Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Blog
Trading Saham Indonesia di Pluang Makin Lengkap dengan 3 Fitur Ini
shareIcon

Trading Saham Indonesia di Pluang Makin Lengkap dengan 3 Fitur Ini

12 Oct 2026, 12:19 PM
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Kategori
Trading Saham Indonesia di Pluang Makin Lengkap dengan 3 Fitur Ini
Pelajari 3 fitur trading Saham Indonesia terbaru di Pluang: GTC Limit, Market Order, dan Stop Loss Take Profit (SLTP) beserta cara kerja dan ketentuannya.

Trading Saham Indonesia di Pluang makin lengkap dengan hadirnya tiga fitur trading saham terbaru: GTC Limit, Market Order, dan Stop Loss Take Profit (SLTP). Ketiga fitur ini berlaku khusus untuk saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX).

Artikel ini membahas apa itu masing-masing fitur, bagaimana cara kerjanya, dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya.

Kenapa Fitur Ini Penting bagi Investor Saham Indonesia?

Selama ini, transaksi saham di Pluang mengandalkan mekanisme order yang relatif sederhana. Dengan hadirnya GTC Limit, Market Order, dan SLTP, pengguna mendapat lebih banyak kendali atas strategi masuk dan keluar posisi:

  • GTC Limit cocok untuk pengguna yang punya target harga tertentu tapi tidak ingin memasang order berulang setiap hari — misalnya menunggu harga saham turun ke level tertentu dalam beberapa minggu ke depan.
  • Market Order cocok untuk pengguna yang memprioritaskan kecepatan eksekusi, misalnya saat ingin segera masuk atau keluar dari posisi tanpa menunggu order limit terpenuhi.
  • SLTP (Exit Strategy) cocok untuk pengguna yang ingin mendisiplinkan rencana keluar dari sebuah posisi sejak awal, dengan batas kerugian dan target keuntungan yang sudah ditentukan di muka.

Ketiganya tidak saling menggantikan — masing-masing menjawab kebutuhan trading yang berbeda, tergantung gaya dan tujuan investasi pengguna.

Apa Saja Fitur Trading Saham Terbaru di Pluang?

Tiga fitur baru yang sudah tersedia untuk Saham Indonesia di Pluang adalah:

  1. GTC Limit (Good Till Cancelled) — order limit yang tetap berlaku hingga dibatalkan atau kedaluwarsa, tidak perlu dipasang ulang setiap hari.
  2. Market Order — order yang dieksekusi secepat mungkin pada harga pasar yang tersedia, dengan sifat Fill and Kill. Selain di aplikasi, Market Order juga sudah tersedia di web trading.
  3. Stop Loss Take Profit (SLTP) — fitur "Exit Strategy" yang memungkinkan pengguna menetapkan titik keluar otomatis, baik untuk membatasi kerugian maupun mengamankan keuntungan.

Apa Itu GTC Limit dan Bagaimana Cara Kerjanya?

GTC Limit adalah order limit yang tidak otomatis hangus dalam sehari. Berikut cara kerjanya:

  • Masa berlaku: order GTC Limit berlaku hingga 180 hari (6 bulan) sejak dipasang. Selama periode ini, status order akan tertera sebagai "Open" sampai order tersebut cocok (matched) dengan order lawan atau kedaluwarsa.
  • Tidak bisa diubah, hanya bisa dibatalkan. Pengguna tidak dapat mengubah (harga/jumlah) order GTC Limit yang sudah dipasang — pilihannya hanya membatalkan order tersebut atau memasang order baru.
  • Aksi korporasi: jika terjadi stock split, order GTC Limit akan disesuaikan (diubah) mengikuti harga hasil split. Jika saham disuspensi, seluruh order GTC yang masih terbuka pada saham tersebut akan dibatalkan.

Apa Itu Market Order dan Kapan Sebaiknya Digunakan?

