menghadapi kondisi tersebut. Ethereum justru kekeh untuk mempertahankan posisinya dengan menginisiasi upgrade jaringan menjadi Ethereum 2.0 yang diawali dengan peristiwa The Merge yang terjadi September 2022.

Hingga saat ini, Ethereum terus melakukan pengembangan jaringan untuk memantapkan posisinya sebagai Supercomputer global.

Nah, melihat perkembangan ini, apakah Sobat Cuan juga makin tertarik untuk mengoleksi ETH? Yuk, segera koleksi ETH di aplikasi Pluang! Di Pluang, kamu bisa memiliki ETH mulai dari Rp5.000 saja dan hanya dengan tiga kali klik.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: deCrypt, CNBC

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
daily news
Daily News - Crypto 4 Oktober 2023
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1