
Commodity Trading di Pluang menggunakan mekanisme multilateral rolling contract — kontrak tanpa tanggal expiry yang otomatis diperpanjang (roll) setiap hari. Karena posisi bisa ditahan lebih dari satu hari, ada satu biaya yang perlu dipahami Sobat Cuan: swap, atau biaya untuk posisi yang belum ditutup saat market tutup.
Artikel ini membahas apa yang membedakan rolling contract dari kontrak futures konvensional, apa arti "multilateral" di dalamnya, dan bagaimana biaya swap bekerja.
Kontrak futures konvensional punya tanggal expiry tetap. Mendekati expiry, posisi harus ditutup atau di-roll manual ke kontrak berikutnya — dan harga kontrak bisa menyimpang cukup jauh dari harga spot (kondisi yang disebut contango atau backwardation).
Rolling contract bekerja berbeda: tidak ada tanggal expiry. Posisi tetap terbuka sampai Sobat Cuan menutupnya sendiri. Proses roll terjadi otomatis di belakang layar setiap hari — tidak ada tindakan yang perlu dilakukan pengguna. Karena mekanisme ini, Sobat Cuan tidak perlu memikirkan pergantian kontrak atau tanggal expiry sama sekali.
Multilateral berarti order dari banyak pembeli dan penjual dipertemukan (di-matching) lewat sistem perdagangan bursa, yaitu Jakarta Futures Exchange (JFX) — bukan perjanjian satu lawan satu antara pengguna dan Pluang.
Setelah transaksi terjadi di bursa, penyelesaiannya (kliring) ditangani oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI), yang memastikan manajemen risiko counterparty. Struktur ini mirip cara kerja derivatif yang diperdagangkan di bursa pada umumnya: lawan transaksi Sobat Cuan adalah pelaku pasar lain di bursa, dan KBI menjamin penyelesaian transaksinya, sehingga Pluang tidak bertindak sebagai lawan transaksi.
Ketika posisi belum ditutup saat market tutup, akun Sobat Cuan akan dikenakan biaya swap. Biaya ini merefleksikan cost of carry — biaya pembiayaan dan penyimpanan dari aset yang mendasarinya.
Faktor yang memengaruhi besaran swap berbeda-beda tergantung instrumen:
Swap bisa berupa biaya (debit) atau, dalam kondisi tertentu, kredit — tergantung instrumen dan arah posisi (Long/Short).
Di aplikasi, rate swap ditampilkan dalam satuan pip — bukan persentase. Tanda negatif berarti debit (dipotong dari akun), tanda positif berarti kredit (ditambahkan ke akun). Untuk mengubah rate swap menjadi nominal dolar:
Swap per Malam (USD) = Rate Swap (pip) × Ukuran 1 Pip × Ukuran Lot × Jumlah Lot
Ukuran 1 pip dan ukuran lot berbeda untuk tiap instrumen (konsep pip dibahas di artikel Terminologi Penting Commodity Trading). Karena dihitung dari pip dan jumlah lot, nominal swap per malam ikut membesar seiring bertambahnya lot yang dibuka. Pada rollover Kamis, nominal ini dikalikan tiga (dijelaskan di bagian berikutnya).
Catatan: besaran rate swap bersifat dinamis — mengikuti kondisi pasar, dan bisa berbeda arah (debit atau kredit) tergantung instrumen serta posisi Long/Short yang dibuka. Karena itu, jangan jadikan satu angka swap tertentu sebagai acuan perhitungan tetap; besaran yang berlaku bisa dilihat saat membuka posisi di aplikasi.
Perlu diperjelas dulu perbedaan zona waktunya: Pluang menampilkan waktu rollover dalam WIB karena Pluang beroperasi untuk pengguna di Indonesia, tapi transaksi dan settlement-nya sendiri terjadi di pasar komoditas global yang menjadikan GMT sebagai acuan waktu standarnya. Rollover pukul 05.00 WIB hari Kamis adalah momen yang sama persis dengan rollover pukul 22.00 GMT hari Rabu — hanya berbeda label hari karena WIB berada 7 jam lebih cepat dari GMT. Karena itu, penyebutan hari Rabu dan Kamis pada penjelasan berikut mengacu pada hari versi GMT, sesuai zona waktu tempat transaksi dan settlement-nya benar-benar terjadi — bukan versi WIB.
Untuk memahami logikanya, perlu dipahami dulu konsep T+2: setiap transaksi baru benar-benar selesai (settle) dua hari kerja setelah tanggal transaksi dibuka.
Perbedaan antara hari kerja dan hari kalender merupakan kunci utama untuk memahami biaya swap:
Akibatnya, ada 2 hari swap (Sabtu dan Minggu) yang tetap harus dibebankan meskipun tidak pernah ada rollover harian yang jatuh pas di hari itu. Dua hari swap yang tidak tertampung ini pada akhirnya digabungkan ke rollover hari kerja terdekat sebelum akhir pekan — dan seperti terlihat pada tabel di bawah, itu jatuh pada rollover dari Rabu ke Kamis.
| Hari transaksi (GMT) | Tanggal settlement (T+2) |
| Senin | Rabu |
| Selasa | Kamis |
| Rabu | Jumat |
| Kamis | Senin (Sabtu-Minggu dilompati karena pasar libur) |
| Jumat | Selasa (Sabtu-Minggu dilompati karena pasar libur) |
Perlu dicatat, tanggal settlement transaksi Kamis dan Jumat sama-sama melompati akhir pekan — tapi itu bukan yang menentukan hari mana yang dikenakan swap tiga kali lipat. Yang menentukan adalah pergeseran tanggal settlement antar hari transaksi:
Perbandingan Pergeseran Tanggal Settlement
Poin Penting untuk Pemula
Selanjutnya: lanjut ke artikel ketujuh, Faktor yang Menggerakkan Harga Komoditas, untuk memahami apa saja yang menggerakkan harga emas, perak, dan minyak.