Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Saham AS Kembali 'Melek', Duo LUNA & LUNC Masih Bersolek

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham AS akhirnya kembali bangkit setelah hampir sepekan mendekam di zona merah. Di sisi lain, duo LUNA dan LUNC masih menunjukkan taringnya. Simak selengkapnya di Pluang Pagi!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) akhirnya berhasil melek setelah tak berdaya sejak awal pekan.
  • Pada penutupan Kamis (1/9), nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,5% sementara nilai S&P 500 menanjak 0,4%. Sayangnya, nilai Nasdaq justru melorot 0,3% di waktu yang sama.
  • Pelaku pasar sepertinya getol melakukan aksi borong mumpung harga saham-saham sedang murah (buy the dip). Mereka melakukan aksi tersebut meski data makroekonomi teranyar diramal bakal memperkuat niatan The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneternya.
  • Kemarin, AS merilis data pengangguran awal sebesar 232.000 angkatan kerja sepanjang pekan lalu alias jauh di bawah konsensus analis 248.000. Namun, angka tersebut ternyata susut 5.000 dibanding sepekan sebelumnya.
  • Di saat yang sama, data terbaru menunjukkan bahwa skor indeks manufaktur AS berada di 52,8 sepanjang Agustus, lebih tinggi dari konsensus analis yakni di level 52.
  • Kondisi pasar tenaga kerja yang mengetat plus kuatnya data manufaktur AS digadang akan membuat The Fed makin pede untuk meneruskan kenaikan suku bunga acuan. Hal itu tentu akan menghantam kinerja pasar berisiko, termasuk pasar saham AS.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: LUNC Bergerak Mantap Kala IHSG & Kripto Masih Tiarap!

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, pasar kripto juga bersemi di Jumat (2/9) pagi meski lajunya tidak signifikan.
  • Melansir Coinmarketcap pukul 07.57 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bertengger di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, menguat 0,22% selama sehari terakhir dan kini berada di US$20.065 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) menanjak 2,17% ke US$1.578 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya tak mau kalah tampil gaya pada hari ini. Nilai XRP, Dogecoin (DOGE), dan Shiba Inu (SHIB) kompak menguat di atas 1% selama sehari terakhir. Sementara itu, nilai Cardano (ADA) dan Polkadot (DOT) lompat di atas 2% di saat bersamaan.
  • Dari seluruh jajaran aset kripto utama, terdapat nilai Polygon (MATIC) yang membukukan kenaikan nilai tertinggi yakni 4,33% dalam sehari terakhir.
  • Laju nilai aset kripto yang "segitu aja" menandakan bahwa optimisme investor di pasar kripto sedang terbatas.
  • Di satu sisi, analis mengatakan bahwa harga aset kripto yang berguguran sejak pekan lalu menggugah minat investor institusi untuk segera mengoleksi aset tersebut.
  • Pelaku pasar menganggap aksi ini cukup menggiurkan. Terlebih, prospek kripto di jangka pendek terbilang cemerlang setelah Ethereum akan segera melakukan pembaruan jaringan, alias The Merge, di bulan ini. Sementara Cardano pun digadang akan melakukan hard fork jaringan lebih cepat dari jadwal.
  • Namun permasalahannya, iklim makroekonomi dipandang sedang tidak kondusif bagi pasar aset berisiko. Apalagi, perilisan data-data ekonomi, seperti ketenagakerjaan dan manufaktur AS, pada pekan ini kian mempertebal sinyal kenaikan suku bunga acuan The Fed ke depan.
  • Asal tahu saja, kenaikan suku bunga The Fed akan mengerek imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Hasilnya, pelaku pasar tentu akan buru-buru melepas aset kriptonya demi memanen cuan di instrumen yang profil risikonya jauh lebih aman.
  • Di samping itu, nilai indeks Dolar AS yang menyentuh level tertingginya dalam 20 tahun kemarin juga masih menekan kinerja aset kripto. Sekadar informasi, laju harga aset kripto punya korelasi negatif dengan pergerakan nilai aset greenback tersebut.
  • Terlepas dari itu, dua koin jaringan Terra, Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA), masih mencuri perhatian lantaran sukses mencetak kenaikan harga masing-masing 39,59% dan 14,19% dalam sehari terakhir.
  • Nilai LUNC dan LUNA diketahui kian moncer setelah sirkulasi koin LUNA di pasaran semakin susut akibat aksi staking dan pembakaran koin, yang merupakan konsekuensi dari upgrade jaringan versi 22.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.698 per ons pada pukul 08.12 WIB, melemah dari US$1.706 per ons di periode yang sama sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia kian terjungkal setelah nilai Dolar AS makin perkasa.
  • Kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas pun akan susut.
  • Di samping itu, pelaku pasar juga makin malas mengoleksi emas lantaran tanda-tanda pengetatan kebijakan moneter The Fed makin kentara seiring waktu.
  • Kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan tingkat imbal hasil obligasi AS. Sayangnya, hal itu akan membuat opportunity cost investor dalam menggenggam emas menjadi lebih mahal.

Baca Juga: Pluang Pagi: Awali September, Saham AS & Kripto Malah Keblinger. Ada Apa?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait