Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: LUNC Bergerak Mantap Kala IHSG & Kripto Masih Tiarap!

Selamat sore, Sobat Cuan! Laju IHSG dan aset kripto tertekan oleh kondisi makroekonomi yang makin hari makin bikin puyeng. Kendati begitu, nilai duo token jaringan Terra, LUNA dan LUNC, justru terlihat tokcer! Kok bisa? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bikin investor gigit jari di awal September. Betapa tidak, ia mengakhiri sesi perdagangan Kamis (1/9) di level 7.153,10 per keping alias melemah 0,36% dibanding sehari sebelumnya.

Memang, laju sang indeks domestik terlihat bergelombang sejak awal. Tadinya, ia mengawali sesi perdagangan hari ini di zona merah sebelum akhirnya kembali menyembul ke zona hijau. Sayang, IHSG harus pasrah kembali terbenam di zona merah kira-kira satu jam menjelang penutupan bursa.

Kali ini, perilisan data inflasi domestik di Agustus menjadi katalis bagi pergerakan IHSG.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa Indonesia mencetak deflasi sebesar 0,21% secara bulanan menyusul harga bahan pangan yang mulai jinak. Deflasi itu sukses menyeret inflasi tahunan Indonesia dari 4,94% di Juli menjadi 4,69% sebulan kemudian.

Hanya saja, pelaku pasar menganggap penurunan tingkat inflasi itu bakal bersifat temporer mengingat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sudah di pelupuk mata. Nah, karena kondisi makroekonomi bakal semakin tak bersahabat, pelaku pasar pun memilih menahan diri terlebih dulu.

Di waktu yang sama, investor juga tampaknya getol melakukan aksi ambil untung (profit taking) di saham-saham sektor pertambangan. Buktinya, nilai saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terjungkal 3,74% pada hari ini. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang kompak melorot lebih dari 2% di saat yang sama.

Mengingat mayoritas penghuni bursa domestik adalah saham emiten pertambangan, maka tak heran jika peristiwa ini pun ikut menyeret laju IHSG ke teritori negatif.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: IHSG Menguat di Titik Kritis, Kripto Terjebak dalam Krisis

Aset Kripto

Kondisi pasar kripto masih menyedihkan di Kamis sore. Melansir Coinmarketcap pukul 15.23 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih terbenam di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Secara umum, kondisi pasar kripto yang amburadul sore hari ini masih disebabkan oleh sentimen makroekonomi.

Pelaku pasar jaga jarak dengan pasar kripto setelah bank sentral global dikhawatirkan bakal memasang kuda-kuda terhadap kenaikan suku bunga acuan yang lebih "sadis". Jika itu terjadi, maka tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap akan naik dan membuat pelaku pasar kompak hijrah dari pasar kripto.

Kecemasan itu muncul setelah pelaku pasar mencerna rentetan komentar pejabat The Fed yang mendukung kenaikan suku bunga acuan demi meredam inflasi. Pelaku pasar juga cemas bahwa bank sentral Eropa akan mengambil langkah serupa setelah inflasi Eropa menembus rekor terbarunya 9,1% di Agustus.

Kendati kondisi pasar kripto terbilang mendung, terdapat pula beberapa koin yang sukses menjadi bintang panggung pada hari ini. Kali ini, status itu disematkan kepada dua koin jaringan Terra yakni Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA) yang masing-masing sukses meroket 52,86% dan 15,44% dalam sehari terakhir.

Nilai LUNC dan LUNA kian moncer setelah sirkulasi koinnya di pasaran semakin susut.

Hal ini terjadi pasca jaringan Terra telah memungkinkan penggunanya untuk melakukan aksi staking melalui upgrade jaringan versi 22. Aksi staking yang menawarkan imbal hasil 37,8% per tahun ini sukses menambah jumlah token LUNC yang di-staking sebesar 120% dalam tiga hari setelah upgrade jaringan yang dimaksud.

Sirkulasi LUNC juga mengetat setelah jaringan kian getol membakar koin tersebut. Data LUNC burner menunjukkan sebanyak 3 miliar keping LUNC telah dienyahkan dari jaringan Terra Classic.

Baca Juga: Pluang Pagi: Awali September, Saham AS & Kripto Malah Keblinger. Ada Apa?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait