Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Apa Itu NYSE? Mengenal Bursa Saham Paling Penting Sedunia
shareIcon

Apa Itu NYSE? Mengenal Bursa Saham Paling Penting Sedunia

14 Jul 2023, 2:07 AM·Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Kategori
NYSE adalah

New York Stock Exchange alias NYSE adalah salah satu bursa saham terpenting di dunia. Namun, apa alasannya? Simak selengkapnya di sini!

Apa Itu NYSE?

New York Stock Exchange atau NYSE adalah sebuah bursa saham yang berlokasi di kota New York, Amerika Serikat (AS). Bursa saham ini merupakan salah satu institusi keuangan penting yang berlokasi di pusat keuangan global, Wall Street.

NYSE memiliki pamor sebagai salah satu bursa saham terpenting dan terkenal di dunia. Pasalnya, NYSE adalah bursa saham terbesar di dunia jika diukur berdasarkan nilai kapitalisasi pasar saham-saham yang terdaftar di dalamnya. Asal tahu saja, nilai kapitalisasi pasar saham-saham di NYSE tercatat US$24,3 triliun per pertengahan Juli 2023.

Sebagai bursa efek, NYSE menyediakan platform untuk perdagangan saham perusahaan yang terdaftar di bursa ini. Selain itu, bursa ini juga memfasilitasi perdagangan kontrak opsi. Karena fungsinya yang beragam, bursa saham ini pun dikenal dengan istilah Big Board di kalangan investor dan trader.

Baca Juga: 3 Indeks Utama Saham Amerika dan Perannya bagi Investasi

Seperti Apa Sejarah NYSE?

Bursa saham New York memiliki sejarah panjang yang bisa ditarik hingga dua abad ke belakang.

NYSE didirikan pada 17 Mei 1792 sebagai buah dari kesepakatan Buttonwood, yakni kesepakatan yang disetujui oleh 24 broker yang menyepakati pendirian satu bursa saham untuk memperdagangkan instrumen saham antar broker tersebut.

Selain menyepakati pendirian satu bursa saham, perjanjian itu juga mengatur mekanisme cara perdagangan saham hingga nilai komisinya.

Pada awalnya, bursa saham tersebut memperdagangkan lima sekuritas, yakni tiga seri obligasis pemerintah dan saham dua bank. Namun, di masa-masa tersebut, instrumen terseut tidaklah diperdagangkan di gedung yang mentereng. Aktivitas trading kala itu masih dilakukan secara informal, bahkan dilakukan di kedai kopi di sekitar Wall Street.

Lambat laun, aktivitas NYSE terbilang sangat aktif sehingga bursa saham tersebut secara resmi bertransformasi menjadi bursa saham New York pada 1817.

Lantaran usianya yang terbilang tua, tak heran jika NYSE menjadi kediaman bagi saham-saham perusahaan tertua AS, salah satunya adalah Consolidated Edition (ED) yang melantai di 1824. Saat ini, ED menjadi perusahaan paling tua yang mencatatkan sahamnya di bursa saham New York.

Kemudian, NYSE pun memperbaiki kualitas perdagangannya, salah satunya adalah dengan mekanisasi perdagangan pada dekade 1870-an dan mengadopsi teknologi komputer pada 1970-an.

Pada 2007, NYSE melakukan merger dengan Euronext, yang merupakan pasar saham terbesar di Eropa, sehingga menciptakan NYSE Euronext. Pada 2013, NYSE Euronext kemudian diakuisisi oleh konglomerasi bursa global Intercontinental Exchange Inc (ICE).

Baca Juga: Mengenal Bursa Efek Indonesia, Pasar Modal Utama di Indonesia

Apa Peristiwa Penting yang Terjadi di NYSE Sepanjang Sejarah?

Berikut beberapa peristiwa penting lainnya yang terjadi dalam sejarah NYSE:

24 Oktober 1929: Terjadi crash pasar saham terburuk dalam sejarah Amerika Serikat, yang dikenal sebagai pada Black Thursday dan Black Tuesday. Kejadian ini menjadi awal dari peristiwa bernama The Great Depression yang kemudian ikut melumpuhkan sendi-sendi ekonomi AS dan global.

1 Oktober 1934: NYSE terdaftar sebagai bursa efek nasional di otoritas pasar modal AS (The Securities and Exchange Commission/SEC).

19 Oktober 1987: Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengalami penurunan sebesar 508 poin atau 22,6% dalam satu hari.

11 September 2001: Perdagangan di NYSE ditutup selama empat hari setelah serangan terorisme yang dikenal dengan peristiwa 9/11 dan dilanjutkan kembali pada 17 September. Hanya saja, nilai kapitalisasi pasar NYSE terkuras US$1,4 triliun dalam kurun lima hari setelah pembukaan perdagangan tersebut. Hingga saat ini, peristiwa itu menjadi kerugian terbesar dalam sejarah NYSE.

Oktober 2008: NYSE Euronext berhasil mengakuisisi American Stock Exchange dengan nilai Rp3,8 triliun dalam bentuk saham.

6 Mei 2010: DJIA mengalami penurunan intraday terbesar sejak crash 1987, dengan penurunan sebesar 998 poin yang dikenal sebagai Flash Crash 2010.

20 Desember 2012: ICE (Intercontinental Exchange) mengusulkan untuk membeli NYSE Euronext dalam pertukaran saham senilai Rp119 triliun.

