pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

10.4K

Pluang Pagi: Saham AS Terlihat Kicep, Nasib Kripto Kembali Anyep

Selamat pagi, Sobat Cuan! Tak terasa sudah menjelang akhir pekan lagi. Nah, agar Jumat (14/1) pagi kamu makin berbobot, yuk simak rangkuman kinerja pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Nilai ketiga indeks saham utama Amerika Serikat berguguran pada sesi perdagangan Kamis (13/1) waktu setempat. Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) terjungkal 0,5%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite terpeleset lebih dalam masing-masing 1,4% dan 2,5%.

Performa indeks saham Wall Street terlihat memble setelah pelaku pasar melancarkan aksi ambil untung (profit taking). Maklum, kinerja indeks saham AS sempat terlihat subur sepanjang pertengahan pekan, sehingga sayang kalau investor tak buru-buru mendulang cuannya.

Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi niatan The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya sepanjang tahun ini.

Memang, ketua The Fed Jerome Powell kemarin menenangkan pelaku pasar bahwa pengetatan kebijakan moneter tak akan bikin ekonomi terluka. Namun, kawan-kawan Powell di jajaran pejabat The Fed justru ramai-ramai curhat ke publik mengenai jadwal pertama kenaikan suku bunga acuan Fed Rate di tahun ini.

Beberapa pejabat The Fed, seperti Lael Barnard dan Patrick Harker, mengatakan bahwa The Fed akan mengerek suku bunga acuan pertamanya pada Maret mendatang. Sehingga, pelaku pasar khawatir bahwa dampak kenaikan suku bunga acuan The Fed bisa menyandung ekonomi sejak kuartal I tahun ini.

Nah, dua combo sentimen tersebut bikin saham-saham raksasa berkategori growth stocks langsung terlunta. Tengok saja nilai saham Meta, Alphabet, Amazon dan Apple yang jeblok pada perdagangan kemarin. Bahkan, nilai saham Microsoft saja longsor 4% di waktu yang sama.

Sekadar informasi, saham growth stocks memang berkinerja moncer ketika pertumbuhan ekonomi diramal tokcer. Oleh karenanya, jika pertumbuhan ekonomi menghadapi batu sandungan, maka investor pun makin tak pede mengoleksi saham-saham tersebut.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Tampil Lincah, Kripto Senyum Semringah

Aset Kripto

Nasib apes indeks saham AS juga nampak terlihat di pasar kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 07.53 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat mendekam di zona merah dalam sehari terakhir.

Nilai dua dedengkot aset kripto, Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH), masing-masing terpeleset 2,78% dan 3,63% dalam 24 jam ke belakang. Kondisi serupa juga dialami altcoin geng pembunuh Ethereum. Nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Avalanche masing-masing luluh 3%, 6,02%, 5,73%, dan 5,62% di waktu yang sama.

Secara umum, mendungnya langit di atas aset kripto diduga terjadi setelah pelaku pasar langsung ramai-ramai merealisasikan labanya setelah pasar kripto menghijau dalam dua hari terakhir.

Selain itu, sentimen negatif lainnya datang dari Pakistan, di mana bank sentral negara tersebut dilaporkan akan melarang aktivitas berbau kripto mengikuti jejak Rusia dan India. Nah, langkah tersebut ditakutkan bisa menghambat adopsi aset kripto secara lebih luas.

Kendati demikian, setidaknya Dogecoin (DOGE) masih bisa manggung dalam sehari terakhir setelah nilainya melonjak 8,33% dalam sehari terakhir. Nilai DOGE meroket setelah salah satu bandar kripto, alias whales, mengakumulasi DOGE dengan jumlah banyak kemarin. Selain itu, produsen mobil listrik Tesla dikabakarkan telah menguji coba DOGE sebagai opsi pembayaran.

Emas

Harga emas di pasar spot pada pukul 08.07 WIB bertengger di US$1.820,88 per ons, melemah 0,23% dibanding sehari sebelumnya. Nilai sang logam mulia luntur setelah musuh bebuyutannya, tingkat imbal hasil obligasi AS, semakin perkasa.

Sekadar informasi, kenaikan yield obligasi pemerintah AS akan bikin opportunity cost menggenggam emas semakin mahal. Sehingga, investor pun akan melepas emas, sebuah instrumen aset yang tidak menghasilkan imbal hasil secara periodik.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS terdongkrak setelah pelaku pasar kembali mencemaskan kenaikan suku bunga AS akibat rentetan komentar yang dilayangkan pejabat The Fed kemarin. Padahal, sebelumnya investor sudah melakukan priced in atas kabar kenaikan suku bunga tersebut.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bercokol di level 94,81 poin pada pukul 08.13 WIB, naik 0,02% dibanding kemarin. Meski menguat tipis pagi ini, sang aset greenback sejatinya masih dalam tekanan setelah data inflasi AS Desember kemarin ternyata sesuai prakiraan investor.

Baca juga: Pluang Pagi: Inflasi Sesuai Ekspektasi, Saham AS Hingga Kripto Makin Seksi

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES