
Saham BBCA menyentuh ARB karena tekanan jual setelah MSCI mengusulkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada 16 Oktober 2026. Per 23 Oktober 2026, BBCA berada di Rp5.100 per lembar (sumber: Yahoo Finance). Pantau harga dan data saham BBCA di Pluang.
BBCA turun 14,81% dari Rp6.075 ke Rp5.175 pada 16 Oktober 2026 dan menyentuh batas ARB (sumber: KabarBursa, 17 Oktober 2026). Pada 19 Oktober, BBCA ditutup di Rp4.820, turun 6,86% (sumber: Kontan, 19 Oktober 2026). Sehari kemudian harga naik 7,88% ke Rp5.200 (sumber: KabarBursa, 21 Oktober 2026).
| Tanggal | Harga (Rp/lembar) | Perubahan harian | Catatan |
|---|---|---|---|
| 15 Okt 2026 | 6.075 | -0,82% | Sebelum pengumuman MSCI |
| 16 Okt 2026 | 5.175 | -14,81% | Usulan MSCI; menyentuh ARB |
| 19 Okt 2026 | 4.820 | -6,86% | ARB 7% mulai berlaku |
| 20 Okt 2026 | 5.200 | +7,88% | Buyback BCA berjalan |
| 21 Okt 2026 | 5.275 | +1,44% | - |
| 22 Okt 2026 | 5.175 | -1,90% | - |
| 23 Okt 2026 | 5.100 | -1,45% | Data per 23 Okt 2026 |
Sumber: Yahoo Finance (BBCA.JK). Perubahan harian dihitung dari harga penutupan. Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 15-23 Oktober 2026.
ARB (auto rejection bawah) adalah batas penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan; order jual di bawah batas itu otomatis ditolak sistem. BEI menurunkan batas ARB dari 15% menjadi 7% pada 19 Oktober sampai 31 Desember 2026 agar investor punya waktu mencerna informasi (sumber: Bareksa, 19 Oktober 2026). Aturan trading halt tidak berubah.
MSCI mengusulkan pergeseran klasifikasi dari Emerging Market ke Standalone Market. MSCI menyoroti transparansi kepemilikan saham, akurasi free float, dugaan transaksi terkoordinasi, dan konsistensi penegakan aturan. Masukan pasar dibuka sampai 30 April 2027 dan keputusan final dijadwalkan selambatnya 30 Juni 2027; status Indonesia belum berubah (sumber: Bareksa, Oktober 2026). Bobot BBCA di indeks MSCI Indonesia 31,41% per 30 September 2026.
Buyback adalah pembelian kembali saham oleh emiten itu sendiri. BCA menjalankan buyback pada 19-21 Oktober 2026, lalu memperpanjangnya sampai 23 Oktober 2026 (sumber: Bisnis.com, 21 Oktober 2026). Program ini disetujui RUPST pada 12 Maret 2026 dengan masa berlaku sampai 11 Maret 2027 dan batas dana Rp5 triliun, bukan nilai yang sudah terealisasi (sumber: KabarBursa, 21 Oktober 2026). BCA menyebut buyback sebagai wujud keyakinan atas fundamental bisnisnya. Pelajari bedanya di Buyback vs Dividen.
Apakah ARB memengaruhi dividen BBCA? Dividen yang sudah dibayarkan tidak berubah. Nominal termin berikutnya ditentukan manajemen BCA.
Lot adalah satuan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia; 1 lot setara 100 lembar saham. Dengan harga Rp5.100 per lembar (23 Oktober 2026), 1 lot BBCA bernilai Rp510.000 sebelum biaya transaksi.
Contoh: 5 lot BBCA (500 lembar) dengan dividen Rp281 per saham menerima Rp281 x 500 = Rp140.500 sebelum pajak.
Jadwal dividen final: cum date 27 Maret 2026, ex date 30 Maret 2026, recording date 31 Maret 2026, dan pembayaran 8 April 2026 (sumber: IDN Financials). Pemegang 1 lot (100 lembar) menerima Rp281 x 100 = Rp28.100 sebelum pajak.
