Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Sempat ‘Serang’ Bitcoin, Kini JPMorgan Anjurkan Investor Taruh Dana di Aset Kripto
shareIcon

Sempat ‘Serang’ Bitcoin, Kini JPMorgan Anjurkan Investor Taruh Dana di Aset Kripto

26 Feb 2021, 9:00 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Sempat ‘Serang’ Bitcoin, Kini JPMorgan Anjurkan Investor Taruh Dana di Aset Kripto

Perusahaan investment bank asal Amerika Serikat JPMorgan Chase & Co. kini menjadi firma investasi Wall Street terbaru yang memiliki ide untuk menempatkan dana nasabahnya di aset kripto sebagai cara untuk diversifikasi portofolio mereka.

Hal ini dimuat oleh dua pakar investasi JPMorgan Joyce Chang dan Amy Ho dalam sebuah catatannya kepada investor pada Rabu (24/2) waktu setempat. Di dalam memo tersebut, mereka mengatakan bahwa investor setidaknya bisa menempatkan dana sebesar 1% ke dalam portofolio aset kripto sebagai penyeimbang instrumen investasi lainnya

“Investor bisa menaruh dananya 1% dari investasinya di aset kripto untuk mencapai keuntungan dalam keseluruhan portofolio mereka,” jelas Chang dan Ho dalam memo tersebut.

Mereka mengatakan, penempatan dana aset kripto hingga saat ini dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk melindungi kekayaan dari fluktuasi harga aset saham, obligasi, dan komoditas akibat ancaman gerusan inflasi di masa depan.

Namun, mereka baru menyarankan investor untuk menempatkan 1% dana terlebih dulu agar investor tak rugi terlalu dalam ketika nantinya harga aset kripto terjun bebas. Selain itu, mereka juga menyebut bahwa aset kripto juga punya keterbatasan dari segi kegunaannya meski didapuk sebagai lindung nilai yang baik.

“Aset kripto adalah kendaraan investasi dan bukan mata uang untuk pendanaan,” jelas mereka. “Sehingga, ketika investor mencari aset untuk melindungi kekayaannya dari kejutan di ekonomi, kami tetap merekomendasikan untuk melindungi nilai dengan mata uang fiat seperti yen atau dolar AS.”

Baca juga: JPMorgan Prediksi S&P 500 Akan Melonjak 25% di 2021

Penempatan Dana di Investasi Aset Kripto Tengah Menjadi Tren

Belakangan ini, harga aset kripto, terutama Bitcoin, sedang menanjak dan bahkan menciptakan titik-titik rekor barunya. Kondisi ini kemudian menarik minat beberapa korporasi untuk mendiversifikasi penempatan dananya di instrumen tersebut.

Pada bulan ini, produsen mobil elektrik Tesla mengumumkan akan menempatkan dana sebesar US$1.5 miliar di Bitcoin. Tak hanya itu, lembaga keuangan BNY Melllon juga mengumumkan akan melayani transfer dan penyimpanan aset kripto kepada para kliennya.

Di sisi lain, aset kelolaan dana amanah Bitcoin (trust fund) milik Grayscale kini berada di angka US$33,5 miliar, atau naik hampir dua kali lipat dari posisi Desember.

Aset kripto memang merupakan instrumen investasi yang cenderung baru dan memiliki nilai yang volatil. Namun, mereka dianggap mampu menjadi aset lindung nilai yang baik.

Mantan ekonom bank sentral AS The Fed Roberto Perli dan ekonom Cornerstone Macro LLC Benson Dunham telah melakukan kalkulasi bahwa volatilitas harga di portofolio ekuitas bisa diredam dengan menambahkan aset kripto ke dalamnya.

Di samping itu, Cathie Wood dari Ark Investment Management mengatakan bahwa harga Bitcoin bisa saja mencapai US$200 ribu per keping jika masing-masing 500 perusahaan yang terdapat di S&P 500 menempatkan 10% aset kas mereka di Bitcoin.

Baca juga: JPMorgan Sebut Harga Bitcoin Bisa Tembus Lebih dari Rp2 Miliar

Endorse Investasi Aset Kripto, JPMorgan Jilat Ludah Sendiri?

Memo yang dibuat JPMorgan tersebut terlihat seperti tamparan keras ke diri sendiri. Sebab, riset-riset yang diterbitkan oleh mereka belakangan ini seolah-olah seperti mereka tengah melancarkan “serangan” ke Bitcoin.

Beberapa waktu lalu, analis JPMorgan Nikolaos Panigirtzoglou sangsi bahwa perusahaan akan menambahkan Bitcoin ke neraca keuangan mereka lantaran “menambahkan alokasi Bitcoin 1% akan menyebabkan peningkatan besar dalam volatilitas portofolio secara keseluruhan.”

“Terlepas dari berapa banyak perusahaan yang akhirnya mengikuti contoh Tesla, tidak ada keraguan bahwa hal itu akan memperkuat tindakan spekulatif melalui Bitcoin berjangka serta aliran investasi ritel,” tulisnya.

Tak hanya itu, JPMorgan juga pernah menulis bahwa Bitcoin adalah “aset lindung nilai terburuk”.

Baca juga: Lindungi Konsumen, Bappebti Terbitkan Aturan Investasi Aset Kripto

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bloomberg, CNBC Indonesia

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
daily news
Daily News - 28 Agustus 2023
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1