Market Order dirancang untuk pengguna yang mengutamakan kecepatan eksekusi dibanding kepastian harga. Beberapa hal penting:

  • Time in Force: Fill and Kill. Berbeda dari GTC Limit, Market Order tidak menunggu — order akan langsung dieksekusi sebisa mungkin pada saat itu juga, dan sisa order yang tidak terpenuhi akan otomatis dibatalkan (bukan "instan" dalam arti dijamin penuh, melainkan Fill and Kill).
  • Harga yang ditampilkan adalah estimasi. Pada layar konfirmasi, Market Order menampilkan estimasi harga menggunakan harga ARA (Auto Rejection Atas) untuk order beli dan ARB (Auto Rejection Bawah) untuk order jual.
  • Harga eksekusi aktual bisa lebih tinggi dari estimasi yang ditampilkan. Ini karena estimasi menggunakan batas ARA/ARB, bukan harga pasar riil saat eksekusi. Pengguna perlu memperhitungkan hal ini sebelum mengkonfirmasi order.
  • Bukan default. Meski fitur ini baru, jenis order default di halaman transaksi tetap Limit, bukan Market — pengguna perlu memilih Market Order secara manual.
  • Status order: pada halaman detail order, Market Order akan menampilkan label "Est" (estimasi) sampai order benar-benar matched, setelah itu berubah menjadi harga rata-rata (average price) eksekusi.

Apa Itu Stop Loss Take Profit (Exit Strategy) di Saham?

Stop Loss Take Profit, ditampilkan di aplikasi sebagai bagian "Exit Strategy", memungkinkan pengguna menetapkan dua titik keluar sekaligus untuk satu posisi:

  • Stop Loss (SL): batas harga bawah untuk membatasi kerugian.
  • Take Profit (TP): batas harga atas untuk mengamankan keuntungan.

Cakupan yang perlu pengguna pahami, SLTP saat ini hanya tersedia untuk order GTD/Session, dan diterapkan pada order Limit Buy. GTD (Good Till Day) berarti order berlaku hingga pasar tutup pada hari tersebut. Session berarti order berlaku hingga sesi perdagangan berakhir (IDX memiliki 2 sesi: pagi dan siang).

Perbandingan GTC Limit, Market Order, dan SLTP

FiturTime in ForceBisa diamandemen?Platform
GTC LimitBerlaku 180 hariTidak (hanya bisa dibatalkan)Hanya tersedia di aplikasi
Market OrderFill and KillTidak berlaku (langsung dieksekusi/dibatalkan)App dan web trading
SLTP (Exit Strategy)Mengikuti order induk (GTD/Session)Amend SLTP = amend order indukHanya tersedia di aplikasi

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa saja fitur trading Saham Indonesia terbaru di Pluang?

Tiga fitur baru untuk Saham Indonesia: GTC Limit, Market Order, dan Stop Loss Take Profit (Exit Strategy).

2. Apa itu GTC Limit dalam trading saham?

GTC Limit adalah order limit yang tetap berlaku (status "Open") hingga dibatalkan pengguna atau kedaluwarsa, tanpa perlu dipasang ulang setiap hari.

3. Berapa lama order GTC Limit berlaku sebelum kedaluwarsa?

180 hari (6 bulan) sejak order dipasang.

4. Bisakah order GTC Limit dibatalkan kapan saja?

Order GTC Limit hanya bisa dibatalkan, tidak bisa diamandemen.

5. Apa itu Market Order dan bagaimana cara kerjanya?

Market Order adalah order yang dieksekusi secepat mungkin pada harga pasar yang tersedia, dengan sifat Fill and Kill — bukan GTC.

6. Kenapa harga di Market Order hanya berupa estimasi?

Karena layar konfirmasi menampilkan estimasi berdasarkan harga ARA (beli) atau ARB (jual), bukan harga eksekusi aktual. Harga eksekusi sebenarnya bisa lebih tinggi dari estimasi tersebut.

7. Apa itu Fill and Kill dalam Market Order?

Fill and Kill berarti order akan langsung dieksekusi sebisa mungkin saat itu juga; bagian order yang tidak terpenuhi otomatis dibatalkan, bukan menunggu seperti GTC Limit.

8. Apa itu Stop Loss Take Profit (Exit Strategy) di saham?

Fitur yang memungkinkan pengguna menetapkan titik keluar otomatis — Stop Loss untuk membatasi kerugian dan Take Profit untuk mengamankan keuntungan — muncul sebagai bagian "Exit Strategy" di detail order.

9. Kapan dan di Mana Fitur Ini Bisa Digunakan?

Fitur GTC Limit, Market Order, dan SLTP saat ini sudah resmi dirilis dan dapat digunakan oleh pengguna Pluang untuk trading Saham Indonesia

10. Apakah fitur-fitur ini berlaku untuk semua jenis aset di Pluang?

Tidak. GTC Limit, Market Order, dan SLTP saat ini hanya berlaku untuk Saham Indonesia di Pluang — tidak untuk saham AS, kripto, atau emas.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1