Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Facebook Bawa Berkah, Aset Kripto Kembali Merekah!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali aktivitasmu di Kamis pagi (10/2), yuk simak rangkuman pasar pagi ini dalam Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taringnya pada sesi perdagangan Rabu (10/2). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) lompat 0,8%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq loncat lebih tinggi masing-masing 1,5% dan 2,1%.

Performa apik saham Meta Platforms, induk Facebook, mendorong laju indeks saham AS kemarin. Ya, setelah merilis laporan keuangan mengecewakan pekan lalu dan rentetan drama lainnya, Meta berhasil membukukan kenaikan nilai saham 5% kemarin gara-gara investor memborong sahamnya mumpung lagi murah (buy the dip).

Secara umum, kinerja saham sektor teknologi terbantu dengan pelemahan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kemarin, yield obligasi AS bertenor 10 tahun pasrah meleleh dan gagal menyentuh level 2% untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

Tak hanya Meta, laju ciamik saham-saham produsen chip semikonduktor juga membawa indeks saham AS terbang tinggi. Lihat saja saham Nvidia yang nanjak 5% setelah analis mengabaikan dampak buruk atas niatan perseroan yang ingin mengakuisisi produsen chip Inggris, ARM, senilai US$1,25 miliar.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Devisa RI Susut, Facebook Lagi Doyan Ngajak Ribut

Aset Kripto

Ibarat tengah sakit meriang, gerak pasar kripto terlihat panas-dingin beberapa hari terakhir. Betapa tidak, setelah pasar kripto kompak berderet di zona merah kemarin, kini tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses melaju ke zona hijau dalam sehari terakhir berdasarkan data Coinmarketcap pukul 08.08 WIB.

Nilai Ether (ETH) kini bertengger di US$3.224,27 per keping alias sukses tumbuh 3,19% dalam sehari terakhir. Gerak ETH diikuti oleh altcoin lain, seperti Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan Polkadot (DOT) yang nilainya masing-masing mendaki 0,91%, 1,67%, dan 0,14% di waktu yang sama.

Kelompok altcoin papan tengah juga terlihat semringah pagi ini. Lihat saja nilai Polygon (MATIC), Litecoin (LTC), dan Cosmos (ATOM) yang melaju masing-masing 3,05%, 3,83%, dan 0,19% dalam 24 jam terakhir.

Secara umum, pergerakan lincah aset kripto hari ini disebabkan oleh maraknya sentimen positif ke pasar kripto, utamanya yang berasal dari Rusia.

Pada Selasa (8/2), bank sentral dan pemerintah Rusia mengumumkan telah sepakat untuk menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk meregulasi aktivitas kripto di negara tersebut. Rencananya, otoritas Rusia akan mengkategorikan aset kripto sebagai mata uang alih-alih sebagai aset finansial digital.

Langkah ini merupakan titik tengah dari tarik-menarik kepentingan antara bank sentral dan pemerintah Rusia terkait aset kripto. Sebelumnya, bank sentral Rusia berniat untuk melarang penambangan aset kripto secara total sementara pemerintah Rusia justru ingin meregulasi aset kripto.

Di samping itu, analis OANDA Edward Moya yang dikutip dari Coindeks mengatakan, saat ini investor ritel terbilang lebih nyaman membenamkan dana di altcoin ketimbang BTC. Pasalnya, investor ritel menganggap bahwa harga BTC terbilang sudah ajeg, sehingga mereka berniat mencari cuan di koin-koin yang dianggap menjanjikan.

Saat ini, harga BTC bercokol di level US$44.513 per keping alias susut 0,13% dibanding sehari sebelumnya. Moya mengatakan bahwa BTC membutuhkan "satu katalis besar" agar sang raja aset kripto bisa ngebut ke level US$50.000.

Emas

Harga emas di pasar spot berada di US$1.833,82 per ons pada pukul 08.19 WIB, naik 1,44% dibanding sehari sebelumnya.

Nilai sang logam mulia melesat seiring aksi pelaku pasar yang getol memborong emas sebagai aset safe haven. Mereka melakukan hal tersebut demi mengantisipasi inflasi AS yang diperkirakan bakal makin ngambek di awal tahun ini. Maklum, selama ini, emas dianggap sebagai instrumen aset yang mampu melindungi nilai kekayaan dari gerusan inflasi.

Selain itu, pelemahan dua musuh bebuyutan emas, yakni nilai Dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS, juga bikin harga emas kian bekilau.

Sekadar informasi, pelemahan nilai Dolar AS akan membuat harga emas jadi relatif lebih murah bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sementara itu, pelemahan yield obligasi AS akan membuat opportunity cost dalam menggenggam emas semakin murah.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di level 95,59 pada pukul 08.28 WIB pagi ini. Nilai sang aset greenback sejatinya terus melemah seiring antisipasi investor atas perilisan data inflasi AS hari ini.

Baca juga: Pluang Pagi: Selasa Anti Garing, XRP & MATIC Kompak Unjuk Taring!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait