Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
glossary

4 Nov 2022 7:48 AM

View

0

Node

Node adalah sebuah komponen penting dalam pemrosesan transaksi aset kripto. Ketahui lebih lanjut mengenai Node di sini!

Pengertian Node

Node diambil dari bahasa latin yakni Nodus yang berarti simpul. Namun, Node dalam dunia komputer merupakan perangkat yang berperan untuk menerima, mentransfer dan meneruskan informasi ke perangkat lain.

Istilah Node kemudian berkembang dalam jagat kripto dan blockchain. Dalam hal ini, Node diartikan sebagai komputer yang terhubung pada jaringan blockchain dan berkomunikasi dengan komputer lain untuk memastikan keamanan dan integritas jaringan.

Secara spesifik, Node berperan penting bagi proses verifikasi transaksi. Masing-masing Node akan berkomunikasi satu sama lain untuk menentukan apakah satu transaksi patut dicatat di jaringan blockchain atau tidak. Semakin banyak node yang berpartisipasi, maka semakin banyak pula pihak yang memvalidasi transaksi. Dengan demikian, proses pencatatan transaksi menjadi lebih transparan.

Baca Juga: Altcoin Season

Memahami Cara Kerja Node

Peran utama Node adalah menyebarkan dan memvalidasi transaksi. Jadi, jika ada seseorang pengguna kripto yang mengirimkan transaksi, maka hal itu akan diterima oleh Node. Nantinya, Node tersebut akan mendistribusikannya ke anggota jaringan lain.

Semakin banyak Node yang memverifikasi transaksi akan memperkuat aspek keamanan jaringan blockchain. Pasalnya, jaringan bisa menentukan seberapa besar jumlah Node paling minimal untuk menyetujui atau menolak sebuah pencatatan transaksi.

Sebagai contoh, di jaringan Bitcoin, sebuah transaksi disebut gagal jika 51% Node yang berpartisipasi di dalamnya mengonfirmasi hal tersebut. Apalagi, karena jumlah peserta Node Bitcoin terbilang bejibun, maka proses manipulasi transaksi di dalamnya pun menjadi susah. Pasalnya, tak mungkin satu pihak memiliki kendali untuk menguasai 51% Node yang terdaftar di jaringan Bitcoin.

Lebih lanjut, setelah transaksi-transaksi tersebut divalidasi Node, maka proses berikutnya adalah membagi transaksi ke dalam beberapa blok. Setiap penambahan blok transaksi baru disepakati melalui algoritma konsensus yang berlaku di jaringan tersebut.

Mengenal Macam-Macam Jenis Node

Node adalah perangkat validasi transaksi di kancah kripto yang memiliki beberapa jenis. Berikut di antaranya!

1. Full Nodes

Full Nodes adalah kategori Node yang memastikan bahwa seluruh transaksi yang terdapat di satu jaringan blockchain diverifikasi dan dicatat sesuai dengan aturan jaringan tersebut. Oleh karenanya, setiap Node yang ingin menjadi Full Node wajib menyimpan catatan transaksi yang sudah pernah dicatat sebelumnya.

Full Node sendiri kemudian dibagi dua menjadi Archival Full Nodes dan Pruned Full Nodes.

Archival Full Nodes akan menyimpan seluruh data transaksi sebuah jaringan. Dengan kata lain, Node jenis ini diwajibkan untuk mengunduh data-data transaksi sejak jaringan tersebut berdiri. Sayangnya, peserta Node ini juga diharuskan memiliki perangkat dengan memori besar untuk menyimpan kapasitas data jumbo.

Sementara itu, Pruned Full Nodes adalah Node yang memiliki kapasitas penyimpanan data yang sudah dibatasi. Cara kerjanya, Node biasanya akan mengunduh seluruh data transaksi di blockchain lalu perlahan-lahan menghapusnya dimulai dari blok transaksi yang paling tua. Namun, tidak seluruh detail blok transaksi bakal terhapus karena Node sudah menyimpan metadata dari catatan tersebut.

2. Light Nodes

Berbeda dengan Full Node, Light Node merupakan Node yang hanya mengunduh data-data umum dari sebuah transaksi. Karena itu, daya penyimpanan Light node jauh lebih kecil daripada Full Node. Sehingga, proses transaksi diharapkan bisa lebih cepat dan ringkas.

3. Masternode

Masternode adalah jenis Full Node yang memvalidasi transaksi dan menyimpan catatan blockchain, tetapi tidak dapat menambahkan block ke blockchain. 

4. Mining Node

Mining Nodes berperan penting dalam proses penambangan aset kripto. Proses pemilihan Mining Nodes ditentukan berdasarkan mekanisme konsensus yang terdapat di jaringan blockchain tersebut. Selain itu, Node jenis ini harus menggelontorkan investasi dalam perangkat keras dan piranti lunak khusus.

Mining Nodes biasanya beroperasi dengan dua cara, secara individu (solo miners) atau secara kelompok (pool miners). Solo miners akan memanfaatkan salinan data blockchain milik mereka sendiri. Sementara itu, masing-masing anggota pool miners akan bekerja sama dalam "patungan" sumber daya komputasi.

5. Authority Nodes

Authority Nodes merupakan Node yang berfungsi untuk memeriksa kecakapan node lain. Node ini dipilih oleh organisasi atau komunitas yang mengelola jaringan blockchain tersebut.

Contohnya, blockchain yang menggunakan sistem Proof-of-Authority hanya menggunakan Node yang disetujui yang dijalankan oleh operator Node dan telah memberikan informasi pengenal terlebih dahulu.

Baca Juga: Rug Pull

6. Staking Nodes

Staking Nodes berperan untuk mengunci dana aset kripto sebagai "jaminan", yang dikenal sebagai staking. Hal ini biasanya diterapkan pada algoritma konsensus sistem Proof-of-Stake untuk mengonfirmasi transaksi.

7. Lightning nodes

Lightning Nodes adalah Node yang terdapat di jaringan lain yang terpisah dari jaringan utama. Biasanya, jaringan lain ini memang hadir untuk membantu proses transaksi yang terdapat di jaringan utama. Sehingga, jaringan ini memungkinkan pengguna sebuah jaringan tertentu untuk terhubung ke luar blockchain dan memungkinkan transaksi luar jaringan (off-chain).

Biasanya, Lightning Nodes akan menerima catatan transaksi dari jaringan utama dan memprosesnya. Hasil validasi dan verifikasinya kemudian akan diserahkan kembali ke jaringan blockchain utama.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait