
1 lot saham BBCA (100 lembar) mendapat Rp28.100 dari dividen final tahun buku 2025 (Rp281/saham, dicairkan April 2026), ditambah Rp2.000 dari dividen interim termin pertama 2026 (Rp20/saham, 26 Juni 2026) dan Rp2.500 dari dividen interim termin kedua 2026 (Rp25/saham, 16 September 2026, sumber: IDX Channel). Per 5 Oktober 2026, harga saham BBCA tercatat Rp6.100 per lembar (sumber: IDN Financials).
Mulai tahun buku 2026, BCA mengubah pola pembagian dividen dari dua kali (interim + final) menjadi empat kali setahun (tiga interim + satu final). Artikel ini membahas rincian dividen BBCA per lot, histori lima tahun terakhir, serta cara mulai berinvestasi di saham dividen melalui Pluang.
● Dividen final tahun buku 2025: Rp281/saham → Rp28.100/lot (dicairkan April 2026).
● Dividen interim 2026 termin 1: Rp20/saham → Rp2.000/lot (26 Juni 2026).
● Dividen interim 2026 termin 2: Rp25/saham → Rp2.500/lot (16 September 2026, sudah dibayarkan).
● Dividen interim 2026 termin 3: jumlah dan tanggal belum ditetapkan manajemen per 9 September 2026, rencana dibagikan Desember 2026 (sumber: Kontan, 9 September 2026).
Dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, satuan terkecil pembelian saham disebut lot, di mana 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Aturan ini berlaku untuk semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk BBCA.
Memahami satuan lot penting karena seluruh perhitungan — harga beli, biaya transaksi, hingga dividen yang diterima — dihitung berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. Investor yang memiliki 2 lot saham BBCA, misalnya, menerima dividen dua kali lipat dari investor yang memiliki 1 lot.
BBCA dikenal sebagai emiten perbankan dengan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten setiap tahun. Perusahaan secara rutin membagikan dividen dalam dua jenis: dividen interim pada tahun buku berjalan, dan dividen final setelah laporan keuangan tahunan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Rasio pembagian dividen (payout ratio) BBCA naik dari 67,4% (tahun buku 2024) menjadi 72% (tahun buku 2025) — tergolong tinggi dibanding rata-rata emiten lain di BEI (sumber: bca.co.id, 13 Maret 2026), mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham.
BBCA mencairkan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp281 per saham pada April 2026, dengan tanggal cum-dividen (ex-date) pada 30 Maret 2026. Dividen final ini merupakan sisa pembagian laba bersih 2025 setelah dikurangi dividen interim yang sudah dibagikan sebelumnya.
Bagi investor yang memiliki 1 lot saham BBCA (100 lembar) dan tercatat sebagai pemegang saham pada cum-dividen, total dividen final yang diterima adalah Rp281 × 100 lembar = Rp28.100 per lot, sebelum dipotong pajak dividen.
Untuk tahun buku 2026, BBCA membagikan dividen interim termin pertama sebesar Rp20 per saham pada 26 Juni 2026 (total sekitar Rp2,45 triliun), dan termin kedua sebesar Rp25 per saham pada 16 September 2026 (sumber: Kompas, 10 September 2026; IDX Channel, 9 September 2026).
Bagi pemegang 1 lot saham BBCA, termin pertama setara Rp2.000/lot dan termin kedua setara Rp2.500/lot. Termin ketiga direncanakan dibagikan Desember 2026, namun nominal dan tanggal pastinya belum ditetapkan manajemen per 9 September 2026 (sumber: Kontan, 9 September 2026).
Estimasi pembagian dividen interim termin ketiga belum final dan dapat berubah sesuai keputusan manajemen serta kinerja keuangan BBCA pada periode berjalan.
Jenis Dividen | Per Saham | Per Lot (100 Lembar) | Tanggal Pembagian |
Dividen Final Tahun Buku 2025 | Rp281 | Rp28.100 | April 2026 |
Dividen Interim 2026 Termin 1 | Rp20 | Rp2.000 | 26 Juni 2026 |
Dividen Interim 2026 Termin 2 | Rp25 | Rp2.500 | 16 September 2026 |
Dividen Interim 2026 Termin 3* | Belum ditetapkan | Belum ditetapkan | Rencana Desember 2026 |
*Termin 3 belum diumumkan resmi per 9 September 2026 (sumber: Kontan) — bukan estimasi nominal, karena manajemen belum menyampaikan angka indikatif apa pun.
● Tentukan jumlah lot saham BBCA yang dimiliki, lalu kalikan dengan 100 untuk mendapatkan jumlah lembar.
● Kalikan jumlah lembar saham dengan nominal dividen per saham yang diumumkan resmi oleh BBCA.
● Pastikan kepemilikan saham tercatat sebelum tanggal cum-dividen (ex-date) agar berhak menerima dividen.
