Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Pasar: IHSG Tampil Lincah, Kripto Senyum Semringah
shareIcon

Rangkuman Pasar: IHSG Tampil Lincah, Kripto Senyum Semringah

13 Jan 2022, 10:42 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Pasar: IHSG Tampil Lincah, Kripto Senyum Semringah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil tampil klimis pada sesi perdagangan hari ini. Kondisi serupa juga terjadi di pasar aset kripto. Apa sebenarnya yang terjadi di kedua pasar tersebut hari ini? Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG Tampil Klimis di Hari Kamis

IHSG undur diri di level 6.658,36 poin pada sesi perdagangan Kamis (13/1) alias terapresiasi 0,17% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. Comeback-nya IHSG terbilang bikin surpise lantaran sang indeks domestik sempat terjebak di zona merah di awal sesi perdagangan.

Nilai IHSG terbang setelah harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melonjak tipis pada hari ini. Sampai dengan siang tadi, harga CPO di bursa Malaysia terdongkrak 1,31% ke level 5.106 Ringgit Malaysia per ton. Hal itu, tentu saja, menjadi berkah buat emiten perkebunan di bursa domestik.

Tengok saja nilai salah satu emiten perkebunan PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) yang melesat 11,48% pada hari ini dan auto masuk jajaran top gainers hari ini. Tak ketinggalan, nilai saham perusahaan yang berada di bawah Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga ikut terapresiasi 0,51%.

Kemudian, nilai saham PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) masing-masing terkerek 0,41% dan 0,88% pada hari ini.

Harga kelapa sawit menanjak setelah produksi minyak kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia terganggu akibat cuaca buruk. Terhambatnya produksi minyak sawit dari kedua negara tersebut akan bikin suplai minyak kelapa sawit global tersendat. Maklum, keduanya merupakan minyak sawit mentah terbesar di dunia.

Di samping itu, IHSG juga mendapat embusan angin segar dari perilisan data inflasi AS kemarin.

Memang, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS tumbuh 7% di 2021, sekaligus menjadi level tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Namun, angka tersebut sejatinya sudah diantisipasi analis dan pelaku pasar, sehingga mereka tak perlu khawatir jika nantinya bank sentral AS The Fed akan bersikap super hawkish tahun ini. Sehingga, mereka pun kembali pede membenamkan dananya di pasar modal.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Batu Bara Bikin IHSG Loyo, Harga Kripto Masih 'Ngaco'

IHSG Berkoar, Asing Borong Rp587,87 Miliar

Nilai IHSG yang menghijau hari ini juga diikuti dengan nafsu investor asing yang getol memborong saham-saham domestik. Hal itu tercermin dari nilai beli bersih (net foreign buy) investor asing sebesar Rp587,87 miliar di seluruh pasar.

Investor asing terpantau gemar mengoleksi saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo, misalnya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp165,3 miliar dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp136,9 miliar.

Di sisi lain, mereka malah melego saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) sebanyak Rp76,2 miliar, saham PT Kalber Farma Tbk (KLBF) sebanyak Rp38,6 miliar, dan saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebesar Rp37,9 miliar.

Aset Kripto Tampil Gahar

Investor kripto nampaknya bisa ikutan senyum semringah seperti investor pasar modal hari ini. Sebab, melansir Coinmarketcap pukul 17.23 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Nilai dua punggawa aset kripto, Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH), masing-masing loncat 2,44% dan 3,53% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Binance Coin (BNB) dan XRP masing-masing naik 4,31% dan 3,58% di waktu yang sama.

Secara umum, performa apik aset kripto disebabkan oleh kembalinya selera pelaku pasar untuk menggenggam aset berisiko. Hal ini terjadi pasca AS mengumumkan tingkat inflasi tahun lalu yang ternyata sudah sesuai ekspektasi investor. Sentimen tersebut menjadi angin segar bagi pasar kripto setelah didorong oleh komentar bos The Fed Jerome Powell sehari sebelumnya.

Sementara itu, nilai kelompok altcoin pembunuh Ethereum (Ethereum Killer) juga ikut bersorak. Nilai Avalanche (AVAX), Polkadot (DOT), dan Cardano (ADA) masing-masing 1,24%, 3,84%, dan 5,32% dalam sehari terakhir.

Hanya saja, Solana (SOL) keluar sebagai juara altcoin Ethereum Killer hari ini setelah nilainya lompat 7,4% di waktu yang sama. Komentar Bank of America bahwa Solana (SOL) bisa menjadi sistem pembayaran Visa versi ekonomi digital nampaknya bikin pelaku pasar mengakumulasi SOL hari ini.

Namun, aset kripto yang patut berbangga diri hari ini adalah Dogecoin (DOGE), yang nilainya mendaki 12,64% di waktu yang sama. Usut punya usut, nilai DOGE melonjak setelah bandar kripto alias whales memborong koin meme itu dalam sehari belakangan.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Gagal Manggung, Kripto Bergerak Nanggung

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Ditulis oleh
channel logo

Adi Putro

Right baner

Adi Putro

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
rangkuman pasar
Rangkuman Pasar: Eropa Makin Gak Aman, IHSG & Kripto Kebakaran
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1