1 Mei 2014: NYSE didenda sebesar Rp67 miliar oleh SEC karena dianggap menyalahi aturan pasar.

25 Mei 2018: Stacey Cunningham menjadi presiden pertama perempuan di NYSE.

16 Maret 2020: Pandemi COVID-19 memicu penurunan poin harian terbesar dalam sejarah DJIA, yakni 2.997,10 poin dari penutupan sebelumnya.

23 Maret 2020: NYSE menutup perdagangan langsung sementara karena pandemi COVID-19 dan memilih untuk melanjutkan operasinya secara elektronik.

24 Maret 2020: DJIA mencatatkan kenaikan poin harian terbesar dalam sejarahnya setelah munculnya harapan undang-undang stimulus AS yang ditujukan untuk menanggulangi dampak COVID-19 terhadap ekonomi AS.

Apa Keunikan NYSE?

Sebagai salah satu bursa saham utama di dunia, NYSE punya keunikan baik dari sisi tradisi maupun mekanisme. Seperti apa contoh keunikan tersebut?

1. Bel Perdagangan

Salah satu ciri khas perdagangan saham di NYSE adalah kehadiran bel perdagangan dengan dentingan bunyi khas yang akrab di telinga investor.

Bel ini merupakan pertanda dimulainya perdagangan di NYSE, yakni pada 09.30 waktu New York (20.30 WIB) dan berakhirnya sesi perdagangan yang terjadi pada pukul 16.00 waktu New York (03.00 WIB).

NYSE mempertahankan tradisi bunyi bel untuk membuka dan menutup lantai bursa yang dimulainya sejak 1870 silam.

Awalnya, NYSE menggunakan gong sebagai tanda dimulai dan dibukanya perdagangan saham. Namun, ketika bursa saham ini memindahkan lokasi perdagangannya, gong tersebut digantikan dengan bel yang dioperasikan dengan listrik agar bunyinya dapat terdengar ke seluruh bagian lantai bursa.

Saat ini, bursa saham New York memiliki empat lantai di mana masing-masingnya memiliki bel yang bisa dioperasikan secara bersamaan.

2. Kehadiran Market Makers

Keunikan lain yang dimiliki NYSE adalah hadirnya satu "trader utama" yang didekasikan khusus untuk memantau aktivitas perdagangan di masing-masing saham sejak pembukaan hingga penutupan bursa. Individu-individu tersebut biasanya dikenal dengan istilah Market Makers.

Kehadiran sosok-sosok ini diharapkan dapat mengintervensi aktivitas saham yang dipantaunya ketika terjadi momen-momen penting, misalnya penawaran umum perdana (IPO) atau transaksi mencurigakan.

Sehingga, perdagangan saham yang ia pantau bisa menghasilkan volatilitas harga yang rendah dan memastikan kelancaran perdagangan yang minim gangguan. Implikasinya, investor pun bisa mengurangi risiko-risiko yang timbul ketika melakukan jual-beli saham di bursa NYSE.

Baca Juga: Mengenal IHSG dan Fungsinya bagi Investor Pasar Modal

NYSE Adalah Bursa Saham Penting bagi Dunia Keuangan

Seperti yang disinggung sebelumnya, NYSE adalah salah satu bursa saham paling penting sejagat. Namun, sebesar apa skala pengaruh bursa saham ini bagi dunia keuangan?

1. Meningkatkan Reputasi Perusahaan

NYSE sudah punya pamor sebagai bursa saham terpenting di dunia. Sehingga, jika perusahaan mencatatkan sahamnya di bursa tersebut, maka investor pun akan memandangnya sebagai salah satu perusahaan paling terpandang di AS, bahkan global.

Sebagai imbasnya, investor pun akan berasumsi bahwa perusahaan-perusahaan yang mencatatkan saham di NYSE adalah perusahaan dengan kinerja keuangan baik, punya likuiditas yang mumpuni, dan tata kelola yang rapi. Asumsi-asumsi tersebut tentu bisa menarik minat investor dalam mengoleksi saham perusahaan-perusahaan tersebut.

1. Menarik Investor

NYSE menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin berinvestasi dalam perusahaan yang terdaftar di bursa ini.

Keberadaan NYSE memberikan kepercayaan dan kestabilan yang diperlukan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi mereka.

2. Memberikan Akses Modal yang Luas bagi Perusahaan

Dengan ukuran kapitalisasi pasar jumbo, NYSE tentu memiliki banyak investor yang berpartisipasi di dalamnya. Sehingga, jika satu perusahaan menawarkan sahamnya di NYSE, maka ia pun berkesempatan untuk mendapatkan akses permodalan yang sangat luas.

3. Pengukur Kinerja Pasar

Ukuran kapitalisasi pasar NYSE yang sangat besar membuat indeks saham ini kerap dijadikan tolok ukur bagi performa pasar modal AS secara umum. Analoginya, jika terdapat satu masalah yang mempengaruhi perdagangan di bursa saham ini, maka performa pasar modal AS secara umum bisa kena imbasnya.

Terlebih, sebagian besar anggota tiga indeks saham acuan AS yakni Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite juga terdaftar di bursa saham satu ini.

4. Cerminan Geliat Ekonomi AS

Karena menjadi bursa saham paling penting seantero AS, maka aktivitas perdagangan yang terjadi di bursa ini bisa menjadi cerminan geliat ekonomi AS.

Sebagai contoh, ketika aktivitas beli bergeliat, maka artinya investor tengah merasa optimistis dengan prospek ekonomi AS ke depan. Begitu pun sebaliknya. Sepinya aktivitas perdagangan menandakan bahwa investor terbilang pesimistis dalam menatap prospek ekonomi AS.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, NYSE

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
saham
Memahami Arti dan Fungsi Waran, Instrumen Unik Turunan Saham
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1