BiayaKeamanan
Pluang+
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Pelajari
Apa itu Rolling Contract & Biaya Swap?
shareIcon

Apa itu Rolling Contract & Biaya Swap?

6 dilihat · Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Apa itu Rolling Contract & Biaya Swap?
Kenali mekanisme rolling contract tanpa expiry di Commodity Trading dan cara kerja biaya swap saat posisi ditahan melewati rollover harian.

Commodity Trading di Pluang menggunakan mekanisme multilateral rolling contract — kontrak tanpa tanggal expiry yang otomatis diperpanjang (roll) setiap hari. Karena posisi bisa ditahan lebih dari satu hari, ada satu biaya yang perlu dipahami Sobat Cuan: swap, atau biaya untuk posisi yang belum ditutup saat market tutup.

Artikel ini membahas apa yang membedakan rolling contract dari kontrak futures konvensional, apa arti "multilateral" di dalamnya, dan bagaimana biaya swap bekerja.

Rolling Contract vs Futures Konvensional

Kontrak futures konvensional punya tanggal expiry tetap. Mendekati expiry, posisi harus ditutup atau di-roll manual ke kontrak berikutnya — dan harga kontrak bisa menyimpang cukup jauh dari harga spot (kondisi yang disebut contango atau backwardation).

Rolling contract bekerja berbeda: tidak ada tanggal expiry. Posisi tetap terbuka sampai Sobat Cuan menutupnya sendiri. Proses roll terjadi otomatis di belakang layar setiap hari — tidak ada tindakan yang perlu dilakukan pengguna. Karena mekanisme ini, Sobat Cuan tidak perlu memikirkan pergantian kontrak atau tanggal expiry sama sekali.

Apa Arti "Multilateral"?

Multilateral berarti order dari banyak pembeli dan penjual dipertemukan (di-matching) lewat sistem perdagangan bursa, yaitu Jakarta Futures Exchange (JFX) — bukan perjanjian satu lawan satu antara pengguna dan Pluang.

Setelah transaksi terjadi di bursa, penyelesaiannya (kliring) ditangani oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI), yang memastikan manajemen risiko counterparty. Struktur ini mirip cara kerja derivatif yang diperdagangkan di bursa pada umumnya: lawan transaksi Sobat Cuan adalah pelaku pasar lain di bursa, dan KBI menjamin penyelesaian transaksinya, sehingga Pluang tidak bertindak sebagai lawan transaksi.

Apa itu Biaya Swap (Overnight Cost)?

Ketika posisi belum ditutup saat market tutup, akun Sobat Cuan akan dikenakan biaya swap. Biaya ini merefleksikan cost of carry — biaya pembiayaan dan penyimpanan dari aset yang mendasarinya.

Faktor yang memengaruhi besaran swap berbeda-beda tergantung instrumen:

  • Emas dan Perak: dipengaruhi terutama oleh lease rate emas/perak dan suku bunga jangka pendek USD. Di lingkungan suku bunga tinggi, posisi Long di logam mulia umumnya membawa biaya overnight yang cukup signifikan.
  • Minyak: merefleksikan cost of carry minyak mentah — biaya pembiayaan dan penyimpanan yang tertanam dalam kurva forward.

Swap bisa berupa biaya (debit) atau, dalam kondisi tertentu, kredit — tergantung instrumen dan arah posisi (Long/Short).

Bagaimana Rate Swap Ditampilkan?

Di aplikasi, rate swap ditampilkan dalam satuan pip — bukan persentase. Tanda negatif berarti debit (dipotong dari akun), tanda positif berarti kredit (ditambahkan ke akun). Untuk mengubah rate swap menjadi nominal dolar:

Swap per Malam (USD) = Rate Swap (pip) × Ukuran 1 Pip × Ukuran Lot × Jumlah Lot

Ukuran 1 pip dan ukuran lot berbeda untuk tiap instrumen (konsep pip dibahas di artikel Terminologi Penting Commodity Trading). Karena dihitung dari pip dan jumlah lot, nominal swap per malam ikut membesar seiring bertambahnya lot yang dibuka. Pada rollover Kamis, nominal ini dikalikan tiga (dijelaskan di bagian berikutnya).

Catatan: besaran rate swap bersifat dinamis — mengikuti kondisi pasar, dan bisa berbeda arah (debit atau kredit) tergantung instrumen serta posisi Long/Short yang dibuka. Karena itu, jangan jadikan satu angka swap tertentu sebagai acuan perhitungan tetap; besaran yang berlaku bisa dilihat saat membuka posisi di aplikasi.

Kapan Biaya Swap Dikenakan?

  • Swap dikenakan satu kali per hari, pada waktu rollover harian pukul 05.00 WIB / 22.00 GMT (04.00 WIB / 21.00 GMT saat Daylight Saving Time/DST berlaku).
  • Posisi yang masih terbuka melewati waktu rollover hari Kamis (05.00 WIB / 04.00 WIB saat DST) akan dikenakan swap tiga hari sekaligus dalam satu kali pemotongan, berlaku untuk ketiga instrumen (XAUUSD, XAGUSD, dan UKOUSD). Ini terkait dengan mekanisme settlement di pasar komoditas global, yang umumnya berlaku T+2 — artinya transaksi baru benar-benar "selesai" (settle) dua hari kerja setelah tanggal transaksi. Karena pasar tutup di akhir pekan (Sabtu–Minggu), tidak ada sesi trading maupun rollover harian di dua hari itu — padahal biaya pembiayaan (cost of carry) atas posisi yang masih terbuka tetap berjalan. Karena itu, biaya untuk Jumat, Sabtu, dan Minggu digabung dan dibebankan sekaligus pada rollover terakhir sebelum akhir pekan — yaitu hari Kamis.
  • Posisi yang dibuka dan ditutup di hari yang sama, sebelum waktu rollover, tidak dikenakan biaya swap.

