Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Mengenal Perbedaan Mainnet dan Testnet di Jagat Kripto
shareIcon

Mengenal Perbedaan Mainnet dan Testnet di Jagat Kripto

28 Jun 2023, 9:11 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Testnet

Mainnet dan testnet adalah jaringan kembar, namun tak sama persis. Lantas, apa perbedaan kedua jaringan tersebut?

Apa Itu Mainnet dan Tetsnet?

Jagat kripto memang terlihat agak membingungkan. Tak cuma mekanismenya, namun istilah-istilah di dalamnya juga bikin geregetan.

Nah, salah satu istilah dalam dunia blockchain yang kerap bikin bingung adalah mainnet dan testnet. Lantas, apa perbedaan antara keduanya?

Secara sederhana, mainnet alias main network adalah jaringan utama blockchain yang telah menerapkan semua fungsi blockchain secara penuh. Jaringan ini sudah melalui serangkaian proses panjang sejak perencanaan hingga evaluasi ketat hingga menjadi versi pengembangan terbaik dari developer proyek yang bekerja di baliknya.

Proyek blockchain yang sudah memiliki mainnet selalu dianggap "matang" karena telah beroperasi secara live sejak peluncurannya. Jaringan ini melayani beragam aktivitas komunitas kripto seperti pemanfaatan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Sementara itu, testnet adalah replika dari mainnet yang berdiri sendiri.

Sesuai namanya, testnet merupakan jaringan uji coba di mana developer melakukan serangkaian tes, seperti mengatasi bugs, perbaikan jaringan, dan fitur-fitur baru, sebelum dipasang di mainnet. Di samping itu, developer juga bisa melakukan sejumlah eksperimen atau upaya modifikasi jaringan utama melalui jaringan ini.

Oleh karenanya, tak heran jika teknologi, piranti lunak hingga fungsi testnet sama persis dengan si blockchain utama.

Akan tetapi, sebagai replika, tentunya tiap transaksi maupun alat tukar di dalamnya tidak nyata. Koin-koin pada jaringan testnet tidak punya nilai intrinsik, begitu pun transaksinya yang hanya berupa simulasi saja.

Baca Juga: Apa Itu Meme Coin dan Bagaimana 3 Tips Mengoleksinya?

Apa Saja Fungsi Mainnet?

Secara sederhananya, mainnet bisa disebut sebagai jaringan utama blockchain sementara testnet adalah jaringan uji coba. Namun, seperti apa fungsi masing-masing jaringan itu secara detail?

Adapun mainnet memiliki tiga fungsi utama, yakni:

1. Bukti Pengembangan

Mainnet adalah bukti bahwa developer benar-benar serius mengembangkan proyek kriptonya. Melalui jaringan ini, developer berharap bahwa komunitas kripto dapat memanfaatkan blockchain miliknya dan bahkan ikut mengembangkan ekosistemnya.

2. Kredibilitas

Proyek yang memiliki mainnet selalu dianggap lebih kredibel dibandingkan proyek yang hanya beroperasi pada layer kedua maupun sekadar menggunakan protokol operasional tertentu saja.

Kredibilitas ini juga membuktikan bahwa proyek tersebut sudah berhasil menciptakan ekosistem terdesentralisasi yang utuh bagi aset-aset kripto yang beroperasi di dalamnya. Sebagai bagian dari pengujian kredibilitas, partisipan dalam sebuah mainnet juga bisa melakukan pengujian untuk membantu menyempurnakan jaringan tersebut.

3. Transaksi Real Time

Mainnet memproses transaksi nyata dalam skalabilitas tertentu.

Jaringan terdesentralisasi ini punya prinsip transparansi di mana transaksi-transaksi di dalamnya dapat terlacak oleh pengguna lain dengan mengakses ledger berupa blockchain. Transaksi biasanya membutuhkan koin native sebagai alat tukarnya.

Apa Saja Fungsi Testnet?

Sementara itu, testnet berfungsi sebagai ekosistem simulator di mana fungsi dan kapasitas blockchain utama diuji secara konstan. Developer dan para penguji menciptakan testnet sebagai ekosistem terpisah untuk mengembangkan dan menyempurnakan jaringannya sebelum jaringan mainnet diluncurkan secara live.

Skema kerja yang amat mirip dnegan jaringan utama membuat jaringan ini pun punya miners dan koin native. Hanya saja keduanya tidak punya nilai keekonomian yang nyata alias nihil.

Jaringan ini dibuat sebagai kelinci percobaan bagi para developer proyek blockchain. Keberadannya membantu developer mengembangkan jaringan, menguji potensi gangguan hingga melakukan berupa uji coba lainnya secara mudah dan gratis tanpa harus mengganggu kinerja mainnet.

Baca Juga: Sekilas Mengenai Arbitrum, Idola Baru Jaringan Lapis 2 Ethereum

Apa Saja Perbedaan Mainnet dan Testnet?

Berdasarkan kilas penjelasan di atas, dapat disimpulkan beberapa poin perbedaan antara mainnet dan testnet, antara lain:

1. Tujuan

Perbedaan utama terletak pada tujuan operasionalnya. Jika mainnet bertujuan untuk menyediakan layanan terdesentralisasi dalam ekosistem lengkap bagi penggunanya, maka testnet bertujuan untuk jadi ekosistem bagi tahap pengujian perkembangan mainnet sebelum diluncurkan.

2. Sifat dan Karakteristik

Mainnet punya frekuensi transaksi yang tinggi jika dibandingkan dengan testnet. Sementara testnet bertindak sebagai jaringan uji coba di mana frekuensi transaksi di dalamnya justru dibatasi.

Selain itu, perbedaan karakteristik ini juga menyangkut gas fees. Pada jaringan utama, semakin tinggi frekuensi transaksi akan semakin meningkatkan gas fees. Sementra transaksi pada testnet mengunakan token replika tanpa nilai ekonomi yang nyata.

3. Keamanan Jaringan

Mainnet punya protokol keamanan jaringan yang memastikan aset dan transaksi di dalamnya cukup aman. Protokol keamanan tersebut dikembangkan dan diuji sebelumnya pada jaringan replika yakni testnet. Dengan kata lain, testnet melakukan perbaikan terus-menerus pada protokol keamanan mainnet.

Sayangnya, keamanan pada jaringan testnet bergantung sepenuhnya pada skrip basis pengkodingan. Sehingga, meski berperan penting bagi keamanan mainnet, testnet tidak punya jaring-jaring pengaman yang cukup kuat..

4. Koin pada Mainnet dan Testnet

Koin pada jaringan mainnet amat berharga dengan utilitas beraneka rupa, salah satunya membiayai transaksi dalam jaringan. Sementara itu, testnet hanya memiliki koin palsu lantaran transaksi dalam jaringannya tidak butuh biaya apapun.

5. Node dan Frekuensi Transaksi

Node adalah simpul yang berperan penting dalam jaringan blockchain. Simpul ini menjadi validator transaksi pada jaringan.

Testnet punya node jaringan yang lebih sedikit ketimbang mainnet. Pasalnya, mainnet punya frekuensi transaksi jauh lebih tinggi ketimbang testnet. Akibatnya, perbedaan transaksi pada kedua jaringan ini pun membuat jumlah node jaringannya berbeda pula.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: 101blockchain, coinbuzz, masterthecrypto

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
crypto
Mengenal Istilah 'Ethereum Killer' dalam Kripto. Apakah Itu?
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1