Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro (Segera Hadir)
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Advanced Order

support-icon
Dirancang untuk Investor (Segera Hadir)
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

chatRoomImage

Scan kode QR untuk download Pluang di Android dan iOS.

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Berita & Analisis

Mengenal IHSG dan Fungsinya bagi Investor Pasar Modal

Mengenal IHSG dan Fungsinya bagi Investor Pasar Modal

6 Jul 2023, 7:00 AM·Waktu baca: 4 menit
Kategori
IHSG adalah

IHSG adalah sebuah indeks saham yang dianggap penting oleh investor dalam negeri. Namun, apa sebenarnya IHSG? Dan apa fungsinya bagi investor?

Apa Itu IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG adalah indeks saham yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di papan utama dan papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam Bahasa Inggris, IHSG juga disebut sebagai IDX Composite Index (ICI).

IHSG sendiri diluncurkan sejak April 1983 ketika BEI masih bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ). Indeks tersebut dihitung dengan menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa (Market Value Weighted Average Index), di mana datanya dihitung setiap hari perdagangan saham, yakni Senin hingga Jumat dari pukul 09.00-16.00 WIB.

Baca Juga: Memahami Sejarah Bursa Efek Indonesia Sejak Era Kolonial

IHSG Adalah Indeks Paling Penting di Bursa Saham

Meski merupakan indeks paling utama, IHSG adalah salah satu dari 43 indeks saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Namun, investor umumnya mengacu pada IHSG sebagai parameter utama dalam melihat sentimen yang terjadi di pasar saham dan acuan sebelum memutuskan berinvestasi.

Lantas, kenapa IHSG bisa menjadi indeks acuan? Jawabannya, IHSG adalah indeks saham yang berstatus indeks Headline dengan subklasifikasi Composite.

Asal tahu saja, indeks Headline adalah indeks yang dijadikan acuan utama untuk menggambarkan kinerja pasar modal secara keseluruhan.

Kemudian, subklasifikasi Composite adalah klasifikasi indeks saham yang dipakai guna mengukur kinerja pasar modal Indonesia. Nah, dalam hal ini, hanya IHSG saja yang masuk ke dalam subklasifikasi ini. Oleh karenanya, tak heran jika IHSG memegang peranan penting dalam mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia saat ini.

Apa Saja Fungsi IHSG bagi Investor?

Seperti yang disinggung sebelumnya, IHSG adalah indeks yang punya peranan penting bagi investor. Namun, apa saja kondisi-kondisi yang bisa dibaca investor dari indeks saham satu ini?

1. Mengukur Kinerja Pasar Saham

Salah satu fungsi utama IHSG adalah sebagai indikator kinerja bursa saham Indonesia secara keseluruhan. Sebab, ia mencerminkan pergerakan harga semua saham yang mewakili berbagai sektor industri di Indonesia secara real-time.

Dengan melihat perubahan nilai IHSG, investor pun dapat menilai apakah pasar saham sedang mengalami bergairah atau justru sedang lesu.

2. Acuan Investasi

IHSG dapat digunakan sebagai acuan bagi para investor dalam mengambil keputusan investasi.

Investor dapat melihat tren pergerakan IHSG untuk menentukan apakah pasar sedang dalam kondisi bullish atau bearish. Informasi ini dapat membantu investor dalam menentukan strategi investasi yang tepat, seperti membeli atau menjual saham pada waktu yang tepat.

Namun selain itu, pergerakan IHSG juga bisa digunakan untuk menaksir kinerja portofolio saham. Sebagai contoh, anggap saja Sobat Cuan memiliki kumpulan saham dari beberapa perusahaan. Kemudian, jika hari itu angka IHSG naik, maka kamu bisa membacanya sebagai indikasi bahwa nilai portofoliomu ikut membaik. Begitu pun sebaliknya.

3. Sebagai Indikator Sentimen Pasar

IHSG juga berperan sebagai indikator sentimen pasar atau sentimen investor.

Jika nilai IHSG meningkat, maka hal ini dapat mencerminkan optimisme dan kepercayaan investor terhadap pasar saham. Sebaliknya, jika IHSG mengalami penurunan, maka hal ini dapat menunjukkan kekhawatiran atau pesimisme di kalangan investor.

Nah, seluruh sentimen tersebut nantinya dapat mempengaruhi pergerakan harga saham secara keseluruhan.

4. Penilaian Kondisi Ekonomi

Perubahan nilai IHSG juga dapat memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi Indonesia secara umum.

Jika IHSG mengalami peningkatan yang signifikan dalam jangka waktu tertentu, maka hal ini dapat dianggap sebagai indikasi pertumbuhan ekonomi yang kuat. Sebaliknya, penurunan nilai IHSG dapat mengindikasikan kondisi ekonomi yang lesu atau mengalami tantangan.

5. Acuan Kebijakan Pemerintah dan Regulator

IHSG juga menjadi acuan penting bagi pemerintah dan regulator dalam menganalisis kondisi pasar modal dan merumuskan kebijakan yang tepat untuk mengembangkannya.

Perubahan nilai IHSG dapat memberikan informasi tentang stabilitas pasar saham, likuiditas, dan daya tarik investasi di Indonesia. Pemerintah dan regulator dapat menggunakan informasi ini untuk mengidentifikasi kebijakan yang perlu diimplementasikan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pasar modal yang sehat.

Baca Juga: 6 Faktor Mempengaruhi Harga Saham

Bagaimana Cara Membaca IHSG?

Untuk mengetahui cara membaca IHSG, Sobat Cuan tentu harus melihat nilai IHSG terkini. Dalam hal ini, kamu bisa melihatnya secara langsung melalui laman resmi BEI.

Kemudian, yang perlu kamu lakukan adalah menginterpretasi angka-angka tersebut.

Sebagai contoh, apabila Sobat Cuan melihat nilai IHSG sedang naik tajam dalam sehari, maka artinya permintaan saham di pasar modal sedang meningkat dengan sentimen yang sedang membaik. Dalam kondisi tersebut, kamu disarankan untuk menahan sahammu atau menjual kepemilikan sahammu demi memanfaatkan momentum.

Hanya saja, kamu tetap perlu berhati-hati jika kenaikan IHSG disebabkan oleh kondisi bernama Stock Bubble. Yakni, kenaikan salah satu harga saham secara signifikan yang terkesan tidak wajar hingga melebihi harga pasarannya. Pasalnya, kondisi itu mengindikasikan bahwa kenaikan nilai IHSG bersifat semu dan tidak akan berlangsung dalam waktu lama.

Oleh karenanya, Sobat Cuan jangan langsung menginterpretasikan kenaikan IHSG sebgai sesuatu yang positif. Kamu tetap harus membedah lagi saham-saham apa saja yang sekiranya berkontribusi bagi kenaikan nilai indeks tersebut.

Sebaliknya, jika Sobat Cuan melihat tren IHSG sedang turun tajam, maka ini sepatutnya menjadi momentum bagimu untuk mengoleksi saham. Sebab, kamu bisa mendapatkan saham-saham tersebut dengan harga yang sangat murah. Namun, di saat yang bersamaan, jangan lupa juga untuk membatasi kerugianmu (Cut Loss) jika ternyata nilai IHSG turun dengan sangat signifikan.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Bursa Efek Indonesia, OJK

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar