pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

8804

Pluang Pagi: Inflasi Sesuai Ekspektasi, Saham AS Hingga Kripto Makin Seksi

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali hari Kamis (13/1), yuk simak rangkuman kinerja pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat tampak semringah menutup sesi perdagangan Rabu (12/1) waktu setempat. Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,11%, sementara Nasdaq Composite dan S&P 500 naik lebih signifikan masing-masing di angka 0,23% dan 0,28% di waktu yang sama.

Performa trio indeks saham Wall Street makin mumpuni setelah data menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) AS sepanjang 2021 naik 7% dibanding tahun sebelumnya. Meski data itu menunjukkan bahwa inflasi AS makin ngamuk, angka itu setidaknya sesuai dengan ekspektasi para analis. Sehingga, sikap hawkish bank sentral AS The Fed diharapkan tidak akan semakin menjadi-menjadi sepanjang tahun ini.

Alhasil, 10 dari 11 sektor di dalam indeks S&P 500 berhasil finish di zona hijau. Sementara itu, saham berkategori growth stocks, yang biasanya berkinerja moncer kala pertumbuhan ekonomi subur, ikut ketimpa berkah perilisan inflasi AS. Buktinya, nilai saham Tesla naik 3,9% kemarin, sementara nilai saham Microsoft dan Alphabet kompak menguat 1%.

Baca juga: Pluang Pagi: Komentar Fed Bikin Saham AS 'Pede', Kripto Makin Kece

Aset Kripto

Nasib mujur juga menghampiri pasar kripto pagi ini. Melansir Messari pukul 07.49 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat mampu bertahan di zona hijau dalam sehari terakhir.

Nilai dua punggawa aset kripto, Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH), terbilang moderat dengan mencatat pertumbuhan masing-masing 2,65% dan 3,98% sepanjang 24 jam ke belakang. Sementara itu, nilai altcoin geng "pembunuh Ethereum" seperti Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) mendaki lebih tinggi masing-masing 7,88%, 5,57%, dan 6,66%.

Secara umum, pasar kripto yang kembali cerah didorong oleh perilisan tingkat inflasi AS yang ternyata sesuai dengan ekspektasi pasar. Data ini bikin mereka kembali selera merangsek masuk pasar aset berisiko, khususnya saham dan aset kripto.

Adapun aset kripto yang terlihat paling manggung pagi ini adalah Cardano (ADA) dan Terra (LUNA) yang nilainya masing-masing tumbuh 11,69% dan 11,92%.

Nilai Cardano melonjak setelah salah pendirinya, Charles Hoskinson, membeberkan capaian jaringan tersebut hingga saat ini. Dalam sebuah wawancara dengan salah satu kanal YouTube, ia menyebut bahwa Cardano telah menjadi rumah bagi 130 platform aplikasi terdesentralisasi, memiliki 2 juta pengguna, dan sebanyak 2 juta aset telah dibangun di atasnya. Hal itu kian menegaskan posisi Cardano sebagai jaringan yang bisa menyaingi eksistensi Ethereum.

Kabar lainnya, otoritas moneter Hong Kong dikabarkan akan merilis aturan baru terkait regulasi aset kripto pada Juli mendatang. Isunya, lembaga tersebut memang ngebet bikin aturan kripto lantaran berlomba dengan Singapura untuk menjadi hub kripto di Asia.

Sementara itu, kabar kancah kripto lainnya adalah ungkapan Bank of America yang menyebut bahwa jaringan Solana bisa menjadi jaringan pembayaran Visa versi ekosistem ekonomi digital.

Emas

Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.824,06 per ons pada pukul 08.05 WIB, naik 0,22% dibanding sehari sebelumnya. Nilai sang logam mulia kian kokoh akibat pelemahan Dolar AS. Diketahui, nilai sang aset greenback luluh pasca inflasi AS ternyata sesuai dengan ekspektasi analis.

Sekadar informasi, pelemahan nilai Dolar AS akan bikin harga emas menjadi relatif lebih murah bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas akan melonjak dan bikin harga emas loncat.

Di saat yang sama, pelaku pasar nampaknya juga sudah melakukan priced in atas niatan pengetatan kebijakan moneter The Fed. Makanya, mereka pun getol memborong emas sebagai aset lindung nilai melawan inflasi.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di 94,94 pagi ini, alias turun dari level 95 sehari sebelumnya. Perilisan inflasi yang ternyata sesuai ekspektasi bikin pelaku pasar kembali merangsek masuk pasar aset berisiko dan meninggalkan Dolar AS.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Powell Bikin Hepi Investor, Harga Batu Bara Mulai Kendor

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES