Apa Risiko Membeli Saham?
Risiko utama membeli saham adalah harganya bisa turun, sehingga kamu mungkin menjual lebih murah dari harga beli dan kehilangan sebagian, atau dalam kasus terburuk seluruh, dana yang kamu investasikan. Harga saham bergerak mengikuti kinerja perusahaan, sentimen investor, suku bunga, dan kondisi ekonomi, dan tidak ada yang menjamin harga yang sudah turun akan pulih. Ada risiko lain yang menyertainya: saham bisa sulit dijual saat sedikit yang memperdagangkannya, bursa bisa menghentikan sementara perdagangan sebuah saham, perusahaan bisa mengurangi atau menghentikan dividennya, dan perusahaan yang bermasalah serius bisa dihapus dari bursa (delisting). Di Pluang, saham Indonesia dibeli dengan dana milikmu sendiri dan tidak ada margin trading, jadi kerugianmu tidak bisa melebihi jumlah yang kamu investasikan. Sahammu tercatat atas namamu sendiri di KSEI, tetapi tidak ada skema perlindungan yang menanggung kerugian akibat harga turun.
Risiko utama membeli saham
| Risiko | Artinya |
|---|---|
| Risiko harga | Harga saham turun di bawah harga belimu. Ini risiko yang ada di setiap saham. |
| Risiko likuiditas | Sedikit pembeli atau penjual yang memperdagangkan sebuah saham, jadi kamu mungkin tidak bisa menjual dengan cepat atau di harga yang kamu mau. |
| Batas harga harian | BEI menolak order dengan harga di bawah batas bawah harian saham (Auto Rejection Bawah, ARB), yang untuk sebagian besar saham adalah 15% di bawah harga acuannya. Saat aksi jual besar, saham bisa tertahan di batas itu dengan penjual lebih banyak dari pembeli, jadi order jualmu mungkin tidak terpenuhi hari itu. |
| Suspensi perdagangan | BEI bisa menghentikan sementara perdagangan sebuah saham, misalnya setelah pergerakan harga yang tidak wajar. Kamu tidak bisa membeli atau menjualnya sampai perdagangan dibuka lagi. |
| Delisting | Saham bisa dikeluarkan dari bursa. Setelah itu, saham tidak lagi diperdagangkan di BEI dan menjadi sangat sulit dijual. |
| Risiko dividen | Dividen ditentukan oleh masing-masing perusahaan dan tidak dijamin. Perusahaan bisa menguranginya atau menghentikannya. |
| Dilusi | Saat perusahaan menerbitkan saham baru, misalnya lewat rights issue, porsi kepemilikanmu mengecil jika kamu tidak menebus hakmu. |
Cara mengelola risiko ini
- Investasikan dana yang tidak kamu butuhkan dalam waktu dekat, supaya kamu tidak terpaksa menjual saat harga turun.
- Sebar danamu ke beberapa perusahaan dan sektor, bukan hanya satu saham.
- Cek fundamental perusahaan dan volume perdagangannya sebelum membeli.
- Gunakan order Limit untuk mengendalikan harga. Saat memasang order beli Limit, kamu juga bisa memasang Stop Loss (SLTP di aplikasi), yang memasang order jual di harga yang kamu pilih. SLTP tidak bisa ditambahkan belakangan, dan saat harga turun cepat order jualnya mungkin tidak terpenuhi.
Risiko yang dibatasi oleh struktur Pluang
- Tidak ada margin trading dan short selling untuk saham Indonesia, jadi kerugian terbesarmu adalah jumlah yang kamu bayar.
- Saham tercatat atas namamu sendiri di KSEI, dan transaksi dikliringkan serta dijamin oleh KPEI.
- Dana di RDN-mu di Bank Jago atau BCA dijamin LPS hingga Rp2.000.000.000 per nasabah per bank.
- Tidak ada skema perlindungan, termasuk SIPF, yang menanggung kerugian akibat harga turun.
Pertanyaan terkait:
Q: Apakah saya bisa rugi lebih dari dana yang saya investasikan di saham Indonesia di Pluang?
Tidak. Pluang tidak menyediakan margin trading dan short selling untuk saham Indonesia, jadi setiap pembelian dibayar penuh dari dana di RDN-mu dan kamu hanya bisa menjual saham yang sudah kamu miliki. Kerugian terbesar dari sebuah saham adalah jumlah yang kamu bayar untuknya, yang hanya terjadi jika nilainya jatuh ke nol atau saham itu tidak bisa dijual lagi. Produk dengan leverage berbeda, karena dana pinjaman membuat kerugian bertambah lebih cepat.
Q: Apakah saham lebih berisiko daripada reksa dana atau deposito?
Umumnya, satu saham lebih berisiko daripada reksa dana, dan keduanya lebih berisiko daripada deposito bank. Deposito memberi bunga yang sudah ditetapkan dan dijamin LPS hingga batasnya. Reksa dana menyebar dananya ke banyak efek, meski nilainya tetap bisa turun. Satu saham bergantung pada satu perusahaan, jadi harganya bisa bergerak jauh lebih lebar, naik maupun turun. Risiko yang lebih tinggi bisa disertai potensi imbal hasil yang lebih tinggi, tetapi tidak ada jaminan.
Q: Kenapa saya tidak bisa menjual saham yang sedang turun tajam?
Saat saham turun ke batas bawah harian BEI, yang disebut ARB (Auto Rejection Bawah), bursa menolak setiap order dengan harga di bawah batas itu. Jika penjual lebih banyak dari pembeli di batas tersebut, order jualmu menunggu di antrean dan mungkin tidak terpenuhi hari itu. Perdagangan saham juga bisa disuspensi oleh BEI. Keduanya adalah aturan bursa yang ditetapkan BEI, bukan pengaturan Pluang, dan berlaku di semua aplikasi saham Indonesia.