Kenapa Justru Rollover Kamis (WIB) yang Kena Triple?

Perlu diperjelas dulu perbedaan zona waktunya: Pluang menampilkan waktu rollover dalam WIB karena Pluang beroperasi untuk pengguna di Indonesia, tapi transaksi dan settlement-nya sendiri terjadi di pasar komoditas global yang menjadikan GMT sebagai acuan waktu standarnya. Rollover pukul 05.00 WIB hari Kamis adalah momen yang sama persis dengan rollover pukul 22.00 GMT hari Rabu — hanya berbeda label hari karena WIB berada 7 jam lebih cepat dari GMT. Karena itu, penyebutan hari Rabu dan Kamis pada penjelasan berikut mengacu pada hari versi GMT, sesuai zona waktu tempat transaksi dan settlement-nya benar-benar terjadi — bukan versi WIB.

Untuk memahami logikanya, perlu dipahami dulu konsep T+2: setiap transaksi baru benar-benar selesai (settle) dua hari kerja setelah tanggal transaksi dibuka.

Perbedaan antara hari kerja dan hari kalender merupakan kunci utama untuk memahami biaya swap:

  • Settlement (Penyelesaian Transaksi) hanya terjadi pada hari kerja: Pasar keuangan dan perbankan global tutup pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu), sehingga transaksi tidak bisa diproses atau diselesaikan (settle) pada hari libur.
  • Bunga (Swap) dihitung berdasarkan hari kalender: Biaya Swap atas posisi yang kamu biarkan terbuka tetap berjalan setiap hari tanpa henti (7 hari seminggu), termasuk saat pasar libur di akhir pekan.

Akibatnya, ada 2 hari swap (Sabtu dan Minggu) yang tetap harus dibebankan meskipun tidak pernah ada rollover harian yang jatuh pas di hari itu. Dua hari swap yang tidak tertampung ini pada akhirnya digabungkan ke rollover hari kerja terdekat sebelum akhir pekan — dan seperti terlihat pada tabel di bawah, itu jatuh pada rollover dari Rabu ke Kamis.

Hari transaksi (GMT)Tanggal settlement (T+2)
SeninRabu
SelasaKamis
RabuJumat
KamisSenin (Sabtu-Minggu dilompati karena pasar libur)
JumatSelasa (Sabtu-Minggu dilompati karena pasar libur)

Perlu dicatat, tanggal settlement transaksi Kamis dan Jumat sama-sama melompati akhir pekan — tapi itu bukan yang menentukan hari mana yang dikenakan swap tiga kali lipat. Yang menentukan adalah pergeseran tanggal settlement antar hari transaksi:

Perbandingan Pergeseran Tanggal Settlement

  • Senin ke Selasa: Tanggal settlement bergeser dari Rabu ke Kamis (mundur 1 hari kalender) → Swap 1x (Normal).
  • Rabu ke Kamis: Tanggal settlement bergeser dari Jumat langsung ke Senin (mundur 3 hari kalender karena Sabtu & Minggu terlewati) → Swap 3x.
  • Kamis ke Jumat: Tanggal settlement bergeser dari Senin ke Selasa (mundur 1 hari kalender) → Swap 1x (Normal).

Poin Penting untuk Pemula

  • Patokan hari kalender: Biaya swap dihitung dari total hari kalender pada pergeseran tanggal settlement tersebut, bukan jumlah hari kerja.
  • Dibebankan sekaligus: Karena pergeseran dari Jumat ke Senin pada rollover Rabu-ke-Kamis melompati 3 hari kalender sekaligus, biaya untuk Jumat, Sabtu, dan Minggu langsung ditagihkan bersamaan.
  • Berlaku otomatis: Posisi trading apa pun yang masih terbuka saat rollover Rabu-ke-Kamis GMT (Kamis 05.00 WIB) akan otomatis dikenakan swap 3x lipat, tidak peduli kapan posisi tersebut pertama kali dibuka.

Implikasi terhadap Gaya Trading

  • Day trader yang membuka dan menutup posisi dalam sesi yang sama: biaya swap tidak relevan.
  • Swing trader yang menahan posisi beberapa hari: biaya swap terakumulasi setiap hari dan langsung mengurangi PnL realisasi — harus diperhitungkan sejak awal rencana trading.
  • Menahan posisi derivatif komoditas berleverage untuk jangka panjang umumnya tidak efisien dari segi biaya, karena akumulasi swap harian.
  • Panduan praktis: gunakan Emas Digital untuk eksposur emas jangka panjang (tanpa swap, tanpa risiko leverage). Gunakan Commodity Trading untuk trading terarah jangka pendek dengan katalis dan horizon waktu yang jelas.

Selanjutnya: lanjut ke artikel ketujuh, Faktor yang Menggerakkan Harga Komoditas, untuk memahami apa saja yang menggerakkan harga emas, perak, dan minyak.

Bagikan artikel ini
Pelajari Materi Lainnya
chatRoomImage
Right baner