Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 8 menit

View

0

Pasar Sepekan: DOGE Makin Garang, Pasar Saham Masih Bimbang

Investor saham AS dan saham domestik kompak galau setelah melihat pergerakan nilai portofolio asetnya mangkrak setelah minggu pertama 2022 yang miris. Namun, investor kripto nampaknya bisa tersenyum lebar karena bisa mendulang cuan untuk nongkrong-nongkrong imut di akhir pekan. Yuk, simak ulasannya di Pasar Sepekan berikut!

Pasar Kripto Sepekan

Aset kripto akhirnya sukses nangkring di zona hijau selama sepekan terakhir meski dihujani berbagai sentimen. Sobat Cuan bisa melihat ringkasannya pada tabel berikut!

Pasar Sepekan

Kinerja aset kripto makin gesit setelah didorong rentetan kabar positif, salah satunya adalah tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) yang meroket 7% sepanjang tahun lalu. Meski tingkat inflasi AS tercatat menyentuh rekor tertingginya dalam 40 tahun terakhir, namun angka tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Sehingga, investor kripto pun kembali pede merangsek masuk ke pasar kripto.

Selain itu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi AS masih akan ngamuk setidaknya hingga musim panas mendatang gara-gara penyebaran varian COVID-19 Omicron. Nah, meroketnya inflasi dipercaya berimbas positif bagi pergerakan harga aset kripto lantaran aset digital aset ini punya korelasi yang minim dengan inflasi.

Meski demikian, langit di atas pasar kripto tak sepenuhnya cerah pekan ini. Beberapa harga aset kripto sempat oleng pada Kamis dan Jumat setelah bank sentral Pakistan berniat untuk melarang aktivitas berbau aset kripto di negara tersebut.

Selain itu, ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) pun mengimbau negara-negara tentang risiko Bitcoin (BTC) yang akan berdampak ke stabilitas finansial. Riset IMF bahkan menunjukan bahwa pergerakan aset kripto sekarang bergerak hampir beriringan dengan pergerakan indeks S&P 500.

Namun, aset kripto diramal bakal tetap melaju apik di pekan depan karena cadangan exchange BTC yang sedang anjlok tajam setelah terus menurun sejak Juni 2021.

Lantas, apa itu cadangan exchange Bitcoin? Hal tersebut adalah sebuah indikator yang mengukur jumlah Bitcoin di semua dompet platform exchange.

Nah, kalau indikator tersebut menurun, maka harusnya harga BTC terus melenggang manis di jangka panjang dan kamu pun bisa mengakumulasi sang raja aset kripto tersebut. Namun, tetap waspada akan pergerakan whales ya, Sobat Cuan.

Tesla Bergerak, DOGE Makin Jingkrak

Dari tabel di atas, Sobat Cuan dapat melihat bahwa Dogecoin (DOGE) menjadi koin yang mencatat pertumbuhan nilai tertinggi dalam sepekan terakhir, yakni 17,06%. Nah, usut punya usut, hal tersebut tak lepas dari peran produsen mobil listrik Tesla di baliknya. Kok bisa?

Ternyata, Tesla telah memasukkan DOGE sebagai salah satu opsi pembayarannya. Dengan kata lain, kini masyarakat bisa membeli beberapa produk-produk Tesla menggunakan koin meme doggy ini seperti Tesla Cyberwhistle dan juga Giga Texas Belt buckle.

Sayangnya, kamu belum bisa menggunakan DOGE untuk membeli mobil listrik Tesla. Tapi, jangan sedih, kamu tetap bisa beli motor roda empat Tesla Cyberquad dengan harga 12.020 DOGE atau setara US$2.339.

Pasar Sepekan

Di kolom FAQ pada situsnya, Tesla menegaskan bahwa perusahaan tidak menerima aset kripto lainnya sebagai opsi pembayaran selain DOGE. Nah, status DOGE dari sekadar koin guyonan menjadi alat pembayaran inilah yang bikin pelaku pasar ramai-ramai memborong koin meme tersebut sepanjang pekan ini.

Wali Kota Rio de Janeiro Kepincut Bitcoin

Sentimen positif lainnya datang dari Brasil. Ternyata, wali kota Rio de Janeiro Eduardo Paes berniat untuk mengalokasikan 1% dari perbendaharaan kotanya ke dalam BTC.

Niatan ini merupakan bagian dari ambisinya untuk menjadikan kotanya sebagai pusat mata uang kripto dengan julukan Crypto Rio. Selain menaruh aset kotanya ke dalam BTC, ia juga berencana untuk berkoordinasi dengan pemerintah Brasil untuk membebaskan pajak bagi aktivitas kripto di kota tersebut. Bahkan, fakta uniknya, Paes sudah menerima gaji dalam bentuk BTC sejak November 2021.