● Perhitungkan potongan pajak dividen sesuai aturan perpajakan yang berlaku.
Contoh: investor dengan 5 lot saham BBCA (500 lembar) yang menerima dividen final Rp281 per saham mendapat total Rp281 × 500 lembar = Rp140.500, sebelum dipotong pajak.
Per 8 Juni 2026, yield dividen BBCA untuk tahun 2026 diproyeksikan Bareksa berada di kisaran 6,8%, dihitung dari estimasi total dividen setahun terhadap harga saham saat itu (sekitar Rp5.700) (sumber: Bareksa, 8 Juni 2026). Proyeksi ini dibuat sebelum termin kedua dan ketiga dipastikan, dan sebelum harga saham naik ke Rp6.100 per 5 Oktober 2026 (sumber: IDN Financials) — sehingga yield aktual terhadap harga saat ini kemungkinan lebih rendah dari estimasi awal tersebut.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Yield dihitung dari harga pada tanggal tertentu, bukan nilai tetap, dan akan berubah mengikuti pergerakan harga saham serta nominal dividen final yang belum ditetapkan.
● Tanggal Pengumuman: manajemen mengumumkan rencana pembagian dividen melalui keterbukaan informasi resmi di BEI.
● Tanggal Cum-Dividen (Ex-Date): investor harus tercatat sebagai pemegang saham sebelum tanggal ini agar berhak menerima dividen.
● Tanggal Pencatatan (Recording Date): tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen difinalisasi oleh BEI.
● Tanggal Pembayaran: dividen ditransfer langsung ke Rekening Dana Nasabah (RDN) investor secara otomatis.
Mulai tahun buku 2026, BCA membagikan dividen sebanyak empat kali setahun — tiga kali dividen interim ditambah satu kali dividen final — naik dari pola dua kali setahun (satu interim, satu final) yang berlaku sepanjang 2021–2025. Perubahan ini diumumkan manajemen BCA dalam siaran pers resmi (sumber: bca.co.id, 13 Maret 2026, "Terobosan BCA Bakal Tebar Dividen Interim 3 Kali pada Tahun 2026"), dan terkonfirmasi berjalan dengan pembayaran termin pertama 26 Juni 2026 dan termin kedua 16 September 2026 (sumber: IDX Channel, 9 September 2026).
Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) BCA turut naik seiring perubahan ini — dari 67,4% pada tahun buku 2024 menjadi 72% pada tahun buku 2025 (sumber: bca.co.id, 13 Maret 2026). Manajemen BCA menyatakan masih mengevaluasi kemungkinan menaikkan rasio ini lebih lanjut — bukan kepastian, hanya arah kebijakan yang sedang ditinjau.
Tahun Buku | Dividen Interim (Rp/saham) | Dividen Final (Rp/saham) | Total Dividen (Rp/saham) | Payout Ratio |
2025 | Rp55 (24 Nov 2025) | Rp281 (13 Mar 2026) | Rp336 | 72% |
2024 | Rp50 (12 Nov 2024) | Rp250 (14 Mar 2025) | Rp300 | 67,4% |
2023 | Rp42,5 (23 Nov 2023) | Rp227,5 (18 Mar 2024) | Rp270 | ~68,4% |
2022 | Rp35 (23 Nov 2022) | Rp170 (20 Mar 2023) | Rp205 | 62,1% |
2021 | Rp25 (8 Nov 2021) | Rp120 (21 Mar 2022) | Rp145 | 56,9% |
Sumber DPS: laman resmi Hubungan Investor BCA, bca.co.id (diakses 22 September 2026). Payout ratio tahun buku 2024–2025 sesuai siaran pers resmi BCA (13 Maret 2026). Payout ratio 2021–2023 dihitung DPS ÷ EPS (EPS: StockAnalysis.com, diakses 22 September 2026), dicocokkan silang dengan Bisnis.com (16 Februari 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: tahun buku 2021–2025.
● Kinerja laba bersih perusahaan pada periode berjalan, karena dividen berasal dari sebagian laba yang dibagikan.
● Kebijakan payout ratio yang ditetapkan manajemen.
● Kebutuhan modal perusahaan untuk ekspansi bisnis, yang bisa membuat porsi dividen disesuaikan.
● Kondisi makroekonomi dan regulasi perbankan yang dapat memengaruhi profitabilitas BBCA.
Nominal dividen yang dibagikan di masa depan tidak dijamin sama dengan periode sebelumnya dan sepenuhnya bergantung pada kinerja serta keputusan manajemen perusahaan.
● Kelebihan — Pendapatan pasif rutin: investor bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari dividen tanpa harus menjual saham yang dimiliki.
● Kelebihan — Potensi capital gain: selain dividen, harga saham juga berpotensi naik dalam jangka panjang.
● Risiko — Dividen tidak dijamin tetap: besaran dividen bisa berubah setiap tahun mengikuti kinerja keuangan perusahaan.
