
Trading Saham Indonesia di Pluang makin lengkap dengan hadirnya tiga fitur trading saham terbaru: GTC Limit, Market Order, dan Stop Loss Take Profit (SLTP). Ketiga fitur ini berlaku khusus untuk saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX).
Artikel ini membahas apa itu masing-masing fitur, bagaimana cara kerjanya, dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya.
Selama ini, transaksi saham di Pluang mengandalkan mekanisme order yang relatif sederhana. Dengan hadirnya GTC Limit, Market Order, dan SLTP, pengguna mendapat lebih banyak kendali atas strategi masuk dan keluar posisi:
Ketiganya tidak saling menggantikan — masing-masing menjawab kebutuhan trading yang berbeda, tergantung gaya dan tujuan investasi pengguna.
Tiga fitur baru yang sudah tersedia untuk Saham Indonesia di Pluang adalah:
GTC Limit adalah order limit yang tidak otomatis hangus dalam sehari. Berikut cara kerjanya:
Market Order dirancang untuk pengguna yang mengutamakan kecepatan eksekusi dibanding kepastian harga. Beberapa hal penting:
Stop Loss Take Profit, ditampilkan di aplikasi sebagai bagian "Exit Strategy", memungkinkan pengguna menetapkan dua titik keluar sekaligus untuk satu posisi:
Cakupan yang perlu pengguna pahami, SLTP saat ini hanya tersedia untuk order GTD/Session, dan diterapkan pada order Limit Buy. GTD (Good Till Day) berarti order berlaku hingga pasar tutup pada hari tersebut. Session berarti order berlaku hingga sesi perdagangan berakhir (IDX memiliki 2 sesi: pagi dan siang).
| Fitur | Time in Force | Bisa diamandemen? | Platform |
| GTC Limit | Berlaku 180 hari | Tidak (hanya bisa dibatalkan) | Hanya tersedia di aplikasi |
| Market Order | Fill and Kill | Tidak berlaku (langsung dieksekusi/dibatalkan) | App dan web trading |
| SLTP (Exit Strategy) | Mengikuti order induk (GTD/Session) | Amend SLTP = amend order induk | Hanya tersedia di aplikasi |
1. Apa saja fitur trading Saham Indonesia terbaru di Pluang?
Tiga fitur baru untuk Saham Indonesia: GTC Limit, Market Order, dan Stop Loss Take Profit (Exit Strategy).
2. Apa itu GTC Limit dalam trading saham?
GTC Limit adalah order limit yang tetap berlaku (status "Open") hingga dibatalkan pengguna atau kedaluwarsa, tanpa perlu dipasang ulang setiap hari.
3. Berapa lama order GTC Limit berlaku sebelum kedaluwarsa?
180 hari (6 bulan) sejak order dipasang.
4. Bisakah order GTC Limit dibatalkan kapan saja?
Order GTC Limit hanya bisa dibatalkan, tidak bisa diamandemen.
5. Apa itu Market Order dan bagaimana cara kerjanya?
Market Order adalah order yang dieksekusi secepat mungkin pada harga pasar yang tersedia, dengan sifat Fill and Kill — bukan GTC.
6. Kenapa harga di Market Order hanya berupa estimasi?
Karena layar konfirmasi menampilkan estimasi berdasarkan harga ARA (beli) atau ARB (jual), bukan harga eksekusi aktual. Harga eksekusi sebenarnya bisa lebih tinggi dari estimasi tersebut.
7. Apa itu Fill and Kill dalam Market Order?
Fill and Kill berarti order akan langsung dieksekusi sebisa mungkin saat itu juga; bagian order yang tidak terpenuhi otomatis dibatalkan, bukan menunggu seperti GTC Limit.
8. Apa itu Stop Loss Take Profit (Exit Strategy) di saham?
Fitur yang memungkinkan pengguna menetapkan titik keluar otomatis — Stop Loss untuk membatasi kerugian dan Take Profit untuk mengamankan keuntungan — muncul sebagai bagian "Exit Strategy" di detail order.
9. Kapan dan di Mana Fitur Ini Bisa Digunakan?
Fitur GTC Limit, Market Order, dan SLTP saat ini sudah resmi dirilis dan dapat digunakan oleh pengguna Pluang untuk trading Saham Indonesia
10. Apakah fitur-fitur ini berlaku untuk semua jenis aset di Pluang?
Tidak. GTC Limit, Market Order, dan SLTP saat ini hanya berlaku untuk Saham Indonesia di Pluang — tidak untuk saham AS, kripto, atau emas.