Langkah Paes ini terbilang sejalan dengan niatan pemerintah federal Brasil yang sempat mengusulkan RUU untuk melegalkan aset kripto sebagai alat pembayaran resmi. Sekretaris Keuangan Brasil Pedro Paulo bahkan pernah mengatakan bahwa masyarakat bisa mendapat diskon pajak properti 10% jika membayar menggunakan BTC.  

Sobat Cuan perlu ingat bahwa adopsi aset kripto oleh suatu negara adalah hal positif bagi permintaan aset kripto ke depan. Seperti yang kita tahu, suplai BTC di dunia hanya 21 juta keping saja. Sehingga, sesuai hukum permintaan dan penawaran, maka bukan tidak mungkin harga BTC akan terus meroket ke depan.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Weekend Anti Ambyar, IHSG & DOGE Tampil Cetar!

Jualan NFT Selfie, Pemuda RI Sukses jadi Miliarder

Kabar lain yang bikin garuk-garuk kepala datang dari dalam negeri. Seorang pemuda bernama Ghozali bikin geger internet lantaran sukses menjual 933 NFT bernilai kurang lebih Rp1 miliar.

Tapi uniknya, Koleksi NFT berjudul “Ghozali Everyday” ini merupakan versi digital dari kumpulan selfie yang ia ambil sejak 2017-2021. Per hari Jumat kemarin, satu swafoto Ghozali dijual paling murah dengan harga 0,2 ETH atau berkisar Rp11 juta dan paling mahal sebesar 2 ETH atau Rp94 juta.

Nah, Sobat Cuan jangan langsung kepalang iri dengan nilai penjualan NFT Ghozali Everyday yang terdapat di situs OpenSea. Sebab, volume trading sebesar 320 ETH tersebut dapat diartikan sebagai jumlah yang diperdagangkan dan bukan jumlah yang sepenuhnya didapat olehnya.

Para artis NFT sudah menetapkan persentase royaltinya sendiri dan Ghozali pun menetapkan di 10% saja. Dari sini, kita bisa hitung bahwa sebenarnya Ghozali sendiri mendapatkan kurang lebih 30 ETH, atau sekitar Rp1 Miliar. Kamu gak tertarik ikutan bikin NFT selfie juga, Sobat Cuan?

Pasar Saham AS Sepekan

Di sisi lain, investor pasar saham AS terlihat galau pada pekan ini. Tengok saja nilai S&P 500 yang luluh sepanjang pekan ini, sementara nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Nasdaq Composite masing-masing luluh 0,88% dan 0,28%.

Pergerakan trio indeks saham AS terlihat bergelombang pekan ini gara-gara pernyataan Powell hingga lemahnya data penjualan ritel AS.

Di hadapan komisi jasa keuangan Senat AS pada selasa (11/1) lalu, Powell memberikan komentar yang ternyata tidak se-hawkish seperti yang ditakutkan pelaku pasar. Saat itu, Powell mengonfirmasi bahwa The Fed akan mulai menyetop quantitative easing sepenuhnya pada Maret, mengerek suku bunga acuan sepanjang tahun ini, dan membiarkan instrumen surat utang di neraca AS jatuh tempo mulai akhir tahun.

Nah, poin pernyataan yang disebut belakangan inilah yang bikin pelaku pasar makin tenang. Sebab, sebelumnya terdapat asumsi bahwa The Fed akan mengurangi neracanya dengan menjual instrumen surat berharganya ke pasar. Jika itu sampai terjadi, maka pasar keuangan AS bisa semakin tak stabil.

Alhasil, statement Powell yang lebih klir bikin pelaku pasar memborong kembali saham sektor teknologi, sebuah saham yang berkinerja tokcer kala ekonomi moncer. Pasar modal pun kembali bergairah, bahkan Nasdaq dan S&P 500 sampai ditutup menguat masing-masing 1,3% dan 0,8% pada hari itu.

Namun setelahnya, investor ritel AS yang terus menggelontorkan dana segar ke saham berbau teknologi menghadapi satu pertanyaan besar: Apakah harus berani bak singa atau dibantai seperti domba?

Alasannya seperti berikut, Sobat Cuan. Saham-saham teknologi memang mendapat sokongan kuat dari komentar Powell, tetapi pergerakannya sejatinya masih belum ajeg. Selain itu, belum ada tanda-tanda bahwa tekanan harga saham perusahaan teknologi akan mereda dalam waktu dekat. Alhasil, investor pun kemudian terlihat sungkan untuk kembali ke saham-saham teknologi meski pun instrumen aset tersebut mencoba untuk kembali reli.

