Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Fokus Investasi di Obligasi? Ini 4 Strategi Jitu untuk Mengelola Portofoliomu
shareIcon

Fokus Investasi di Obligasi? Ini 4 Strategi Jitu untuk Mengelola Portofoliomu

18 May 2020, 11:00 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Fokus Investasi di Obligasi? Ini 4 Strategi Jitu untuk Mengelola Portofoliomu

Masih banyak yang bertanya apa saja keuntungan obligasi. Padahal, sekarang ini ada banyak lembaga yang menawarkan cara investasi obligasi. Yuk, kenali lebih jauh tentang obligasi!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan obligasi sebagai surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu.

cara investasi obligasi

Banyaknya keuntungan obligasi membuat pemerintah dan perusahaan swasta berlomba-lomba menyediakan platform jual beli obligasi. Cara investasi obligasi yang paling baru adalah e-bond, yang dikembangkan oleh bank, di mana nasabah bisa membeli obligasi secara online.

Dalam investasi obligasi, investor akan mendapatkan keuntungan berupa kupon atau pembayaran bunga tetap. Plus, investor juga memiliki peluang keuntungan dari capital gain (selisih harga beli dan jual).

Banyak kan keuntungan obligasi yang bisa kalian dapatkan? Sebelum memulai investasi, kalian perlu mengetahui hal-hal dasar di bawah ini. Dengan demikian, kalian bakal paham bagaimana cara investasi obligasi yang maksimal.

Baca juga: Dibayangi Covid-19, Bagaimana Nasib Fluktuasi Pasar Obligasi di Indonesia?

Kenali jenis dan cara investasi obligasi

keuntungan obligasi
Sumber: SWARA

Sebelum memulai investasi, ada baiknya kita mengenali jenis-jenis obligasi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada lima jenis obligasi yang dijual di pasar.

#1 Obligasi korporasi

Seperti namanya, obligasi ini diterbitkan oleh perusahaan swasta nasional, seperti BUMN dan BUMD. Biasanya perusahaan menerbitkan obligasi dalam rangka mencari modal.

#2 Surat Utang Negara (SUN)

Obligasi ini diterbitkan oleh negara sesuai dengan UU No.24/2002.

#3 Sukuk korporasi

Obligasi yang berdasarkan nilai syariah sesuai dengan ketentuan Bapepam dan LK Np. IX.A.13 tentang Efek Syariah. Cara investasi obligasi menyesuaikan dengan peraturan syariah.

#4 Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Surat berharga ini diterbitkan oleh negara sesuai dengan UU No. 19/2008 Tentang Surat Syariah Negara (SBSN).

#5 Efek Beragun Aset (EBA)

Efek utang ini diterbitkan dengan Underlying Asset sebagai dasar penerbitan.

Kalian bisa memulai berinvestasi obligasi langsung di Bursa Efek Indonesia (BEI). Atau, melalui jasa pihak ketiga, seperti perbankan yang memiliki banyak program serta kemudahan.

Namun, bagaimana cara memaksimalkan return dari obligasi? Ada beberapa strategi yang bisa kalian pelajari, lho!

Baca juga: Serba-serbi Investasi Obligasi yang Perlu Kamu Ketahui

4 strategi jitu mengatur portofolio obligasi

belajar investasi saham bagi pemula

Investasi obligasi tidak sesederhana kelihatannya. Bagi pengamat biasa, investasi obligasi sebatas membeli obligasi dengan hasil yang tinggi. Rupanya, masih ada lagi ilmu yang perlu dipelajari dan strategi dalam berinvestasi di obligasi.

Berdasarkan Investopedia, ada empat cara efektif untuk menyusun portofolio demi mempermudah cara investasi obligasi kalian.

#1 Cara investasi obligasi pasif atau buy and hold

Strategi manajemen obligasi pasif biasanya digunakan untuk mencari dan memaksimalkan nilai obligasi kalian. Premis dari strategi ini adalah obligasi yang dibeli aman dan terpercaya. Dengan begitu, kita bisa memprediksi pendapatan yang bakal kita dapatkan. Buy dan hold artinya pembeli harus menahan obligasi yang sudah dibeli sampai jatuh tempo.

Di permukaan, investasi ini terkesan sebagai gaya investasi yang malas. Namun, portofolio pasif ini bisa menyediakan jangkar yang stabil ketika badai keuangan melanda.

Strategi ini juga menguntungkan kalian karena meminimalkan atau bahkan menghilangkan biaya transaksi. Jenis obligasi yang tepat untuk strategi ini adalah obligasi dari pemerintah pusat, obligasi perusahaan investasi, atau pun obligasi pemerintah daerah.

#2 Pencocokan indeks atau quasi-passive

Tujuan utama strategi ini adalah untuk mengetahui potensi return dan karakter risiko terkait dengan indeks yang kita targetkan. Sebenarnya strategi ini hampir mirip dengan strategi sebelumnya.

Bedanya, quasi-passive strategi ini memiliki beberapa fleksibilitas. Sama halnya dengan melacak indeks pasar saham tertentu, portofolio obligasi ini dapat disusun sesuai dengan penerbitan obligasi yang terjadi. Hasilnya, kita bisa mengetahui atau mentrakking pengeluaran obligasi yang ada.

Quasi-passive strategi ini cocok untuk obligasi tipe besar dengan jumlah yang banyak. Sehingga kita bisa memaksimalkan replikasi indeks yang sudah dibuat. Jangan lupa, kalian harus mempertimbangkan biaya transaksi untuk menjaga portofolio kalian tetap update, sesuai dengan situasi pasar.

#3 Imunisasi atau “quasi-active”

Sesuai dengan judulnya, strategi ini menyiratkan suatu portofolio yang ditargetkan khusus untuk menerima return dalam periode tertentu dan terlepas dari pengaruh luar, seperti perubahan tingkat suku bunga.

Cara menentukan durasi strategi imunisasi diambil dari usia rata-rata dari obligasi tersebut. Cara prediksi ini dinilai lebih akurat untuk menghitung volatilitas obligasi.

Sama seperti strategi buy and hold, strategi quasi-active ini cocok untuk obligasi bermutu tinggi dengan kemungkinan default yang jauh.

#4 Cara investasi obligasi dengan dedicated and active

Mendapatkan return yang maksimal adalah tujuan dari strategi dedicated and active. Seiring dengan peningkatan peluang return, pasti akan dibarengi dengan peningkatan risiko. Kita bisa mulai mengidentifikasi risiko-risiko tersebut.

Misalnya mengantisipasi tingkat bunga, waktu, valuasi, spread exploitation, serta berbagai skenario tingkat bunga. Premis dasar dari strategi ini adalah bahwa investor bersedia untuk bertaruh di masa depan daripada puas dengan potensi pengembalian yang lebih rendah seperti yang ditawarkan oleh strategi pasif.

Banyaknya strategi cara investasi obligasi tentunya membuat kalian, para investor, semakin mudah membuat perhitungan. Namun, ingatlah jika setiap strategi memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Jadi, kenali dulu apa tujuan yang ingin kalian capai, ya!

Sumber: Sikapi Uangmu OJK, Investopedia

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1