● Risiko — Fluktuasi harga saham: nilai investasi tetap bisa turun jika harga saham mengalami koreksi di pasar.
● Unduh aplikasi Pluang dan selesaikan pendaftaran serta verifikasi e-KYC.
● Top up saldo RDN melalui metode pembayaran yang tersedia di aplikasi.
● Cari saham BBCA melalui fitur pencarian di menu Saham Indonesia.
● Tentukan jumlah lot yang ingin dibeli (minimum 1 lot/100 lembar), lalu lakukan order beli sesuai harga pasar.
● Pastikan kepemilikan saham tercatat sebelum tanggal cum-dividen jika ingin berhak menerima dividen pada periode tersebut.
Pluang menyediakan akses jual beli saham Indonesia, termasuk BBCA, dalam satu aplikasi yang berizin dan diawasi OJK, memudahkan investor memantau portofolio dan riwayat dividen secara praktis.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
1 lot saham BBCA dapat dividen berapa tergantung jenis dividen yang dibagikan. Untuk dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp281 per saham, 1 lot (100 lembar) mendapat Rp28.100; untuk dividen interim 2026 termin pertama dan kedua, totalnya Rp4.500/lot (Rp2.000 + Rp2.500); termin ketiga masih menunggu keputusan manajemen.
BBCA dikenal sebagai emiten dengan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten dan payout ratio yang meningkat dari tahun ke tahun, menjadikannya salah satu pilihan populer investor yang mencari pendapatan pasif dari dividen. Investor yang ingin mulai berinvestasi di saham dividen seperti BBCA bisa memanfaatkan platform yang berizin dan diawasi OJK seperti Pluang.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli saham tertentu. Nominal dividen di masa depan tidak dijamin sama dan investasi saham tetap mengandung risiko, termasuk potensi kehilangan modal.
Untuk dividen final tahun buku 2025 (Rp281/saham), 1 lot (100 lembar) mendapat Rp28.100. Untuk dividen interim 2026 termin 1 dan 2 (Rp20 + Rp25/saham), 1 lot mendapat total Rp4.500.
1 lot saham BBCA terdiri dari 100 lembar saham, sesuai standar satuan lot yang berlaku di seluruh saham yang tercatat di BEI.
Mulai tahun buku 2026, BBCA membagikan dividen empat kali setahun: tiga kali interim (Juni, September, dan rencana Desember) ditambah satu kali final setelah RUPST tahun berikutnya.
Kalikan jumlah lembar saham yang dimiliki dengan nominal dividen per saham yang diumumkan resmi, lalu pastikan kepemilikan saham tercatat sebelum tanggal cum-dividen.
Ya. Sesuai UU No. 11/2020 (UU Cipta Kerja) jo. UU Pajak Penghasilan, dividen dikenakan PPh final 10% bagi investor orang pribadi yang tidak menginvestasikan kembali dividen tersebut; dividen dapat bebas pajak jika diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku. Pemotongan dilakukan otomatis oleh emiten.
Bareksa (8 Juni 2026) memproyeksikan yield dividen BBCA 2026 sekitar 6,8% berdasarkan harga saat itu (~Rp5.700). Dengan harga saham naik ke Rp6.100 per 5 Oktober 2026, yield aktual terhadap harga saat ini kemungkinan lebih rendah, dan angka final baru bisa dihitung setelah seluruh dividen tahun buku 2026 diumumkan.
Investor bisa membeli saham BBCA melalui aplikasi sekuritas berizin OJK seperti Pluang, dengan mencari kode saham BBCA, menentukan jumlah lot, lalu melakukan order beli sesuai harga pasar.
Tanggal | Perubahan |
30 Juni 2026 | Artikel dipublikasikan, mencakup dividen final tahun buku 2025 (Rp281) dan dividen interim termin pertama 2026 (Rp20). |
22 September 2026 | Diperbarui data termin 2 (Rp25, cair 16 Sep 2026, sebelumnya estimasi). Ditambahkan sub-judul frekuensi dividen (2x → 4x/tahun mulai 2026, terverifikasi), tabel histori 5 tahun buku, serta blok disclaimer Saham Indonesia. |
5 Oktober 2026 | Nomor urut pada seluruh H2 dihapus. Harga saham diperbarui ke Rp6.100 (5 Okt 2026, IDN Financials). Status termin 3 diklarifikasi sebagai "belum ditetapkan" (sumber: Kontan, 9 September 2026), bukan estimasi bernominal. Klaim yield 6,8% kini disertai sumber (Bareksa, 8 Juni 2026) dan catatan bahwa harga acuan sudah berubah. Koreksi kepatuhan: kalimat lisensi Saham Indonesia disamakan verbatim dengan SSOT Annex A3; klaim pajak dividen diberi rujukan regulasi. |
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.