Apalagi, nilai saham berbasis teknologi pun terancam luntur di masa depan lantaran valuasinya yang sudah kepalang mahal.

Selain itu, prospek saham teknologi ke depan pun bakal tersebut juga bakal tersandung komitmen the Fed untuk terus membantai inflasi, yang kemungkinan dapat menyumbat laju pertumbuhan ekonomi AS. Kini, pelaku pasar pun kini harus mengantisipasi empat kali kenaikan suku bunga acuan di 2022, di mana kenaikan pertama akan terjadi pada Maret. Padahal sebelumnya, investor optimistis bahwa suku bunga acuan hanya naik tiga kali tahun ini.

Pasar Emas Sepekan

Investor aset emas bisa semringah di minggu ini di kala aset lain kocar kacir. Betapa tidak, harga emas bertengger di Rp861.760 per gram di akhir pekan atau naik 1,24% dibandingkan minggu lalu.

Sang logam mulia makin berkilau setelah musuh bebuyutannya, nilai Dolar AS, terlihat keok. Maklum, penurunan nilai Dolar AS akan bikin harga emas relatif lebih murah bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga, permintaan emas meningkat dan harganya pun melesat.

Tak hanya itu, harga emas makin ciamik setelah AS merilis data inflasi 2021 sebesar 7% dan lesunya penjualan retail. Tidak ketinggalan, tensi geopolitik yang berhulu dari ancaman Korea Utara ke AS pun menambah pamor emas sebagai aset safe haven pekan ini. Ya, sejak zaman dulu, investor memang selalu memborong emas sebagai aset aman di kala ketidakpastian ekonomi dan pelindung kekayaan dari inflasi.

Baca juga: Pluang Pagi: Saham AS Terlihat Kicep, Nasib Kripto Kembali Anyep

Pasar Domestik Sepekan

Investor domestik setidaknya masih bisa anteng-anteng saja setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan di level 6.693,40 poin alias melemah 0,12% dibanding pekan sebelumnya.

Kendati demikian, investor asing tetap agresif untuk memborong saham domestik. Hal ini tercermin dari nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp2,57 triliun sepanjang pekan kedua 2022. Perlu diingat, nilai ini juga mencakup crossing saham dari saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) sebesar Rp1,06 triliun.

Mereka terlihat getol mengincar saham emiten perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Jago Tbk (ARTO).

Dari sisi teknikal, IHSG lagi-lagi tertahan di support-nya setelah retest sepanjang minggu ini gara-gara investor asing lagi doyan memborong saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo. Sang indeks domestik diramal akan kembali retest level resistance-nya di area 6.720 dan 6.780.

Pemerintah Mulai Menggodok Pajak Ekspor Progresif Nikel

Kabar hangat datang dari sektor pertambangan. Pemerintah mengaku sedang mengkaji pajak ekspor progresif untuk hasil tambang nikel demi mengurangi volume ekspor barang mentah dari Indonesia sekaligus mendorong hilirisasi industri. Pemerintah mengambil langkah tersebut setelah sebelumnya melarang ekspor bijih nikel pada 2020 silam.

Ilustrasi pajaknya seperti berikut, Sobat Cuan. Pemerintah akan mengutip pajak 2% dari total nilai ekspor jika harga nikel berada di atas US$15.000 per ton. Rencananya, pajak ini akan bersifat progresif alias tarifnya akan terus menanjak seiring kenaikan harga nikel. Tapi, pemerintah sendiri belum membeberkan aturan ini secara detail karena masih dalam tahap kajian.

Harga nikel sendiri per Jumat (14/1) sudah menembus US$22.935 per ton, tertinggi sejak Agustus 2011. Nilai nikel pun sejatinya sudah melonjak 9,1% sejak 1 Januari 2022 akibat ketatnya suplai nikel di pasar. Salah satu biang keladi pengetatan pasokan tersebut adalah tingginya permintaan dari investor untuk memproduksi baterai mobil listrik.

Meski keputusan ini belum final, namun keputusan pemerintah bisa dibilang wajar sebab pemerintah punya tujuan yang baik, yakni menjaga cadangan nikel di dalam negeri. Langkah pemerintah tersebut juga bisa menghalangi minat pemain baru yang ingin masuk ke industri nikel.

Nah, implikasinya, pendapatan produsen nikel seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan terdongkrak meski dampaknya sangat terbatas. Sebagai contoh, pendapatan bersih ANTM akan berkurang 1,3% jika royalty fee naik 10%. Hanya saja, mereka tetap mampu mempertahankan keuntungannya setiap menambah output dan utilisasi produksi nikel olahan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait