Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Jangan Keliru, Ini Beda Risiko Trading Saham dengan Investasi Saham!
shareIcon

Jangan Keliru, Ini Beda Risiko Trading Saham dengan Investasi Saham!

9 Mar 2023, 7:06 AM·Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Kategori
Jangan Keliru, Ini Beda Risiko Trading Saham dengan Investasi Saham!

Kamu tertarik trading saham atau investasi saham? Nah, sebelum memilihnya, yuk kenali dulu perbedaan risiko antara keduanya di artikel berikut!

Apa Perbedaan Investasi Saham dan Trading Saham?

Mereka yang ingin mengeruk cuan dari pasar saham kerap kali sulit membedakan kegiatan investasi saham dan trading saham. Meski sama-sama memanfaatkan instrumen saham, nyatanya keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Lantas, apa saja perbedaan tersebut?

1. Tujuan Kegiatan

Investasi saham umumnya memiliki tujuan untuk mengakumulasi kekayaan dalam rentang waktu yang lebih panjang. Bahkan, seorang investor bisa melakukan investasi dalam kurun tahunan atau bahkan puluhan tahun!

Hal ini terjadi lantaran seorang investor umumnya mencari keuntungan investasi saham melalui return jangka panjang, utamanya dividen. Nah, dividen itulah yang umumnya dikoleksi investor agar bisa memenuhi tujuan keuangannya di masa depan.

Sebaliknya, trading memiliki tujuan untuk mendulang cuan dalam jangka waktu yang lebih pendek. Berbeda dengan investor yang menggantungkan asa dari dividen, trader memilih untuk mereguk keuntungan melalui jual-beli aset berdasarkan fluktuasi harga saham. Dengan kata lain, seorang trader bisa ketiban berkah jika ia sukses menjual asetnya dengan harga yang lebih baik dari harga belinya.

2. Alokasi Portofolio Aset

Perbedaan tujuan antara trading dan investasi saham tersebut pun ikut mempengaruhi portofolio aset yang digenggam oleh pelakunya.

Mengingat investasi adalah kegiatan mencapai tujuan keuangan di jangka panjang, maka ia tentu akan mengalokasikan lebih banyak portofolio asetnya di kegiatan ini dibandingkan trading. Terlebih, trading pun membutuhkan perhatian dan konsentrasi yang lebih tinggi ketimbang investasi. Akibatnya, pelakunya pun tentu enggan mempertaruhkan dana yang terlampau banyak ketika melakukan trading.

3. Waktu dan Upaya

Di samping itu, perbedaan tujuan tersebut pun ikut mempengaruhi jumlah waktu dan upaya baik untuk melakukan investasi saham maupun trading saham.

Di satu sisi, trading membutuhkan analisis berkala untuk memastikan bahwa perubahan harga aset yang terjadi tidak akan merugikan pelakunya. Implikasinya, trader pun harus rajin mengawasi jalannya kondisi pasar modal agar tidak kehilangan kesempatan.

Di sisi lain, investasi tidak membutuhkan waktu dan upaya sebesar trading. Investor hanya perlu memantau pergerakan portofolionya dan menentukan keputusan investasi berikutnya berdasarkan return yang telah atau bakal mereka raih.

4. Perbedaan Pendekatan Analisis

Perbedaan lainnya juga terletak dalam pendekatan analisis yang digunakan sebagai dasar penentuan keputusan.

Investasi saham adalah kegiatan berdurasi jangka panjang. Akibatnya, pelakunya pun akan lebih banyak memanfaatkan analisis fundamental untuk menentukan langkah berikutnya. Adapun analisis fundamental ini mencakup analisis laporan keuangan, valuasi, dan tren pertumbuhan kinerja bisnis perusahaan.

Sementara itu, keputusan yang terjadi di trading saham biasanya diambil berdasarkan analisis teknikal, yakni pendekatan berdasarkan pola dan tren harga saham tersebut di masa lampau. Trader dapat menempuh pendekatan ini karena berasumsi bahwa pola harga suatu aset memiliki siklus sehingga sejarah yang dulu pernah terjadi kemungkinan besar akan terulang lagi.

Perbedaan penggunaan analisis tentu saja muncul karena perbedan tujuan di antara keduanya. Karena investor mengandalkan cuan dari return saham, maka mereka mesti menganalisis prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Tetapi, trader memanen untung dari selisih harga saham, sehingga yang perlu mereka perhatikan adalah pola dan tren harganya selama ini.

Jika Berbeda, Apakah Trading dan Investasi Saham Tetap Punya Risiko Sama?

Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu tidak. Karena masing-masing kegiatan memiliki tujuan dan rentang waktu yang berbeda, maka sudah sepatutnya risikonya pun berbeda. Lantas, apa saja perbedaan risiko antara investasi saham dan trading saham?

1. Kerugian

Setiap pembelian aset, baik itu untuk trading atau investasi, berpotensi menimbulkan kerugian. Hanya saja, risiko kerugian itu akan meningkat seiring pendeknya durasi menggenggam aset tersebut. Dengan kata lain, risiko kerugian dalam trading dianggap lebih besar dari investasi.

Kondisi itu terbilang logis, Sobat Cuan. Dalam menggenggam aset, tentu baik investor maupun trader dihadapkan pada situasi pasar yang terbilang lesu. Iklim pasar modal pasti akan kembali membaik, namun hal itu mungkin bisa membutuhkan waktu yang sangat lama.

Investor mungkin tak mengkhawatirkan kondisi pasar yang tiarap dalam jangka waktu lama karena mereka berinvestasi untuk jangka panjang. Sehingga, ada kemungkinan mereka juga bisa memetik buah dari kebangkitan pasar di masa depan.

Namun, trader mungkin tak punya rentang waktu yang sama. Terlebih, tidak ada satu pun yang bisa memprediksi arah pasar modal ke depan. Akibatnya, banyak terjadi kasus di mana trader mesti buru-buru keluar dari pasar dengan menjual asetnya meski mendera kerugian.

Maka dari itu, baik investor maupun trader sebaiknya melakukan diversifikasi aset untuk meminimalisasi risiko kerugiannya.

2. Waktu Masuk-Keluar Pasar

Perbedaan lainnya antara investasi saham dan trading saham adalah risiko waktu keluar-masuk (timing) di pasar modal.

Bagi investor, timing bukanlah perkara yang perlu dipusingkan. Pasalnya, karena mereka berinvestasi dalam jangka panjang, maka sejatinya mereka bisa membeli saham kapan saja. Toh, secara teorinya, kinerja pasar modal akan terus membaik dalam jangka panjang. Di samping itu, mereka pun masih bisa menikmati imbal hasil dalam bentuk dividen.

Namun, bagi trader, waktu adalah variabel penting dalam penentuan keputusan. Jika salah mengambil waktu masuk ke pasar, maka mereka bisa gagal mendapatkan saham incarannya di harga murah. Nah, ujung-ujungnya, mereka bisa gagal dalam memaksimalkan cuannya.

Begitu pun dengan waktu keluar pasar. Jika mereka terlambat sedikit saja untuk melepas posisi trading-nya, maka mereka bisa mendera kerugian yang teramat dalam ketika kondisi pasar benar-benar bergejolak. Oleh karenanya, bisa dibilang bahwa risiko keluar-masuk pasar akan terasa kental di aktivitas trading dibanding investasi saham.

3. Volatilitas

Volatilitas harga saham merupakan kondisi yang ibaratnya seperti pisau bermata dua bagi trader. Jika pergolakan harga terbilang positif, maka mereka bisa buru-buru menjual sahamnya untuk mendulang cuan. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka trader bisa saja sulit tidur nyenyak di malam hari.

Tetapi, investor sejatinya tidak perlu ambil pusing dengan volatilitas harga di jangka pendek. Malahan, mereka harus menghindari pengambilan keputusan di masa-masa tersebut. Pasalnya, memikirkan volatilitas jangka pendek hanya akan membuat investor tidak kunjung mencapai tujuan investasinya.

Nah, dengan demikian, maka trader tentu akan terpapar risiko volatilitas harga lebih tinggi ketimbang investor.

4. Risiko dari Sisi Emosional

Karena trading saham dilakukan dalam durasi yang lebih pendek dari investasi, maka trader ada kalanya tidak mencerna informasi pasar yang beredar. Nah, jika tidak hati-hati ketika melakukan hal tersebut, maka mereka bisa mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat! Bahkan, emosi trader bisa kian menjadi-jadi jika melihat harga saham yang mereka genggam terjun bebas.

Sementara itu, kegiatan investasi saham mungkin tidak membuat emosi investor begitu berkecamuk. Sebab, mereka memahami bahwa kegiatan yang mereka lakukan bersifat jangka panjang.

Oleh karenanya, trader perlu memastikan bahwa mereka benar-benar siap secara mental sebelum memutuskan trading. Hal itu pun menjadi salah satu aspek yang perlu mereka perhatikan sebelum memulai trading.

Kesimpulan

Baik trading saham maupun investasi saham tentu memiliki risikonya masing-masing. Sehingga, jika Sobat Cuan ingin melakukan satu dari dua aktivitas tersebut, maka ada baiknya kamu memahami risiko tersebut dan mempelajari cara menanggulanginya dengan baik.

Selain itu, kamu juga harus memastikan bahwa kamu dapat melakukan baik trading saham maupun investasi saham dengan platform yang mudah dipahami dan praktis untuk digunakan. Dalam hal ini, kamu bisa melakukan keduanya di aplikasi Pluang!

Di Pluang, kamu bisa memulai trading saham AS berkualitas mulai dari Rp5.000 hanya dalam tiga kali klik saja. Apalagi, aplikasi Pluang juga dilengkapi fitur trading yang mantap seperti rangkuman analisis teknikal yang membantumu dalam menentukan keputusan trading.

Fitur Analisis Teknikal di Pluang
Fitur Analisis Teknikal di Pluang

Selain itu, kamu pun juga bisa berinvestasi saham AS unggulan seperti saham Apple, saham Google, hingga saham Tesla di aplikasi Pluang. Selain mendapatkan kesempatan meraup dividen, kamu juga bisa memutuskan keputusan investasi dengan mudah melalui fitur analisis fundamental, misalnya rating analis dan target harga saham, di aplikasi Pluang!

Fitur Analisis Fundamental Investasi Saham di Pluang
Fitur Analisis Fundamental Investasi Saham di Pluang

Tunggu apalagi, Sobat Cuan? Yuk, mulai perjalanan trading saham dan investasi saham di Pluang sekarang!

Download Pluang di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Referensi: Investopedia, Fidelity, Groww

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
trading
Mengenal Bullish Harami Pattern dan Cara Tradingnya
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1