Termin pertama Rp20 per saham dibayarkan 26 Juni 2026 dan termin kedua Rp25 per saham dibayarkan 16 September 2026 (sumber: IDX Channel, 9 September 2026). Untuk 1 lot, totalnya Rp2.000 + Rp2.500 = Rp4.500. Termin ketiga direncanakan Desember 2026, tetapi nominal dan tanggalnya belum ditetapkan per 9 September 2026 (sumber: Kontan, 10 September 2026).
| Jenis dividen | Per saham | Per lot (100 lembar) | Pembayaran |
|---|---|---|---|
| Final tahun buku 2025 | Rp281 | Rp28.100 | 8 April 2026 |
| Interim 2026 termin 1 | Rp20 | Rp2.000 | 26 Juni 2026 |
| Interim 2026 termin 2 | Rp25 | Rp2.500 | 16 September 2026 |
| Interim 2026 termin 3 | Belum ditetapkan | Belum ditetapkan | Rencana Desember 2026 |
Mulai tahun buku 2026, BCA membagikan dividen empat kali setahun (tiga interim dan satu final), naik dari dua kali setahun pada 2021-2025. Rasio pembayaran dividen naik dari 67,4% (tahun buku 2024) menjadi 72% (tahun buku 2025) (sumber: bca.co.id, 13 Maret 2026).
| Tahun buku | Interim (Rp) | Final (Rp) | Total (Rp) | Payout ratio |
|---|---|---|---|---|
| 2025 | 55 | 281 | 336 | 72% |
| 2024 | 50 | 250 | 300 | 67,4% |
| 2023 | 42,5 | 227,5 | 270 | ~68,4% |
| 2022 | 35 | 170 | 205 | 62,1% |
| 2021 | 25 | 120 | 145 | 56,9% |
Sumber: Hubungan Investor BCA, bca.co.id (diakses 22 September 2026); payout ratio 2024-2025 dari siaran pers BCA (13 Maret 2026); 2021-2023 dihitung DPS dibagi EPS (StockAnalysis.com). Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: tahun buku 2021-2025.
Dividend yield adalah dividen per saham dibagi harga saham. Dividen BBCA yang cair sepanjang 2026 (Rp281 + Rp20 + Rp25 = Rp326 per saham) setara sekitar 6,39% dari harga Rp5.100 (23 Oktober 2026). Pada harga Rp6.075 (15 Oktober 2026), angka yang sama setara sekitar 5,37%. Ini perhitungan sendiri dari data di atas (dividen: IDN Financials dan IDX Channel; harga: Yahoo Finance). Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari-23 Oktober 2026.
Kamu juga dapat mengakses Pluang Web Trading dari komputer.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
1 lot BBCA mendapat Rp28.100 dari dividen final 2025 dan Rp4.500 dari dua termin interim 2026; termin ketiga masih menunggu keputusan manajemen. Harga BBCA bergerak tajam sejak usulan MSCI pada 16 Oktober 2026, tetapi dividen yang sudah dibayarkan tidak berubah. Dividen masa depan belum tentu sama, dan investasi saham mengandung risiko, termasuk potensi kehilangan modal.
Dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp281 per saham menghasilkan Rp28.100 per lot (100 lembar). Dua termin dividen interim 2026, Rp20 dan Rp25 per saham, menghasilkan Rp4.500 per lot. Termin ketiga belum ditetapkan manajemen per 9 September 2026 (sumber: Kontan).
Setelah MSCI mengusulkan pada 16 Oktober 2026 agar pasar saham Indonesia turun ke Standalone Market, BBCA turun 14,81% ke Rp5.175 dan menyentuh batas ARB. Pada 19 Oktober, ARB 7% berlaku dan BBCA ditutup di Rp4.820, turun 6,86% (sumber: KabarBursa, Kontan).
Per 23 Oktober 2026, BBCA berada di Rp5.100 per lembar atau Rp510.000 per lot (sumber: Yahoo Finance). Harga berubah setiap hari perdagangan, jadi cek harga terkini di aplikasi sebelum bertransaksi. Pada 19 Oktober, BBCA ditutup Rp4.820. Ini bukan rekomendasi investasi.
Ya. Menurut UU Cipta Kerja jo. UU PPh yang berlaku, dividen untuk investor orang pribadi dikenai PPh final 10% bila tidak diinvestasikan kembali. Dividen yang diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan dapat bebas pajak. Pemotongan pajak dilakukan otomatis oleh emiten.
Unduh aplikasi Pluang dan selesaikan pendaftaran dan verifikasi e-KYC, isi saldo RDN, lalu cari kode saham BBCA di menu Saham Indonesia. Tentukan jumlah lot (1 lot = 100 lembar), kirim order beli, dan pastikan kepemilikan tercatat sebelum cum date dividen.
| Tanggal | Perubahan |
|---|---|
| 30 Juni 2026 | Artikel dipublikasikan: dividen final 2025 dan interim termin 1 2026. |
| 22 September 2026 | Termin 2, frekuensi dividen 4 kali setahun, dan tabel histori ditambahkan. |
| 5 Oktober 2026 | Harga diperbarui; status termin 3 diklarifikasi; koreksi kepatuhan. |
| 23 Oktober 2026 | Ditambahkan bagian ARB, usulan MSCI, dan buyback BCA. Harga dan yield diperbarui. Jadwal dividen final dikoreksi: cum date 27 Maret, ex date 30 Maret, pembayaran 8 April 2026. |
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


